
Malam pun sudah larut banget tapi mata ku tak bisa tidur karena terganggu dengan suara yang tidak aku pahami apa yang terjadi. Karena sifat manusiawi ku tergerak akhirnya aku bangun kan Mona dari pada sendirian.
"Mon.. Mona bangun." Aku gerakin tubuh Mona sampai dia kebingungan.
"Ada apa sih Mba? udah malam tidur aja." Mona bicara tp matanya masih merem.
" Mon coba kamu dengarkan, ada suara orang di dapur tapi, dapur gelap dan parah nya Luna gak ada di samping mu, tu coba lihat!"
"Ha... masa iya bang Akhu udah pulang?" tanya Mona.
"Sudah pulang seperti nya Mon, nah itu ke dapur orang nya." bisik Ku supaya tidak kedengaran orang.
"Ya..udah ayok kita lihat Mba, jadi penasaran aku nya."
"Ayo Mon." Ajak ku semangat..
pelan-pelan kami melangkah menuju dapur, dan betapa terkejutnya nya kami melihat adegan yang tak seharusnya kami lihat...hampir saja aku teriak tapi langsung di tutup sama Mona mulut ku kalau tidak seisi rumah sudah bangun.
Saat itu Luna berada di atas meja dapur sedang kan bang Akhu entah lah sedang apa dia lakukan di bagian depan tubuh Luna yang pasti Luna sudah tidak mengenakan pakaian dalam nya, ku paling kan wajah ku dan menjauh dari situ, rasa nya malu aku sebagai wanita kenapa Luna begitu mudah melakukan perbuatan zina seperti itu, apa dia tidak takut dosa.
Mungkin karena aku gak pernah nonton yang begituan jadi tubuh ku terasa gemetar dan takut banget. Ku paksakan mata ku buat tidur karena besok kerja. Sedangkan Mona masih tertegun memandang ke arah tontonan panas yang gratis, aku sudah gak tau lagi apa yang terjadi setelah itu.
*****
Matahari mulai menampakan senyum nya dari balik jendela kamar kami, Aku yang bangun duluan dan ku lihat Luna masih tertidur pulas di samping Mona dan aneh nya dia sudah mengganti baju nya sedangkan Mona juga masih tidur, apakah aku semalam mimpi ya?.. sambil menepuk kening ku Aku berjalan menuju dapur dan siap-siap mandi karena sebentar lagi aku mau bangun kan mereka.
"Arti kamu sudah mandi?." tanya Aunty yang tiba-tiba muncul dari luar.
"Sudah Aunty ni mau bangun kan Mona sama Luna." jawab ku dan langsung masuk ke kamar.
"Tunggu Arti, semalam kamu tau anak Aunty sudah pulang?."tanya Aunty lagi
'Waduh, aku harus jawab apa ya? '
gumam ku dalam hati
"Saya gak tau Aunty karena saya sudah tidur semalam." jawab ku , sambil menunduk kan wajah ku.
Tiba-tiba Mona keluar dari kamar mungkin dia mendengar aku dan Aunty ngobrol.
__ADS_1
"Mba kok gak bangunin aku Mba?, curang ah Mba, lihat ni udah jam berapa ni." tanya Mona sambil mengerucut kan mulut nya seolah memprotes ku.
"Maaf Mona sebenarnya Mba mau bangunkan kamu, tapi Aunty panggil Mba tadi." jawab ku dengan jelas.
"Oh.. gitu trus Aunty tanya apa Mba??"
tanya Mona sambil menyipit kan matanya nampak sekali kalau di penasaran.
"Aunty tanya semalam anak nya pulang tu ada yang tau gak?" jawab ku dengan mainkan mata.
"Trus..trus Mba jawab apa?" tanya Mona bersemangat..
"Ya.. Mba jawab gak tau lah, Mba malas nanti panjang ceritanya, Yo wes Mba bangun Luna dulu." Jawab ku tegas dan meninggalkan Mona yang masih mematung di depan pintu kamar mandi.
"Lun.. Luna bangun udah pagi Lun, nanti kesiangan lho." Aku memanggil Luna tapi Luna nya malah mankin mendengkur.
Tak lama Mona pun masuk.
"Kecapekan di Mba habis kerja malam." celetuk Mona.
"kerja malam??" tanya ku bingung sambil mulutku sedikit ternganga.
"Ya udah coba kamu yang bangunkan, Aku biar beres-beres barang yang mau di bawa ke kedai." Aku langsung keluar dan menghindar aku gak mau dengar cerita yang aneh-aneh.
Setelah semua barang udah siap, Aku pun duduk di pinggir dekat teras sambil memandang bunga-bunga Aunty yang unik-unik.
"Hai.. kamu baru ya di sini?.
" tanya seorang lelaki yang belum seberapa kenal suara laki-laki ini, langsung aku berbalik ke arah suara itu, dan ternyata dia anak Aunty yang baru pulang dari Australia.
Seorang laki-laki yang bertubuh tegap , berkulit putih, rambut nya belah tengah, mata nya yang sedikit sipit, hidung mancung serta bibir yang tipis. menggunakan baju kaos kasual dan celana panjang jeans.
Wajar aja kalau Luna tertarik pada nya tapi kalau aku kok malah takut melihat senyum nya yang penuh arti itu.
"Oh..iya Bang saya Baru hampir 3bulan disini."jawab ku gugup karena dia menatap ku seperti hendak memakan ku.
"Oh... sudah punya boy friend di Indonesia?" tanya nya dengan menaikan Alis nya seolah menyelidiki ku.
"Banyak Bang, aku banyak teman laki-laki dan juga teman perempuan." jawab ku sengaja ku arah kan seperti itu biar dia tau aku tidak suka privasi ku di ganggu.
__ADS_1
Tiba-tiba Mona dan Luna sudah sampai aja di dekat mobil dan memanggil ku karena sudah siap semua tinggal berangkat ke pasar.
"Mba Arti, Ayo udah mau berangkat ni!" Ajak Mona sambil melambaikan tangan nya.
Aku pun langsung berlari menuju mobil dan tak lagi menghiraukan Bang Akhu.
"Kamu ngapain sih dekat-dekat anak bos nanti di marah lho sama Aunty." tanya Luna sinis, seolah tak suka aku dekat dengan bang Akhu.
"Gak kok, bukan aku yang mendekat tapi dia yang mendekat, pake tanya udah punya pacar belom lagi..iih.. genit takut aku." jawab ku tegas sambil menggerakkan kan kedua bahu ku.
Setelah Aunty masuk kami semua diam dan Luna pun merengut dengan muka di tekuk dan tidak mau memandang ku.
Mona hanya menggeleng kan kepalanya.
"Arti nanti kamu ikut Abang Akhu buat perincian pemasukan bulan ini ya, nanti Bang Akhu yang ajari kamu!" perintah Aunty pada ku.
'Lho kenapa harus aku sih perasaan kemarin buat data gaji karyawan bangunan kuli uncle juga aku, apa lagi ini sama bang Akhu yang genit itu, gimana ni jd takut aku.' batin ku
"Iya Aunty." jawab ku singkat.
Setelah belanja kami pun langsung ke kedai
dan siap-siap untuk buka.
Setelah semua sudah siap kami pun menyiapkan semua masakan di meja hidangan. Tapi dari pasar Luna sama sekali tak mau menyapa ku, pasti dia cemburu karena Aunty menyuruh ku kerja dengan bang Akhu.
"Lun kamu kenapa sih?seperti lagi datang bulan aja ,dari tadi manyun." tanya ku sengaja pengen tau apa jawaban nya.
"Gak kok, cuma malas aja sama orang sok pintar." jawab nya ketus
"Oh..ya siapa sih orang nya yang sok pintar itu?"tanya ku lagi pura-pura tidak tahu.
Tiba-tiba Mona datang dan langsung nimbrung,
"Ya..elah bilang aja Kak Luna cemburu kan karena Mba Arti di suruh kerja bantu bang Akhu." skak Mona.
Luna langsung menunduk dan meninggalkan kami berdua.
bersambung...
__ADS_1