Tangisan Gadis Tegar

Tangisan Gadis Tegar
part.19. "Liontin bermata ungu"


__ADS_3

Aku langsung menuju meja kasir yang tepat di depan meja 1, di situ ada bang Akhu yang memerhatikan ku dari tadi, tu orang kenapa sih buat aku kesal terus.


"Ada apa Aunty? ada yang bisa saya bantu?" tanya ku dengan sopan pada Aunty.


"Saya dengar dari Akhu lu dulu sekolah tamat SMK ya? jurusan Manajemen bisnis nah sekarang kamu saya tempat kan di bagian kasir aja ya, jadi tugas kamu setiap hari hanya melayani orang yang bayar dan menghitung pengeluaran dan pemasukan kedai dan sesekali bantu Mona dan Luna, nanti masalah gaji bisa kita atur lagi, bagaimana?" tanya Aunty dan menjelaskan semua nya.


Aku lama terdiam, aku bingung harus jawab lain di sisi lain aku senang banget karena ini sebuah rejeki dari Allah, tapi yang ingin ku tanyakan apakah ini bareng bang Akhu atau tidak jelas saja aku tidak mau kalau bareng dia.


"Nanti yang ajarkan kamu ii' aja ya dia Adek saya." kata Aunty lagi seperti paham keresahan ku.


Alhamdulillah syukurlah bukan di yang ajar kok aku benci banget sama dia ya.


"Baik Aunty saya ikut aja apa kata Aunty yang penting saya bisa kerja dan kirim buat Bunda saya di kampung." jawab ku bersemangat.


"Oh..ya Aunty saya mau ambil barang orang dulu mau saya kembalikan nanti saya ke kasir lagi." ijin ku pada Aunty.


"Jangan lama-lama ya soalnya sekarang yang ajari kamu bang Akhu dulu sampai Ii' pulang dari Singapura." kata Aunty lagi.


deg..


lho kok dia lagi sih.. pasti nanti Otak mesum nya bekerja lagi, buat Luna cemburu aja, dan bisa-bisa mankin dendam sama aku.


"Aunty aja yang ajari aku, aku bisa kok Aunty kan sudah sering lihat Aunty." jawab ku berharap Aunty, kabulkan permintaan ku.


"Aku ambil barang orang dulu ya Aunty, keburu orang nya udah pulang." dan aku pun kedalam mengambil topi bang Yandi dan keluar menuju meja nya.


"Maaf bang, lama ya menunggu nya?" tanya ku sambil menyodorkan topi bang Yandi, dia hanya tersenyum dan menggeleng kan kepala nya.


"Gak apa-apa dek, lagi pula aku masih setia kok menunggu." jawab nya lembut buat aku klepek-klepek...


"Dek Arti, ini uang nya sekalian ambilkan aku rokok Rave menthol ya buat Om ku, kalau aku gak ngerokok!" Bang Yandi merogoh uang dari saku nya Rm.50.00 dan memberikan pada ku.


"Baik bang sebentar ya aku ambil kan." uang nya ku ambil dan langsung ke dalam.

__ADS_1


Asli bang Yandi ini beda, dari dia berbicara pada ku tidak mau melihat mata ku, sopan pula dan yang buat aku tertarik satu akidah.


Tapi biar seperti air mengalir aja.


belum sempat aku masuk ke dalam kedai..


"Arti..Arti..tunggu," panggil seseorang yang suara nya tidak asing ku dengar..


Aku pun menoleh dan kulihat seorang wanita mengenakan mini dress warna ungu dengan belahan sepaha, anggun dan elegan.


"Kia..apa kabar?" mata ku membulat sempurna aku betul-betul terpesona dengan penampilan Kia yan sangat memukau.


"Aku baik Arti, bahkan lebih baik, oh ya minggu depan ada peresmian pub baru tempat ku bekerja, gak jauh dari sini jadi tetangga kita." Kia memeluk ku dengan erat seolah melepas rindu sahabat yang hampir 3bulan aku tidak pernah ketemu.


"Oh..ya aku ada sesuatu buat kamu, ini pakai lah ini aku beli dari KL, aku liburan kesana ikut bang Johar kekasih baru ku, dia baik banget dan yang pasti main nya juga lembut..he..he.."


Kia terlihat bahagia dengan pekerjaan nya.


Bagi ku Kia ada sahabat pertama ku di negeri orang ini walaupun awal perkenalan kami kurang baik tapi setelah itu dia sangat baik pada ku.


"Iyaaa sahabat ku, oh ya aku mau beli rokok dulu." sahut Kia dan langsung merangkul ku.


"Aunty rokok Rave mentol 1 dan mie Maggie 2 dan Milo 2, berapa total nya?"


"RM.12.00 Arti, lho ini teman kamu yang waktu itu?, mankin cantik kerja mana sekarang?"


"Halo Taukenyo, rokok Dunhill light nya 2 sama macis ya, aku kerja di Pub situ nanti , mungkin peresmian nya,Bos pub itu undang semua kedai terdekat." jelas Kia pada Aunty.


"Oh.. nyaman lo, nanti kalau beli rokok pergi sini Lo."Aunty selalu promosi kan kedai nya karena jiwa dagang pada Aunty patut di tiru.


"Aunty aku kembali kan uang orang dulu ya, sebentar ya Kia!" Aku langsung keluar dan memberikan uang pada bang Yandi.


"Bang ini kembalian nya, terimakasih sudah berkunjung di kedai kami, besok datang lagi ya." kata ku dengan tersenyum lembut.. kata-kata itu sudah sering kami lakukan pada konsumen baru.

__ADS_1


"Besok Abang kesini lagi dek! mau pesan nasi Ayam 10 bungkus buat teman-teman Abang, bisa kan?" tanya bang Yandi sambil memasukan kertas dan uang RM5.00 di dalam kotak rokok bekas dan di berikan pada ku.


"Ini apa bang, kok di kasih ke aku??" tanya ku sambil menaikkan alis ku karena aku heran..


"Gak apa-apa dek ambil aja nanti kamu baca ya dan uang itu Jangan di lihat nilai nya tapi guna nya kalau kamu gak mau pake kamu masukin celengan aja." jawab nya santai, dan memaksa secara halus he..he..


'Gak di paksa juga aku mau bang, tapi tetap donk harus laki-laki duluan ' Aku senyum-senyum sendiri karena pernah dengar nasehat bunda di kampung.


***Jangan mengejar, menanti itu lebih baik.


Hakikat seorang wanita adalah untuk menunggu. Intinya, jangan menjadi murahan demi cinta. Jangan terlalu agresif dalam mengejar cinta, dan jangan mencintai terlalu dalam supaya kalau sakit tak keterlaluan.***


Ya itu lah nasehat yang selalu ku ingat, jadi sebagai wanita harus bisa jaga harga diri nya.


"Baik lah bang terimakasih, semoga rejeki Abang lancar terus ya." doa ku buat bang Yandi.


Entah sejak kapan perasaan ini datang tapi aku begitu nyambung dan nyaman bila dekat dengan nya, apakah aku mulai menyukainya..


Aah..udah lah nanti baru ku pikirkan lagi, lebih baik menunggu aja.


Aku langsung masuk ke dalam dan menemui Aunty untuk memasak Ayam nya lebih besok.


"Aunty besok ayam nya lebih ya! soalnya ada teman yang pesan nasi ayam 10 bungkus." kata ku sambil memerhatikan cara Aunty menggunakan mesin hitung itu sepertinya aku bisa.


"Besok kita masak dua ya, ni kamu coba hitung punya Kia ya, dia ambil rokok Dunhill 2 sama macis, ada tambahan lagi gak Kia?" tanya Aunty pada Kia yang dari tadi menunggu ku.


"itu aja dulu Aunty, besok aku kesini lagi." jawab Kia


"Kia jadi sekarang kamu kerja di Pub baru itu?" Tanya ku pada Kia.


"Iya Ar, bersyukur banget aku, dan kamu tau aku sudah kirim uang ke kampung, ibuku sangat senang Ar, aku bahagia banget," ucap Kia dengan senyum khas nya.


Tiba-tiba Bang Akhu langsung duduk di samping ku.

__ADS_1


"Kamu kenapa sih seperti itu sama laki-laki kok genit, nanti kamu di perkosa gimana? mau?" tanya bang Akhu bertubi-tubi.


Bersambung...


__ADS_2