Tawanan Mafia

Tawanan Mafia
eps 11


__ADS_3

Keysa tampak berjalan menuruni tangga, dia sedikit terkejut karena Luis masih duduk di ruang tamu. Bukankah dia seharusnya sudah pergi? karena biasanya dia tak akan lama di rumah ini.


"apa masih ada urusan?" Keysa berdiri dibelakang Luis sambil menunjukan tampang tak berdosa.


"iya, apa nona butuh sesuatu?" jawab Luis setelah berbalik untuk melihat sumber suara.


"tidak, itu tadi cuma basa-basi" Keysa lalu berjalan dan memilih duduk di kursi samping Luis.


"ngomong ngomong dimana dia?" tanya Keysa sambil menengok ke beberapa arah.


"dia siapa?" tanya Luis singkat dengan muka yg terkesan cuek ahh tidak lebih tepatnya dingin.


"aisshh bosmu itu, masa tidak tau siapa yg ku maksud" ujar Keysa sedikit kesal.


"sedang tidur" ucap Luis singkat dengan muka datar.


"lalu kenapa kamu disini?"


"memangnya kenapa?" tanya pria muka datar itu balik.


"tidak bukan apa-apa, sudahlah lupakan" ucap Keysa sambil mengayunkan tangan.


"oh iya apa terjadi sesuatu pada wajah mu?" tanya Keysa penasaran. Luis hanya diam sambil mengangkat alisnya sedikit.


"mungkinkah kamu mengalami kelumpuhan otot wajah jadi mukamu selalu datar atau mungkin kamu baru saja selesai botox?"


"tidak" jawab Luis singkat lalu memalingkan wajah.


"owhh berarti kau memang sudah terlahir seperti itu"


"tapi dilihat lihat kau tampan juga" celetuk Keysa tak sengaja yg membuat lawan bicaranya sontak langsung menoleh.


mereka saling bertatapan untuk beberapa saat sampai akhirnya dibuyarkan oleh suara teriakan Daniel yg memanggil Luis. Mereka berdua sampai salah tingkah dan akhirnya Luis meninggalkan tempat untuk segera menemui Daniel.


"eh sebentar tolong nanti katakan padanya kalau aku ingin bicara sebentar" ucap Keysa sambil menatap Luis. Tanpa menjawab Luis berlalu begitu saja.


✨✨✨✨✨✨


"ada apa?" Luis menunjukkan ekspresi yg sedikit kesal.


"kenapa kau kesal aku kan hanya memanggilmu tidak sedang menggangu kencanmu! lagipula bukannya ada yg harus kita bahas?" ucap Daniel tanpa rasa bersalah.

__ADS_1


"saya tidak kesal" saut Luis tak terima, dia merasa harga dirinya sedang di injak-injak sekarang.


Daniel hanya sedikit tersenyum mendengar penyangkalan dari Luis, lalu Luis duduk di depan Daniel dan suasana langsung berubah sedikit mencekam hawa dinginpun ikut datang dan menusuk tulang.


"persoalan kemarin apakah membawa banyak kerugian?" Daniel mengajukan pertanyaan.


"tentu saja karena pengiriman gagal perusahaan rugi miliaran, kondisinya masih tidak stabil" jawab Luis dengan serius.


"bukankah kau merasa ada yg aneh? sebelumnya Direktur Sam tidak pernah melakukan kesalahan sedikitpun" Daniel menatap Luis dengan sangat serius.


Luis mengangguk-angguk dan terlihat tengah memikirkan sesuatu.


"apa mungkin dia dijebak?" Luis lagi-lagi diam.


suasana kembali hening, mereka berdua larut dalam pikiran masing-masing.


"ku rasa ini sebuah penghianatan! jebakan itu disengaja untuk merugikan mu" ucap Luis sambil mengusap-usap dagunya yg tak berbulu itu.


"penghianatan? lagipula siapa yg mendukungnya sampai dia berani menghianatiku?" Daniel menegakkan posisi duduknya.


"siapa lagi yg punya kekuasaan yg hampir setara denganmu!" jawab Luis seakan dia tau dalangnya.


Daniel mengerutkan alis sambil menggenggam pulpen di tangan kirinya. Dia terlihat begitu kesal sampai pulpen yg tadi ditangannya terbelah dua karena dijadikan pelampiasan dari amarahnya.


"baru saja kuberi kesempatan hidup dia langsung mencekik leherku! dasar rubah tak berguna"


duaghh dengan kencang Daniel menggebrak meja didepannya, Luis sampai kaget dibuatnya. Daniel lalu mengambil kertas di samping tangannya dan diremasnya dengan penuh kebencian.


"tunggu saja kau akan menyesal! akan ku buat kau menangis sampai tak bisa mengeluarkan air mata!" mata Daniel memerah, urat di lehernya menonjol, tangannya sampai memucat karena digenggamnya terlalu keras.


"ku harap kau tidak bertindak ceroboh lagi, kita harus menyusun strategi untuk membuatnya menyesal" ucap Luis seakan tau apa tindakan yg akan diambil Daniel jika tidak dihentikan sekarang juga.


"kita fokus dulu untuk mengembalikan kestabilan perusahaan" jelas Luis lagi.


Daniel berusaha untuk menarik nafas sedalam mungkin supaya dapat mengendalikan emosinya. Setelah wajah Daniel kembali netral, Luis pun memutuskan untuk angkat bicara.


"nona bilang dia ingin menemui anda"


"kucingku?" dijawab anggukan oleh Luis.


"ya sudah kau kembalilah kekantor dan minta dia untuk ke ruang kerjaku" Daniel berdiri dari kursinya dan berjalan ke jajaran rak buku di ruang kerjanya.

__ADS_1


"baik" Luis sedikit membungkuk lalu meninggalkan tempat itu.


✨✨✨✨✨


Keysa sekarang sudah berdiri di depan pintu ruang kerja Daniel. Keysa mencoba mengatur nafasnya yg sedari tadi berdegup seperti sedang lari maraton. Setelah diminta Luis untuk datang keruang kerja Daniel, keberanian Keysa kembali ciut. Entah apa yg terjadi padanya padahal setiap waktu dia ingin sekali mengumpat didepan wajah Daniel tapi setiap kali ada kesempatan bertatapan muka dia jadi tak berani.


dengan perlahan Keysa membuka pintunya lalu masuk. Terlihat Daniel sedang duduk di kursinya sambil menyilangkan tangan juga kakinya dengan tatapan lurus ke arah Keysa.


"ohh astaga" Keysa terkejut setengah mati karena disambut mata mengerikan pria gila itu. Dia mengelus elus dadanya beberapa kali.


"ada apa mencariku?" tanya Daniel tak bergerak dari posisinya tadi.


"aku mau negosiasi sekali lagi denganmu" jawab Keysa ragu.


"tidak bisa" pria itu menunjukkan tatapan tajam.


"setidaknya tolong pertimbangan dulu, ini menyangkut kehidupan juga masa depanku kelak! biarkan aku berbicara kau cukup mendengarkan ku lalu pikirkan!" Keysa tampak kesal karena ditolak mentah-mentah.


"ku beri waktu 1 menit dimulai dari sekarang! 60, 59"


"hah apa! tunggu sebentar! satu menit mana cukup!" ucap Keysa panik bahkan sekarang dia tak bisa berpikir sama sekali karena berada dibawah tekanan.


"waktu terus berjalan jadi jangan sia-siakan waktumu! 48, 47, 46" dengan santainya Daniel melanjutkan menghitung waktu.


"baiklah baiklah sekarang dengarkan aku!"


"aku mau kau melepaskan ku! aku harus berkuliah dan melanjutkan bisnis ku! aku juga harus pulang ke rumah karena sudah berhari-hari tak pulang! kau bis mengajukan syarat apapun asal aku bebas dan lagi kalau kau memintaku untuk tetap tinggal aku akan tinggal tapi aku akan tetap melakukan aktivitas ku seperti biasa!" Keysa bicara tanpa jeda dengan suara yg lantang.


"waktu habis" ucap Daniel dengan melirik jam di tangan kanannya.


"bagaimana? setuju kan pasti?"


"tidak" jawab Daniel pedas.


"setidaknya pikirkanlah dulu! aku akan memberimu kesempatan untuk berpikir dulu setelah itu katakan keputusanmu"


"dan kuharap kau memperbolehkannya! bukan kuharap tapi memang kau harus memperbolehkannya! mengerti!" Keysa menghentakkan kakinya dilantai lalu berbalik dan meninggalkan ruangan itu dengan membanting pintu.


"apa! dia baru saja memerintahku!" ucap Daniel tak percaya.


LUIS LIM

__ADS_1



__ADS_2