Tawanan Mafia

Tawanan Mafia
eps 17


__ADS_3

"terima kasih sudah mengembalikan tasku, sebentar akan kubuatkan kopi" ucap Keysa dengan wajah yg bahagia.


Jovan hanya bisa tersenyum bahagia mendapat perlakuan itu dari Keysa. Tak lama akhirnya Keysa kembali dengan secangkir kopi dan segelas milkshake.


"terima kasih" ucap Jovan menyambut minumannya.


"tidak perlu berterimakasih lagipula kau harus membayarnya nanti hahahah" celetuk Keysa dengan tawa yg membuat wajah Keysa begitu manis.


"ahahaha baiklah akan kubayar 2x lipat tenang saja" jawab Jovan senang.


"untunglah kukira aku akan rugi tadi" Keysa masih saja tertawa.


"dasar perhitungan"


"baiklah baiklah aku mau cek dulu isi tasnya" sela Keysa memotong topik.


Jovan hanya tersenyum kikuk apalagi setelah melihat ekspresi Keysa yg begitu terkejut setelah melihat isi tas itu membuatnya semakin tidak enak saja.


"kenapa isinya jadi begini!" ujar Keysa tak terima.


"ehehe maaf" Jovan menjadi canggung.


"gimana bisa uangku berlipat ganda begini! aku kaya mendadak!" sambung Keysa dengan mata berbinar setelah melihat cuan.


"kau yakin ini milikku?" tanya Keysa ragu takutnya mengakui harta yg ternyata bukan miliknya kan memalukan.


"ya tentu saja kartu identitas mu saja ada di situ" jelas Jovan.


"iya tau tapi ada apa dengan uang tunainya? kau yg mengisinya?" Keysa menatap mata Jovan dengan sangat intens sampai membuat Jovan salah tingkah.


"yaa sebenarnya—" Jovan menceritakan yg sebenarnya terjadi.


karena takut uang yg didalam tas Keysa kurang akhirnya Jovan menambah beberapa lembar uang kedalam tas Keysa.


Keysa yg mendengarnya tertawa terbahak-bahak saat Jovan mengatakan tasnya sudah diberikan pada istri bawahannya dan membuat bawahannya itu dimarahi habis-habisan oleh istrinya.


seketika suasana kafe yg beberapa waktu lalu sangat sunyi menjadi pecah dengan suara tawa Keysa yg mengisi setiap sudut ruangan.


setelah selesai tertawa terbahak-bahak suasana kembali hening, kedua pasang itu saling menatap sampai akhirnya Keysa mengalihkan pandangannya.


sedari tadi Jovan terus saja menatap Keysa seakan terpana dengan wajah Keysa entah kenapa dia begitu dia sendiri juga tak tau, hanya saja wajah ceria Keysa sangat memabukkan membuatnya ketagihan untuk melihatnya.

__ADS_1


"eh tapi urusan kita belum selesai!" ucap Keysa membelah lamunan Jovan.


Jovan semakin menatap mata Keysa intens seakan meminta penjelasan lebih lanjut.


"kau lupa? kau kan pelaku yg menyeret ku hingga kesini! aku tanya sekarang apa alasanmu menculik ku waktu itu?"


"baiklah baiklah akan ku jelaskan" jawab Jovan berusaha menenangkan emosi Keysa.


"jadi bos ku waktu itu butuh seseorang untuk dijadikan hadiah jadi dia memintaku untuk membawa siapapun itu dan ternyata kamu muncul jadi kupilih kau saja" jawab Jovan dengan ringan.


"hanya karena aku muncul kau membawaku! dan membuatku dalam masalah besar begini! kau tau betapa menderitanya aku karena ulahmu!" Keysa jadi naik pitam.


"seharusnya ku laporkan saja kau ke polisi! sekarang ikut aku ke kantor polisi!"


"tu—tunggu dulu kalau kau melaporkan ku aku akan menelepon Daniel supaya kau ditemukan olehnya!" ancam Jovan.


"masa bodo dengan si Daniel kau masih harus menerima akibatnya" Keysa menarik tangan Jovan agar berdiri.


"btw siapa Daniel?" dengan polosnya Keysa melontarkan pertanyaan itu.


Jovan tertegun mendengar ucapan Keysa. Bagaimana bisa tidak tahu namanya padahal sudah bersamanya berhari-hari.


memang sampai sekarang Keysa dan Daniel tidak saling tau nama mereka karena tak ada yg mau memperkenalkan diri. Dulu saja waktu ditanya oleh Daniel siapa nama Keysa, Keysa malah menjawab tidak penting lalu Daniel malah memanggilnya ting ting.


"pria itu? dia bernama Daniel?" tanya Keysa tak percaya. Jovan mengiyakan pertanyaan Keysa.


"nama dia terdengar sangat religi sangat tidak pantas dipakainya" ucap Keysa mencoba menolak kalau Daniel adalah nama pria setengah iblis itu.


Jovan sampai terkekeh dibuatnya. Lalu Jovan menarik pergelangan tangan Keysa agar kembali duduk di kursinya.


"duduklah, kuberi tahukan kamu tidak perlu repot-repot melaporkan ku ke polisi karena percuma! ucap Jovan menjelaskan, Keysa hanya memasang muka bingung.


"mereka tak bisa menangkap ku" lanjutnya lagi.


"kenapa bisa begitu?" tanya Keysa sambil mengerutkan dahinya.


"karena laporanmu itu akan dianggap tak beralasan. pertama kalau kau diculik kenapa bisa ada disini! kedua kalau aku yg menculikmu kenapa bisa aku datang bersamamu tanpa memberontak dan yg pasti kau tak punya bukti apapun" jelas Jovan panjang lebar.


"itu sudah membuat laporanmu itu sebagai laporan palsu. Malahan aku bisa melaporkan mu balik karena pencemaran nama baik"


saat sedang menjelaskan tanpa sadar Jovan tersenyum melihat ekspresi Keysa yg terlihat sangat kecewa. Menggemaskan batin Jovan saat ini.

__ADS_1


"kenapa bisa begitu jelas2 aku korban tapi tak bisa apa2"! hukum negara ini sangat tidak adil!" ucap Keysa protes.


"begitulah keadilan susah untuk didapatkan sekarang" ucap Jovan sedikit acuh.


Keysa hanya bisa mendengus karena rasa kesal yg tertahankan dan itu malah membuat Jovan semakin girang melihatnya.


"sudahlah jangan dipikirkan lagi, lebih baik pikirkan dimana kau akan tinggal nanti! tidak mungkin kan selamanya disini dan makin tidak mungkin lagi kalau kau pulang ke keluargamu"


"kau benar aku harus kabur dari si Daniel itu" Keysa menjadi cemas.


"walaupun itu mustahil untuk lepas darinya tapi aku tak mau mematahkan semangat mu" ucap Jovan dalam hati.


"hmm aku heran kenapa sifatmu sangat berbeda jauh dengan yg waktu itu? dulu kau sangat kasar padaku, aku ingat saat kau mendorongku ke lantai" ujar Keysa.


"maaf soal yg waktu itu lagian aku sudah kehabisan kesabaran karena kau terus memberontak. Tapi sudahlah lupakan" Jovan berusaha membela diri.


Keysa hanya memutar bola matanya lalu menyeruput minumannya yg sudah tak dingin lagi begitu juga dengan Jovan.


beberapa saat kemudian Jovan akhirnya berpamitan lalu pulang. Setelah kepergian Jovan, Keysa segera membersihkan semuanya lanjut tiduran sambil memainkan ponselnya.


✨✨✨🌼🌼✨✨✨


"apa Keysa pulang kerumahnya?" tanya Daniel, sambil tangannya sibuk memainkan pulpen yg terjepit di sela-sela jarinya.


"tidak, nona juga belum terlihat di kampusnya" jawab Luis sambil sedikit membungkuk.


"hemmm apa kau punya informasi lain, misal tempat mainnya atau nama teman yg mungkin dijadikan tempatnya sembunyi?" Daniel semakin penasaran.


"dari pencarian saya nona tak punya teman dan tak suka keluar untuk main" jawab Luis.


"hidupnya membosankan dan menyedihkan sekali" saut Daniel dengan ekspresi tak percaya.


"saya akan terus mencarinya jadi bersabarlah"


"tidak! aku tidak bisa bersabar lagi aku harus lakukan sesuatu" Daniel bangkit dari kursinya lalu berdiri membelakangi Luis.


"baiklah kalau dia tak bisa ditemukan aku harus membuatnya kembali padaku dengan sendirinya!" Daniel menyunggingkan bibirnya lalu berbalik.


"apa yg mau anda lakukan kali ini?" tanya Luis ragu, dia hanya tak mau repot ketika Daniel merencanakan hal-hal aneh.


"kau ikuti saja perintahku dan di jamin dalam beberapa waktu lagi dia pasti akan langsung datang menemui ku!" ucap Daniel dengan penuh percaya diri.

__ADS_1


Luis hanya bisa membuang nafas dengan malas sambil menatap bosnya yg tersenyum aneh.


__ADS_2