Tangisan Gadis Tegar

Tangisan Gadis Tegar
Part.12 " Curhatan Hati Kia" *Tangis Gadis Tegar*


__ADS_3

Aku sudah tak sabar mendengarkan curhatan hati Kia. Dengan tangan yang ku lipat ke depan di atas meja. Tapi... tiba-tiba Aunty memanggil ku dan akhirnya aku masuk kedalam dan meninggalkan Kia, wajah Kia di tekuk seperti nya dia merajuk.


"Sebentar ya Kia, nanti aku kembali ya"


Aku tinggalkan Kia dengan perasan yang serba salah di sisi lain Aku baru di kedai ini , Aku gak enak sama Mona, apa lagi Aunty yang terlalu baik pada ku membuat aku gak enak hati.


Setelah melayani konsumen Aku langsung menuju ke meja Kia lagi, rasa nya sudah tak sabar pengen dengar curhatan hati Kia.


"Maaf Kia, jadi menunggu lama tadi buat minuman konsumen dulu."


sapa ku sambil menarik kursi dan duduk lebih dekat dengan Kia.


"Gak apa apa Arti, Aku rela menunggumu sampai kamu selesai kerja juga tidak apa-apa." Jawab Kia seolah pasrah.


"Ok lah sekarang lanjut cerita mu Aku udah gak sabar dengar nya." tukas ku sambil menatap wanita yang seperti nya telah teraniaya ini.


"Kau ingat kan pas aku berangkat dari rumah Bu Tyas itu?" Kia mengulang pertanyaan an nya..


Aku hanya mengangguk aja isyarat aku tahu. dan dia melanjutkan ceritanya kembali.


"Setelah itu laki laki tua yang bernama Anton itu mengajak ku ke apartemen nya."


"Awal nya Aku bahagia Arti, karna apartemen nya bagus dan rapi serta lengkap isinya tapi..." Kia menghentikan cerita nya...


Ku lihat mata nya mulai berkaca-kaca seperti nya tak sanggup mengungkapkan semua isi hati nya. Dan pada saat itu kulihat Stephani berlari lari kecil menghampiri kami dan langsung menyapa kami.


"Kia kamu ini Aku cari kemana mana gak ketemu, Aku pikir di culik Anton." Stephani menggerutu Sambil meminum Milo peng punya Kia.


Yang tadi nya Kia terlihat melow jadi senyum senyum, mungkin dia terhibur karena kehadiran Stephani.

__ADS_1


"Maafin Aku Step, tadi kamu mabuk berat dan tidur, jadi Aku tinggal emang semalam kamu keluar jam berapa?" Tanya Kia dengan mimik wajah yang penasaran dengan menyipitkan matanya.


"Aku..Aku... sudah lah Kia jangan pikir kan diri ku ayo lanjut cerita mu Aku juga ingin tahu apa penyebabnya kamu kabur dari Anton."


Jawab Stephani gugup sambil menggaruk rambut nya yang mungkin tidak gatal hanya karena dia salah tingkah dan sepertinya menutupi rahasia yang orang lain tidak tahu.


"Sudah..sudah... nanti aja masalah Stephani sekarang kamu dulu Kia, soalnya Aku mau lanjut kerja." Aku pun menengahi mereka berdua.


sambil menarik nafas panjang Kia pun melanjutkan ceritanya.


"Setelah Aku melihat isi rumah nya dan dia menyuruh ku menaruh semua barang- barang ku dikamar."


"Tak lama Anton pun kembali sambil mencium tengkuk leher ku dengan mesra dan mengatakan pada ku, "malam ini aku mau kamu harus membuat ku puas" Aku langsung merinding seluruh tubuh ku, dan hanya mengangguk aja karena ku pikir Aku istri kontrak nya jd aku harus melayaninya layaknya seorang istri."


"Tapi tiba tiba Anton membawa tali hitam yang sudah di potong menjadi 4 di taruh di tepi ranjang, Aku mengernyitkan kening ku, karena penasaran akhirnya Aku tanya." Tapi sayang bukan jawaban yang ku peroleh hanya tatapan tajam yang menakutkan "Bukan urusan mu yang penting kamu nurut aja"seolah dia sedang mengintimidasi aku."


Kia menghentikan cerita nya sesekali sambil menyeka air matanya yang berderai dari tadi.


Kia terus aja bercerita, walau nangis nya sudah berkurang yang ada mata nya seperti sendu seakan mengalami kesedihan yang mendalam...


tiba tiba Stephani bicara aku sampai terkejut..


"Terus..terus apa kamu di siksa Kia?" atau dia seorang laki - laki psikopat yang over *** atau..."


Stephani menghujani pertanyaan yang seperti nya membuat Kia semakin terpuruk dan sedih.


"Sudah - sudah Step, kita dengar kan dulu Kia ya." Aku memotong kata Stephani Sambil ku elus-elus pundak Kia biar dia lebih tenang dulu. Dan Kia pun melanjut kan cerita nya.


Setelah minum Air lagi Kia diam sejenak dan setelah itu...

__ADS_1


"Setelah itu dia suruh Aku makan dan mandi dan dia juga membelikan baju buat ku."


"Tapi ternyata semua itu palsu dia laki laki bejat yang pernah ku kenal, dia kasar banget bahkan aku betul - betul masuk dalam lubang buaya yang ganas." Sambung Kia


"Pada saat kami akan berhubungan intim, dia mencumbu ku selayaknya nya normal aja trus tiba - tiba dia mengikat kedua tangan ku di kedua sisi tempat tidur bagian atas, Aku meronta dan bertanya kenapa aku di ikat apa katanya, ini gaya bercinta yang seru dan macho... tidak itu saja dia juga mengikat kaki ku di kedua sisi tempat tidur bagian bawah, kalian tau aku betul betul tersiksa. Dia menghujani ku dengan ciuman di seluruh tubuh ku dalam keadaan tanpa sehelai benang pada tubuh ku, Karena hanyut dalam buaian nya dan aku pun sampai teriak tapi sayang setelah itu mulut ku di tutup pake kain dan serasa aku sudah betul betul di titik ketidak mampuan. Setelah itu Anton semakin menggila hingga nafas ku pun tidak teratur tiba tiba dia melepaskan ikat pinggang nya yang ku pikirkan saat itu mungkin dia akan mengeluarkan senjata ampuh nya tapi..."


Tiba tiba tubuh Kita bergetar seolah menahan tangis yang luar biasa, sampai sampai Aku dan Stephani memeluk Kia secara bersamaan, kami pun menenangkan Kia. Belum sempat Aku bicara tiba tiba, Mona memanggil ku karena aku takut nanti Aunty marah aku pun langsung beranjak dari kursi ku.


" Maaf ya Kia Aku kesana sebentar nanti Aku kembali, jangan paksa kan buat cerita kalau itu sangat menyakitkan bagi mu." kata ku sambil beranjak pergi.


Mona mendekati ku sambil membawa nampan yang berisi Teh peng 3 gelas dan mee goreng 2 piring.


"Ini Mba antar di bengkel sebrang sana ya ini nota nya, hati hati ya Mba." kata Mona sambil tersenyum pada ku.


"Iya..iya bos kecil." Sahut ku sambil membalas senyum nya, dan aku pun langsung balik badan menuju bengkel tersebut.


Setelah menyebrang Aku menghampiri orang yang ada di bengkel itu, dan ada seorang wanita berkulit sawo matang tapi manis dengan alis yang tebal dan rambut sebahu sama seperti ku dan memakai topi yang di balik ke belakang, wanita itu mendekati ku...


"Ini uang nya, kamu anak baru ya?" biasa si Mona yang antar, oh ya kenal kan, Aku Meri dari Indonesia juga." Ia memberikan uang sambil mengambil nampan di tangan ku.


"Oh..siap nanti aku ambil lagi ya kalau sudah selesai, oh..iya perkenalkan juga nama ku Arti dari Indonesia juga." jawab ku manis, dan menjabat tangan Meri.


Setelah dapat uang nya dan nota sudah aku berikan baru lah Aku kembali ke kedai.


Aku langsung menghampiri Kia dan Stephani yang seperti nya masih berbincang di meja nya.


"Bagaimana apa udah lebih tenang Kia, kalau kamu mau lanjut kita pasti mendengarkan nya." Tanya ku lembut


"Arti terimakasih kamu sudah mau mendengarkan curhatan ku tp kayak nya Aku harus segera pulang dulu besok besok aku sambung ya pas aku kesini lagi." jawab Kia dengan tatapan mata yang sayu. Aku yakin banget pasti saat ini Kia sedang terpukul dan sangat sulit menata hati nya...

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2