
Hari ini adalah hari yang sangat melelahkan, ya..bisa dibilang begitu..
Seharian aku keliling bangunan yang begitu besar hanya untuk melihat hasil karya bang Akhu yang sombong itu, bahkan akal bulus nya yang modus itu buat aku mankin geram.
Setelah mandi dan istirahat sebentar di kamar khusus karyawan kedai, aku langsung melanjutkan pekerjaan ku, sudah jam 7 malam, perut ku mulai keroncong karena tadi siang aku tak mau di ajak mampir di Expert sebuah rumah makan yang lengkap mungkin kalau di Indonesia bisa di sebut puja Sera tapi lebih tertata rapi.
Belum selesai aku menata air kaleng ke kulkas khusus air minum, tiba-tiba..
prank..
suara piring atau gelas yang pecah di meja luar kedai seperti nya di deretan meja 10-15..
Aku buru-buru keluar ingin tahu apa yang terjadi.
"Lu tu bisa kerja atau tidak masa' bawa nampan aja bisa oleng gitu, mana taukenyo ( majikan perempuan)? saya mau komplen!? Hardik seorang konsumen dengan wajah yang merah padam dan mata melotot serta berkacak pinggang.
Ku lihat Luna hanya menunduk di tepi meja dengan tangan yang gemetar memegang nampan.
"Maaf Uncle biar aku bersih kan, sekali lagi maaf in teman saya ya." mohon ku pada konsumen itu biar tidak terlalu keras pada Luna yang sudah mulai menangis.
Tapi konsumen itu malah menggebrak meja dan berjalan menuju kasir.
"Ayo Luna! cepatan kita beresin kaca-kaca ini sebelum Aunty datang setidak nya sudah kita bersihkan masalah di marah itu kita urus nanti,dari pada kaca ini mengenai kaki konsumen lain." Ajak ku pada ada yang masih terpaku di pinggir meja sambil ku tarik tangan nya.
"Ba..baik.. Arti, terimakasih karena sudah membantu ku, jadi merepotkan kamu." jawab nya terbata-bata, sambil menyeka air matanya.
Belum selesai kami membersihkan pecahan gelas itu Aunty memanggil Luna dengan suara keras.
"Lunaaa... masuk sini!?' teriakan Aunty membuat aku merinding.
Wajar aja sih kalau Aunty marah karena 6 gelas beserta isi nya tumpah dan pecah.Kenapa ya dengan Luna?
Luna langsung berlari masuk kedalam, setelah selesai membersihkan kaca aku pun ikut masuk ke dalam.
"Minta maaf sama Tauke ini, bikin malu aja lu." perintah Aunty pada Luna.
__ADS_1
"Uncle saya minta maaf ya, tadi gak sengaja nabrak meja yg di samping meja Uncle."
"Enak aja! kamu harus ganti rugi." kata konsumen itu pada Luna yang mulai menangis.
"Duìbùqǐ lǎobǎn." (Maaf ya bos) Aunty memohon maaf dan mengatupkan kedua telapak tangannya.
"Sudah nanti saya potong gaji kamu, jd kamu yang bayar Tauke ini minum itu bentuk permohonan maaf kamu." bentak Aunty pada Luna.
" Baik Aunty potong aja gaji saya." sahut Luna yang sudah mulai tenang.
Aku langsung melanjutkan menyusun air kaleng dan setelah itu makan.Aku masak Mee Maggie rasa tomyam, itu makanan kesukaan ku rasa nya seger banget pedes dan ada asem-asem nya pokok nya enak lah sulit di jabarkan, tambah sawi kriting dan telur mankin menambah cita rasa yang sensasi.
Setelah makan aku langsung menuju dapur mencuci mangkok ku dan bersih-bersih di dapur.
"Mba Arti, tadi ada apa di depan? koq ribut-ribut sich, seperti ada barang pecah?" tanya Mona pada ku yang baru keluar kamar mandi.
"Oh..itu tadi Luna bawa gelas ke konsumen pecah semua dan mengenai konsumen sampe basah baju dan wajah nya." jawab ku santai.
"lho..lho kok bisa Mba, tapi kak Luna gak papa kan?" tanya Mona dengan ekpresi waja kaget nya dan langsung mendekati ku.
"Tadi itu pas Mba Arti belum pulang, kak Luna uring-uringan melayani konsumen juga kayak terpaksa."
"Oh..gitu apa dia cemburu ya he..he.." ledek Arti..
"Ya bisa jadi Mba." Mona pun berpikir sama.
"Ya sudah aku ke depan dulu ya, udah selesai pekerjaan ku di dapur." sahut ku.
Ku lihat Luna masih menangis dan bang Akhu mendekati nya, ternyata pria Omes itu masih di sini ku pikir udah balik ke kantor nya.
Pas aku baru ingin mengelap meja-meja, aku mendengar ada yang memanggil ku.
"Dek..dek.. sini mau pesan minuman." seseorang di meja 7 memanggil ku.
Di sana ada dua orang laki-laki yang seperti nya masih perjaka semua, yang satu laki-laki yang pernah menolong ku di bangunan belakang, dia memakai baju kaos oblong biru dan celana kain santai dan memakai topi ku, ya itu topi ku yang ada tulisan NIKE, dan yang satu nya seperti nya lebih tua.
__ADS_1
"Maaf bang mau minum apa?, ini Abang yang kerja di bangunan belakang ya?" tanya ku to the point.
"Iya dek, waktu itu kita belum sempat kenalan ya? nama ku Yandi aku dari Balaikarangan." Katanya sambil mengulurkan tangannya.
"Aku Arti, terimakasih udah bawakan topi saya." jawab ku dengan sopan.
"Wuihhh.. senyum nya manis banget, pantesan Yandi kalau jatuh cinta pada pandangan pertama." kata teman nya sambil mengulum senyumnya.
"Hust.. sembarangan diam donk, aku kan jadi malu Om." sahut Yandi yang seperti nya malu dan langsung di cubit nya tangan laki-laki yang di panggil nya Om.
"Oh.. ya kenalkan saya Om nya Yandi , panggil aja Om Sofyan," Ucap nya sambil mengulurkan tangannya.
"Oh..iya, trus ini mau pesan apa?, nanti aku ambil kan topi kamu ya Bang." tanya ku cepat-cepat Karena sedari tadi bang Akhu dan Luna memerhatikan ku, takut nya mereka berdua berpikir yang tidak-tidak.
"Mie Maggie Tomyam 2 dan Milo peng 2, mie tomyam nya satu kasih telor dan sayur kalau yang satu telor aja tanpa sayur." jawab bang Yandi dengan jelas.
"Siap, tunggu ya saya siapkan dulu." sahut ku langsung meninggal kan mereka.
Ternyata nama nya Yandi, dia sopan tidak seperti Sammy kalau Sammy kata-kata nya agak kasar, bahkan bang Yandi ini kelihatannya tulus orang nya, lho.. kenapa aku malah mikirin bang Yandi sih.
"Mon Milo peng ( es Milo) dua ya" kata ku pada Mona yang lagi membuat minuman buat konsumen lain.
"Siap Mba ku, rebes.." jawab nya dengan gaya bahasa nya yang selalu ku suka.
Aku langsung buat mie Maggie pesanan mereka, pada saat aku baru mau ambil mie nya.
"Arti sini sekejap, saya mau bicara, biar Luna aja yang masak mie nya." Aunty memanggil ku.
Luna pun mendekati ku sembari mengambil mie dari tangan ku dengan kasar.
"Sana anak emas, baru aja belagu." ucap Luna sinis.
"Maaf Lun , kok kamu marah sih emang aku ganggu kamu? merugikan kamu?, tu mie nya dua porsi satu pake telur dan sayur yang satu telur aja." sahut ku dan langsung meninggalkan Luna tanpa mau mendengarkan omongan nya lagi...
Ada Apa ya Aunty panggil aku, semoga aja tugas baru ku tidak berhubungan dengan laki-laki Omes itu.
__ADS_1