
Jalanan sudah sepi banyak kedai dan toko tutup Aunty membawa mobil kami dengan lamban, aku pun menikmati nya dengan mendengarkan dan melihat air hujan yang turun dengan deras nya begitu tiba tiba membawa ku ke suasana di kampung dulu.
Di mana saat bunda ku menyuruh ku buat berangkat ke negeri Jiran ini buat kerja,aku langsung masuk kamar dan menangis sejadi-jadinya dan tak terdengar oleh siapa pun karna hujan begitu lebat. Tak terasa bulir bening pun lolos lagi dari pelupuk mata ku.
" Mba , Mba kenapa menangis apa rindu keluarga? Tanya Mona yang tiba tiba membuyarkan lamunan ku..
"Ti..tidak.. Mon, aku hanya sedih aja jauh dari keluarga ku." Jawab ku sambil menghapus air mata ku, yang tak terasa mengalir sendiri.
Sampai di rumah Aku dan Mona langsung menurunkan semua barang-barang dan tak lama ada seorang gadis yang keluar dari pintu samping rumah Aunty. Dia sangat cantik kulitnya putih, rambut nya ya kriting, bibirnya yang tipis dan hidung nya yang mancung serta lesung pipi diwajahnya. Wajarlah jika bang Akhu mau dengan nya.
"Hai Mon, apa kabar kamu? sini aku aku bantuin bawa." sapa Luna pada Mona yang sedang membawa banyak barang.
"Eh.. Kak Luna, kapan datang nya kak? terimakasih ya udah bantu."
sahut Mona sambil memberikan sebagian barang yang di bawa.
Aku hanya tersenyum dengan menganggukkan kepala ku.
"Barusan aja Mon, tadi di jemput sama Uncle." jawab Luna.
Setelah semua barang sudah masuk rumah Aku langsung ke belakang buat mencuci baju tapi ternyata semua sudah di jemur dan kamar mandi pun sudah bersih.Pas aku mau kembali ke kamar ku dengar kan samar-samar ku dengarkan obrolan Mona dan Luna.
"Mon itu sapa orang baru ya? Kayak nya sombong ya dari tadi kok tidak banyak bicara dan gak mau kenalan." Tanya Luna pada Mona sinis.
"Hust... jangan gitu Kak, Mba Arti bukan nya sombong, tadi di perjalanan kulihat dia menangis mungkin dia masih sedih aja kali makanya gak banyak bicara, biasa nya malah dia yang sering cerita dan bercanda dengan ku." Jawab Mona sambil berbisik-bisik.
Aku pun pura-pura tidak mendengar dan langsung masuk kamar.
"Permisi maaf apa aku menganggu." tanya ku basa-basi.
mereka berdua salah tingkah melihat ku langsung masuk dan menyapa.
__ADS_1
"Gak kok Mba, sini aku kenalkan! Ini Kan Luna , dia ini tugas nya jaga Ibu dari Aunty nya kita Mba." Jawab Mona menjelaskan.
" Oh..iya Saya Arti, dari Kalimantan." ujar ku sambil mengulurkan tangan ku menyapa Luna.
"Oh..Maaf , Aku Luna aku juga dari Kalimantan, sama dong kita jadi enak bisa pake bahasa daerah kita kalau pas kangen." Luna menyambut uluran tangan ku dengan senyum nya yang khas.
"Tidur...tidur sudah malam besok bangun pagi kerja lho." Teriak kan Aunty mengejutkan kami.
"iya Aunty ." jawab kami bersama an.
"hehehe." dan tertawa bersama juga.
Malam ini aku lupakan dulu kampung halaman semoga semua bisa terlewati.
Baru saja aku hendak merebah kan tubuhku.
"Mba..Mba buka dong hadiah yang di kasih tadi." Mona menggoyang tubuh ku.
Mona sangat bersemangat ingin membuka nya jadi aku serah kan pada nya kotak yang aku sendiri penasaran pengen tau isi nya.
'Ternyata kertas kadonya banyak banget, sebenarnya Kia beli in aku apa sih. sampe rahasia segala ' gumam ku dalam hati.
"Banyak banget kertas kado nya ya Mba." tukas Mona sambil senyum-senyum sendiri.
"Emang dari siapa sih kado nya?" tanya Luna sambil mengerutkan kening nya.
"Teman nya Mba Arti dong, orang nya baik banget." jawab Mona yang sudah selesai membuka kertas kado terakhir.
'Kok aku jadi deg-deg an gini ya, kayak mau buka kado dari kekasih aja' batin ku.
Setelah di buka dan ternyata isi nya adalah Farfum dan satu setel baju tidur.
__ADS_1
"MasyaAllah kejutan kebongkar juga , ternyata Kia belikan aku baju dan farfum, baik banget ya." Ucap ku sambil mencoba baju dari Kia.
"Cantik Mba, Farfum nya coba Mba pasti wangi secara ini Farfum mahal." kata Mona sambil menyemprotkan farfum ke baju tidur baru ku.
"Ya..sudah sekarang tidur yuk takut besok kesiangan." tukas Luna sembari mematikan lampu tengah.
Setelah ku kemaskan semua barang yang di kasih tadi, trus aku merebahkan tubuh ku. Tiba-tiba, ku dengar ada orang buka pagar depan. Seperti nya suara mobil yang masuk, pelan-pelan aku ingin bangun tapi gak jadi karena aku lihat, Luna sudah siap-siap bangun dan aneh nya kenapa harus ganti baju yang tipis seperti itu ya? tanya ku dalam hati.
Dia jalan juga pelan-pelan tanpa menyentuh kaki kami, aku pengen tau sebenarnya apa yang mau dia lakukan. Karena kepo aku pun pelan-pelan mengikuti nya dari belakang tanpa sepengetahuan nya.
"Baru pulang bang? penerbangan jam berapa dari sana?" kudengarkan Luna bertanya pada seseorang yang wajah nya gak kelihatan karena ke tutup punggung nya Luna.
"Hai..Luna kamu sudah balik sini lagi, aku sebenarnya udah sampai tadi jam 8 tp ketempat teman dulu." Jawab lelaki yang ada di depan Luna sambil melingkarkan tangan nya di leher Luna. Dan...
Aku sampai menutup mulut ku takut mereka tau kalau aku sedang melihat mereka dari jauh.
'Ternyata apa yang di katakan Mona benar Bang Akhu dan Luna pacaran tanpa sepengetahuan Aunty'. gumam ku dalam hati.
Karena juga kurang suka adegan panas seperti itu akhirnya aku tinggalkan mereka berdua di teras dan masuk ke kamar kembali untuk lanjut tidur. Belum sempat Aku pejam kan mata ku, tiba-tiba aku dengarkan suara langkah kaki orang seperti nya mau ke dapur.
kudengarkan sayup-sayup suara nya.
"Bang..jangan di situ nanti kelihatan merah nya dengan yang lain di dalam aja yah." kata Luna manja. tapi aku tak tau apa yang mereka bicarakan yang pasti mereka berdua ada di dapur yang gelap.
" Kamu mankin cantik Luna, buat aku kangen terus sama kamu, kapan kamu muasin aku lagi." Kata Bang Akhu seperti menagih janji nya.
Tapi apa arti nya ya ah.. bodoh males aku dengarkan nya biarkan aja mereka berdua nanti aku malah kesiangan.
Tapi suara apa ini ya kok seperti nya ada erangan apa Luna sakit ya tapi erangan nya kok beda, kok jadi penasaran aku ya tapi...
Bersambung
__ADS_1