
"beraninya kau menamparku! kau mau mati sekarang!!" sorot mata Daniel menunjukkan kemarahan yg begitu hebat.
"baiklah akan ku kabulkan kata-kata mu barusan" ucap Daniel sambil berseringai.
"ap..apa maksudmu!" tubuh Keysa menjadi gemetar saking takutnya.
"membunuhmu! aku akan membunuhmu dengan senang hati" terpampang senyum yg begitu manis dari bibir Daniel.
"tidak tolong jangan bunuh aku" dahi Keysa berkeringat deras, suaranya terdengar serak dan ketakutan.
"kenapa! bukankah kau tadi terlihat sangat berani?" ucap Daniel dengan senyum mengejek.
"kumohon lepaskan aku" Keysa menutup matanya, perlahan air matanya menetes ke pipi.
"dasar cengeng! menangis dihadapanku, apa kau pikir aku akan berbelas kasihan padamu karena kau wanita? hahaha sayangnya aku bukan pria lemah hanya karena wanita" ucap Daniel sambil menolehkan wajah Keysa kekanan dan kekiri.
mendengar hal itu malah membuat Keysa menangis kencang, dia benar-benar ketakutan. Pria ini sungguh tak berperasaan tak punya belas kasihan sama sekali. Daniel menghempas cengkeramannya dari dagu Keysa dengan kasar sampai membuat pipi gadis itu tergores dan berdarah.
"menangis! menangislah yg kencang! ahh aku sangat menyukainya terdengar sangat menderita hahaha" Daniel tertawa keras.
beberapa pelayan yg menunggu di depan pintu kamar itu sampai merinding ketika mendengar tangisan gadis itu diiringi dengan suara tertawa dari majikannya. "Gadis itu pasti sedang menderita di dalam" itulah yg para pelayan itu pikirkan.
"apa kau tau apa yg kira-kira sedang terjadi di dalam?" tanya salah satu pelayan yg berambut coklat.
"apa lagi tidakkah kamu juga tau apa yg terjadi di dalam setelah mendengar suara suara itu! hiiihh sangat menakutkan" jawab pelayan di sampingnya sambil mengusap lengannya.
"malang sekali nasib gadis itu harus bertemu dengan iblis" pelayan berambut coklat itu menyahut lagi.
"hussstt! apa kamu sudah bosan hidup! bagaimana kalau sampai tuan besar mendengarnya!" ucap pelayan satunya sambil mengisyaratkan untuk diam.
"dengar dengar gadis itu korban penculikan!" pelayan rambut coklat itu berbicara sambil menutup mulutnya.
"tau dari mana?"
"kamu tak perlu tau aku tau dari mana! oh ya dan satu lagi ternyata gadis itu adalah anak konglomerat di kota ini". Rekan rekannya yg lain sangat terkejut dengan pengakuan dari pelayan rambut coklat itu.
✨✨✨✨
__ADS_1
"mau mati dengan cara apa?" tanya Daniel sambil mencekik leher Keysa.
"tembakan? tusukan? pukulan? cekikan? katakan!!" ucap Daniel dengan nada membentak.
"akhh..aku takhhh..mau matihh" jawab Keysa dengan susah payah karena cekikan di lehernya begitu menyakitkan, nafasnya tersengal sengal kepalanya serasa mau pecah.
"lephhaass" ucap Keysa sambil memukul-mukul tangan Daniel yg mencekiknya.
melihat wajah Keysa yg agak membiru Daniel lalu melonggarkan tekanan tangannya. Keysa sedikit bisa bernafas lega.
"kumohon jangan bunuh aku seperti ini biarkan aku hidup! akan kulakukan apapun maumu" ucap Keysa sambil menyatukan tangannya memohon.
"apapun? demi tetap hidup kau akan melakukan apapun mauku?" Daniel tersenyum miring dan disaut dengan anggukan cepat dari Keysa.
"aku mau kau mati!" Daniel sedikit mengencangkan genggamannya.
"akhhh bukan itu maksudku!"
"lalu?"
"apapun selain kematianku dan"
"banyak sekali permintaan mu! kau kira aku membuka pengabulan permintaan!"
"ba..baiklah hanya kematianku, selebihnya akan kuturuti apapun maumu! apapun!" dengan yakin Keysa mengucapkannya.
"baiklah aku setuju" Daniel tersenyum penuh kemenangan, Keysa juga tersenyum lega.
"pakai ini!" ucap Daniel sambil memberikan sebuah kalung anjing berwarna hitam dengan hiasan besi.
"biar aku saja yg pakaikan, aku akan menjadi majikan yg baik untukmu" Daniel tersenyum begitu manis seperti anak kecil yg baru dibelikan mainan baru.
Keysa hanya bisa diam dan pasrah saat Daniel memakaikan kalung itu dilehernya. Kalung itu memang tak bertali tapi tentu saja orang-orang juga akan tau kalau kalung itu adalah kalung untuk binatang peliharaan. Setelah selesai memakaikan kalung, Daniel mengusap kepala Keysa persis seperti hewan dia juga mengusap pipi Keysa yg basah karena air mata.
wajah tanpa dosa! Daniel tersenyum begitu lebar. Keysa meliriknya sekilas, dimatanya pria itu begitu tampan dan berkarisma tapi hatinya begitu teriris ketika ingat kelakuan pria itu bahkan melebihi raja iblis yg ada di neraka. Bagaimana ada manusia yg setega itu! menjadikan seorang gadis tak bersalah sebagai binatang peliharaan, kenapa dia tak membeli binatang sungguhan saja jika ingin punya peliharaan?!
✨✨✨✨✨
__ADS_1
"tuan setelah ini ada rapat dengan perusahaan Jinjun" ucap Luis sambil terus berjalan disamping Daniel yg tengah berjalan keluar dari ruang rapat.
"jam berapa?" tanya Daniel tanpa menoleh bahkan berhenti untuk sekedar berbicara.
"jam 1 setelah makan siang" saut Luis sambil mengecek jadwal yg ada di tabletnya. Daniel hanya mengangguk dan berdehem.
Setelah sampai di ruang kerja CEO, Daniel duduk di kursi kebanggaannya dengan tangan yg sudah mulai sibuk dengan dokumen dokumen diatas meja. Luis berjalan mendekati meja Daniel untuk menyerahkan notulen dari rapat tadi. Saat Luis berbalik untuk kembali ke mejanya, langkahnya dihentikan dengan suara bosnya.
"apa dia sudah makan?" ucap Daniel tiba-tiba
"dia siapa?" Luis berbalik badan
"peliharaan baruku" jawab Daniel tersenyum sambil meletakkan kertas juga pulpen yg tadi dipegangnya.
"peliharaan baru?" gumam Luis dalam hati.
"kenapa malah diam!"
"ohh maaf, saya yakin nona pasti sudah makan. Apa perlu saya tanyakan langsung ke kepala pelayan di rumah?" jawab Luis dengan santai tapi sopan.
"tidak! lupakan" jawab Daniel sambil mengayunkan tangannya di udara tanda penolakan. Luis hanya mengangguk pelan lalu berjalan menuju pintu keluar.
"tunggu!" teriak Daniel. Luis berbalik, dia melihat senyuman itu lagi! senyuman aneh penuh arti dari atasannya.
✨✨✨✨✨
"APAA!! dia memintaku ke kantornya untuk menemaninya makan siang! apa dia sudah gila!" teriak Keysa tak terima.
"maaf nona, tapi itu perintah dari tuan besar sebaiknya nona segera berangkat saya akan menyiapkan makan siangnya" ucap seorang pelayan berambut coklat.
"tidak aku tidak mau! mana mungkin aku keluar dengan keadaan begini" jawab Keysa memejamkan mata sambil melipat tangannya di dada. Pelayan itu juga ikut mengamati kondisi Keysa. Benar juga, apa kata orang jika dia keluar dengan kalung dilehernya.
"katakan padanya aku tidak bisa, aku sedang sakit! sakit parah!"
"baik nona saya akan memberitahukan pada tuan"
"baik sekarang pergilah" sambil mengayunkan tangannya mengusir. Pelayan itu memberi hormat lalu pergi.
__ADS_1
"apa dia benar benar gila! dia mau mempermalukanku di hadapan karyawannya! wahh benar benar memuakkan"
Keysa berdiri didepan cermin melihat dirinya sendiri. Rambutnya berantakan, kalung hitam besar yg bertengger dilehernya, bahkan dia belum berganti pakaian sejak insiden penculikan itu. Pria itu gila! tak bisakah dia memberikannya sepasang pakaian saja untuk berganti? Keysa hanya mandi tapi tak bisa berganti pakaian ditambah lagi ruangan itu sangat tak layak huni, tak ada sampo hanya sabun mandi sisir pun tak ada. Kondisinya seperti kamar yg tak pernah di tempati.