Tawanan Mafia

Tawanan Mafia
eps. 2


__ADS_3

"ma aku pergi dulu" ucap gadis remaja bernama Keysa Lovata.


Mamanya hanya melirik sekilas anaknya itu dan kembali melanjutkan kegiatan ngeteh cantik bersama teman sosialitanya. Keysa hanya menghela nafas sambil melanjutkan langkahnya menuju keluar pintu.


Keysa terlahir dari keluarga konglomerat yaitu keluarga Lovata, ayahnya adalah pengusaha sukses di negaranya. Semua yg dibutuhkan Keysa sudah tersedia, bahkan barang yg tidak dia butuhkan juga di sediakan contohnya seperti jet pribadi. Pikirkan saja untuk apa anak remaja memiliki jet pribadi, benar benar hal yg konyol.


Di mata orang tua Keysa harta sudah cukup membuatnya bahagia dan karena itulah mereka tak terfikir untuk memberikan kasih sayang. Ayahnya jarang di rumah, ibunya hampir tak pernah mengobrol dengan anaknya. Memang benar mereka tinggal seatap tapi mereka bak saudara jauh yg tak pernah bertemu.


Keysa sekarang menginjak usia 19 tahun dan berkuliah di universitas elite. Dia memang tak terlahir dengan otak cerdas seperti ayahnya tapi setidaknya dia tumbuh menjadi gadis mandiri tak seperti teman temannya.


Sejak berumur 17 tahun Keysa sudah bekerja di sebuah kafe tanpa sepengetahuan orang tuanya. Dalam 3 tahun kurang itu dia mengumpulkan gajinya dan sekarang ia sudah mendirikan coffee shop sederhana miliknya sendiri dan tentu saja tanpa sepengetahuan orang tuanya.


Bisnis yg cukup baik untuk pemula. Dengan gigih Keysa merintisnya dari awal, melewati drama perbisnisan sendiri. Kadang tak pulang tapi tentu saja orang tuanya tak menanyakan karena tak begitu memperhatikan gerak-gerik Keysa.


Sebuah kenyataan pahit bagi gadis remaja itu, semua kebutuhannya tercukupi tapi tidak dengan kasih sayang orang tua. Uang memang tidak bisa menjamin kebahagiaan, tapi tanpa uang juga tak membuat bahagia. (sebuah quote yg sangat membangun bukan? awokawok).


✨✨✨


Malam itu Keysa sedang menutup toko kecilnya itu. Keadaan sudah terlihat sepi hanya ada pengendara mobil yg lewat, tentu saja karena waktu sudah menunjukkan pukul 10 malam. Setelah selesai tutup, dia berjalan untuk menuju mobilnya yg berjarak 10m dari tokonya.


baru berapa langkah dia berjalan, ada sebuah tangan kekar yg membungkam mulut Keysa lalu menariknya ke gang kecil dan gelap. Keysa memberontak sekuat tenaga, dia menggigit tangan yg membungkamnya itu sekencang kencangnya. Setelah lolos dari dekapan orang itu, Keysa langsung berlari secepat mungkin namun naas pria itu tak sendirian, diujung jalan sudah ada pria lain yg mencegatnya. Keysa berbalik, dia melihat 2 pria yg berjalan mendekatinya.


Keysa meneguk liurnya dengan susah payah, keringatnya sudah bercucuran dimana mana, jantung berdegup sangat kencang. Sudah tidak tau harus berbuat apa, Keysa hanya bisa berteriak minta tolong sambil tubuhnya dibopong oleh salah satu pria yg mencegatnya tadi.

__ADS_1


Keysa meronta, menangis, memukul, tapi semua sia sia. Dia dilempar begitu saja ke dalam mobil hitam dan perlahan kesadaran Keysa mulai hilang setelah dibungkam dengan kain putih. Mobil itu berjalan sudah 3 jam lamanya tapi belum ada tanda-tanda untuk berhenti. Melewati pantai, menaiki gunung, sampai akhirnya tiba di sebuah mansion besar yg terlihat tak berpenghuni.


Keysa perlahan membuka matanya sambil mengerjapkannya beberapa kali, cahaya lampu di atasnya hampir membuatnya buta karena saking cerahnya. Belum sampai Keysa mendapatkan kesadaran sepenuhnya, dia sudah disambut oleh suara berat seorang pria.


"cepat persiapkan dia sebaik mungkin" kira kira itulah yg dapat Keysa dengar. Tak lama datang dua pelayan wanita dan berdiri di samping ranjang yg ia tiduri.


"mari nona, kami bantu anda bersiap siap" ucap salah satu pelayan itu sambil membantu Keysa bangun dari tidurnya dan turun dari ranjangnya.


"bersiap siap untuk apa? apa kalian tau aku baru saja diculik, kumohon bantulah aku keluar dari sini. Aku akan memberi imbalan yg besar untuk kalian!!" ucap Keysa dengan mata yg sudah basah dan tangan yg sedari tadi menggenggam lengan pelayan itu.


Pelayanan itu hanya memberikan senyum untuk Keysa


"kami akan membantu anda mandi terlebih dahulu"


"APA!! TIDAK, APA KALIAN TULI SUDAH KUBILANG AKU ADALAH KORBAN PENCULIKAN! BANTU AKU KELUAR DARI SINI!! APA KALIAN INI TIDAK PUNYA PERI KEMANUSIAAN?!!" wajah Keysa sampai memerah karena membentak kedua pelayanan itu.


"kalau begitu keluarkan aku dari sini, selepas dari sini aku bisa menjadikan kalian apapun sesuai yg kalian mau"


"mari kami antar ke kamar mandi" dengan sopan pelayan itu menunduk sambil mengarahkan jalan menuju kamar mandi.


"aku tidak mau, kalau kalian tidak bisa membantuku! keluar dari kamar ini sekarang!!" Keysa menatap mereka dengan tajam sambil menunjuk ke arah pintu dan tak lama pintu itu terbuka.


"tidak bisakah kalian melakukannya dengan tenang, kenapa harus sampai berteriak!" pria itu hanya bersandar di pintu dengan melipat kedua tangannya di dada.

__ADS_1


"maafkan kami tuan, kami akan melakukannya dengan cepat dan tenang" kedua pelayan itu membungkuk dengan kompak.


"lalu siapa lagi dia?" Keysa menatap pelayan itu dengan tangan menunjuk pria yg berdiri di depan pintu.


"jadi kau orang yg menculikku?! kuperintahkan kau sekarang untuk membebaskanku!"


Pria itu hanya menatapnya dari atas sampai bawah dengan raut muka mengejek.


"siapa kau sampai aku harus menuruti perintah mu?" ucap pria itu sambil menaikkan satu alisnya dan sedikit menyunggingkan senyum.


"lalu apa yg kau inginkan kenapa kau menculikku! aku tak punya apapun yg bisa menguntungkan mu!" Keysa menggenggam tangannya hingga berwarna pucat.


"tidak menguntungkan? bukankah kau adalah Keysa Lovata? putri kedua dari keluarga Lovata yg kaya raya itu?"


"bukan" jawab Keysa dengan cepat.


"hemm apa itu artinya aku salah sasaran?" pria itu mulai berjalan mendekati Keysa.


"ya karena itulah cepat lepaskan aku! aku bukan target yg kau cari!" suara Keysa sedikit gemetar karena takut.


Sekarang pria itu sudah berdiri tepat di hadapan Keysa, dia sangat tinggi jika dibandingkan dengan Keysa yg memiliki tinggi 163 cm. Mata mereka saling menatap tanpa ada yg mau mengalah.


"bukankah ini kau?" pria itu menunjukkan gambar dari ponselnya kepada Keysa. Keysa yg melihatnya hanya bisa menelan ludah.

__ADS_1


Keysa Lovata



__ADS_2