
Entah mengapa hati ku merasakan pedih yang di rasakan Kia, andaikan waktu bisa di putar kembali tak kubiarkan Kia mengalami hal yang buruk ini. Hari semakin sore ternyata tak terasa Kia di sini hampir seharian...
Ku bersihkan meja Kia dan bergegas masuk dalam. Belum sempat Aku masuk kedalam tiba tiba, Meri memanggil ku dan melambaikan tangan nya..
"Arti... sini ambil gelas nya sudah di pinggir kan di bawah pohon."
Meri menjelaskan sambil menunjuk arah gelas berada ...
Aku langsung ambil dan setelah itu aku kembali ke kedai.
Sampai di kedai Aku terkejut laki-laki yang di meja 5 itu datang lagi dan duduk juga persis di tempat nya. Kenapa Aku gugup ya, akhirnya Aku ke meja 5 itu.
"Permisi mau minum apa bang?" Tanya ku sopan.
"Seperti biasa teh tarik 1 same mee Kolok 1" Jawab nya dengan tatapan yang menembus hati ku.
pada saat Aku hendak berbalik dia pun memanggil ku lagi.
"Dek apa nama kitak?" biar nyaman kelakar dengan kita."
tanya nya pada ku menggunakan bahasa Melayu Sarawak.
Bahasa nya unik aku pengen belajar juga dech.
"Nama saya Arti". Jawab ku dan langsung meninggal kan meja 5 itu, tapi terdengar sayup-sayup suara nya...
" Nama Aku Sammy panggil Sammy ya"
teriak nya kepada ku karena Aku sudah jalan meninggalkan nya.
Sampai di meja barista Aku langsung membuat teh, Aku bersyukur baru juga 1bulan Aku di sini banyak hal yang sudah Aku pelajari.
Setelah selesai langsung ku antar dan membuat kan nya mee Kolok dan mengantarkan nya.
"Silahkan bang!." ucap ku dan langsung meninggalkan Sammy yang memandang ku seperti nya ingin bicara.
***
Pada malam hari nya Kia dan Stephani datang dan membawakan ku sebuah kotak yang aku tak tahu apa isi nya kotak ini ya pasti kejutan yang tak terduga biar ku simpan di mobil Aunty aja.
Mona pung menghampiri ku sambil menepuk bahu ku.
__ADS_1
"Mba Arti masih baru di sini tapi udah banyak teman ya, Aku yang udah lama aja belum ada teman hehehe." canda Mona sambil terkekeh
"Ah..kamu Mon bisa aja , itu teman MB waktu di tempat Agen dan ketemu lagi di sini." jawab ku sambil tersenyum.
"Ye..bukan yang itu Mba, tapi yang di meja 5 tadi itu lho Mba." sahut Mona
"Hah! Yang benar aja, orang MB juga baru kenal tadi emang kamu tau dari mana itu teman Mba?" Tanya ku pada Mona.
Aku jadi penasaran kok bisa -bisa Mona bilang gitu.
"Tadi pas mb ambil gelas tempat Meri dia datang Mba trus dia tanya Mba Arti, hihi."jawab Mona sambil tertawa sambil menutup mulut nya. dan pergi ke dalam kedai lagi.
Masa' iya bang Sammy mencari ku, Ah.. gak mungkin lah lagi pula Aku orang baru.
Aku pun menyusul Mona ke dalam kedai.
"Arti bantu saya masak chaomean ya !" Ajak Aunty dengan senyum nya khas dan sangat Aku sukai itu lah majikan ku yang baik.
"Baik Aunty, oh ya Aunty chaomean tu apa sih?" tanya ku penasaran.
"Ini Arti yang nama nya chaomean bahasa Melayu nya mee goreng." jawab Aunty sambil menunjukan Mee kuning yang terbuat dari terigu.
"Oh.. ok siap, wah dapat bahasa baru dong saya, terimakasih ya Aunty." sahut ku
Di sana ada bangunan baru yang kira kira baru 50% lah jadi nya banyak tukang tukang di sana.
Mereka bersiul siul seperti suara burung seolah memanggil seseorang.
Dan ternyata mereka itu lagi goda in Aku, tapi Aku gak perduli pikir ku Aku tak kenal.
Dan tiba-tiba seorang laki-laki jangkung mendekati ku dan mengambil topi ku, hampir aja mee goreng yang ku bawa tumpah.
"Hei...jangan gitu lah kenapa sih ganggu orang mau lewat, kembalikan topi saya." pinta ku tegas sambil menghentakkan kaki ke bumi.
Tapi mereka malah membawa topi ku ke dalam bangunan itu, Aku gak berani masuk kesana takut nya nanti malah mankin di ganggu.
Tiba - tiba ada seorang pria rambut nya yg ikal panjang, hidung mancung dan wajah lonjong serta kulit yang putih datang dan memberikan topi kepada ku seraya berkata.
"Ini Dek pakai topi Abang aja dulu nanti topi kamu Abang ambilkan". ucap nya dengan sopan.
"Tapi bang , maaf gak usah aja besok pagi aja Aku ambil nya atau Abang antar aja di kedai Tong Seng Food belakang bangunan ini."
__ADS_1
sahut ku , dan Aku pun pergi ke toko roti setelah itu aku pulang lewat jalan lain agar tidak di ganggu lagi oleh mereka.
Sampai di kedai Aku ceritakan semuanya pada Mona, tapi Mona hanya tersenyum dan malah melengos meninggal kan ku yang jadi parno.
Aku pun mendekati Mona lagi karena penasaran.
"Beneran Mon itu udah biasa?" mata ku melotot dan mulut sedikit ternganga. Masa' iya sih berati besok besok Aku lawan aja.
"Iya Mba Arti, Mba tu jangan takut mereka semua orang Indonesia juga sama seperti kita sama - sama cari rejeki, gak mungkin dong mau nyakitin kita cuma goda doang."
Jawab Mona dengan jelas.
Aku hanya ngangguk- ngangguk, dan setelah itu aku pun berlalu dari sana.
"Arti, Mona sini sebentar!." Aunty memanggil kami sambil melambaikan tangan.
Kami berdua langsung menuju Aunty dan duduk pas di hadapan Aunty.
"Ada apa Aunty?" Tanya Mona
Aku hanya menunggu jawaban Aunty aja, seperti nya ada yang akan di bicarakan Aunty.
"Mona, lu ingat sama Luna yang kerja jaga nenek di rumah Adek saya?" Aunty bertanya pada Mona.
"Iya Aunty, kenapa?" jawab Mona sambil mengernyitkan dahinya.
" Nah Luna malam ini pindah di rumah kita sementara dulu soalnya nenek di bawa Adek saya ke Singapura buat pengobatan." jelas Aunty
"Oh.. gitu baik Aunty!". sahut Mona, dan Mona menarik tangan ku untuk menjauh dari Aunty seperti nya ada sesuatu yang ingin dia katakan.
"Mba kamu tau Ndak Luna itu main gila sama Bang Akhu yang kerja di kantor itu lho, anak Aunty no 2, MB belum pernah ketemu kan soalnya dia masih di Australia lanjut sekolah lagi mungkin malam ini pulang."
Cerita Mona pada ku
"Hust.. ngawur kami Mon jangan fitnah dong Nanti kalau di dengar Aunty gimana?"
ucap ku pada Mona sambil menangkup kan kedua tangan ku ke pipi Mona.
"MB gak percaya nanti malam Aku buktikan, Penasaran kan?" kata Mona sambil jalan ke arah dapur.
"Ya sudah Aku masukin barang barang yang di bawa pulang ya" kata ku sambil memasukkan sayur sayur yang di bawa pulang.
__ADS_1
Pas aku mau masuk ke mobil Aunty tiba - tiba...
Bersambaung