Takdirku Bersama Denganmu

Takdirku Bersama Denganmu
Bab 58


__ADS_3

Episode 58


Rafa POV


Aku tidak pernah ingin Dinda mengingat apa pun tetapi dia sudah mengingatnya dan sekarang lebih dari sebelumnya dia lebih membenciku. Aku memutuskan untuk meminta pengawal untuk mengawasinya karena aku takut jika harus kehilangan dia dan juga karena ancaman Mama Bella padanya.


Aku sudah kehilangan dia sekali dan aku tidak mau kehilangan dia untuk yang kedua kalinya, pikirku. Saat itu pintu terbuka dan Mama Bella masuk begitu saja tanpa ijin dariku.


"Aku mencarimu kemana - mana" Mama Bella berkata sambil terus masuk.


"Apa yang Mama mau sekarang?" aku kembali bertanya pada Mama Bella.


"Aku hanya ingin tahu apa yang sudah diketahui istrimu, apa saja yang dikatakan istrimu?" Mama Bella bertanya lagi.


"Tidak ada yang tidak kita ketahui?" aku membalas dengan sinis.


"Apa sebenarnya yang dia katakan padamu?" Mama Bella bertanya dengan mengerutkan dahi.


Aku menjatuhkan pena dan menatapnya, aku tahu jika aku tidak memberitahunya dia tidak akan menyerah untuk terus bertanya padaku dan dia ingin melihat Dinda untuk di tanyainya dan itu adalah sesuatu yang tidak aku inginkan untuk terjadi.


"Dia ingat apa yang telah aku lakukan padanya, dia juga ingat jika Mama yang sudah membunuh ibunya, mengapa Mama berbohong tentang ibu Dinda?" aku bertanya dengan menahan emosi.


"Apa yang kamu maksud dengan kenapa aku berbohong?" Mama Bella membalikku dengan bertanya.


"Mama memberi tahu kami kalau Mama tidak ada hubungannya dengan kematian ibunya, tapi apa nyatanya,"


"Aku tidak ada hubungannya dengan itu, apakah kamu mengatakan kepadaku kalau kamu lebih suka mempercayai apa yang dia katakan daripada mempercayai ucapan ibu kamu sendiri,"


"Dia tidak punya hal untuk menyembunyikan itu dan jika Mama mau mencoba untuk membunuhnya di masa lalu, Mama juga akan melakukan hal yang sama dengan ibunya," jawabku dengan logis.


"Baiklah kalau begitu, jika kamu percaya dengan apa yang kamu tahu di bagian itu tetapi apakah dia memberitahumu hal lain?" Mama Bella tidak menggubris ucapanku tadi lalu dia bertanya lagi.


"Dan apa lagi yang bisa dia katakan padaku?" aku bertanya merasa sedikit curiga dengan pertanyaan yang Mama Bella ajukan.


"Tidak ada, aku hanya ingin tahu jika dia sudah ingat semuanya".


"Aku sudah memberitahu Mama apa yang dia ingat dan berhenti berada di sini dan tinggalkan aku sendiri Mama," usirku.


"Baiklah kalau begitu aku akan pergi," sahut Mama Bella saat dia berdiri untuk pergi.


"Dalam keadaan apa pun, Mama tidak boleh menyentuh Dinda, aku tidak akan membiarkan Mama menyakitinya seperti yang Mama lakukan dengan ibunya," kataku dan itu membuat Mama Bella berhenti saat hendak melangkah.


"Jadi apa yang akan kamu lakukan? Apa kamu akan melindunginya dari rencanaku?" Mama Bella bertanya sengit.


"Ya, aku akan melakukannya, jika pun aku harus melindunginya dengan hidupku, maka akan aku lakukan juga" balasku tak kalah sengit.


"Baiklah, lindungi saja semua yang kamu inginkan tetapi ketika dia berbalik melawan kamu, jangan berlari ke arah Mama, aku tidak akan melakukan apa pun untuk membantumu," ancam Mama Bella dan setelah itu Mama Bella berjalan keluar dari ruangan.


Aku hanya bisa berharap Mama Bella tidak melakukan apa pun untuk menyakiti Dinda, gumamku saat aku menatap pintu yang sudah tertutup.


Ayah Leo POV

__ADS_1


Dinda mondar -mandir di sekitar ruangan menunggu Gita dan Miko muncul dan ketika pintu akhirnya terbuka untuk mengumumkan kedatangan mereka, Dinda begitu terkejut melihatku juga ikut masuk ke dalam kamar.


"Halo Dinda?" Ayah Leo menyapaku dengan lembut.


"Apa yang Anda inginkan, Tuan?" jawabku sambil memberinya pandangan dingin.


"Aku hanya datang untuk berbicara denganmu!" balas Ayah Leo dengan tenang.


"Tentang apa?" Tanyaku to the point.


"Tentang apa yang terjadi bertahun -tahun yang lalu?" jelas Ayah Leo dengan suara yang terdengar begitu menyesal.


"Aku tidak ingin membicarakannya, jadi tolong tinggalkan aku sendiri sekarang!" tolakku langsung tanpa mau basa basi.


"Aku tidak menginginkan itu semua terjadi pada kalian berdua" Ayah Leo kekeh memulai.


"Tapi itu semua sudah terlanjur terjadi dan Anda tidak bisa menghentikannya, jika saja Anda tidak memperlakukan kami seperti sampah, istrimu tidak akan melakukan hal yang mengerikan itu kepada kami," raung Dinda.


"Maaf, aku marah dan terluka ......."


"Karena ibuku menikah dengan kakakmu kan?" Dinda bertanya dan ayah Leo menatapku dengan terkejut.


"Ya, saya tahu saya sudah mendengar semuanya, saya melihat kalian berdua malam itu, Anda berbicara dengannya tentang bagaimana Anda masih menginginkannya bahkan ketika Anda menikah dengan ibunya Rafa tetapi dia menolak Anda dan kemudian Anda menariknya ke kamar dan mencoba untuk memaksakan diri Anda padanya," sambung Dinda dengan senyum getir.


"Saya tahu bahwa apa yang saya lakukan salah dan jika saja Siska masih hidup, dia akan memberi tahu Anda bahwa saya mencoba meminta maaf kepadanya, saya mencoba meminta maaf tetapi dia tidak bisa memberinya balasan karena dia meninggal"


"Dan itu semua yang sudah dilakukan istrimu," seru Dinda dan dia berhenti untuk menatapku.


"Tidak, kamu pasti salah tentang itu, dia mungkin kejam padamu dan ibumu tapi dia tidak membunuhnya, dia tidak akan" sangkal Ayah Leo.


"Saya harus berbicara dengannya, dia mengatakan kepada saya bahwa dia tidak melakukannya, dia berjanji kepada saya!" Kataku.


"Lalu dia berbohong, dia berbohong padamu dan semua orang, wanita itu membunuh ibuku, putramu memperkosa aku dan kamu! Kamu menutupi semua yang telah terjadi itu, aku benci kalian semua dan tolong! Tinggalkan kamarku sebelum aku berkata Suatu hal yang lebih buruk bagimu," Dinda kembali berteriak padaku dan dia menganggukkan kepalanya dengan pelan dan meninggalkan ruangan.


Mama Bella POV


Aku berada di kamar menambahkan lebih banyak make up di wajahku ketika Leo masuk.


"Ada apa? Sepertinya kamu baru saja melihat hantu," kataku ketika aku terus memakai make up.


"Kamu memberitahuku bahwa kamu tidak melakukannya!" Leo berteriak padaku dan aku menoleh untuk menatapnya.


"Lakukan apa?" Tanyaku dengan bingung.


"Kamu mengatakan kepadaku kalau kamu tidak membunuh Siska tetapi kamu melakukannya"


"Masih cerita lama yang sama, Rafa menyebutkannya sebelumnya dan kurasa dia pasti sudah memberitahumu juga? Mengapa kalian berdua mempercayai kata -katanya daripada kataku," ujarku ketika aku terus memakai make up.


Dan dalam sekejap, dia bergerak melangkah dekat mengikis jarak denganku dan menampar wajahku dengan cepat, aku jatuh di lantai yang menatap Leo dengan terkejut.


"Siska sangat berarti bagiku, namun kamu membunuhnya, mengapa?" Leo berteriak padaku.

__ADS_1


"Kamu berani menanyakan itu padaku?" raungku saat aku masih memegang pipiku.


"Kenapa Denise! kenapa ......."


'"Karena kamu tidak pernah mencintaiku, kamu hanya menggunakanku sebagai semacam istri publik, aku begitu


cemburu karena kamu menginginkannya, aku mencintaimu, kamu seharusnya mencintaiku kembali, kamu seharusnya tidak menikah denganku ketika kamu tahu bahwa kamu masih menginginkan istri kakakmu, kau seperti sampah "aku berteriak pada Leo dengan mata melotot.


"Kamu tahu apa perasaanku ketika kamu menikah denganku, aku katakan jika aku hanya membutuhkan ibu untuk Ivanka dan kamu menerima dan itu saja karena keserakahanmu, kamu ingin menjadi istriku, kamu ingin menjalani kehidupan yang baik dan itu adalah apa yang akan terus kamu lakukan, jangan tanya lebih dari itu Bella karena aku tidak bisa memberikannya," balas Leo dan aku mulai tertawa dengan caranya yang kejam.


"Itulah alasan mengapa aku membunuhnya, aku tahu kalau kamu mencintainya, itulah sebabnya aku membunuhnya," aku kembali berteriak pada Leo.


"Kamu bajingan, kamu menikah denganku saat kamu tahu kalau aku mencintaimu, tidak bisakah kamu mencintaiku dengan cara yang sama, kamu tidak tahu betapa aku sangat membencimu untuk apa yang telah kamu buat aku menjadi seperti itu " sambungku dengan masih berteriak.


"Kamu seharusnya tidak menyalahkan aku atas apa yang telah kamu lakukan Bella, Kamu menyebabkan semuanya pada diri kamu sendiri," sahut Leo.


"Aku tidak akan menjadi seperti ini jika aku belum menikah denganmu, kamu mengubahku menjadi apa adanya dan aku tidak akan beristirahat sampai aku membuatmu menderita seperti yang telah diderita selama bertahun -tahun," seruku dan berdiri ingin meninggalkan kamar.


Dia menarikku kembali tetapi aku mendorongnya supaya menjauh.


"Katakan padaku apa yang kamu rencanakan?" Leo bertanya dengan dingin.


"Apakah menurutmu aku akan memberitahumu?" aku menjawab dengan sinis.


"Apakah kamu tidak berani melakukan sesuatu yang akan membuat kita dalam masalah?" Leo berteriak padaku.


"Jangan khawatir, aku sudah tahu harus berbuat apa," potongku dan meninggalkan ruangan dengan marah.


Dinda POV


Aku berdiri di dekat balkon memikirkan rencana pelarianku. Aku telah berbicara dengan Gita dan Miko dan mereka telah memutuskan untuk membantuku.


Kita belum berbicara tentang pelarian itu, tetapi kita akan melakukannya segera setelah kita memiliki kesempatan. Saat itu pintu terbuka dan ketika aku tidak mendengar siapa pun, aku pikir itu adalah Rafa.


"Aku tidak ingin berbicara denganmu Rafa, silakan tinggalkan kamar ini," ucapku dengan tidak berbalik.


"Kamu pasti bahagia kan?" Mama Bella berteriak di belakangku dan dengan cepat aku berbalik untuk menatapnya.


"Apa yang kamu inginkan?" Aku bertanya dengan perasaan marah dan takut pada saat yang sama.


"Tidak ada, aku baru saja datang untuk berbicara," jawab Mama Bella dengan sinis.


"Aku tidak ingin berbicara denganmu, jadi silakan pergi," usirku saat aku mendekat ke arah pintu dan ingin memanggil pengawal.


"Kamu tidak harus melakukan itu, aku mengirim mereka untuk makan, kami adalah satu -satunya di sini Dinda," katanya lembut.


"Apa yang kamu inginkan? Kenapa kamu datang menemuiku?" cecarku menahan geram.


"Aku hanya ingin menanyakan beberapa hal, seperti apa yang kamu ingat dan apa yang tidak kamu ingat, dapatkah kamu melakukannya untukku atau apakah aku harus memaksamu untuk melakukannya?" Tanyaku.


T b c 👇

__ADS_1


Apa ya kira - kira rencana Mama Bella 🤔


Akankah rencananya berhasil 🤔


__ADS_2