
hari itu pun rencana Keysa gagal begitu saja. Selepas pulang dari kantor Daniel, Keysa langsung diantar pulang ke rumah milik Daniel. Sesampainya di rumah Keysa hanya duduk diam di meja makan sambil meratapi nasibnya.
"kuliahku...kafeku.... tidak mungkin menelantarkannya begitu saja akhh" batin Keysa.
"mau saya ambilkan minum nona?" tanya salah seorang pelayan.
"emm" saut Keysa sambil menoleh ke sumber suara.
"ohh kau. Tidak usah lagi pula di depanku sudah ada air putih kan" ucap Keysa tak semangat.
"duduk saja di sini dan temani aku!" pintanya.
"baik nona" jawab pelayan itu lalu duduk di samping Keysa.
"memangnya apa yg sedang nona pikirkan dari tadi?"
"masa depanku yg mengenaskan" jawab Keysa singkat dengan masih melamun.
"boleh aku tanya sesuatu?" ucap Keysa sambil menghadap pelayan itu.
"tentu boleh"
"apa ada jalan keluar dari sini? aku benar-benar harus keluar dari sini! bisakah kamu membantuku? aku akan membalas semua jasa mu nanti percayalah padaku!" ucap Keysa panjang lebar.
"tidak ada nona, jangan lagi berpikir untuk bisa kabur! saya juga tak bisa membantu apapun, saya hanya bisa membantu melayani anda" jawab pelayan itu dengan mantap.
muka Keysa tampak semakin kusam setelah mendengar jawaban itu. Apa tidak ada harapan apapun? semut yg kecil saja bisa mendapatkan kebebasan kenapa aku yg sebagai manusia ini begitu menyedihkan!?.
"baiklah aku mengerti" ucap Keysa sambil mengangguk beberapa kali.
"kalau boleh tau berapa usiamu?" tanya Keysa penasaran.
"25 tahun nona"
"oh ya! wah berarti aku lebih muda darimu! maaf sebelumnya sudah tidak sopan denganmu"
"tidak apa nona, lagi pula aku hanya pelayan"
__ADS_1
"walaupun pelayan kau tetaplah manusia jadi harus ku hargai apalagi kamu lebih tua dariku"
"terimakasih nona, anda seperti tuan Daniel"
"APA! KATAKAN SEKALI LAGI! AKU SEPERTI SIAPA?!" tanya Keysa sambil ngegas karena tak terima dia disama-samakan dengan si Daniel itu.
"hahah anda seperti tuan Daniel, dia juga sangat menghargai kami pelayan-pelayannya dan semua pekerja di sini" jelasnya.
"apa! bhahahaha kau serius?! aku tak percaya hal itu terjadi, bagaimana bisa dia menghargai orang lain! aku saja sangat tidak dihargai olehnya kau tau sendiri kan!"
"iya nona saya tau, beberapa kali tuan juga berbuat demikian dengan beberapa wanita seperti yg tuan lakukan ke nona"
"what jadi maksudmu aku bukan korban pertama?!" ucap Keysa tak percaya.
"iya, sudah dua kali tuan membawa wanita dan memperlakukannya seperti yg nona alami sekarang"
"lalu kemana mereka sekarang?" tanya Keysa penasaran.
"saya tidak tau, dua duanya kabur lalu tuan mencarinya dan dua wanita itu tak pernah kembali lagi" jelasnya lagi.
"jadi saya katakan kepada nona sekali lagi, jangan lagi berpikir untuk kabur! saya takut terjadi sesuatu pada nona" ucapnya sambil menggenggam kedua tangan Keysa dengan erat.
"apa mereka mati dibunuh? dilihat dari tindakan Daniel waktu mencekik ku sudah pasti dia adalah pembunuh berdarah dingin!" batinnya.
"apa mungkin mereka berhasil kabur dan selamat?!" jawab Keysa yg berusaha menghibur diri.
"semoga saja seperti itu, walaupun begitu anda jangan sampai berada di posisi itu sebelum anda memastikan mereka selamat" ucap pelayan itu dengan tatapan penuh kekhawatiran.
"kau tenang saja aku akan berjuang untuk hidupku sendiri" jawab Keysa tersenyum sambil mengusap balik tangan pelayan itu.
"oh iya aku sudah lupa namamu" ucap Keysa.
"Karana Misya panggil saya Kara" jawab Kara dengan tersenyum.
"haha oh iya maaf aku memang ada sedikit kesulitan untuk mengingat nama" kata Keysa sambil menggaruk kepalanya yg tak gatal.
"tidak apa nona kalau anda lupa lagi saya akan memberitahukan lagi"
__ADS_1
"hahaha maaf sekali lagi oh iya omong-omong aku lebih muda dari mu! aku harus memanggilmu apa? kakak?" tanya Keysa.
"panggil Kara saja sudah cukup"
"baiklah Kara kurasa kita akan jadi teman yg akrab setelah ini"
"sebuah kehormatan bagi saya pribadi"
"kapan Dia pulang?" ucap Keysa mengalihkan pembicaraan.
"tidak tau nona! tuan jarang sekali pulang tapi mungkin dengan keberadaan nona tuan akan sering pulang ke rumah!"
"semoga saja tidak! aku muak melihat wajahnya" ucap Keysa sambil menunjukkan ekspresi tak suka. Kara pun hanya bisa geleng-geleng kepala sambil sedikit tersenyum dengan tingkah Keysa.
✨✨✨✨✨
jam 11 malam, tidak ada tanda-tanda kepulangan Daniel. Benar saja dia tak pulang malam ini, 3 hari berlalu dan Daniel tak kunjung menunjukkan batang hidungnya. Kehidupan Keysa benar-benar damai tanpa keberadaan Daniel.
selama 3 hari itupun Keysa meminjam beberapa pakaian Kara untuk dipakainya karena sampai sekarang Daniel tak memberi perintah ke seorangpun untuk membelikan perlengkapan yg di butuhkan Keysa.
yg terjadi pada Daniel
duagghh suara keras yg berasal dari tabrakan tubuh dengan tembok. Seseorang terlempar begitu saja dari genggaman Daniel, dengan tongkat baseball di tangan kirinya Daniel perlahan berjalan mendekati pria yg baru saja terlempar. tunggg tongkatnya di pukulkan ke lantai
"kenapa melakukan itu saja tak becus! apa kau ini baru pertama bekerja denganku!" ucap Daniel dengan suara menggelegar memenuhi seisi ruangan.
"bos kumohon maafkan kecerobohan yg saya lakukan!" pinta pria itu.
"memaafkanmu itu urusan Tuhan, aku hanya akan membantumu untuk menemuinya" senyum Daniel mengembangkan dengan indah (mengerikan woy).
duaghhh satu pukulan mengenai kepala korban.
"aaarghhh ampuni saya...." rintihan menyayat hati itu keluar dari mulut sang korban.
"seharusnya kau merasa terhormat karena aku sendiri yg menghabisi mu! sudah ku luangkang banyak waktu untukmu jadi aku akan bersenang-senang dulu denganmu! hahaha bukan begitu Luis" ucap Daniel sambil melirik Luis dengan tatapan sangar.
Luis hanya bisa berdiam diri dan menyaksikan kekerasan itu. Daniel berjalan mendekati pria itu lalu menarik kerah bajunya dan memaksanya untuk berdiri. *dughh bughh duaghh* pukulan bertubi-tubi di berikan oleh Daniel sampai membuat pria itu jatuh tersungkur di lantai.
__ADS_1
"cepat berdiri!!" perintah Daniel dengan tatapan penuh amarah.