
Di pagi yg cerah itu suasana hati Keysa mendung seketika setelah kepulangan Daniel di rumah itu. Daniel memasuki rumah lewat pintu utama dengan wajah musam penuh amarah dan diikuti oleh Luis dengan tampang tanpa dosanya itu.
Keysa yg baru saja keluar dari dapur hanya bisa terdiam menatap setiap langkah Daniel. Langkah itu, langkah itu membawa serta lumpur bercampur darah yg mengering lengan kemeja yg tergulung hingga siku memperlihatkan urat.
Mata Keysa berhenti pada mata Daniel yg sedang mengerutkan alis, seketika hatinya merinding. Daniel juga ikut menghentikan langkah saat melihat Keysa yg diam mematung menatapnya dengan raut bingung bercampur takut.
"astaga apa lagi yg terjadi padanya, semoga dia tak pulang untuk membunuhku" jerit hati Keysa.
mata mereka saling bertemu hingga akhirnya Keysa tersadar dari pikirannya dan langsung membuang muka.
"haruskah aku bertanya, apa lebih baik diam saja? ah mungkin diam lebih baik" batin Keysa lagi.
"sudah sarapan?" ucap Daniel membuka percakapan.
Keysa terkejut setelah mendengar suara maskulin Daniel, dia jadi sedikit linglung karena hilang fokus.
"hm a apa?" jawab Keysa terbata-bata.
"temani aku sarapan" jawab Daniel lalu setelah itu dia berjalan menuju meja makan.
Keysa yg masih kebingungan hanya bisa mengerjapkan matanya beberapa kali sampai akhirnya Luis memberi kode untuk mengikuti Daniel dibelakangnya. Keysa hanya mengangguk dan mengikuti Daniel.
"apa kamu masak hari ini?" tanya Daniel setelah dia duduk di kursinya.
Keysa menggeleng pelan lalu mengarahkan pandangan ke Luis seakan meminta pertolongan. Daniel yg menyadari gelagat Keysa pun mengangkat suara.
"tidak usah takut begitu aku kan hanya tanya kau masak tidak. Kalau tidak ya sudah hidangkan seadanya" ucap Daniel.
Keysa mengangguk cepat lalu menuju dapur untuk mengeluarkan semua makanan dibantu pelayan. Entah kenapa pagi ini Keysa tak bisa berkutik sedikitpun padahal sebelumnya ingin mengumpat pada Daniel. Atau mungkin karena bekas darah yg dilihatnya membuat tekatnya ciut seketika.
"sudah sarapan?" tanya Daniel.
__ADS_1
"bicaralah! aku pulang karena rindu suaramu jadi jangan diam saja" tekannya.
"ekhemm sudah" saut Keysa.
"apa yg kau lakukan selama aku tidak disini?" tanya Daniel penuh semangat.
"tidak ada" jawab Keysa singkat seperti tanpa berpikir dahulu.
"bosan?" tanya Daniel dengan menaikkan satu alisnya.
"ya kau pikir! tentu saja aku bosan mana mungkin ee ekhemm maaf maksudku" ucapnya terhenti.
Daniel tersenyum, senyuman manis yg memabukkan itu di perlihatkan kembali. Keysa tertegun sejenak orang-orang di sekitarnya juga ikut tertegun sambil mengagumi ciptaan Tuhan yang indah itu.
"kenapa berhenti?"
"eem itu maksudku iya aku bosan karena tak punya kegiatan" jawab Keysa dengan hati-hati karena tak mau merusak suasana hati Daniel (demi keselamatan jiwa).
"tidak! aku tidak mau melakukan kegiatan apapun. Aku hanya ingin kembali ke kehidupanku, berkuliah dan menjual kopi di tokoku sendiri"
Daniel hanya menatap Keysa sambil mendengarkan curhatan hatinya. Setelah Keysa selesai bicara suasana menjadi hening.
"bisakah kau membebaskan ku? setidaknya biarkan aku melanjutkan study ku dan menjalankan bisnisku supaya jerih payahnya selama ini tak sia-sia" sambung Keysa untuk menutupi keheningan.
"lalu apa keuntungan yg kudapatkan?" tanya Daniel singkat.
"keuntungan? memangnya apa yg kau mau? aku akan melakukannya selagi mampu".
"kenapa malah balik bertanya padaku" saut Daniel.
"ya aku tak tau apa mau mu jadi bertanya". jawab Keysa membela diri.
__ADS_1
"aku tak butuh apapun darimu, kau hanya perlu diam disini sebagai kucingku".
"tapi aku manusia bukan kucing, mending kamu beli kucing sungguhan saja lalu bebaskan aku" kata Keysa.
"mereka berbeda denganmu"
"tentu saja karena aku manusia!" jawab Keysa tak terima.
"begini saja begini saja, kalau aku diijinkan kembali sekolah dan bekerja selanjutnya aku akan lebih menurut. Tenang saja aku tak akan kabur setelah semua kegiatanku selesai aku akan langsung pulang kemari".
"lalu majikanmu ini harus menunggu kepulangan kucingnya begitu?" balas Daniel.
"tapi aku tak bisa kalau hanya diam disini, aku hanya ingin menikmati masa mudaku".
"tetap tak di ijinkan" jawab Daniel lalu melanjutkan makannya.
"aku sudah bernegosiasi ya denganmu tapi karena kau tak mau aku akan pakai cara klasik"
"cara klasik" serobot Luis.
"kabur" jawab Keysa dengan wajah yg ingin terlihat sangar.
"baiklah selamat berjuang" ucap Daniel lalu setelah itu berdiri dari kursinya dan pergi.
"hah apa! dia malah memberi semangat! wahh benar-benar laki-laki gila! entah apa yg ada di otaknya" ucap Keysa pelan.
"aku benar-benar akan memasang strategi terbaik tuan kuharap kau tidak menyesal sudah menyemangati ku" batin Keysa dengan memberikan sentuhan smirk pada ujung bibirnya.
"jangan menyepelekan anak kecil ini" batinnya lagi.
"nona saya permisi dulu" pamit Luis.
__ADS_1
"emm" jawab Keysa singkat bahkan terdengar tidak sedang menjawab apapun.