
btw guys judulnya ku ganti karna aku liat liat kek kurang uwaw gitu kek mana ya, ya kek gitu lah paham kan ya para reader's ku tercinta wkwkwk.
udah gitu aja terimakasih and selamat membaca 💜💜💜💜
✨✨✨✨✨
kini Keysa sudah berada didalam mobil bersama satu supir yg dibawa dari rumah, kendaraan itu berjalan dengan kecepatan normal. Perjalanan ke supermarket sekurang kurang nya memakan waktu 30 menit, karena ingat kembali rumah Daniel berada di atas gunung yg jauh dari kota.
awalnya semua baik-baik saja, Keysa juga sudah memikirkan cara yg paling jitu supaya bisa kabur dari pengawasan supir yg membawanya itu. Sampai pada akhirnya Keysa menyadari sesuatu, ada sebuah mobil yg sedari tadi membuntuti mobilnya.
Awalnya dia mengira hanya mobil biasa yg kebetulan searah tapi diperhatikan lagi mobil itu memang sedang mengikutinya karena dia tidak ada niatan untuk menyalip mobilnya sama sekali. Jantung Keysa dag dig dug, siapa kira-kira yg sedang mengikutinya itu.
Keysa berubah jadi gusar, sampai akhirnya dia memutuskan untuk bertanya pada supir yg masih fokus ke jalan raya.
"pak! bapak merasa ada yg sedang mengikuti kita ga?" tanya Keysa dengan ekspresi yg terlihat tegang.
"oh itu nona, mereka itu pengawal yg dikirim tuan untuk menjaga nona jadi nona tenang saja mereka bukan orang jahat" jawab sopir itu dengan enteng.
sontak hal itu membuat Keysa kaget, dilihatnya kembali mobil dibelakangnya itu sekilas lalu kembali meluruskan posisi duduknya. Dia memegangi tangannya dengan grogi.
"kira-kira ada berapa orang di dalam sana?" tanya Keysa penasaran.
"entahlah mungkin sekitar 4 orang. Memangnya kenapa nona?" tanya sopir itu sambil sekilas menengok kebelakang.
"tidak apa-apa, hanya tanya saja! wah ternyata tuanmu itu sangat perhatian sekali ya ahaha" ucap Keysa dengan senyum terpaksa. Sopir itu juga ikut tersenyum.
__ADS_1
"aduh mati aku! mikir untuk bebas dari satu orang saja sudah pening, sekarang! ditambah 4 orang lagi!" batin Keysa uring-uringan.
"sekarang harus gimana? aduhh otakku tidak bisa berpikir jernih! ahhh gimana ini" Keysa bicara dalam hati sambil menutup matanya.
sudah 20 menit perjalanan tinggal beberapa kilometer lagi sudah sampai tujuan. Keysa mengetuk-ngetuk jarinya pada pintu mobil sambil terus berpikir mencari jalan keluar. Tiba-tiba muncullah satu ide di otaknya sontak Keysa langsung membuka matanya lebar-lebar.
"pak pak! bisa mampir ke pengisian bahan bakar dulu tidak? saya mau ke toilet!" ucap Keysa dengan pura-pura kebelet.
"ini sebentar lagi sampai nona, apa bisa menahannya sebentar supaya tidak mampir mampir?" tawar sopir itu karena sudah dipesankan hanya boleh ke supermarket lalu pulang.
"tidak bisa aku sudah mau pingsan rasanya karena menahannya dari tadi". Keysa mulai memainkan aktingnya.
"baiklah baiklah didepan sebentar lagi akan ada tempat pengisian bahan bakar" ucap sopir itu lalu menambah kecepatan.
Sesampainya di kamar mandi Keysa menutup pintunya sedikit keras, kemudian dia bersandar di balik pintu. Lalu dia berjalan jalan di dalam toilet karena panik.
"sekarang gimana caranya aku pergi tanpa sepengetahuan mereka! mereka pasti sudah berbaris menunggu diluar toilet! aduh gimana ini" Keysa tampak gusar.
"ahh masa bodo aku akan berlari lagipula aku pelari yg cepat pasti bisa lolos" ucap Keysa dengan mantap.
Setelah menyiapkan mental Keysa akhirnya keluar dari toilet dan benar saja para pengawal itu sudah berdiri menunggunya di luar. Dag dig dug, suara jantung Keysa terdengar begitu jelas di telinganya sendiri.
"maaf sudah membuat kalian menunggu lama, kalau begitu ayo kita pergi" kata Keysa sambil tersenyum.
Para pengawal mengiyakan lalu mulai berjalan untuk memasuki mobil. Sampai pada Keysa yg merasa yakin kalau mereka semua sudah lengah dengan cepat Keysa berbalik arah lalu berlari sekencang mungkin tanpa menoleh sedikitpun.
__ADS_1
Para pengawal itupun kaget dan spontan saja mengejar Keysa yg kabur itu. Aksi kejar-kejaran pun tak terelakkan. Keysa terus saja berlari sambil berusaha mengatur nafasnya agar tidak cepat lelah. Sekarang dia sudah keluar dari tempat pengisian bahan bakar dan sedang berlari menyusuri ruko ruko kecil yg sudah tutup.
Keheningan malam itu dipecahkan oleh suara hentakan kaki Keysa. Jarak antara Keysa dan para penjaga itu mungkin berkisar 5 meter, cukup dekat tapi karena Keysa pelari profesional tentu sulit untuk mengejarnya. Para pengawal itupun sudah mulai kehabisan tenaga dan memelankan tempo kaki mereka Keysa pun sama tapi Keysa tetap tak menyerah.
Grepp tiba-tiba saja ada sosok tangan yg menariknya dari balik gang lalu membungkam mulut Keysa supaya tak berteriak. Para pengawal yg tadi hilang fokus karena sudah lelah pun terkejut karena Keysa hilang begitu saja dari penglihatan mereka.
"loh kemana perginya dia! bukannya baru saja aku melihatnya masih di depan kita?" tanya salah satu dari para pengawal itu.
"iya! kemana perginya? kenapa larinya cepat sekali?!" saut satunya lagi.
"ayo cepat temukan dia kalau tidak kita akan mati!" ucap sopir yg tadi satu mobil dengan Keysa.
Mereka berlari lagi dan sekarang memilih untuk berpencar agar bisa menemukan Keysa lebih cepat. Sedangkan Keysa dia begitu terkejut, ada yg sudah menangkapnya dia ketahuan. Keysa berusaha sekeras mungkin untuk melepaskan diri tapi tenaganya tak cukup banyak karena sudah banyak terkuras.
"diamlah" bisik orang itu tepat ditelinga Keysa. Bulu kudu Keysa mendadak langsung berdiri, suaranya bikin merinding.
"aku akan menolong mu" lanjutnya dengan suara yang masih pelan.
Keysa merasa lega ada yg menolongnya tepat waktu walaupun tak tau siapa yg ada dibelakangnya ini. Keysa mulai mengatur nafasnya, orang itu juga perlahan melepaskan bungkaman tangannya.
Keysa menoleh ke belakang. Mata Keysa membulat sempurna setelah melihat orang yg berdiri tepat didepan matanya. walau pencahayaan kurang tapi Keysa merasa yakin bahwa dia tidak salah lihat dan salah mengenali orang.
"kau—” baru saja Keysa mau bicara mulutnya sudah dibungkam lagi.
"diam atau mereka akan tau kita disini" bisik orang itu lagi. Keysa menjawabnya dengan anggukan cepat.
__ADS_1