
Suasana Pub emang beda, hingar bingar suara musik disko dan para DJ menyatu menjadi alunan musik yang remix, tapi ada yang unik di dalam sini para waiters mengenakan seragam yang lebih sopan dari pada pemandu karaoke mereka mengenakan kemeja putih dan blazer hitam serta celana panjang hitam serta dasi kupu-kupu, ferpect banget, sedang kan para pemandu karaoke sangat-sangat feminim rata-rata mereka mengekspose bagian tubuh inti mereka ada yang mengenakan dress hitam sepaha dan ada juga mengenakan celana jeans sepaha dan yang pasti bagian atas baju nya rata-rata terbuka menampakkan belahan dada Mereka.
Gaya dandanan mereka juga menurut ku terlalu menantang mungkin itu sudah menjadi ciri khas mereka sebagai pemandu karaoke.
"Arti sini duduk dekat aku, dari tadi aku menunggu mu." Tiba-tiba Kia membuyarkan lamunanku dan menarik tangan ku.
Aku pun melihat ke arah Uncle dan Aunty meminta ijin mereka pun mengangguk kan kepala dan mengedipkan mata sebagai tanda kalau aku boleh duduk di kursi yang berbeda dengan mereka.
"Ayo Kia, seperti nya kau sangat senang di sini, mana Stephani? dari tadi aku tidak melihatnya." Tanya ku pada Kia dan sambil menghempaskan bokong ku ke sofa empuk yang ada di sisi sebelah meja bilyard.
"Oh.. Stephani, lihat di sana dia sedang melayani suami kontrak nya yang baru datang, hari ini dia free tidak kerja jadi tamu dia hari ini bersama suami kontrak nya." Jawab Kia sambil menunjuk Stephani yang sedang...
Mata ku membulat seolah tak percaya sebegitu vulgar nya mereka bisa mengumbar kemesraan di depan publik.
Stephani berada di kursi sudut Pub dengan rok span yang pendek menampakkan paha nya yang mulus dan baju hitam sejari dengan belahan dada yg terlalu menantang.
Dengan gaya nya yang genit Stephani menaikan kaki nya satu di paha suami nya dan mencium bibir suami kontrak nya di depan umum,bukan itu saja suami kontrak nya lebih parah lagi ia mengangkat tubuh Stephani yang mungil tepat di atas senjata nya yang sudah on fire serta dengan rakus nya mencumbui istrinya dari ******* bibir nya sampai menciumi leher jenjangnya di depan orang. Aku pun menjauh dari sana dengan alasan ingin mencari udara segar dulu sebentar.
"Mba Arti mau kemana, aku ikut!" panggilan Mona menghentikan langkah ku. "
"Aku ingin keluar sebentar Mon, di sini terlalu pengap pengen cari udara segar walaupun tak sesegar di pagi hari hehe." Jawab ku sambil terkekeh dan keluar sambil merangkul Mona.
Pas sampai di luar aku melihat seorang laki-laki yang seperti nya ku kenal ia mengenakan baju kaos casual dan celana panjang jeans hitam dan topi seta jaket ya tak di kancing depan.
__ADS_1
Seperti nya itu bang Yandi, apa dia sering kesini ternyata dia suka tempat seperti ini,ii kok aku jadi gak suka ya kalau memang benar dia sering kesini.
"Mba Ar itu kan bang Yandi, apa di undang juga ya soalnya semua karyawan nya datang tu bukan bang Yandi aja." tunjuk Mona pada laki-laki yang berkumpul di tepi Pub seperti nya menunggu Bos nya.
"Seperti nya iya Mon, biar aja lah itu urusan mereka yuk kita masuk lagi ntar di cariin Aunty." Ajak ku pada Mona sambil menarik tangan nya belum sempat aku berbalik ke depan tiba-tiba wajah ku menabrak dada bidang dengan aroma farfum yg sangat aku kenal.
"Bang Akhu... kenapa sih harus nabrak-nabrak segala emang mau kemana sih?! pintu masuk tu di sana!" Bentak ku pada bang Akhu sembari mengubah posisi tubuhnya membelakangi ku dan ku dorong dia kedalam.
"Eh..eh..,tapi..Arti aku mau..." Bang Akhu menjawab ku tapi aku tak perduli yang penting dia masuk dulu.
Sampai di dalam semua mata melihat ku, terutama Luna mata nya membulat dan seperti nya ia marah besar pada ku, aku lupa kalau sedang di Pub yang pastinya banyak laki-laki dan tentunya dengan wanita nya,waduh ini masalah buat ku.
"Masuk..masuk.. bos ini girl friend kamu ya, ambil minuman dulu buat bos yang baru datang bersama kekasih nya ini." Sambutan bos Pub, yang mungkin belum melihat ku dengan Aunty dan Uncle.
Aku berjalan mendekati kursi Aunty dan Uncle dan langsung duduk bersama mereka.
"Maaf Aunty tadi itu cuma salah paham." jelas ku pada Aunty biar tidak salah paham.
Tatapan Luna begitu tajam pada ku sedang kan bang Akhu keluar lagi entah apa yang dia lakukan di luar.
"Oh..tidak apa-apa Arti tadi Akhu saya suruh ambil rokok Dunhill 1 slop buat bos Pub dia minta buat stok katanya." sahut Aunty yang buat aku terkejut sambil menutup mulut ku.
Ternyata tadi ini yang ingin bang Akhu kasih tau ke aku. Jadi gak enak sama Luna , habis modus nya bang Akhu buat aku gregetan.
__ADS_1
____
Setelah acara pesta di Pub kami pun pulang, dan sampai di rumah aku langsung mandi dan nyuci baju majikan ku, sedangkan Luna dan Mona beres-beres dapur dan menghangatkan makanan.
Setelah mandi dan nyuci baju semua langsung aku jemur karena jemuran nya di dalam jd tidak khawatir kena hujan.
"Mba Ar mau langsung tidur?" tanya Mona pada ku yang sudah siap-siap mau mandi.
"Ya...iya lah Mon secara tadi habis ke gatelan sama anak majikan sekarang mau tidur awal biar besok jumpa lagi sama pujaan nya." celetuk Luna sambil memandang ku sinis.
Aku hanya diam tidak menjawab apapun pertanyaan mereka aku langsung melengos pergi. Tapi samar-samar ku dengarkan Mona dan Luna berdebat.
"tu..kan Kak Luna sih mulut nya mah kayak cabe peranggi pedes banget." Sentak Mona.
"Habis dia buat aku bt aja, jd males lihat mukanya, dah ah aku mandi dulu ya!?" sahut Luna langsung masuk ke kamar mandi .
Kenapa sih Luna gak bisa beda in itu salah paham apa benaran.
Aku kemas tempat tidur setelah itu aku rebahkan tubuh ku yang sudah sangat lelah, tadi aku gak sempet menyapa bang Yandi karena sudah buru-buru pulang.
Semoga salah paham ku dengan Luna cepat berakhir males juga kerja berdiaman...
Aku tidur dulu aja biar besok cari udara segar sekali.
__ADS_1