
Malam menyelimuti rasa takut bercampur was - was, apakah besok baik - baik aja, sambil menyelesaikan setrikaan ku, Ku lihat sekitar ku ada dua kamar di atas tapi buat siapa ya sedangkan Aunty hanya tinggal berdua, mungkin buat anak - anak nya kalau pulang.
Setelah selesai Aku lanjut tidur karena besok pagi pasti ada tugas baru buat ku..
Suara Kokok ayam membangun kan ku.. ternyata di sini ada ayam syukurlah paling tidak bisa jadi Alarm ku, setiap pagi.
Setelah mandi aku keluar kamar, ternyata belum ada yang bangun, padahal udah jam 6.
Bingung juga apa yang mau di kerjakan, Ku ambil sapu di halaman sambil menikmati udara pagi..
rumah majikan ku yang baru ini jauh dari tetangga kanan kiri rumah hanya ada tembok besar, pantas aja ada security-nya.
Baru saja aku hendak menuju jalan utama di depan Aunty memanggil ku..
*Arti.. sini..bagus rajin kamu pagi - pagi sudah bangun"
Aunty tersenyum melihat ku, dan dia mendekati sambil membawa kunci belum tau itu kunci apa..
"iya Aunty tadi saya bingung mau ngerjain apa jd saya kerja yang nampak ja"
"Oh..ok..ok.. tidak apa - apa, ini kunci toko ya mulai besok kamu bangun buka toko dan bersih bersih, setelah itu masak dan sarapan, malam baru cuci baju. Setrika dua hari sekali."
"Baik Aunty"
"Jangan lupa Uncle tidak suka pedas jadi kalau kamu masak jangan pedas ya"
"Aunty mau kemana kok sudah rapi?"
"Saya mau ke Sibu lihat cucu, tp Uncle di rumah, saya nginap 1 hari aja di sana.
Deg..
Hati ku berkecamuk apa yang bakal terjadi jika nanti Aunty pergi ke Sibu.
Tenang Arti Allah jaga kamu..ku bantu Aunty buat persiapan barang barang yang akan di bawa ke sana.
Setelah selesai Aunty pun berangkat ke Sibu.
Tiba tiba Uncle memanggil ku..
"Arti tolong angkat barang yang di dekat pintu depan, bawa ke toko"
"Baik Uncle setelah mop lantai dapur saya angkat barang nya"
__ADS_1
sudah selesai semua tugas dapur, nanti habis ngangkut barang barang toko baru Aku sarapan.
Ternyata banyak banget barang barang nya setelah selesai aku langsung ke dapur buat sarapan.
Tiba tiba uncle datang dan duduk di sebelah ku.
"Arti suka kerja di sini"
uhuk..uhuk..Aku sampai tersedak karena terkejut, cepat cepat aku beranjak dari tempat duduk ku menghindar, lebih baik aku jaga jarak dengan Uncle.
"Buat saat ini suka Uncle, soal nya Aunty juga baik"
Setelah selesai makan Aku langsung ke toko untuk bantu bantu membungkus sembako. Belum sempat aku melangkah ke toko tiba tiba Uncle menarik tangan ku hingga tubuh ku menabrak tubuh Uncle, dia menyeringai seolah sengaja melakukan itu.
cepat cepat aku tarik tangan ku dan mundur kebelakang..
"Ada apa Uncle kenapa tarik tangan saya? Sakit tau, nanti saya kasih tau Aunty kalau Uncle kegenitan "
mata ku melotot memandang Uncle..
"Gak papa Arti tadi reflek aja mau tanya baju saya sudah di setrika belum?"
"Sudah Uncle, dan sudah saya simpan di kamar Uncle. Jadi jangan ganggu kerja saya biar cepat beres semua."
"Aagh..sakit, Arti kamu sengaja ya?"
"Iya..dasar Tua - tua keladi mankin tua mankin jadi" Aku langsung meninggal Uncle yang masih kesakitan..
Ternyata semua lelaki sama aja Buaya mentang - mentang aja para bos -bos seenak nya aja mau menganggu pembantu nya..
Ini gak bisa di biarin nanti malam pas orang - orang pada tidur Aku telpon Bu Tyas dan cepat - cepat keluar dari sini. Ternyata apa yg kita harapkan belum tentu sesuai yang kita ingin kan bahkan keinginan itu sendiri seolah pergi bersama harapan yang tak sampai..
Malam nya Aku cepat - cepat selesaikan setrikaan semua dan sebelum Uncle masuk rumah baju sudah ku simpan pada tempat nya semua..
Sebenarnya aku merinding bukan merinding karena ketakutan sama makhluk halus tapi takut sama sikap Uncle yang kegenitan. Aku harus cepat selesai trus turun dan masuk kamar dan tidur pintu harus ku kunci.
Setelah semua selesai aku turun dan menyiapkan makan malam untuk Uncle, dan setelah itu aku mau hendak ke kamar dan tiba - tiba..
"Arti sini makan sama saya"
mata ku membulat terperangah rasa tak percaya majikan mengajak makan satu meja..
dan Uncle menyiapkan meja juga untuk ku.. waw.. seperti nya ada udang di balik bakwan ni..aku harus hati - hati..
__ADS_1
"Maaf Uncle saya sudah makan, saya mau tidur Karena saya udah lelah" Sambil berjalan cepat menuju kamar ku.. dan
"Tunggu.. ayolah temani saya" menghadang ku dari depan dan hendak menggapai tangan ku tapi aku lebih dulu masuk dan menutup pintu kamar
"saya mau tidur maaf Uncle".
Ya..Allah nyawa ku serasa mau lepas, tubuh ku menggigil bukan karena kedinginan tapi ketakutan, gimana kalau tadi aku di hadang trus di angkat ke kamar nya .. Ya..Allah lindungi Aku..
Malam pun mankin larut sekitar jam 1 malam aku pelan - pelan buka pintu dan hendak menuju telepon rumah.
Semoga Allah membantu ku, Aku berharap Bu Tyas mengangkat telpon Aku.
Berkali-kali Aku telpon tapi belum ada jawaban dan akhirnya..
"Hallo.. maaf ini siapa malam - malam nelp apa gak ada hari besok?"
Waduh Bu Tyas marah.. maaf Bu..
"Arti Bu maaf, soalnya gak ada waktu kalau siang, jemput aku Bu aku takut di sini Suami Aunty itu genit ini cuma aku dan dia di rumah, tolong ya Bu "
"Apa.. kok bisa Arti, Ya.. udah besok ibu usahakan ambil kamu ya"
"Terimakasih Bu, maaf jadi merepotkan Ibu".
"ok..ok.."
Telepon pun ku simpan dan aku cepat cepat masuk kamar ku.
Tapi belum sempat Aku rebah kan tubuh ku tiba - tiba ada bunyi suara orang yang mencongkel jendela ku, siapa ya aku gak bersuara Aku langsung bersembunyi dalam lemari ku aku takut ya..Allah, untung lemari ini ada lubang panjang setiap garis nya jd bisa kelihatan siapa di luar..
Ternyata.. "Uncle" mulut ku menganga hampir teriak tapi ku tutup sendiri.. Syukur aku sembunyi di sini..
"Arti..Arti.. kamu di mana?"
Ia mengacak-acak tempat tidur ku dan seperti nya Uncle geram di dihempaskan nya barang barang ku, Ya..Allah semoga dia tidak ke lemari ku... sangat keterlaluan dia masuk ke kamar ku hanya menggunakan celana bokser aja tanpa baju dan sebuah sapu tangan buat apa ya?
Ya..Allah kalau tadi aku ketiduran entah apa jadi nya dengan ku..
lama sekali Uncle di kamar ku seperti menunggu ku, gimana ini ya.. ingin teriak tapi gak mungkin ada yang bantu..
Aunty cepat pulang lihat tingkah suami mu ini seperti laki laki tua yang haus akan darah perawan..dasar Tua tua keladi....
bersambung..
__ADS_1