Tangisan Gadis Tegar

Tangisan Gadis Tegar
Part.4 " Aku di Kambing Hitam kan" Tangis Gadis Tegar


__ADS_3

Malam Pun berlalu.. selesai semua pekerjaan ku hari ini..


Sambil menulis buku Harian ku, aku rebah kan tubuh ku, tanpa terasa kantuk ku tiba hingga suara Bleky yang ku dengar kan seperti melihat sesuatu..


guk..guk..gukk..


siapa ya tanya ku dalam hati.. berjalan perlahan mendekati pintu dan lubang kecil seperti biasa mengintip dari sana..


Ternyata ada orang di luar tapi siapa ya apa itu Maling tapi tidak kelihatan wajah nya.. ku beranikan diri keluar sambil membawa pemukul bola kasti yang usang mungkin bisa membantu ku, aku bersyukur tidur di gudang walaupun seram tapi banyak barang yg bisa di pake buat jaga diri...


pelan pelan ku buka pintu gudang trus aku melihat ada seorang laki laki yang pasti aku kenal.. Ternyata dia..dia Uncle Leo.. ya.. Allah kenapa dia malam malam datang ke belakang..


Aku mundur pelan pelan biar dia tidak mendengar tapi sayang aku menyenggol Kaleng cat rumah yang emang baru aku simpan di meja belakang..


klontang......


Uncle pun langsung berbalik..


"Ada apa Arti.. akhirnya kamu keluar juga ya..aku baru saja mau menemui mu"


Uncle mendekati ku sambil menaikan kaleng cat yang jatuh..


"Kenapa Uncle ke belakang, dan kenapa berpakaian seperti pencuri aja, wajar Bleky menggonggong.."


tanya ku bertubi-tubi, dengan posisi yg masih menyandar di pinggir pintu gudang sambil memegang pemukul kasti..


Tiba tiba Uncle mendekati ku..


deg,


Aku sangat takut pikiran ku melayang entah kemana, aku takut kalau Uncle berbuat tidak sopan terhadap ku..


Aku siap siap membuka pintu gudang ku..


belum sempat aku meraih gagang pintu dengan cepat Uncle meraih tangan ku hingga pemukul kasti ku jatuh..


gedebuk..


"Tunggu..Arti..mau kemana kamu..?


sambil memegang tangan ku dengan erat..


"Lepaskan Uncle, Uncle mau apa?" jangan macam macam ya nanti aku teriak lho"


Ancam ku begitu..


Tapi uncle tidak bergeming..tangan satu nya mulai ingin menyentuh wajah ku.. seketika aku keluar kan tenaga ku untuk teriak..keras..


"Bleky .. Bleky... tolong aku.."


tak lama ku dengar Bleky menggonggong..sangat nyaring .


Guk..guk..guk..guk..


Hingga Aunty dan Kelvin keluar..


"Ada apa..ada apa? perompak kah?"


tanya Aunty..

__ADS_1


Ternyata Uncle pura pura jatuh dan menarik tangan ku hingga aku jatuh dan menimpa tubuh nya..


Aw..kaki ku terkena kawat pinggir pintu..


Dengan cepat Aunty menarik tubuh ku..dan menampar ku berkali kali


plak.. plak..


"Apa lu buat, lu sudah gila a?"


sambil menarik kerah baju ku..


aku menangis....Aku takut..


"Tidak..Aunty..bukan aku yang salah tapi Uncle yang datang ke sini, Aku sengaja berteriak memanggil Bleky biar dia menggonggong"


plak..plak.. darah segar mengalir di bibir ku..


Aduh..ish..sakit nya..


Tiba tiba Uncle menampar ku, kenapa dia yg salah aku yg di sakiti tanya ku dalam hati..


"Tidak betul yang di katakan Arti.. dia bohong.. Aku hanya keliling saja mencari udara dia menghampiri ku dan mengajak ku masuk ke gudang ini, aku menolak tapi dia mendorong ku.."


Mata ku membulat dan mulut ku ternganga..aku terkejut dengan apa yang di katakan Uncle..


Jahat nya dia, Aku di Kambing Hitam kan..Ya.. Allah bantu aku..


Tidak menunggu lama... Aunty langsung menyeret ku ke samping kandang Bleky dan mengambil selang menyemprotkan kan nya ke tubuh ku..


"cukup...Aunty..sakit Aunty.. dingin.. Aunty.. tolllong..hentikan.. " teriak ku memohon


guk..guk..guk..


Akhirnya Aunty menghentikan Anarkis nya, mungkin takut ketahuan tetangga..


"Sekarang lu masuk gudang dan jangan keluar sebelum Saya suruh "


sambil mengunci pintu gudang dari luar..


Sementara aku kedinginan di dalam dan badan ku sakit semua..semoga Bu Tyas segera mencari kan ku majikan baru, Aku betul betul sudah gak kuat..


Baru selesai aku ganti baju, tiba tiba pintu ku di buka, ternyata Aunty Helen datang dan membawa kan aku Betadine ternyata Aunty takut juga aku kenapa kenapa ..


"Ini lu kasih obat luka kamu"


sambil menyodorkan kotak P3K..


"Ingat jangan keluar dulu sebelum Saya suruh keluar " Aunty mengingatkan ku lagi.


Pagi nya Aku sudah enakan, ternyata aku kesiangan dan pintu kamar ku belum di buka.. samar samar ku dengar kan ada suara orang berbicara di luar..


Ya itu suara Aunty dan Uncle..sayang aku tidak begitu paham bahasa mereka karena mereka menggunakan bahasa Mandarin....


Tidak lama setelah itu pintu gudang di buka ternyata Aunty yang membukanya..


"Arti.. Bagaimana dengan lu punya luka? udah baikan kah?"


"sudah Aunty, sudah lebih baik dari semalam"

__ADS_1


"Mau aku tambah lagi?"


"Janggaan.. Aunty..,. tapi aku betul betul tidak salah Aunty"


"Ya..sudah Jangan lu ceritakan hal ini dengan siapa pun"


Aunty pun pergi meninggalkan ku sendiri..


Aku langsung keluar menuju kamar mandi setelah mandi aku lanjutkan pekerjaan ku seperti biasa..


Baru saja aku hendak menjemur pakaian tiba tiba kudengar suara rame di rumah majikan Kia..


"Dasar lu perempuan pelakor..berani berani nya lu senang senang sama suami saya.."


Ku lihat dari pagar Majikan Kia membuang semua barang Kia keluar dari rumah nya..


dan Kia di seret seret seperti sampah yang hendak di buang..


"Sudah lah mi.. ini salah papi juga bukan Kia saja, Aku dan Kia sama sama suka.... karena Mami jarang di rumah juga kan"


Bos nya Kia atau selingkuhan nya Kia membela Kia..


Kia hanya menangis dan tak bisa menjawab apa pun..


"Tapi, Apa harus papi mengkhianati mami?"


"Maafin papi mi, semua sudah terjadi".


"Maafin Kia juga Aunty, Kia khilaf"


Sambil bersimpuh di kaki majikan nya.


Tapi bila aku menilai Bos nya Kia lebih baik dari pada Uncle Leo yang sembunyi di balik topeng kebusukan nya entah berapa pembantu di godanya hingga tak betah kerja di sini. Begitu nyaman dia mengkambing hitam kan orang lain..


Tak lama ada mobil putih berhenti di depan rumah Majikan Kia..


"Ampun Aunty.. jangan usir saya, saya masih mau kerja di sini"


Sambil menarik narik kaki majikan nya..


Kenapa aku ikut sedih ya walaupun aku tau Kia emang salah..


Sayangnya Aku tak berani memanggil Kia yg sudah mau pergi dari rumah majikan nya..


Tiba Tiba pundak ku di pukul dari belakang hingga membuyar kan lamunan ku yg dari tadi melihat kejadian di samping rumah majikan ku..


"Arti..arti..apa lu lihat..jangan ikut campur hal orang selesaikan tugas mu.."


Ternyata Aunty sudah di belakang ku.. dan menarik tangan ku biar tidak tetap di pinggir pagar..


"Baik Aunty, saya kebelakang dulu Aunty, mau kasih makan Bleky sama bersih bersih taman"


"Bagus kalau lu tau cari kerja sendiri ,jangan masuk rumah sampai saya panggil, nanti ambil bekas tempat makan Bleky buat lu makan!"


Begitu lah setiap hari ku makan hanya dua x sehari itu pun hanya nasi dan sayur, kadang kadang di kasih sepotong telur atau sisa ikan yg udah gak ada daging nya..


Tangis ku tak pernah di dengar orang langsung karena aku gadis yg tegar..ya..Tangis Gadis Tegar..


Bersambung..

__ADS_1


__ADS_2