
"HAAAA!" teriak seisi ruangan itu juga Keysa secara bersamaan sampai membuat Keysa langsung berdiri tegap.
"apa yg kamu lakukan di sini!" teriak salah satu dari mereka.
"ma..maaf kumohon maafkan aku! aku akan keluar sekarang" jawab Keysa panik sambil menggenggam gagang pintu.
"maaf aku salah masuk" sambung Keysa lalu dengan cepat dia membalikkan badan dan berlari keluar.
"apa ini! bagaimana bisa dia masuk ke toilet pria" ucap salah satu dari mereka.
"dia tidak melihatnya kan! ohh tidak masa depanku!" kata yg satunya sambil meremas wajahnya dengan putus asa.
"ahh mana celana dalamku bermotif bunga bunga sangat memalukan!!" teriak satunya lagi.
sedangkan diluar pintu
wajah Keysa sampai merah tomat mendengar celotehan para pria yg ada didalam toilet.
"ahhh benar-benar memalukan! kenapa tidak melihat tandanya tadi!" teriak Keysa dalam batin.
"ketemu!" teriak seorang wanita muda.
"hah sampai lupa mereka, habislah aku tak bisa kabur lagi" batin Keysa.
"sudahlah aku menyerah, tangkap saja aku" ucap Keysa sambil menjulurkan kedua tangannya ke depan.
"harusnya dari tadi kau mengatakannya jadi tidak perlu capek-capek begini" jawab seorang dari mereka dan kemudian menggenggam kedua tangan Keysa.
"maaf tadi aku panik jadi reflek lari, maaf merepotkan kalian!" saut Keysa sambil menunduk.
dengan cepat mereka mengantar Keysa ke ruangan Presdir. Baru saja mereka membuka pintu sudah disambut dengan suara tertawa yg menggelar dari mulut Daniel.
jadi sedari tadi dia live streaming CCTV dan menyaksikan aksi kejar-kejaran itu bahkan tak terlewat ekspresi Keysa setelah masuk toilet pria. Lucu sekali sangat menghibur.
"HAHAHA BODOHNYA HAHAHA" tawa Daniel.
"permisi pak!" ucap salah satu dari mereka.
"ohh sudah tertangkap? kenapa secepat itu! kukira akan selama drama India hahaha" ucap Daniel ringan.
"iya Presdir kita sudah menangkap penyusupnya dengan susah payah"
"baiklah terima kasih, kalian semua yg ada disini akan dapat bonus jadi tenang saja" jelas Daniel.
"sudahlah kalian boleh pergi sekarang!" usir Daniel.
__ADS_1
setelah semua gerombolan masa itu pergi sekarang hanya menyisakan Daniel, Keysa dan Luis saja.
"kau juga keluar!" perintah Daniel.
"baiklah" jawab Luis undur diri.
saat Luis pergi, Daniel tersenyum ke arah Keysa. Diwajahnya terpampang kebahagiaan yg begitu besar. Berbeda dengan Keysa, wajahnya jadi pucat dan terlihat lemah.
"kemarilah" panggil Daniel sambil melambaikan tangan untuk mendekat padanya.
"apa? kenapa aku harus ke sana? aku disini saja" jawab Keysa tak bergerak sedikitpun.
"cepatlah kemari jangan sampai aku mengulanginya" tekan Daniel.
dengan terpaksa Keysa berjalan menuju meja kerja Daniel. Semakin Keysa mendekat Daniel semakin terlihat aneh, dia tersenyum penuh arti sampai membuat bulu kudu Keysa berdiri. Sampai di depan meja Keysa hanya diam sambil menunduk.
"kau sudah makan?" tanya Daniel tiba-tiba.
Keysa langsung mendongak menatap mata Daniel lalu membalasnya dengan gelengan ragu. Daniel kembali tersenyum. Keysa semakin dibuat bingung dengan tindakan Daniel yg susah ditebak itu.
"sini" ucap Daniel sambil menepuk-nepuk pahanya, meminta Keysa untuk duduk di pangkuannya.
"apa maksudmu!" tanya Keysa bingung.
"makanlah bersamaku"
"jangan membantah ku aku tidak memberimu hak untuk melakukannya" jawab Daniel dengan ekspresi yg dingin dan terlihat kesal karena tertolak begitu saja.
"tapi.." ucap Keysa tertahan karena melihat ekspresi wajah Daniel yg mulai berubah sedikit menyeramkan.
dengan terpaksa Keysa berjalan mendekati Daniel lalu duduk di pangkuan Daniel dengan posisi menyamping. Tiba-tiba jantung Keysa berdegup sangat kencang, mungkin karena dia belum pernah sedekat ini dengan laki-laki (gadis polos).
"kau tak membawa apapun dari rumah?" tanya Daniel sambil melingkarkan tangannya di pinggang Keysa.
"ee..bawa tapi sudah tak tau sekarang dimana, mu mungkin jatuh waktu aku dikejar-kejar" jawab Keysa menunduk berusaha menutupi wajah malunya.
"kenapa jadi gugup begitu? kau jatuh cinta padaku?" celetuk Daniel begitu saja.
"apa!" saut Keysa tak percaya dan spontan memukul dada Daniel.
"hey apa ini! kau sedang berusaha bersikap manis dan menggodaku?!" Keysa hanya bisa menunjukkan ekspresi tak percaya.
"selain tak berperasaan dan aneh orang ini juga terlalu percaya diri" batin Keysa.
Daniel sedikit menyunggingkan senyum saat melihat raut wajah gadis itu berubah. Tanpa aba-aba tiba-tiba Daniel membungkuk membuat Keysa sampai kaget karena tempat duduknya berguncang hingga tak sengaja Keysa melingkarkan tangannya di leher Daniel supaya tak jatuh.
__ADS_1
Lagi-lagi iblis itu tersenyum miring sudah pasti sedang terjadi kesalah pahaman disini. Menyadari itu dengan cepat Keysa menarik kembali tangannya dan memalingkan wajahnya.
"apa kau sudah tidak sabar" tanya Daniel berusaha menggoda Keysa yg tampak memerah.
"ya! aku sudah sangat lapar" jawab Keysa singkat padat jelas dan mudah dimengerti.
"baiklah ayo makan" jawab Daniel setelah meletakkan bungkusan makanan yg baru saja dia ambil dari kolong mejanya.
"aku juga sangat lapar karena harus menunggumu"
"apa aku boleh duduk sendiri? rasanya tidak nyaman kalau harus duduk begini" ucap Keysa sambil mengusap tengkuknya sendiri.
"aku nyaman" jawab Daniel singkat.
"sudahlah ayo makan, sini ku suapi supaya kau merasa nyaman" ucap Daniel sambil menyendok makanan dimeja.
"malah semakin tak nyaman, aku makan sendiri saja"
"baiklah kalau begitu suapi aku" kata Daniel sambil meletakkan kembali sendoknya lalu melingkarkan kembali tangannya di pinggang Keysa.
Keysa hanya bisa membuang nafas untuk menahan emosinya. Perlahan tapi pasti Keysa menyuapi Daniel dan dirinya sendiri sampai makanan itu habis tak bersisa. Itu baru namanya kelaparan yg sesungguhnya.
"kenapa mau kabur dariku?" tanya Daniel setelah menyelesaikan makan siang mereka tapi dengan posisi yg sama.
"kau tau kan itu adalah hal yg mustahil!" lanjut Daniel.
"setidaknya mencoba" jawab Keysa sambil menunduk.
Daniel kembali tersenyum dengan jawaban jujur dari mulut Keysa. Dengan lembut Daniel membelai kepala Keysa.
"kenapa menutupinya!" ucap Daniel kesal saat melihat syal yg menutupi leher Keysa.
"kau tak menghargai pemberianku sama sekali" dengan kesal Daniel melepas syal di leher Keysa.
"begini kan cantik" ucapnya sambil menepuk-nepuk pucuk kepala Keysa.
seketika hati Keysa kembali remuk bagaimana tidak baru saja tadi dia diperlakukan sangat lembut selayaknya seorang wanita tapi harus kembali disadarkan bahwa dia hanya seekor peliharaan di mata Daniel.
"setelah ini jangan pernah sekalipun untuk kabur dariku! paham!" ucap Daniel sambil mengusap pipi juga hidung Keysa.
"aku tak bisa janji, kalau ada kesempatan pasti akan digunakan untuk kabur" saut Keysa sambil menatap mata Daniel dengan intens.
mendapat perlakuan itu bukannya membuatnya marah tapi Daniel malah tersenyum senang, tangannya kembali membelai rambut Keysa yg lepek habis maraton tadi.
"aku suka! ternyata kau masih membangkang seperti pertama bertemu"
__ADS_1
"sudahlah aku mau pulang" Keysa berdiri dari pangkuan Daniel lalu berjalan keluar tanpa menengok ke arah Daniel sekalipun.