
Episode 57
Mama Bella POV
Keluar dari mobil, aku berjalan beberapa langkah yang mengarah ke rumah kumuh yang Lita tinggali. Seperti biasa dia tidak berada di rumah dan itu saja membuatku kesal.
Aku berdiri di samping rumah itu menunggu Lita untuk kembali, orang -orang yang berjalan melewati rumah Lita selalu menatapku, tetapi aku tidak peduli, yang ingin aku lakukan sekarang adalah berbicara dengan Lita.
Aku sudah menunggu lama, aku akan menunggu satu jam lagi dan saat aku akan pergi aku melihat Lita dari jauh berjalan menuju rumah ini.
Dia telah melihatku begitupun aku juga melihatnya tapi semuanya sudah terlambat baginya untuk melarikan diri sehingga mau tidak mau suka tidak suka dia datang untuk menemuiku karena dia tidak ada pilihan lain lagi selain menemuiku.
"Ayo masuk dan bicara," gumam Lita saat dia masuk sementara aku mengikutinya dari belakang berjalan masuk ke dalam rumah kumuh itu.
"Jadi apa yang membawamu ke sini lagi?" Lita bertanya saat dia pergi untuk mengambil segelas air.
"Aku ingin berbicara denganmu tentang Rara?" aku mengatakan sambil mengeluarkan sesuatu dari tasku.
"Anak itu lagi? Dari apa yang aku tahu kau telah membunuhnya .......... Ya Tuhan," dia berhenti berkata saat dia melihat ada sebuah pistol yang aku todongkan padanya.
"Kenapa kamu berbohong padaku?" aku berteriak padanya, Lita hanya diam.
"Aku ...... aku ..... tidak berbohong padamu?" Lita berkata saat dia mulai menjauh dariku.
"Senjata ini tidak bersuara, jika aku membunuhmu di sini, tidak ada yang akan tahu, jika kamu tidak ingin mati mulai berbicara dengan benar," gertakku lagi agar Lita bicara dengan jujur.
"Aku ..... aku berbohong, ketika dia jatuh dari tebing dia masih hidup dan dia dibawa oleh Elsa," jawab Lita dengan terbata - bata.
"Elsa yang menjadi juru masak dari hotel bertahun -tahun yang lalu kan?" aku bertanya untuk memastikan dan Lita mengangguk dengan cepat.
"Jadi setelah berbohong tentang kematiannya, mereka membawanya dan menamainya Dinda, kamu tahu semua ini dan kamu tetap diam saja, kan?" Aku berkata dan Lita kembali mengangguk lagi.
"Aku harus membunuhmu sama seperti aku membunuh keluargamu bertahun -tahun yang lalu, kamu tidak berguna," seruku dengan marah.
"Maaf, Nyonya Bella, aku tidak bermaksud berbohong padamu, aku hanya mengasihani gadis itu dan ........."
"Apakah kamu tahu apa yang disebabkan oleh rasa kasihan yang kamu berikan itu, gadis itu sekarang ingat dan aku yakin jika kita semua akan dibawa ke penjara untuk apa yang terjadi," aku kembali berteriak pada Lita yang sekarang sedang menunduk dengan diam.
"Jika kamu mengatakan dia ingat apa yang terjadi bertahun -tahun yang lalu, maka dia juga harus mengingat apa yang terjadi, dia juga harus ingat bahwa kita ..... bahwa aku ........"
__ADS_1
"Jangan katakan itu! Belum dulu, aku belum yakin apakah dia ingat itu, dia masih tidak begitu ingat, begitu dia bangun, aku akan tahu seberapa banyak dia tahu tetapi aku masih belum selesai denganmu, aku tidak tahu Jika aku harus membunuhmu atau membiarkan kamu hidup," aku kembali emosi di buatnya.
"Biarkan aku hidup Bella, biarkan aku hidup," Lita terus memohon padaku.
"Aku akan membiarkanmu hidup bukan karena aku mau tetapi karena aku masih membutuhkanmu untuk melakukan beberapa hal untukku dan kamu harus melakukannya dengan tepat kali ini, putraku yang bodoh telah membuat kesalahan karena jatuh cinta pada gadis itu dan aku tidak menginginkannya menderita saat dia pergi bersama gadis itu," kesalku saat mengingat kebodohan Rafa.
"Kenapa kamu mengatakan itu, apakah kamu berencana menyingkirkannya lagi?" Lita bertanya dan aku memberinya senyuman penuh arti.
"Mari kita tunggu dan lihat tapi pertama -tama aku ingin kamu melakukan sesuatu untukku," titahku pada Lita.
"Apa pun selama kamu tidak membunuhku akan aku lakukan," katanya dan aku memberinya senyuman lagi.
Dinda POV
"Harap Nyonya kembali lagi masuk ke dalam kamar Anda Nyonya," kata pengawal dan perlahan -lahan aku berjalan masuk lagi ke dalam kamar dan pengawal itu menutup pintu tepat di punggunggu.
Apa yang coba dilakukan Rafa? Mengapa dia mengambil pasportku dan mengapa dia tiba -tiba menempatkan pengawal di dekat pintu, apakah dia berusaha mencegah
supaya aku tidak pergi, pikirku saat aku mondar -mandir di sekitar kamar.
Seharusnya aku tidak membiarkan dia tahu kalau aku ingin pergi aku harus pergi tanpa dia tahu. Sekarang aku harus meminta bantua seseorang untuk mengeluarkan aku dari sini, bagaimana aku bisa mendapatkan seseorang untuk membantuku. Saat itu pintu terbuka dan Rafa berjalan masuk ke dalam kamar.
"Jika kamu masih berada di dalam kamar mandi, aku akan masuk ke sana untuk membuatmu keluar dari sana," ancam Rafa saat dia telah masuk ke kamar.
"Mereka hanya ada untuk keselamatan kamu dan ......"
"Dan juga mengawasiku, kan?" aku menyela ucapan Rafa dengan bertanya.
"Bukan seperti itu Dinda, aku ......"
"Berhenti dengan sandiwara dan biarkan aku pergi!" selaku lagi dengan berteriak pada Rafa.
"Tidak! Aku tidak akan membiarkanmu pergi Dinda," ucap Rafa dengan sedikit memohon.
"Jika kamu melakukan ini karena kamu berpikir jika aku mencintaimu, kamu harus berhenti berpikir begitu, aku tidak lagi mencintaimu Rafa, aku tidak ingin bersama dengan seorang pemerkosa sepertimu, yang ingin aku lakukan sekarang adalah pergi dari tempat ini dan kembali ke kehidupan lamaku," seruku dengan air mata yang sudah mengalir.
"Aku juga menginginkan itu untukmu tapi hidupmu dalam bahaya, satu -satunya cara aku bisa melindungimu adalah dengan kamu tinggal di sini bersamaku," sanggah Rafa masih mencoba menahanku untuk tidak pergi.
"Dari siapa aku harus dilindungi? Mama kamu?" aku bertanya dengan marah dan Raka hanya bisa mengangguk perlahan.
__ADS_1
"Aku tidak lagi takut pada Mama kamu, tidak setelah apa yang dia lakukan pada ibuku, kamu sama seperti dia, kalian berdua hanyalah orang jahat," ujarku dan sebelum aku bisa menghentikannya, dia berjalan dekat ke arahku dan Raka menarikku masuk ke dalam pelukannya.
"Aku tidak seperti Mamaku Dinda, aku telah melakukan kejahatan dan aku juga siap menghadapi hukuman apa pun yang kamu lakukan kepadaku tapi tolong jangan hentikan aku untuk melindungimu, setidaknya biarkan aku melakukan itu untukmu," jawab Rafa dan aku sebenyarnya juga membutuhkan perlindungan dari Rafa.
Tante Bella adalah wanita menakutkan juga berbahaya dan aku yakin jika dia tahu kalau aku sudah ingat semuanya maka dia akan mengirim seseorang untuk membunuhku, sama seperti yang dia lakukan dengan ibuku dulu.
Hanya memikirkan ibu kandungku membuatku merasa sedih lagi, aku mendorong Rafa supaya menjauh dan aku pergi berdiri di dekat jendela.
"Aku akan mengambil perlindungan dari pengawal yang kamu kirimkan dan hanya itu yang akan aku terima dari kamu," ucapku dengan pelan.
"Aku senang mendengar tentang itu Dinda," jawab Rafa dengan lembut.
"Selama aku tinggal di bawah atap denganmu, aku ingin kamu menjauh dariku," pintaku pada Rafa.
"Aku tidak bisa melakukan itu Rafa!" tolak Rafa dengan tegas.
"Baiklah maka kamu tidak akan meninggalkanku pilihan juga, jika kamu tidak menjauh, aku akan meninggalkan pulau ini dan aku tidak peduli bagaimana aku akan berhasil melakukan itu," sahutku.
"Baiklah, jika itu yang kamu inginkan, aku akan menjaga jarak denganmu, satu -satunya orang yang tahu tentang identitas kamu yang sebenarnya adalah, kamu, kedua orang tuaku dan aku" Raka mengingatkanku untuk tetap berhati - hati.
"Apakah terkejut jika Mama kamu belum datang menemuiku, dia masih tidak menyesal kan?" aku bertanya dengan sinis.
"Mamaku tidak terlalu penting, yang penting sekarang adalah aku melindungimu, aku punya feeling jika Mamaku akan melakukan sesuatu padamu," tambah Rafa lagi.
"Dan jika dia berhasil melakukannya, aku tidak akan bisa menghalanginya, aku tidak ingin melihatmu terluka lagi Dinda," sambung Rafa lagi dan kata -katanya membuat mataku kmbali menetes membasahi pipiku.
"Tolong tinggalkan aku Rafa, aku ingin menyendiri dulu, aku tidak ingin melihatmu, aku juga tidak menginginkanmu dekat denganku, tidak peduli seberapa keras aku mencoba, aku tidak bisa melupakan malam itu dan itu membuatku gila mengetahui kalau kamu melakukannya, jika kamu dapat menyelamatkan aku dari mengingat kenangan buruk itu sepanjang waktu, aku akan sangat bersyukur, " ucapku lirihdan Rafa mengangguk dengan pelan.
"Baiklah kalau begitu Dinda, aku akan meninggalkan kamar ini tapi aku tidak akan hidup tanpamu Dinda, aku mencintaimu Dinda, aku benar -benar mencintaimu," balas Rafa dan dia pergi keluar dari kamar.
Aku berbalik ke balkon untuk menghirup udara segar yang ada di luar. Sebenarnya aku ingin menghentikan diri dari membencinya tetapi setiap kali aku mengingat pemerkosaan yang dilakukannya dahulu dan juga tentang kematian ibuku yang sebenarnya, hatiku kembali mengeras terhadapnya dan aku tidak ingin untuk melanjutkan.
Aku masih mencintainya meskipun aku mengatakan kalau aku membencinya dan takut jika aku terus tinggal di sini, mengingat ketidakadilan yang dilakukan padaku, aku akan benar -benar membencinya dan aku tidak ingin itu terjadi sama sekali.
Jadi sebaiknya aku pergi saja, sebaiknya aku meninggalkan tempat ini dan semakin cepat aku melakukannya semakin baik bagiku. Maka aku harus mendapatkan bantuan dari seseorang dalam melakukan itu, tidak akan mudah untuk melarikan diri sendiri karena pengawal Rafa akan mengawasiku dari dekat dan juga Raka akan melakukan hal yang sama.
Adalah hal yang baik jika dia akan menjauh dariku dan sementara dia melakukan itu, aku bisa menemui Gita dan Mike, aku yakin mereka ingin membantuku saat mereka tahu apa yang sudah terjadi padaku.
T b c 👇
__ADS_1
Apa yang kalian pikirkan, kira - kira apa ya rencana baru Mama Bella 🤔
Akankah Dinda dapat melarikan diri dari pulau itu 🤔