
"apa! kenapa gerbangnya tidak bisa dibuka!" ucap Keysa sambil berusaha menarik gerbangnya.
"pasti ulah pria tadi, sekarang gimana? masa harus manjat" sambil menatap gerbangnya yg tingginya 2 meter.
"engga engga itu terlalu menakutkan" Keysa menggelengkan kepala. Tak lama terdengar klakson mobil.
"butuh tumpangan?" tawar Daniel dari dalam mobil.
"tidak" jawab Keysa ketus.
"sepertinya sebentar lagi akan turun hujan" kata Daniel sambil mendongak keatas melihat langit yg gelap.
"naiklah jangan keras kepala atau kau akan mati kedinginan disini, kau tau kan untuk sampai ke kota tidaklah dekat?". Dengan kesal akhirnya Keysa memutuskan menumpang di mobil Daniel.
"oh ya siapa namamu?" melirik Keysa yg duduk disampingnya dengan muka musam.
"tidak penting!" jawab Keysa sambil terus menatap keluar jendela.
"nama yg aneh! atas dasar apa orang tuamu menamaimu seperti itu?" sambil menaikkan sebelah alisnya.
"apa!" tanya Keysa tak percaya, pria itu benar-benar mengira namanya itu tidak penting! apa pria ini bodoh!.
"apa?" Daniel malah bertanya balik.
"kau bilang namamu tidak penting kan! jadi aku harus memanggilmu siapa? tidak? penting? atau ting ting?".
"terserah" jawab Keysa melengos, kembali menatap luar mobil.
__ADS_1
"oke aku akan memanggilmu ting ting saja itu terdengar sangat imut". Keysa hanya memutar kedua bola matanya sambil menghembuskan nafas. Daniel hanya tersenyum samar setelah tau reaksi Keysa.
Mobil itu terus saja berjalan, bahkan sekarang sudah melewati kota menuju daerah pegunungan. Suasana di mobil itu sangat hening, Keysa sudah tertidur pulas, Daniel sibuk dengan ponselnya dan Luis fokus menyetir. Hingga sampailah mereka di sebuah rumah yg megah dan mewah tentunya.
Daniel memerintahkan Luis untuk menggendong Keysa masuk ke rumah karena Keysa masih tertidur. Daniel tentu tak mau membuat tangannya sakit jika harus menggendong gadis itu. Luis membawanya ke salah satu kamar di rumah itu. Rumah besar itu terbilang ramai, banyak pelayan juga penjaga di rumah itu.
Paginya Keysa terbangun di atas kasur empuk dan suasana kamar yg sangat asing baginya.
"ini bukan kamarku!" Keysa mengerjapkan mata beberapa kali sambil memposisikan dirinya duduk.
"pria aneh itu!! dia membawaku kemana!" tak lama Keysa teringat kalau dia harus melayani seorang tuan besar.
"bodoh!" Keysa memukul selimut berkali kali.
"gimana bisa aku lupa dengan tuan besar itu, harusnya aku tidak menumpang semalam!! jika begini aku lebih baik mati di hutan itu dari pada harus melayani pria itu" Keysa mengamati sekeliling.
"bisa dipastikan aku akan mati jika melompat ke sana". Bagaimana tidak, kamar itu berada di lantai dua dan dibawah jendela itu langsung mengarah ke lereng curam. Sangat menakutkan.
"harus dengan cara lain" Keysa berjalan kearah pintu.
"tentu saja terkunci" mukanya kembali musam setelah tau pintunya dikunci. Keysa hanya mondar mandir di depan pintu sambil memegang jidatnya.
Tak berapa lama gagang pintu itu bergerak, dengan cepat Keysa bersembunyi di balik pintu itu. Dengan tenang Daniel masuk kekamar itu sambil matanya fokus ke arah tempat tidur. Tak ada seorangpun disana, gadis itu sudah tak ada! Daniel hanya berdiri diam.
Melihat Daniel yg diam, Keysa perlahan berjalan untuk keluar. Keysa sampai menahan nafas agar tidak ketahuan. Baru saja di pegang gagang pintunya tiba tiba pria itu bersuara.
"kenapa harus mengendap-endap" ucap Daniel tanpa menoleh sedikitpun. Mati aku hanya itu yg ada dipikiran Keysa sekarang.
__ADS_1
"ting ting" Daniel berbalik sambil melipat tangannya didada. Dengan cepat Keysa memutar gagang pintunya.
"kenapa tidak bisa dibuka!!" Keysa memutar gagangnya berkali kali bahkan menggedor-gedor pintunya.
"siapapun diluar tolong buka pintunya" Keysa terus menggedor-gedor pintu itu sambil beberapa kali melirik Daniel yg mulai berjalan mendekatinya.
Entah kenapa Keysa sangat ketakutan ditatap oleh Daniel, auranya sangat menakutkan.
"oh Tuhan inikah akhir hidupku" Keysa hanya terdiam sambil menutup matanya. Sekarang Daniel berdiri tepat di depan Keysa, Daniel mengamati muka gadis yg sedang ketakutan itu.
"kenapa menutup matamu? apa aku se menakutkan itu? bukankah aku sudah ramah padamu kenapa takut".
"setelah pria yg menculikku itu mengatakan aku harus melayanimu! apa mungkin aku tidak ketakutan!" Keysa memejamkan matanya erat-erat.
"aku tak tau setelah ini kau akan apakan diriku, mungkin kau akan membunuhku! menjualku! atau melecehkanku!" Keysa semakin menunduk.
"menjualmu? apa kau pikir kau akan laku dijual? melecehkanmu! hey gadis tubuhmu itu sangat tidak menarik! jadi jangan terlalu percaya diri"
"lalu apa maumu!" Keysa akhirnya memberanikan diri untuk menatap kedua manik milik Daniel.
"aku? aku hanya mau memberikan ini" ucap Daniel sambil menunjukkan barang yg diambilnya dari kantung mantelnya. Melihat barang yg dibawa Daniel, Keysa membulatkan matanya.
"apa maksudmu memberikanku ini!!" nada bicara Keysa terdengar sangat marah.
"apa? kenapa? kurasa ini akan sangat cocok denganmu dengan begini kau resmi menjadi hewan peliharaanku". Mata Keysa memerah karena menahan amarah hingga akhirnya plaakk Keysa menampar pipi Daniel dengan sangat keras sampai membuat tangannya merah. Daniel melotot
"berani beraninya kau menamparku! kamu mau mati sekarang!" Daniel meraup dan mencengkeram erat dagu Keysa sampai gadis itu meringis kesakitan.
__ADS_1