
Keysa yg sedari tadi menatap dirinya sendiri di cermin seketika terpikir sesuatu.
"benar juga, kalau aku datang ke kantornya bisa cari kesempatan buat kabur"
dengan cepat Keysa berlari menuju lantai bawah untuk mencari pelayan tadi. Sampai di lantai bawah, Keysa menemukan pelayan tadi sedang keluar dari dapur. Keysa langsung saja menghampirinya.
"tolong katakan pada tuanmu kalau aku akan menemaninya makan siang oh ya apa kamu sudah menyiapkan makanannya? apa harus aku siapkan sendiri?" ucap Keysa tanpa memberikan lawan bicaranya kesempatan untuk bicara.
"untunglah nona mau, tadi tuan sudah marah ketika tau nona menolaknya dan memintaku untuk memaksamu tapi syukurlah nona berinisiatif sendiri" jawab pelayan berambut coklat itu dengan senyuman lega.
"dasar tukang paksa! apa dia memang suka menjadi superior begitu!?" tanya Keysa dengan muka kesal.
"haha begitulah nona tapi tuan sebenarnya orang yg baik" jawab pelayan itu.
"baik?! apa kau tidak salah bicara? mungkin yg kamu bilang baik itu bukan orang yg ku maksud!" saut Keysa tak terima dan hanya dibalas senyuman dari pelayan itu.
"sudahlah lain kali saya ceritakan, saya sudah menyiapkan rantang makanannya sebentar saya ambilkan dulu" jelas pelayan itu lalu setelah itu kembali masuk ke dapur dan mengambil rantang itu lalu menyerahkannya pada Keysa.
"terimakasih, bisa bantu aku sekali lagi? aku mau pinjam syal atau apapun untuk menutupi leher ini" pinta Keysa.
"baik nona akan saya ambilkan tunggulah sebentar" jawab pelayan itu.
"terimakasih lagi" ucap Keysa dengan senyum manis.
"oh ya kalau boleh tau siapa namamu?" tanya Keysa lagi.
"nama saya Karana Misya panggil saja Kara nona"
"oke Kara sekarang kita teman dan perkenalkan namaku Keysa" ucap Keysa senang sambil menjabat tangan Kara tiba-tiba sampai membuat Kara terkejut.
setelah itu pelayan Kara pergi ke arah belakang rumah dan tak lama dia kembali dengan sebuah syal biru muda ditangannya lalu memberikannya pada Keysa. Dengan cepat Keysa melilitkan syal itu di lehernya dan langsung berpamitan pergi karena jam makan siang hampir selesai takutnya iblis gila itu akan marah.
✨✨✨✨✨✨✨
__ADS_1
sesampainya di ALE company yaitu kantor Daniel dengan cepat Keysa berjalan menuju lobby dan bertanya resepsionis dimana ruang kerja Daniel.
"maaf apa anda sudah membuat janji dengan beliau?" tanya resepsionis itu dengan sopan.
"tentu saja, dia sendiri yg menghubungi ku dan memintaku datang" jawab Keysa.
"sebelumnya mohon maaf tapi tadi baru saja saya melihat pak Daniel keluar dari kantor dengan asistennya" ucap resepsionis itu.
"apa! pergi!" ucap Keysa tak percaya.
"bagaimana dia pergi begitu saja! apa dia cuma mau mengerjaiku! dasar iblis gila! eh tapi tunggu dulu! dia pergi itu artinya aku bisa kabur sekarang hanya perlu mengatasi satu supir" pikir Keysa.
"nyonya? apa anda baik-baik saja?" tanya resepsionis itu bingung.
"oh ya tentu saja aku baik-baik saja aku tadi hanya sedang berpikir"
"baiklah kalau begitu, nyonya tunggu saja disana supaya tidak lelah menunggu anda terlihat kurang sehat".
"apa seburuk itu penampilan ku?" tanya Keysa penasaran.
Keysa hanya menaikkan alisnya karena terkejut, dia baru tau kalau keadaannya se mengenaskan itu. Keysa hanya bisa mengangguk kecil sambil sedikit tersenyum.
"kau benar aku sedang sakit jadi saya mau pulang saja daripada harus menunggu lama".
"baik nyonya nanti akan saya sampaikan pada pak Daniel kalau anda datang, kalau boleh tau siapa nama anda?"
"ee umm itu namaku Khen iya Khen hahaha aku pergi dulu" jawab Keysa kagok, dia tak mau menyebut namanya karena rencana hari ini dia akan kabur. Tanpa banyak bicara lagi Keysa segera pergi meninggalkan kantor itu, baru saja sampai di pintu depan sudah terlihat Daniel dan asistennya berjalan menuju kantor.
Dengan cepat Keysa memutar arah langkahnya dan berlari masuk melewati resepsionis. Jangan sampai berpapasan dengannya atau semua akan gagal. Resepsionis tadi terkejut saat Keysa malah berlari masuk padahal dia bilang mau pulang.
"nyonya! nyonya! anda salah arah! pintu keluarnya ada di depan!" teriak resepsionis itu mencoba untuk memanggil Keysa tapi diabaikan, Keysa malah semakin mempercepat langkah kakinya sambil berusaha menutupi wajahnya dengan syal dilehernya.
"ada apa kenapa ribut-ribut?" tanya Daniel pada resepsionis itu karena saat dia masuk tadi resepsionis itu berteriak memanggil seseorang.
__ADS_1
"ah tidak pak tadi ada perempuan yg mencari anda, dia bilang mau pulang tapi malah pergi ke arah sana" jawab resepsionis itu sambil menunjuk arah Keysa pergi.
"siapa perempuan yg mencariku?" tanya Daniel.
"nyonya itu bernama Khen, dia bilang sudah membuat janji dengan anda." jawab resepsionis itu dengan sopan.
"Khen!? kau kenal?" tanya Daniel sambil menatap ke arah Luis yg sedari tadi hanya diam. Luis hanya menggeleng.
"aneh aku tak kenal siapa dia bagaimana bisa aku membuat janji dengannya" gumam Daniel pada dirinya sendiri.
"memangnya seperti apa penampilannya?"
"dia terlihat muda tinggi semampai, memakai dress putih dengan syal biru muda" jelas resepsionis itu.
mendengar deskripsi dari resepsionis itu Daniel mengerutkan alis sambil berpikir keras siapa kira-kira wanita itu, seingatnya dia tidak punya kenalan bernama Khen, kalaupun ada ya seorang pria bukan wanita.
"Luis ikut aku kita cari wanita itu" kata Daniel sambil mengisyaratkan Luis untuk mengikutinya.
"tapi bagaimana dengan makan siang anda dan makanan ini?" tanya Luis sambil menunjukan dua kantong plastik ditangannya.
"itu taruh saja disini biar dia yg taruh di atas sekarang kita cari dia dulu"
"tapi sebentar lagi rapatnya mulai nanti waktunya tidak cukup" jelas Luis lagi.
"bisakan rapatnya diundur se jam!" jawab Daniel geram.
"baiklah" jawab Luis sambil sedikit membungkuk.
"tolong kamu urus ini dan beri tahu perusahaan Jinjun rapatnya diundur" jelas Luis pada sang resepsionis.
"baik" sahutnya sambil sedikit membungkuk.
"ayo cepatlah sebelum dia hilang" ajak Daniel tak sabaran.
__ADS_1
Daniel berjalan menuju arah yg ditunjuk resepsionis tadi diikuti Luis dibelakangnya.