
Malam semakin larut, suara hewan malam pun mulai menguasai malam yang hening. Tinggal aku yang duduk terpaku di halaman belakang setelah menjemur sisa baju yang di cuci Arti aku malas buat masuk kamar, aku lihat Mona dan Arti sudah tidur.
Hati ku masih kesal memikirkan bang Akhu dan Arti sebenarnya ada apa dengan mereka berdua aku tak percaya kalau Meraka tak ada hubungan.
Sebaiknya aku ke dalam dulu buat teh hangat sambil memandang bulan purnama yang indah, bagus juga ada tempat tidur kecil di luar walaupun hanya cukup buat 1 orang tapi bisa buat aku lebih rileks dari pada di dalam buat aku sakit hati.
Aku tak ingin di posisi seperti ini aku mungkin sangat bodoh karena mencintai anak majikan ku yang mungkin aku hanya bagaikan pungguk merindukan bulan, bisa jadi aku hanya sebagai pelampiasan hasrat seksual nya aja.
ceklek...
Suara pintu mengejutkan lamunanku yang terlalu jauh. Kulihat sosok tubuh yang keluar dari balik pintu dapur itu. Mata ku membulat setelah ku tahu ternyata bang Akhu yang datang Ingin menghampiri ku. Jelas saja aku langsung bangun dan menghindar hati ini masih sakit banget teringat dia selalu aja ada di sekitar Arti dan yang ku heran kan melihat tatapan mata bang Akhu yang penuh arti bila memandang Arti walau itu dari kejauhan.
Tapi tiba-tiba aku menyenggol bak cucian yang ku letakkan sendiri di pinggir meja.
braakk...
Suara bak jatuh dan kulihat bang Akhu langsung menatap ke arah barang yang jatuh itu..
"Luna... kau kah itu, jangan lagi bersembunyi ayo keluar! aku tau itu kau, ayolah!" tebak Bang Akhu, seperti peramal aja bisa tau keberadaan ku.
Akhirnya aku kalah juga pelan-pelan aku berjalan keluar dari persembunyian ku agak dia tidak membuat keributan malam-malam.
"Ada apa sih bang? ganggu aja ,orang lagi asyik sendiri sambil memandang bulan dan bintang di langit malah mengacaukan semua nya huh...." jawab ku tiba-tiba dari belakang dan pasti nya bang Akhu langsung melompat ke samping, aku hanya tersenyum aja.
__ADS_1
"Luna...apakah kau masih marah pada ku? percayalah aku dan Arti tidak ada hubungan apa-apa bahkan aku kesal sama dia selalu bikin masalah dan buat aku geram." Ujar bang Akhu sambil duduk di dipan yang ukurannya hanya untuk satu orang.
Bang Akhu mendekati ku tangan nya yang nakal mulai meraba tengkuk ku dan membelai rambut ku.
Sebenarnya aku risih banget karena perasaan ku masih kalut tapi kalau aku protes pasti dia akan kecewa dan lebih menjauhiku.
"Oh..ya yang benar... bukan nya Abang suka jika berdekatan dengan Arti?" tanya ku lagi sambil mengibas kan rambut ku seolah aku ingin mengibaskan tangan nya.
Bang Akhu langsung berdiri dan bersimpuh di hadapan ku..
"Ya benar lah buat apa aku bohong, asal kamu tau Arti itu gak ada apa-apanya body nya juga gak bagus koq mana suka aku." sahut bang Akhu sambil menggenggam jari ku dan mencium kening ku, dia selalu tau cara meluluhkan hati ku.
Pelan-pelan aku menghindar dari bang Akhu, aku hendak berdiri dan ingin meninggalkan nya, tapi belum sempat aku melangkah bang Akhu langsung menarik tangan ku hingga aku terduduk di atas pangkuan nya di mana di sana telah terasa senjata nya yang sudah on fire, tentu saja aku sudah tau malam ini pasti terjadi pergulatan, sebenarnya aku menginginkan nya tapi rasa sakit di hati ku masih terasa hingga buat memandang wajah nya aku benci banget.
"Apa an sih bang? lepas kan tangan ku, aku mau tidur aja soal nya udah jam 1malam ini, besok aku kerja, " ucap ku sambil berusaha melepaskan pelukan dan cengkraman yang bang Akhu, tapi sayang ternyata kekuatan wanita tetap lah tak sekuat laki-laki.
ntah mengapa aku menikmatinya.. bahkan sekarang bibirku dan bibir nya mulai bertukar Saliva dan pagutan nya tak di lepaskan nya..
"Jangan sok nolak lu Lun! padahal lu juga merindukan ku kan." cibir bang Akhu sambil senyum miring nya, tanpa pikir panjang ia meraup bibir ku dengan rakus dan terus sampai ke leher ku ia pun membuka kancing piyama ku perlahan.. tapi belum sempat ia mencium dan seperti biasa hendak menghisap tombol merah yang berada di kedua gunung kembar ku aku langsung cepat mendorong nya dan cepat berdiri.
"Maaf bang tapi malam ini aku tak bisa, hati ku terlalu sakit, aku seolah tak di hargai apa karena aku hanya seorang pembantu dan bukan orang pribumi jadi seenaknya kamu mempermainkan ku,"ucap ku dan langsung menjauh dari bang Akhu.
" Tapi kenapa tiba-tiba kau menolak ku, apakah selama ini uang yang ku kirim ke keluarga mu kurang?atau kamu sudah ada laki-laki lain yang lebih memuaskan mu? cepat katakan!!" bang Akhu langsung beranjak dari tempat tidur kecil itu dan langsung memeluk ku dari belakang padahal aku sudah lari dan hampir menggapai gagang pintu. Pelukan nya begitu erat hingga aku tak bisa bergerak..bahkan tangan nya mulai bermain di alam bawah sadar ku hingga aku mulai terhanyut.
__ADS_1
"Kau menyukai nya sayang?," ucap bang Akhu sambil mencium bibir ku dengan rakus.
Aku hanya terdiam entah kenapa bibir ku tak ingin membalas ciuman itu, dengan sekuat tenaga aku mendorong bang Akhu dan aku langsung berlari kedalam serta menutup pintu, tapi tidak aku kunci.
Aku tak perduli janji manis bang Akhu, aku tak perduli teriakan nya. Tapi syukurlah pas Aku masuk kamar semua masih tidur.
Dengan hati yang masih berkecamuk dan jujur aku sudah basah normal dong, tapi semua aku hilangkan aku menyugesty diri ku untuk tetap kuat.
Lebih baik aku tidur karena besok pekerjaan sudah menanti ku.
****
Matahari mulai menyapa, suara kicau burung pagi pun aku dengarkan ternyata jam sudah menunjukkan pukul 6 pagi waktu Indonesia timur.
Ku lihat kanan kiri ku Arti dan Mona sudah lebih dulu bangun. Aku langsung bergegas bangun dan mengemasi tempat tidur dan langsung ke dapur.
"Eh Kak Luna sudah bangun? tadi aku bangun kan Kakak kelihatan lelah jadi kubiarkan sebentar lagi." Jelas Mona yang baru keluar dari kamar mandi tapi...
"Dimana Arti, Mon?" tanya ku karena tak melihat nya pikiran ku terlalu negatif pada nya padahal aku sudah melihat sendiri kalau Arti gak kegenitan dengan Bang Akhu.
"Oh..Mba Arti lagi masukin barang-barang ke mobil Kak." Jawab Mona..
Aku langsung masuk kamar mandi setelah mandi Aku terkejut...
__ADS_1
Mengapa bang Akhu ikut nolongin ngangkat barang emang banyak banget kah barang itu mankin benci aku sama Arti...
Bersambung...