
Hampir satu jam Aku di lemari.. lama - lama Aku pingsan di sini..
Mungkin karena tidak menemukan ku akhir Uncle keluar juga.. Jijik aku melihat nya bukan Karena dia kotor tapi sikap dan pikiran nya itu lho yang kotor. Setelah dia keluar dari kamar ku cepat -cepat Aku kunci kamar dan mengambil kursi buat menyanggah jendela dan barang barang yang menimbulkan bunyi jika ada yang mau masuk atau menyentuh barang itu..
Lega rasa nya karena Uncle sudah pergi.. jam sudah menunjukkan jam 2 malam setelah memasang jeratan di depan jendela dan pintu aku baru bisa tidur.
Besok aku bangun agak siang aja Aku takut kalau awal tau tau Uncle masih menunggu di luar..
Alarm ku sudah berbunyi tapi aku gak keluar kamar, masih ada rasa was was dan trauma teringat kejadian semalam..
Jam 6.30 ku beranikan diri buat keluar, dan terus mandi dan siap siap rutinitas ku, baru 3 hari di sini terasa sudah lama, semoga hari ini Bu Tyas datang.
Setelah masak dan menyiapkan sarapan Aku bergegas ke depan biar gak di dalam takut sekali aku.
Baru saja aku mau buka pintu depan tiba-tiba..
ceklek..
Suara pintu Uncle berbunyi segera aku buka pintu dan keluar....
Tapi baru saja aku mau nyapu Uncle tiba - tiba datang..
"Arti.. semalam kamu di mana? Saya ke kamar mu buat tanya baju saya tapi tidak ada".
Waw.. hebat juga Alasan nya ke kamarku dini hari hanya cari baju, pikir nya Aku anak kecil kali..
"oh..iya kah.. maaf Uncle semalam perut ku sakit jadi Aku ke kamar toilet, trus ketiduran di situ.."
"Sekarang temani saya sarapan, karena semalam kamu bilang kamu sudah kenyang kan, sekarang belum makan kan kamu?"
Duh.. bagaimana ini kalau aku masuk lagi Aku takut banget..
Tiba - tiba pak satpam masuk dan menghampiri Uncle..
Terimakasih Ya..Allah sudah membantu ku perantara pak satpam..
Aku langsung pergi meninggalkan mereka, seperti nya ada tamu di luar maka nya pak satpam laporan.
Aku masuk langsung ke toko, sambil melayani pembeli, hari ini lumayan rame toko Uncle padahal masih pagi.
"Berape semue tu?
Tanya salah satu pelanggan yang belanja..
"Sekejap ye Mak cik, saye kire dulu semue?"
Sambil memasuk kan barang belanjaan pelanggan satu persatu..
"total semue 37.80. Ade lagi yang nak di beli?"
__ADS_1
"tak ade, itu je. Awak ni tukang gaji baru ke?"
"Iye Mak cik, saye baru."
"oh..patut lah saye tak pernah tengok awak kat sini, hati - hati ja Awak dengan bos Awak tu ye".
"Iye Mak cik, Terimakasih ".
Aku tak mau banyak tanya toh aku sudah tau sikap bejat nya majikan ku.
Setelah melayani pelanggan itu, Aku bergegas ke halaman belakang niat ku mau mencuci baju tapi belum sempat aku melangkah keluar toko, Uncle pun datang.
"Arti ada Agen kamu datang gak tau ada apa?"
"Baik Uncle saya kesana, permisi"
Aku langsung melengos aja tanpa menunggu kata kata dari bos mesum itu.
Sampai di ruang tamu Aku langsung memeluk Bu Tyas."
"Kamu baik baik aja kan Arti, Laki laki tua itu tidak menganggu mu kan"
"Kalau semalam aku tidak sembunyi di dalam lemari aku tak tau apa yang terjadi pada ku, jujur aku sangat takut dan trauma rasanya"
"Sudah sudah kamu tenang ya ini saya lagi urus agak kamu bisa langsung ku bawa keluar dari sini".
Tak lama Uncle muncul dari balik pintu toko Yang dinding nya menyatu dengan tembok pinggir teras.
Bu Tyas membuka pembicaraan..
"Maaf Tuan apakah Nyonya hari ini pulang dari Sibu?"
"Belum Tau Bu Tyas coba saya telpon ya sebentar "
Uncle berdiri ke kamar nya, belum lama Uncle meninggalkan kami tiba tiba, Aunty sudah di depan pintu dan memanggil ku..
"Arti.. Tolong saya bawa masuk barang barang"
Mungkin Aunty belum sadar kalau Bu Tyas ada di rumah nya. Aunty pun masuk dan melihat Ada tamu di ruang tamu nya..
"Lho ada Bu Tyas, ada apa Bu?
Aunty langsung duduk di samping Bu Tyas, dan mengernyitkan keningnya seolah-olah heran kenapa Agen ku datang lagi.
"Ada apa Bu Tyas? Apa ada yang mau di urus lagi?" Tanya Aunty ku yang seperti nya penasaran..
"Begini Nyonya saya mau bawa Arti dari sini karena dia tidak betah di sini?"
"Lho kenapa tidak betah baru saja dua malam di sini e?"
__ADS_1
"Katanya takut Nyonya, soal nya kalau tidak ada Nyonya sepi katanya"
Bu Tyas tidak mau menyinggung perasaan Aunty ku..
Tiba tiba Uncle datang dan langsung duduk di sampai Aunty..
"Jangan pindah lah di sini aja nanti gaji Arti kami naik kan aja biar dia betah di sini bagaiman?" Uncle memohon dengan Bu Tyas seolah rakus nya belum hilang dia tak rela karena tak bisa menyentuh ku..
Aku langsung berdiri dari dapur dan mendekati Bu Tyas
"Maaf Aunty, Uncle Saya tidak mau lagi kerja di sini saya mau pindah aja, saya mau cari kerja di rumah makan aja atau restoran"
Aunty menghela nafas mungkin karena sudah tak bisa membujuk ku lagi..
"Ya..sudah kalau gitu gak apa apa tolong Bu Tyas cari kan lagi ya.."
Semoga aja nanti yang setelah aku dia bisa menjaga diri nya dari laki laki tua yang bejat ini. Aku tak berani buat bicara langsung ke Aunty apa yang dilakukan suami nya kalau dia tak di rumah..
Setelah mengemasi semua barang ku,Aku pun pamit dengan Aunty dan Uncle..
Aku bersyukur bisa keluar dari rumah yang membuat ku spot jantung..
"Arti baik baik ya di tempat yang baru"
"Iya Aunty terimakasih ya sudah baik dengan saya"
Aku dan Bu Tyas pun berlalu pergi dari rumah itu. "Tapi kenapa tidak langsung ke rumah Bu Tyas ya?" gumam ku dalam hati
"Bu Tyas kita kemana lagi ini?" tanya ku penasaran
"Kita langsung ke majikan baru kamu Arti?"
sambil menunjuk sebua bangunan yang bersusun tinggi kira kira 6 tingkat dan ada lapangan yang luas di sana serta banyak pohon pohon rimbun di setiap pinggir bangunan itu..
Akhirnya aku pindah majikan lagi semoga majikan yang ini baik dan mau menerima ku apa ada nya..
Sampai di sebuah rumah makan tapi sederhana sich tapi di dalam juga ada warung kopi nya.. di situ ku lihat ada sepasang suami istri yang sudah berumur duduk di teras rumah makan seperti menunggu kedatangan tamu yang mereka inginkan..
"Arti.. turun Arti..ayok" Bu Tyas memanggil ku berkali kali tapi Aku bengong karena melihat pemandangan yang ku lihat..
"i..iya...Bu sebentar.."
Aku turun dan langsung ikut di belakang Bu Tyas..
waw rumah makan nya bagus, dan ada seorang wanita yang mungkin tak jauh umur nya dengan sedang mencuci piring dan mangkok..
"Ayok.. sini Ibu kenalkan dengan majikan baru mu"..
Aku pun langsung duduk di antara mereka ber tiga, Kalau di lihat dari wajah mereka seperti nya ramah.. semoga ja sesuai harapan ku..
__ADS_1
Bersambung..