
pagi itu Keysa masih saja melamun disudut kursi pelanggan sambil menatap kendaraan berlalu lalang dari balik jendela besar yg ada di kafe miliknya.
Keysa menghembuskan nafasnya dengan kasar lalu merubuhkan lehernya ke meja.
"semuanya terlihat normal, apa akan bisa terus begini?" tanya Keysa pada diri sendiri.
"aaahhhh sebentar lagi pasti bisa menemukan keberadaan ku" Keysa mendesah panjang lalu memejamkan matanya.
cukup lama dia bertahan diposisi itu, kalau sedang tidur dia pasti sudah berada di alam mimpi tapi tidak! Keysa masih terjaga pikirannya terus saja berbicara.
perlahan tangan Keysa mengambil kartu kecil yg disampingnya sedari tadi. dia menatap kertas itu lama seakan ingin menembusnya dengan mata laser invisible.
seketika itu juga otaknya teringat sesuatu saat melihat nomor telepon yg tercantum di kertas itu.
"astaga ponsel ku!" ucap Keysa kaget, dia sampai menegakkan tulang punggungnya.
"tidaaaakkk! dompetku! kartu2 ku! uangku! semuanya hilang! bagaimana bisa aku lupa dengan tasku!" Keysa memarahi diri sendiri.
"sekarang cuma ada sedikit uang dari Kara huuuhh untung saja semalam tidak memakainya untuk taksi" Keysa mengelus dadanya pelan.
"ohh masih ada uang di kasir!" Keysa berlari kecil menuju kasir.
"eh tunggu! ini kan uang modal kalo ku ambil bisa gulung tikar nanti" ucap Keysa menahan tangannya supaya tak mencopet uangnya sendiri.
"apa mungkin tasku masih dibawa Jovan? mungkinkah? aku harus menghubunginya" Keysa bicara pada diri sendiri.
"disini tidak ada telepon umum hemmm jadi gimana cara menghubunginya?"
kalau sampai orang lain lihat kelakuan Keysa yg terus bicara sendiri sudah pasti dianggap orang gila untung saja kafenya di tutup.
Keysa memutuskan untuk keluar mencoba untuk mencari pinjaman hp ke orang yg lewat. Setelah beberapa saat berdiri akhirnya dia meminjam hp dari seorang wanita paruh baya.
Keysa menekan tombol layar sesuai dengan yg tertera di kertas yg digenggamnya. setelah beberapa saat akhirnya terhubung.
'halo Jovan ini aku Keysa"
"Keysa, apa kau baik-baik saja? selamat sampai tujuan?" tanya Jovan dengan nada yg terdengar gembira.
"iya aku tidak apa-apa" jawab Keysa.
"ada apa meneleponku? kau dalam bahaya?" sekarang nada suara Jovan terdengar khawatir.
"tidak! aku baik-baik saja, aku cuma mau tanya apa tasku ada padamu? kan waktu itu kau yg menculik ku dengan paksa" saat mengucap kata menculik Keysa memelankan suaranya.
__ADS_1
"eeee y—ya masih ada padaku! kau mau aku mengantarnya kemana?" Jawab Jovan sedikit gugup.
"tolong antar ke kafeku ya, kau tau kan alamatnya?"
"ya ya akan aku antar setelah aku pulang kerja"
"baiklah terima kasih maaf merepotkan aku tutup dulu ya" Keysa cepat cepat memutus sambungan saat melihat sang empunya benda itu mulai gelisah ingin segera pergi.
dengan sopan Keysa mengembalikan ponsel itu lalu dia kembali masuk ke kafe. sesampainya di dalam, Keysa kembali duduk di depan kasir dengan tatapan yg menyapu seluruh kafe.
"apa harus kubuka kafenya? tapi gimana kalau dia malah bisa menemukanku dengan mudah!" Keysa kembali dibuat gelisah oleh pikirannya sendiri.
"sudahlah biar begini, masa bodo kalau harus bangkrut asal tidak kembali ke kandang singa jantan keponakan iblis itu" Keysa jadi kesal sendiri mengingat kejadian dirumah besar yg menyekapnya.
"haaahh besok harus ke kampus mengurus absensi ku, semoga saja tidak di DO" Keysa mengusap-usap wajahnya yg memang sudah sangat kusut seperti jemuran basi.
✨✨✨🌼🌼✨✨✨
"aduh mana aku tidak tahu dimana tasnya gimana caraku mengembalikannya!" Jovan langsung frustasi setelah menutup telepon dari Keysa.
dengan sigap Jovan kembali menekan hpnya lalu menelepon seseorang yaitu anak buah yg dulu ditugaskan untuk menculik Keysa.
"halo ada yg mau kutanyakan!" jelas Jovan tanpa basa-basi terlebih dahulu.
"tas Keysa apakah ada padamu?"
"Keysa?" gumamnya lalu diam sejenak.
"target yg kau culik baru-baru ini" jelas Jovan tanpa diminta.
"ahh iya iya bos tasnya ada padaku tapi sudah kuberikan pada istriku" jawabnya.
"sekarang kembalikan tasnya padaku tanpa ada yg kurang! paham!" ucap Jovan dengan tegas.
"tapi tuan uangnya sudah ku pakai dan aku lupa jumlahnya" ucapnya gemetar.
"aku tidak peduli cepat kembalikan sekarang! siapa juga yg menyuruhmu mencuri" Jovan semakin geram mendengar alasan anak buahnya itu.
"ba—baik tuan sekarang juga saya berangkat membawa tas beserta isinya lengkap" jawabnya panik.
Jovan langsung mematikan sambungan setelah disanggupi, ia sampai menepuk jidat ada-ada saja kelakuan. Semoga saja isinya tidak kurang nanti.
✨✨✨✨✨✨✨🌼
__ADS_1
Dijalan raya, sebuah mobil meluncur dengan kecepatan tinggi membelah jalanan yg tidak begitu padat yg didalamnya diisi dua onggok manusia yaitu Luis dan bos tercintanya Daniel.
Daniel masih setia memijat ponselnya yg retak di bagian layar (korban pelampiasan). Luis tentu fokus ke jalanan dengan tangan yg begitu lihai memainkan setir.
double kill triple kill maniac kira-kira seperti itu suara yg keluar dari sound hp Daniel yg sedari tadi berposisi miring.
"ahhh teman biadab beraninya menggagalkan savege ku!" protes Daniel tak terima karena timnya membunuh musuh dan mengambil savege yg harusnya didapat Daniel #perihhcuk.
karena kesal Daniel melempar hpnya ke kursi sampingnya lalu melipat tangannya didepan dada. Luis melirik bosnya itu lalu kembali ke jalanan.
"sudah menemukan gadis itu?" tanya Daniel tiba-tiba.
"belum tuan kami masih belum mengetahui keberadaan nona Keysa" jawab Luis pelan.
"Keysa? ohh jadi namanya Keysa" Daniel mengangguk angguk.
Luis yg mendengarnya hanya bisa geleng-geleng. Memang pantas kalau Daniel tak tahu nama Keysa karena dia tak pernah meminta siapapun untuk mencari tau tentang gadis itu.
"siapa nama panjangnya?" tanya Daniel penasaran.
"Keysa Lovata" ucap Luis dengan singkat tanpa kata imbuhan apapun.
"lovata?" Daniel sedikit terkejut, kedua alisnya naik dengan kompak.
"aku mau tau semua informasi tentangnya" pinta Daniel serius.
Luis mengalihkan pandangan ke hpnya sebentar lalu tak lama iPad Daniel dapat notifikasi. Daniel membukanya ternyata itu email dari Luis yg baru saja dikirim.
"secepat itukah?" tanya Daniel tak percaya.
"sudah kusiapkan sejak dulu" jawab Luis tanpa menoleh kebelakang.
Daniel mengangguk paham, sekarang matanya fokus pada tiap huruf yg berjajar rapi meminta untuk dibaca. Tanpa sadar sebuah senyuman terukir manis di wajah Daniel.
"jelaskan yg lebih rincinya padaku!" perintah Daniel.
"Keysa anak kedua keluarga Lovata yg tidak pernah di publish keberadaannya hanya segelintir orang yg tau"
"dulu dia dilahirkan untuk mengganti posisi kakaknya yg menderita leukemia, dia anak yg tidak diinginkan karena berjenis kelamin perempuan ditambah kakaknya ternyata sembuh saat usia Keysa menginjak 12 tahun"
"jadi dia dibuang ke rumah kakek neneknya untuk dirawat mereka sampai akhirnya dia harus kembali lagi ke keluarga Lovata karena kakek neneknya meninggal"
Daniel mengangguk angguk lalu kembali tersenyum, ditatapnya lagi layar benda kotak itu untuk melihat wajah Keysa yg tercantum di email.
__ADS_1