Tawanan Mafia

Tawanan Mafia
eps 7


__ADS_3

"apa nyo—" ucap Luis terpotong karena langsung disela Daniel.


"ya" jawab Daniel cepat seakan sudah tau apa yg ingin dikatakan asistennya itu. Luis hanya mengangguk setelah mendengar ucapan Daniel.


"ayo main tebak tebakan" kata Daniel sambil terus berjalan dan menatap sekeliling.


Luis lagi lagi tak mengeluarkan suara, dia hanya menatap Daniel dengan heran. Di saat begini bosnya ingin bermain tebak tebakan? untungnya Luis sudah terlatih untuk menghadapi kelakuan aneh dari Daniel.


"ayo kita tebak kenapa dia lari saat melihatku masuk, apa dia mau kabur atau dia mau langsung menemui aku diruanganku dan membuat kejutan?" tanya Daniel.


"kau pilih apa?" tanya Daniel sambil melirik Luis yg berjalan di sampingnya dan berhenti berjalan.


"kabur" jawab Luis singkat.


"sudah kuduga mana mungkin dia berisiatif menghiburku! dasar kucing tak berguna!" ucap Daniel kesal.


"dimana dia ini kenapa bisa hilang secepat itu?" kesal Daniel lalu memalingkan wajah.


"kenapa tidak kita lihat dari ruang CCTV" saran Luis.


"benar juga kenapa ga kepikiran sama sekali" jawab Daniel tersenyum malu. Dengan cepat mereka memutar langkah menuju lift untuk memeriksa ruang CCTV yg ada dilantai 2.


"perintahkan penjaga untuk menutup semua pintu masuk dan perintahkan untuk menangkapnya jika melihatnya di pintu keluar!" teriak Daniel pada staff yg berjaga di ruang CCTV.


"putar ulang video 10 menit yg lalu" perintah Daniel.


mereka segera menuruti perintah atasannya itu. Di CCTV terlihat Keysa yg sedang berdiri dan berbincang dengan resepsionis lalu tak lama dia menuju pintu keluar tapi malah berbalik dan berlari ke arah belakang.


tanpa banyak bicara Daniel langsung berdiri dari tempat duduknya sambil menenteng jas abu-abu yg tadi dia lepas. Dengan sabar Luis selalu mengikuti setiap langkah bosnya.


sementara itu yg terjadi pada Keysa


"astaga jangan sampai dia menyadari keberadaan ku!" gumam Keysa sambil mempercepat langkahnya berjalan lurus tanpa melihat sekeliling.


saat Keysa menoleh untuk melihat kondisi dia melihat Daniel berjalan menuju ke arahnya sambil menengok kesana kemari sepertinya dia sudah menyadari dia ada disini.

__ADS_1


"gawat rencanaku akan gagal kalau begini" Keysa lalu berlari kencang.


tiba-tiba Keysa berhenti. Di depannya ada tembok dia terjebak ditambah dia tak punya kemampuan menembus tembok.


"mati aku salah jalan" kesal Keysa sambil menepuk jidatnya.


saat Keysa melihat sekeliling dia melihat segerombolan karyawan yg baru saja keluar dari sebuah ruangan. Mungkin mereka baru saja selesai rapat. Dengan cepat Keysa berjalan di tengah tengah mereka dan berusaha membaur agar tak terlihat oleh Daniel.


orang di gerombolan itu sampai di buat kaget dengan kedatangan Keysa yg tiba-tiba itu. Dengan cepat keysa mengisyaratkan dengan jarinya untuk menyuruh mereka diam dan membiarkannya berjalan bersama mereka.


Keysa sampai merampas kertas map dari tangan salah satu karyawan untuk menutupi wajahnya, untung saja para karyawan itu tetap tenang dan bersikap normal.


sampai dimana Keysa berpapasan dengan Daniel dan Luis yg terlihat sibuk membahas sesuatu (mereka sedang membahas tebak tebakan). Keysa berusaha bersikap senormal mungkin, ajaibnya Daniel tak menyadari kalau mereka berpapasan padahal pakaian Keysa sangatlah menonjol jika di bandingkan dengan pakaian kantor para karyawan.


setelah berhasil melewati Daniel, Keysa berlari ke arah pintu keluar. Dalam hati Keysa merasa sangat lega dan semakin optimis rencananya ini akan berjalan lancar.


"kenapa pintunya di tutup aku harus datang ke pertemuan!" tanya salah satu karyawan kesal.


beberapa karyawan yg ada diluar dan diluar gedung terlihat marah karena pintunya ditutup tiba-tiba tanpa sebab.


"tidak tahu tiba-tiba saja pintunya ditutup n mana aku harus keluar membeli kopi.


"apa! ditutup!" Keysa sampai membulatkan matanya.


"jangan bilang ini perbuatan iblis itu!" gumamnya.


"diberi tahukan untuk seluruh karyawan! pintu utama ditutup karena ada seorang penyusup!" suara dari speaker gedung.


"penyusup! siapa? hah apa dia ter*ris!" ucap beberapa karyawan. Setelah itu beberapa karyawan lain menjadi panik dan berteriak meminta keluar.


"penyusup!?" ucap Keysa panik.


"apa! aku baru saja mau kabur dari penyiksaan dan sekarang aku harus terjebak disini bersama dengan seorang ter*ris! ahhh aku tak mau mati dengan tubuh berkeping-keping!" kata Keysa panik setengah mati.


"mohon dengarkan! jika kalian melihat penyusupnya segera serahkan pada Presdir! ciri-ciri penyusup itu wanita..." lanjutnya.

__ADS_1


"wanita!" seluruh orang yg ada di loby saling tatap satu sama lain.


"memakai dress putih dan syal biru muda"


"dress putih syal biru muda?!" mereka semua saling tatap tak terkecuali Keysa (Keysa tak menyadari ciri-ciri yg disebutkan itu adalah ciri-ciri nya).


"jika kalian menemukannya segera tangkap dan bawa ke ruangan Presdir" lanjutnya dengan suara yg menggema di seluruh ruangan.


tak lama Keysa menatap sekeliling, semua mata sedang menatapnya. Keysa mengerjapkan matanya beberapa kali lalu melihat ke arah dirinya sendiri seketika wajahnya pucat. itu adalah dia sendiri!! kenapa baru menyadarinya.


"ee tu..tunggu sebentar! kalian semua salah paham aku bukan seorang penyusup apalagi ter*ris" jelas Keysa terbata-bata sambil berusaha menenangkan masa itu.


"hehe kumohon jangan gegabah oke" ucap Keysa lagi.


"cepat tangkap dia!" teriak salah satu orang disana.


"huwaaaa" teriak Keysa sambil berlari menenteng bekal makan yg sedari tadi ditangannya.


"cepat tangkap!" semua orang yg ada didalam lobby berlari mengejar Keysa.


"hyaaaa aku bukan penjahat! berhenti mengejarku!!" teriak Keysa histeris.


sekuat tenaga Keysa berlari, dia memasuki tangga darurat dan berlari menaiki tangga secepat mungkin. Beberapa karyawan kebingungan dengan kehebohan yg terjadi karena tidak menyadari apa yg terjadi.


beberapa orang ada yg berlari menaiki tangga untuk mengejarnya ada juga yg menaiki lift agar lebih cepat. Suasana kantor siang itu benar-benar ricuh tak seperti hari biasa yg terasa serius. Sebagian karyawan ada yg merasa terhibur melihat mereka kejar kejaran, lumayan hiburan GERATIS.


Kaki Keysa terasa semakin pegal, nafasnya memburu, keringatnya bercucuran membasahi seluruh tubuhnya. Bagaimana tidak dia sudah menaiki 10 lantai, tapi orang² yg mengejarnya tetap tak menyerah. Ada sebagian dari mereka yg memilih berhenti karena kelelahan tapi tak sedikit juga yg sampai sekarang masih mengejar Keysa.


untungnya Keysa adalah atlet maraton sewaktu SMA. Sampai di lantai 15 Keysa benar-benar sudah kehabisan energi, akhirnya dia memutuskan untuk keluar dan masuk ke ruangan yg pertama kali dia temukan.


dengan cepat keysa membuka pintu dihadapannya dan menutupnya sesegera mungkin. Keysa bersandar di belakang pintu sambil menutup mata berusaha menstabilkan pernapasan. Terdengar beberapa langkah kaki melewati ruang yg dimasuki Keysa.


"ahhh aman" ucap Keysa sambil duduk bersandar dibelakang pintu.


perlahan Keysa membuka matanya. Mata Keysa langsung membulat sempurna, tangannya langsung menutup mulutnya yg mangap karena saking kagetnya.

__ADS_1


"SALAH MASUK!!" teriak Keysa dalam hati.


__ADS_2