
Perlahan langkah kecil Keysa berjalan menyusuri setiap lantai rumah itu sambil menempelkan tangannya ke dinding. Dia merasakan setiap tekstur yg disentuhnya entah untuk apa dia melakukannya, dalam hati dia juga bertanya begitu tapi tetap saja dilakukannya.
Tidak ada satu sisi pun dari rumah itu yg terlewat dari pandangannya. Dia juga sudah menghafal wajah semua orang yg bekerja disana, letak pintu dan jendela pun juga diperhatikannya.
"dia pulang di waktu yg tak menentu, di pintu utama juga ada banyak sekali penjaga, kenapa rumah ini dikelilingi begitu banyak penjaga! seakan mereka sedang mengawasi tawanan yg berbahaya saja! kalau begini kan makin susah kaburnya" gumam Keysa kesal.
"aku harus mencari alasan untuk keluar dari sini!" ucap Keysa tegas.
Kepala Keysa pun mendadak pening karena banyak berpikir akhirnya dia memutuskan duduk di rooftop.
Dipijatnya pilingan kepalanya pelan, tak lama terdengar suara Daniel yg memanggilnya dengan halus.
"kucingku, apa yg kau lakukan disini?" tanya Daniel sambil berpangku tangan.
"tidak ada, aku hanya berpikir jika seandainya punggungku bersayap mungkin aku bisa pergi dengan mudah" jawab Keysa sambil menatap awan yg berjalan pelan dilangit biru siang itu.
"yahh kau benar, tapi kenyataannya kau tidak akan bisa punya sayap dan itu artinya kau tidak akan bisa pergi dari sini" ucap Daniel dengan ikut mengarahkan pandangannya ke langit yg cerah itu.
"aku tetap akan pergi walau tak punya sayap jadi pergilah! jangan mengganggu imajinasi ku!" ujar Keysa sedikit mengusir.
"lagian kau ini menganggap ku Rapunzel atau bagaimana! mengurungku di kastil terpencil beginj! hidupmu benar-benar penuh drama" komplain Keysa pada Daniel.
"kau disini bersama banyak pelayan bagaimana bisa disamakan dengan Rapunzel yg sendirian di kastil, wajahmu juga tak secantik itu jadi jangan samakan dirimu dengan Rapunzel" saut Daniel dengan matanya yg menatap Keysa dari atas ke bawah terus-menerus.
"dan kau benar hidupku memang penuh drama dan aku menyukai drama yg satu ini" Daniel menyunggingkan bibir.
"hah sudahlah. Bagaimana apa sudah kau putuskan? aku bisa beraktivitas kembali kan?" tanya Keysa tak sabar.
"jawabannya tetap tidak!"
"ayolah! apa yg harus aku lakukan untuk membujukku agar mau menyetujui nya? huuh?" ucap Keysa memohon sambil menyatukan tangannya.
"kau ini! bukannya dulu berjanji untuk melakukan apapun mauku? kau ini banyak sekali menuntut!" Daniel perlahan berjalan mendekati tempat duduk Keysa.
"dasar serakah" lanjutnya.
"tapi aku benar-benar harus pergi aku harus melanjutkan kuliahku atau aku akan di keluarkan dari kampus" ucap Keysa dengan ekspresi pura-pura tak berdaya.
"bukan urusanku juga kalau kau sampai dikeluarkan dari kampus"
__ADS_1
"ayolah jangan begitu, begini saja aku akan mengabulkan permintaanmu kalau kamu mengijinkan ku pergi"
Daniel terdiam sambil menatap dedaunan yg tumbuh sampai ke atap rumah, melihat hal itu langsung membuat Keysa kehilangan harapan pada Daniel. Memang benar cara yg paling tepat itu kabur.
"kalau aku berlari keluar begitu saja aku pasti akan di kejar, aku harus cari kesempatan keluar lalu setelah itu kabur" ucap Keysa dalam hati.
"ekhemm" Daniel berdehem.
"sekali lagi ku katakan! aku tidak ingin apapun darimu kau hanya perlu diam ditempat ini dan menghangatkan suasana rumah".
" oh baiklah baiklah apa kau butuh sesuatu untuk dibeli? aku akan keluar dan membelikannya untukmu!" Keysa menatap mata Daniel sekilas lalu memalingkan wajahnya kembali.
"tiba-tiba?" Daniel menatap Keysa penuh tanda tanya.
"cuma tanya" Keysa menaikkan bahunya lalu mengalihkan pandangan.
"oh aku tau"
Keysa langsung menoleh menatap Daniel dengan serius. Daniel perlahan berjalan lalu berdiri tepat didepan Keysa yg masih duduk di kursinya. Keysa mengedipkan matanya beberapa kali, jantungnya juga berdetak melebihi kecepatan normal.
"apa!" tanya Keysa dengan muka yg sedikit panik.
"apa nih kenapa dia tersenyum begitu! astaga jantungku" batin Keysa.
"kenapa menatapku begitu? ohh pasti kau sudah jatuh cinta padaku iya kan? jujur saja padaku"
"anda sakit? demam?" Keysa tak percaya dengan apa yg baru saja didengarnya, Daniel hanya menggeleng kecil.
"lalu kenapa bicara melantur, sudahlah aku pergi saja". Keysa berdiri dari kursinya.
Ternyata jarak mereka begitu dekat sampai tubuh Keysa menabrak Daniel saat berdiri. Suasana seketika menjadi canggung, muka mereka pun sama-sama terkejut. Tiba-tiba Daniel mendorong Keysa sampai membuatnya terduduk lagi di kursi karena kehilangan keseimbangan.
"menjauh dariku" Teriak Daniel.
"auww apa-apaan kau ini! kasar sekali lagipula aku juga tidak sengaja kenapa emosi begini menyebalkan" Keysa juga berteriak.
"kau menodai ku" ucap Daniel sambil sedikit memajukan bibirnya. Keysa yg melihat pun melongo tak percaya.
"oh baiklah nona maaf karena sudah menodai kesucian mu" ucap Keysa dengan nada mengejek.
__ADS_1
"kau!" Daniel kembali kesal tapi Keysa hanya tersenyum.
✨✨✨✨✨
"tuanmu dimana?" tanya Keysa pada Kara.
"tuan tadi pergi dengan tuan Luis, mungkin mereka kembali bekerja" jawab pelayan itu.
"semalam ini?" Kara mengangguk sambil tersenyum.
"sebenarnya pola hidupnya itu bagaimana? kenapa waktu kerjanya berantakan begitu?" Keysa menatap Kara bingung.
"tuan memang begitu nona"
"aku mau keluar, bolehkah?" ucap Keysa mengalihkan pembicaraan.
"ada perlu apa nona keluar?"
"aku mau ke supermarket ada sesuatu yg harus kubeli" jawab Keysa sedikit gugup.
"katakan saja pada ku biar aku yg belikan" dengan lapang dada Kara menawarkan bantuan.
"tidak perlu repot-repot biar kubeli sendiri, tapi aku boleh minta satu bantuan padamu?"
"apa itu nona?"
"boleh kupinjam uangmu? kamu tenang saja akan ku kembalikan beserta bunganya" pinta Keysa.
"tapi tunggu nona aku akan minta ijin dulu pada tuan, apa nona boleh keluar atau tidak"
"ahhh ayolah kita kan teman, kalau kamu ijin dulu ga keburu! ini mendesak! em em boleh kan?" rayu Keysa dengan menggunakan jurus keimutan wajahnya.
"emm ba—baiklah" ucap Kara ragu-ragu.
"aah terimakasih Kara" teriak Keysa sambil memeluk Kara dengan senang.
"oo o baiklah tolong lepaskan dulu biar ku ambilkan uangku" pinta Kara karena merasa sesak dengan pelukan Keysa yg sangat erat.
"terimakasih Kara jasamu akan selalu ku ingat" ucap Keysa gembira.
__ADS_1
Senyuman Kara mengembang, Kara senang karena Keysa sangat menggemaskan. Sifatnya sangat sesuai dengan umurnya, rasanya seperti sedang merawat anak yg sedang mulai tumbuh dewasa.