Tangisan Gadis Tegar

Tangisan Gadis Tegar
part.16 "Dasar Mesum"


__ADS_3

Matahari mulai naik tepat di atas kepala yang pasti nya sangat panas itu lah bumi Sarawak yang tingkat panas nya kurang lebih Kalimantan barat karena kita bertetangga.


Di sebuah gedung yang tinggi aku terpaku menunggu seseorang yang aku takuti ya di anak dari majikan ku bang Akhu.


Dengan mobil sedan Corona putih nya dia berhenti tepat di samping ku.


"Hai..Arti ayo naik! tunggu apa kamu di situ?" tanya bang Akhu dengan senyum yang penuh arti. Sayang nya mata nya tak dapat ku lihat karena pake kaca mata hitam.


"I..iya..bang, nih juga memang mau masuk." jawab ku canggung, sambil membuka kenop pintu belakang.


"Hei kenapa di belakang? emang saya supir kamu?" Mata bang Akhu membelalak setelah di buka nya kacamata nya.


"Trus aku harus di depan gitu? gak ah aku di belakang aja." sahut ku ketus, sambil melipat tangan di dada.


Bang Akhu langsung keluar dari mobil dan mendekati ku. Tangan ku langsung di tarik dan membuka pintu depan serta menahan atas pintu supaya tak mengenai kepala ku.


"Kamu ini kok gak bisa nurut sih, kamu mau aku kasih tau mama ku kalau kamu gak bisa kerja sama dengan ku!?" ucap bang Akhu dan langsung mengunci menutup pintu mobil.


Aku hanya diam dan tidak menyahut ucapan nya.Dasar mesum ada aja alasan nya


"Arti kenapa diam aja? sekarang kamu ambil buku yang ada di laci itu!" perintah bang Akhu. sambil memainkan mata nya ke arah laci.


"Ini bang, semua kah atau yang nota-nota aja?" tanya ku kembali,


"Ambil semua tidak apa-apa nanti pas ke proyek baru kita pisah, amplop itu buat isi uang gaji karyawan nanti ya!?" jelas bang Akhu.


Aku hanya mengangguk aja. setelah itu diam tak bersuara kami berdua hanya mendengar suara deru mobil aja ya menembus jalan yang panjang. kanan kiri gedung yang tinggi-tinggi menjulang serta irama music slow yang sengaja di setel oleh bang Akhu untuk memecah keheningan kami.


Tiba kami pada sebuah bangunan yang sangat luas tp belum seberapa jadi, sangat klasik bangunan nya walau belum jadi sudah nampak sekali arsitektur nya sangat baik. Sepertinya ini akan di buat mall besar lihat dari tiang yang menjulang tinggi itu.

__ADS_1


"Arti..Arti.. kok bengong..kagum kan atas hasil karya ku?" ucap Bang Akhu sambil berkacak pinggang dan senyum senyum sendiri.


Hah ternyata Arsitek nya dia, jadi nyesel mengagumi nya..huh..


"hmm..tidak kok biasa aja." jawab ku slow dan langsung berjalan mendekati sebuah meja yg ada di samping bangunan.


"Ini tu akan jadi Mall besar tau, aku dapat uang banyak dari hasil kerja ku ini". jelas bang Akhu seolah aku tak mempercayai nya.


"Bukan urusan ku, mana laporan nya biar aku selesai kan tugas ku setelah itu kita balik lagi ke kedai." sahut ku langsung menarik map yang di bawa bang Akhu dari tadi.


"Siang Bos, tumben kesini sama Amoi cantik, biasanya sendiri?" Tanya seorang buruh bangunan yang membawa buku panjang seperti nya itu jadwal absen para buruh tersebut


"Oh..ini a.. sama kayak Lo ini dari Kalimantan juga." jawab bang Akhu yang langsung mengambil buku itu.


"Oh..iya kah dari mana Mba? saya dari Sanggau Kapuas" tanya pekerja bangunan itu sambil mata nya melihat ku naik turun dari atas ke bawah.


"Aku dari Kota Singkawang, yang banyak tempat wisata nya." jawab ku


seperti nya ini bagus biar aku tidak terlalu dekat dengan bang Akhu lebih baik aku menyelesaikan laporan keuangan di sini.


"Bang apa ada kursi lagi?, aku mau


menghitung laporan bulan kemarin dan menghitung gaji karyawan dari absen ini." pinta ku sambil menarik buku absen dari tangan bang Akhu.


"Oh..ada MB , sebentar ya! oh ya ini dengan MB sapa ya? aku Iwan MB, senang berkenalan dengan Mba." tanya Iwan yang baru ku tau nama nya sambil mengulurkan tangan pada ku.


Belum sempat aku ulurkan tangan ku Bang Akhu langsung menarik tangan ku.


"Nama nya Arti, Wan sudah ya mau ku ajak keliling-keliling dulu".ucap bang Akhu.

__ADS_1


Cepat-cepat ku tarik tangan ku dan langsung berjalan beriringan dengan bang Akhu.


"Iih.. kenapa sih bang? gak sopan main tarik-tarik aja sakit tau." sahut ku ketus sambil memajukan bibir ku,dan jalan lebih dulu meninggal bang Akhu yang berlari-lari kecil mengejar langkah ku.


Tanpa rasa berdosa dia langsung memberi ku sebuah player yang isi nya gambar rumah yg unik dan bagus banget.


"Lihat ni Arti bagus kan? ini lho sudah jadi impian ku sejak dulu, aku gak pernah bawa mama kesini atau wanita lain baru kamu wanita pertama yang lihat karya ku kecuali papa ku, dia sering ke sini, bahkan bnyak kuli bangunan itu kuli nya papa." jelas bang Akhu panjang. Masa iya gak pernah bawa wanita lain, apa yang terjadi pada ku kq aku jadi tersanjung he..he..


"Trus aku harus bilang waw...gitu? kata ku sambil menuruni tangga yang kanan kiri nya terukir gambar alam.


Bang Akhu langsung menarik tangan ku dan Akhu jatuh di pelukan nya, dada ku sesak itu adalah pertama kali aku bersentuhan dengan pria asing.


Langsung ku dorong tubuh bang Akhu ke belakang dan aku langsung bangun.


"Kenapa sih bang modus ya? pake tarik tangan ku seperti tadi?" tanya ku dengan


mata melotot dan mulut terbuka sedikit.


"Maaf, apa kamu tidak lihat itu ada genangan air?" jawab bang Akhu sambil menunjuk genangan air yang ada di depan ku.


Huuh..jadi malu, lagian kenapa aku tadi tidak lihat ya? gimana cara minta maaf nya tapi harus nya tadi tu gak perlu di tarik tangan ku, pake panggil aja bisa.


"Oh.. itu tau kok aku tadi nya aku mau loncat aja biar gak kena, tp Abang sih langsung tarik tangan ku." jawab ku ngeles..he..he.. sambil mengulum senyum ku dan berjalan ke arah pulang. Dasar mesum ada aja cara buat pegang-pegang.


"Arti..Arti.. tunggu kita pulang nya nanti sore aja ya! kan kamu baru mau buat laporan nya." panggil bang Akhu.


"Lihat aja nanti bang, semoga aja cepet selesai." jawab ku dan langsung duduk di depan meja kerja...


Bersambung...

__ADS_1


__ADS_2