
Aku berlalu dari Kia, menjauh dari sahabat ku yang seperti nya sedang terluka mungkin bahkan sekarang belum bisa menata hati nya.
Kelihatan dari rona wajah nya yang begitu murung serta mata nya yang berkaca kaca seolah ingin mengeluarkan segala kesedihan nya.
Maafin Aku Kia, karna belum bisa mendengar curhatan hati mu, tapi Aku janji nanti pasti ada waktu buat bicara berdua dengan mu..
Aku pun melanjutkan kan pekerjaan an ku dan tak terasa hari sudah malam..
"Arti!" Kesini dulu coba kamu belajar buat minuman."
Uncle memanggil ku sambil menyiapkan gelas stainless 2 buah.
"Baik Uncle, ini buat Apa? apakah ini Teh?"
"Iya Arti itu Teh, tinggal kamu kasih susu C"
sambil mengambil Susu kaleng tapi warna nya beda sama yg kental manis.
"Susu C itu beda ya Uncle sama yang kental?"
"Jelas beda kalau yang kental tidak bisa buat pengganti santan buat masak sayur atau lauk kalau ini bisa, susu C ini hanya sebutan di sini saja sebenarnya nama nya itu, susu evaporasi susu dengan tekstur sedikit kental dan tidak begitu manis yang biasanya dijual dalam kaleng. Susu evaporasi dapat digunakan sebagai pengganti susu atau krim pada beberapa resep kue, gitu Arti tp kalau buat Teh tarik ini bagus juga, tapi tetap di tambah susu kental manis buat penguat."
Uncle memasuk kan susu nya ke dalam teh dan setelah itu mulai mengaduk nya dan di tarik dari gelas yang satu ke gelas stainless yang lebih besar hingga teh berbusa setelah itu di masuk kan di gelas dan asli seperti nya ini enak.
Uncle tersenyum melihat ku, tapi senyuman ini seperti nya senyuman bangga mungkin Uncle merasa dia sudah berhasil mengajariku membuat teh tarik.
"Nah ini satu gelas Rm.2.00, kamu antar ke meja 5 sekarang."Uncle menaruh teh tarik di nampan berukuran sedang segi empat, dan di sodorkan ke tangan ku.
"Baik Uncle!"
Ku cari meja 5 , soal nya dari tadi awal datang Aku belum belajar menghapal letak meja.
Dan cukup mudah mencari nya ternyata di susun urut meja nya, ku lihat ada seorang laki-laki seperti nya seusia ku paling beda tipis lah, orang nya tinggi kira- kira 165cm , rambut nya agak ikal dikit, kumis tipis nya terlihat samar-samar, alis mata nya tebal dan bibir nya yang tebal di bagian bawah kelihatan hitam kemungkinan sering merokok, hidung nya mancung seperti artis artis India.
Ah.. kenapa Aku sampai terpana melihatnya he..he..lebih baik Aku antar aja dulu teh tarik nya..
__ADS_1
"silahkan di minum bang teh tarik nya"
Aku letak kan gelas dengan tangan yang sedikit gemetar.
"Ok terimakasih, kitak baru kah?"
Sambil tersenyum bertanya pada ku, dan meneguk busa teh tarik..
"Iya bang saya baru di sini, mari bang."
Aku langsung meninggal kan laki-laki itu dari pada nanti Aunty yang berpikiran yang negatif terhadap ku..
Jam menunjukkan pukul 22.00 di jam tangan ku tapi di jam kedai sudah jam 11.00(23.00) karena jam di Indonesia beda 1jam dengan Malaysia . Jalanan juga sepi hanya tinggal satu pengunjung itu saja yang belum keluar dari kedai Aunty. Kendaraan di juga sudah nampak lenggang mungkin karena hari ini bukan hari Minggu jd sepi pengunjung yang datang ke pasar di belakang kedai majikan baru ku ini.
Tiba-tiba tangan ku di tarik seseorang..
"MB Arti kamu kenapa melamun ya?"
Mona membuyarkan lamunanku dan menarik tangan ku untuk masuk kedalam..
Sungguh Aku bahagia bisa bertemu dengannya setidak nya hilang rasa sepi dan sedih di hati.
"Gak Mb Arti, kita buat minuman yuk dari pagi Mb kan gak ada buat minuman, ayok."
"Gak papa kah, gak enak sama Aunty aku Mon"
"Gak papa Mb tadi itu Aunti yang suruh Aku ngajak MB masuk dan buat minuman, MB pengen minum apa?"
"Apa aja dech yang penting minuman nya enak."
"Ya udah Aku buatin Horliks peng ya enak dech."
"Horliks..apa itu? enak gak baru dengar Mba"
"Ini Mba coba rasa ini horliks nya, peng itu karna di kasih susu dan juga es Mba, kalau org pesan Tanpa peng pesan nya cukup horliks gitu Mba berarti itu horliks panas."
__ADS_1
Aku rasa Horliks nya ternyata enak mirip Energen tapi beda.
Setelah itu kami berkemas dan laki laki yang duduk di meja 5 itu sudah pulang, cepat cepat aku tutup pintu kedai sebelah kanan.
"Arti bawa bag kamu dulu ya biar tidak lupa" "Baik Aunty, setelah menutup pintu dapur saya akan bawa tas saya ke mobil."
Senang rasa nya di perlakukan seperti keluarga sendiri.
Pas pada saat aku mau naik mobil Aku lihat laki laki yang duduk di meja 5 tadi, dia masuk di salah satu gedung sekolah tidak jauh dari Kedai. Dan tiba tiba tangan nya melambai pada ku..jantung ku bergetar.. kenapa ya kok aneh .Ah..sudahlah anggap saja salam perkenalan.
"Sudah siap semua? "Mona ice book sudah kamu tutup rapat kan?"
Uncle bertanya kembali pada Mona, setelah itu mobil pun jalan..
Sepanjang jalan Aku lihat mobil yang lalu lalang ternyata masih ramai padahal sudah malam banget.. tak lama Uncle memasuki Kawasan perumahan Asri.. kanan kiri nya di tumbuhi pohon Cemara .. dan tiap sudut rumah ada lampu yg berbentuk rumah menambah indah suasana malam.. dan sampai lah kami pada sebuah rumah yang besar mewah dan megah..warna abu-abu dan pagar hitam yang bisa terbuka sendiri mungkin sudah ada sensor pada kunci mobil Tuan rumah nya. Kami pun memasuki garasi yang panjang seperti nya banyak mobil di rumah ini tapi Aku cuma lihat mobil di dalam ada dua mobil dan tiga Dangan mobil yang aku tumpangi ini..
"Mba Arti ayo turun.. aku tunjukan kamar kita" Mona mengangetkan kan ku mungkin dia melihat ku termenung dan tak segera turun dari mobil..
"Oh..oh..iya sebentar aku keluarkan barang ku juga"
"Mba langsung masuk aja ya bawa aja ke dalam barang Mba, Aku mau ngeluarin barang- barang dari kedai"
"Oh.. baik Mona, maaf jadi gak bisa bantu kamu dulu ,gak papa kah?"
"Gak papa Mba Arti, santai aja Ayok ke kamar kita".
Pas masuk ke rumah majikan ku yang baru Aku terkesima melihat interior nya yang tersusun rapi.. tapi sangat sederhana ruang tamu nya bersebelahan dengan ruang kerja, tapi punya siapa ya seperti nya ada anak nya yang kerja kantor..
Dan sampai pada sebuah kamar yang kira kira ukuran nya 3x4.. lumayan besar dan tempat tidur nya kasur biasa yg tanpa dipan serta lemari plastik yang ada rek resleting nya.. Sangat rapi kamar nya ternyata Mona sangat pembersih nyata nya kamar nya rapi.
"Ayo Mb ini lemari Mb ya yang itu punya saya."
"Iya Mon terimakasih."
Aku langsung memasukan pakaian ku ke dalam lemari plastik warna biru. Setelah itu Aku mandi dan Aunty menyuruh kami langsung tidur karena besok kami mau pergi ke pasar pagi berbelanja.
__ADS_1
Setelah di kamar Aku dan Mona saling bertukar cerita hingga kami pun di tertidur...
Bersambung...