Tangisan Gadis Tegar

Tangisan Gadis Tegar
Part.20 " Undangan ke PUB tetangga" (POV Luna)


__ADS_3

Suami bukan, Abang bukan, besti juga bukan hanya sekedar anak majikan aja kq kepo banget sih nih orang.


Bang Akhu ternyata buat aku mankin cemburu.


Apa dia mau aku bongkar sekarang sikap nya pada ku, biar dia malu sekalian.


"Ya..gak lah emang aku genit, aku juga tau batasan ku kok, emang Abang yang gak tau batasan pembantu aja di lahap." jawab Arti sinis dan langsung keluar meninggalkan Bang Akhu yang masih terperangah mendengar jawaban yang keluar dari mulut Arti.


Nah kena lho kan, lagian napa sih suka usil, aku sengaja tidak mau mendekat ke meja bang Akhu.


"Arti ayo makan, sayur dan lauk udah aku hangatkan semua." kata ku mengajak Arti makan.


"Duluan aja Lun! nih aku masih ngantar Kia dulu." jawab nya dan langsung pergi bersama Kia.


"Jangan lama-lama Arti! kalau sudah tau tempat nya trus pulang ya Arti," ucap Aunty khawatir karena sudah malam.


****


Hari pun berganti Minggu dan tiba saat nya undangan dari pub teman Arti kerja.


Pagi ini sangatlah cerah tidak seperti biasa nya Mona dan Arti telat bangun dan sama sekali belum siap-siap pdhl sebelum mandi udah aku bangun kan.


"Lun.. nanti malam bawa baju ganti ya kita akan pergi ke PUB tetangga yang baru buka" kata Aunty yan sedari tadi sudah siap.


Tak lama ku lihat Arti dan Mona buru ke kamar mandi.


"Kita mandi di kedai aja ya, soal nya udah lewat ni," ucap Arti gopoh sambil sikat gigi, Aku hanya tersenyum dari depan pintu melihat mereka berdua.


"Kak Luna jahat gak bangunin," cerca Mona pada ku.


"Enak aja kalian aja tidur kayak kebo." protes ku, enak aja di bilang gak bangun kan.


"Sudah ah ,aku duluan ke mobil jangan banyak protes nanti kelamaan ." sahut ku lagi dan langsung meninggalkan mereka berdua Tanpa menghiraukan umpatan mereka.

__ADS_1


"Lun kok kamu dingin banget sama aku, udah seminggu kamu gak ada naik ke atas?" Bang Akhu bertanya pada ku sambil matanya melihat kanan kiri seperti pencuri yang takut ketahuan.


Aku langsung melengos tanpa menjawab, aku malas aku, hati ku masih sakit biar tau dia kalau aku juga bisa marah


.


"Lun..lun.. tunggu donk, jangan marah ya! emang aku salah apa ayo?" Bang Akhu menarik tangan ku, hingga aku tak berkutik.


"Lepas bang, aku mau ke mobil nanti ada Aunty lho, lepas gak!!" pinta ku sambil menarik tangan ku.


Namun belum sempat aku beranjak dari sisi bang Akhu, sempat-sempatnya nya ia mendarat kan ciuman di bibir ku...


"Eh..bang..gak malu huh...." kata ku langsung menginjak kaki nya dan berlari ke mobil Aunty, syukur gak ada yang lihat.


"Aw..aw..nanti Lo ya." gerak bang Akhu..dengan mengepalkan tinjunya h


Sebenarnya aku juga kangen bang ku pandangi wajah nya dari jendela mobil, farfum mint nya yang selalu buat aku ketagihan..atau malam ini aku naik ke kamar nya ya.. gak ah malas aku biar tau rasa dia.


Tiba-tiba Aunty membunyikan klakson untuk memanggil Arti dan Mona, seketika lamunan ku buyar.


"Ii..iya Aunty ada apa, tidur ya, semalam tidur mereka tidur jam 1 an kayak nya sih soal nya mereka nyuci baju." jawab ku gugup takut salah Jawaban ku soal nya aku tidak seberapa dengar Aunty tanya.


"Oh..patut lah kesiangan, lain kali kalian semua kalau mau cuci baju jangan terlalu malam bagun awal aja trus cuci baju." Kata Aunty pada kami, karena Mona dan Arti sudah berada di mobil.


"Baik Aunty!" jawab kami bersamaan.


Mobil pun berangkat menembus jalanan pagi yang sudah mulai macet..


***


Tiba waktunya malam waktu yang di tunggu-tunggu buat tampil beda karena malam ini kami di undang sama bos Pub teman teman nya Arti kerja.


Aku heran kok Arti banyak sekali teman ya, bahkan teman laki-laki juga banyak yang naksir , apa hebatnya dia ya? cantik juga enggak, kulit juga masih putih kulit ku, hidung juga pesek, mungkin yang naksir Arti itu harus ke psikiater dulu.

__ADS_1


Sekarang aku mau mandi dan dandan dulu aku mau lihat kan ke mereka kalau aku ini paling cantik dan patut di banggakan.


"Kak Lun, udah cepetan mandi! jangan banyak berkhayal..aku mau mandi juga." Mona memukul pundak ku, seketika lamunan ku hilang.


" Iiih.. Mona kamu ni suka sekali membuat ku terkejut." Marah ku pada Mona sambil memegang dada ku. Dia malah melengos meninggal kan ku.


Setelah semua selesai mandi, kami pun ganti baju di kamar karyawan kedai.


Dan membuat ku kaget... Arti mengenakan atasan casual biasa warna putih lengan panjang dan di padukan dengan celana jeans biru nya dan yang tak pernah tinggal topi Nike yang di balik kan ke belakang, tanpa polesan apa pun serta blazer panjang abu-abu.


Kenapa Arti tidak mau berdandan ya?


" Arti sudah selesai semua, kalau sudah siap-siap tutup kedai hari ini kita tutup awal." tanya Uncle, sambil memasukkan semua kursi.


"Baik Uncle ,saya antar kan nasi Ayam pesanan orang dulu ya." Arti langsung keluar dan menenteng box nasi Ayam.


Aku dan Mona pun keluar mengemas barang yang di masukan ke ice box dan tak lupa Aku juga menutup pintu belakang biar nanti Arti lewat depan aja.


"Mon kok kamu pake baju gaun sih kayak mau ke pesta aja, kita kan mau ke Pub?" tanya ku pada Mona yang menggunakan Gaun Merah menyala yang mengembang bawah nya.


Sedang kan aku pake baju dress warna hitam berkerah selutut dan ikat pinggang warna coklat dan di padukan dengan sandal high heels coklat.


Mona melihat ku dari atas kebawah tanpa berkedip.


"Waw..kok Mona baru ngeh ya, ternyata malam ini Kak Luna cantik banget..., aku tu gak ada baju lain jadi hanya ini ada kak," Ucap Mona sambil manyun manyun.


"Lho kenapa kamu gak bilang sih, aku tu punya banyak kamu bisa pake punya ku satu, tapi kayak nya gak cukup deh secara kamu berisi alias montok he..he..." sahut ku sambil terkekeh.


Tak lama ku lihat Arti sudah kembali dari ngantar nasi Ayam dan dia langsung ke kasir seperti nya menghitung hasil hari ini.


"Luna, Mona kalau udah siap semua tunggu di luar aja ya tinggal tunggu Arti sebentar lagi juga udah selesai." kata Aunty yang juga udah siap, Aunty juga sama seperti Arti mengenakan pakaian santai dan tidak formal.


Ku lihat jam sudah jam 09.00pm seperti nya malam ini bisa pulang lebih awal, tapi aku gak akan naik ke atas hati ini biar aja bang Akhu yang mohon-mohon dulu.

__ADS_1


"Ok semua kita berangkat yuk! jalan kaki aja gak jauh kok, ini kerjaan saya udah selesai." Kata Arti, terlihat dia sangat lelah, tapi dia memang pintar pekerjaan apa aja dia bisa.


__ADS_2