Tangisan Gadis Tegar

Tangisan Gadis Tegar
Part.23 "Persiapan Pesta" POV doubel


__ADS_3

POV. Luna


Aku langsung masuk ke kamar buat bersiap setelah itu aku buru-buru melihat apa barang yang di angkat Arti emang banyak atau emang bang Akhu yang cari perhatian pada Arti.


"Wah enak ya ada yang bantu in aku aja yang lama di sini gak pernah anak majikan bantu, kayak nya ada maksud terselubung ni." Ledek ku pada Arti yang lagi mengangkat kotak-kotak gak tau apa isi nya.


"Dari pada kamu hanya ngeledek aku coba kamu ikut bantu aku biar cepat selesai." Sahut Arti dan masih mengangkut barang-barang.


"Barang-barang nya banyak Luna makanya aku di suruh Mama buat bantu Arti." Bang Akhu menjelaskan.


Tapi aku sengaja tidak menghiraukan yang di katakan Bang Akhu.


Aku langsung keluar dan menuju tempat barang-barang setelah sampai di sana aku terkejut melihat begitu banyak kardus emang ada acara apa Aunty membawa ini semua.


"Waduh banyak juga ya emang ada acara apa ini Mon koq banyak banget?" tanya ku pada Mona yang barusan datang dan ikut membantu.


"Kata Aunty ada yang mau ulang tahun di Kedai kita Kak, makanya banyak ini barang-barang nya." Jawab Mona menjelaskan pada ku.


Aku jadi malu pada diri ku sendiri kenapa aku malah mencurigai Arti, ku tepuk jidat ku dan langsung ikut membantu.


***


POV. Mona


Aku adalah seorang gadis berdarah Jawa, nama ku Monalisa biasa di panggil Mona, aku bekerja di kedai Tong Seng Food sudah hampir 2tahun banyak sekali Liku-liku di kehidupan ku selama di sini tapi semenjak berkenalan dengan Mba Arti seorang gadis yang keturunan Jawa juga aku sangat senang dia tidak sama dengan gadis lain terlihat tomboi tapi di wanita tulen lho dan baik hati dan yang paling kusukai dari nya dia tidak sombong dan suka membantu.


Pagi ini ada acara Ulang tahun di kedai jadi kami bangun lebih awal hanya kak Luna aja yang gak aku bangun kan karena di larang Mba Arti katanya" Biarkan dulu Luna tidur kelihatan nya dia lelah sekali biar aku dulu yang mengantikan tugas nya" Nah tu kan Mba Arti tu tulus banget orangnya, Kak Luna aja yang ga sadar.

__ADS_1


Kak Luna seorang gadis berdarah Melayu yang ku tau satu daerah sama Mb Arti cuma beda kabupaten. Kak Luna tidak di pungkiri orang nya cantik bahkan paling cantik diantara kita bertiga, tapi...


Kak Luna ini orang nya Egois, dan tidak mau di salah kan kadang aku juga sebel dengan sikap nya tapi ya..mau gimana lagi dia tetap teman ku, seperjuangan menjadi pahlawan devisa buat negara tercinta ku.


Sambil ikut membantu Mba Arti yang sudah duluan mengangkut kardus yang berisi Snack dan minuman aku melihat gerak-gerik kak Luna yang seolah tak senang bang Akhu membantu Mba Arti, padahal tu Bang Akhu sendiri yang mau.


"Hei..gadis manis kenapa bengong??" Senggol Mba Arti yang bertanya tiba-tiba membuat jantung ku copot.


"Ah..anu..Mba..eh..iya Mba aku gak apa-apa hehe." Jawab ku gelagapan ketahuan melamun sama Mba Arti, sambil terkekeh sendiri.


"Yo wes ayo bantu biar cepat selesai kerjaan nya hari ini kita gak kepasar ya! jd langsung ke kedai kita." Lanjut nya lagi serta meletakkan barang ke mobil.


Aku pun terus membantu, pas aku mau mengangkat kotak terakhir aku tidak sengaja menyenggol Mba Arti dan dia pun hampir saja jatuh terlentang ke samping tapi untungnya ada bang Akhu yang dengan sigap menahan tubuh Mba Arti hingga tak jatuh ke lantai, lumayan juga tuh kalau tadi terlentang.


"Maaf maaf Mba aku gak sengaja tadi gak kelihatan." kata ku langsung menurunkan kardus lagi dan membantu Mba Arti untuk berdiri tegak yang masih di tahan bang Aku.


"Iya Mon gak Apa-apa, oh..ya terimakasih bang udah bantu." Mba Mona menangkup kan kedua tangan.


"Alah..paling Mona sengaja kan nyenggol Arti dah gitu si Arti seneng dong di sambut anak majikan yang ganteng, naksir bilang jangan sekongkol gitu ah kampungan." Kak Luna mencibir ku sambil memajukan bibir nya.


"Sudah-sudah jangan cari hal lagi nanti mama saya marah!" sela bang Akhu menyudahi pertikaian.


"Aku diam bukan berarti aku tidak marah tapi aku gak suka memperpanjang masalah, jangan seperti anak kecil, Luna buat apa sih aku mau sama bang Akhu, AKU SANGAT TIDAK TERTARIK DENGAN NYA," ucap Mba Arti dengan menekan kan kata sangat.


Dan mba Arti langsung berlalu meninggalkan kami bertiga yang hanya saling pandang.


Pasti saat ini hati nya terluka karena kak Luna terlalu posesif. Kak Luna menuduh tanpa alasan yang kuat hingga menyakiti hati ku dan Mba Arti, aku mau kasih dia pelajaran hari ini lihat aja nanti.

__ADS_1


Sampai di kedai sama sekali hening tak bersuara menurunkan barang juga semua hening.


"Mba Arti baik-baik aja?Mba maafin aku ya." ujar Mba Arti yang dari tadi ngangkut kardus tanpa istirahat.


" Iya gak apa-apa kok santai aja, Oh ya Mon yang ulang tahun sapa ya?" tanya Mba Arti mengalihkan pertanyaan ku.


"Anak nya cikgu Hasbi yang di college itu lho mb." jawab ku dan langsung ikut nurun kan barang.


Disini aku bisa lihat kalau Mba Arti itu gak mau besar-besar kan masalah.


Setelah barang semua turun aku dan Mba Arti langsung nolong Aunty ke dapur, aku sengaja gak mau ngomong sama kak Luna karena mau kasih dia pelajaran.


"Mona semua barang sudah lu urus a, air tin nya sudah lu hitung kah yang F&N Fruity aja." jelas Aunty.


"Baik Aunty saya kerjakan sekarang buat 50 pouch cukup kali ya?" tanya ku pada Aunty.


"cukup lah sekitar segitu aja yang datang paling nanti sama orang tua nya." sahut Aunty lagi.


Pasti hari ini seru banget kulihat kak Luna juga lagi sibuk niup balon dan Mba Arti gak jadi masak kayak nya lagi buat hiasan dari pita. Semoga aja bang Yandi biar Mba Arti gak terlalu stress mikirin masalah nya dengan Kak Luna.


Pas aku mau ke depan tiba-tiba ku dengar suara...


Duar...


Duar...


"Kamu kenapa sih Lun kok seperti nya sengaja balon udah di tiup di pecahin gitu maksud kamu apa?" teriak kan Mba Arti seperti nya lagi berseteru dengan Kak Luna.

__ADS_1


Aku pun langsung ke tempat asal suara itu setelah aku ke tempat mereka berdua ternyata...


Bersambung


__ADS_2