
Keysa menunduk setelah melihat foto yg di tunjukkan pria itu.
"dari gelagat yg kau tunjukkan sepertinya aku tidak salah benarkan?" pria itu memasukkan kembali ponselnya ke dalam saku celana.
"apa yg kau mau? uang tebusan? kau salah paham mereka tak akan memberikanmu uang tebusan kalau aku yg menjadi sandramu, kamu seharusnya menculik kakak ku" ucap Keysa sambil memegangi ujung bajunya sendiri.
"oh baguslah, itu artinya kau tidak terlalu penting dikeluargamu"
Spontan saja Keysa mendongakkan kepalanya, menatap mata pria didepannya sambil mengerutkan keningnya.
"cepat bantu dia siap siap" kemudian pria itu berbalik dan meninggalkan Keysa bersama dengan dua pelayan tadi.
"apa!" Keysa semakin kebingungan dibuat nya. Dia diculik bukan untuk motif penebusan, apa dia akan dijual keluar negeri atau akan di jadikan wanita malam? Memikirkan hal itu malah membuat Keysa menangis karena masa mudanya akan berakhir disini! di usia yg bahkan belum menginjak 20 tahun. Sangat menyedihkan.
para pelayan itu dengan susah payah membopong Keysa yg masih menangis tersedu-sedu ke dalam kamar mandi. 2 jam berlalu akhirnya para pelayan keluar dari kamar yg artinya pekerjaan mereka sudah selesai.
Keysa duduk di sofa kamar dengan gaun putih yg cantik, riasan wajah yg natural dan juga air mata yg tak kunjung mengering. Hingga tak lama pria tadi masuk ke kamar Keysa.
"berhentilah menangis! siapkan dirimu untuk melayani Tuan besar" mendengar hal itu Keysa langsung berdiri sambil menyeka air matanya.
"kau gila! kau mau aku jadi wanita pemuas nafsu!! aku akan keluar dari sini" Keysa berlari menuju pintu, tak sampai tangannya menyentuh gagang pintu dia sudah di tarik pria itu.
"tetaplah tenang disini!! bisakah kau menuruti perintahku!!" pria itu sedikit membentak.
"tidak!! aku tidak akan menurutimu! sekarang lepaskan aku!! biarkan aku keluar dari sini!!" Keysa mendorong bahkan memukul pria itu agar bisa terlepas darinya tapi semua sia sia, hingga dandanan Keysa yg tadinya rapi sudah kembali acak acakan karena melakukan perlawanan.
"diamlah!!" habis sudah kesabaran pria itu, dia mendorong Keysa hingga tersungkur dilantai lalu pergi meninggalkan Keysa tak lupa mengunci pintu kamar itu. Keysa menangis sekencang-kencangnya, melempar semua barang dihadapannya, dan menggedor-gedor pintu dengan kursi rias.
✨✨✨✨✨
di penjara
"sudah dapat?"
__ADS_1
"sudah tuan"
"baiklah sekarang hubungi Daniel, katakan itu hadiah dariku dan minta dia untuk membebaskanku malam ini juga" ucap Leo.
"ada sedikit masalah!" ucap Jovan, dia adalah tangan kanan Leo yg diperintahkan untuk menculik anak dari keluarga Lovata.
"masalah apa?" Leo menaikkan alisnya.
"gadis itu terus memberontak minta di lepaskan, bagaimana jika dia memberontak pada Daniel?"
"bagus, tangkapan yg bagus" Leo tersenyum penuh arti yg membuat Jovan kebingungan dengan tingkah bosnya itu.
"cepat hubungi Daniel aku sudah sangat muak berada disini"
"ba..baiklah" Jovan berjalan keluar untuk menghubungi asisten Daniel.
✨✨✨✨
Daniel berjalan dari lobby kantor dengan gagahnya, didampingi Luis asisten pribadinya dan beberapa petinggi perusahaan. Ditengah jalan rombongan itu berhenti karena suara dering telfon milik Luis. Selesai menerima telfon, Luis langsung melihat kearah Daniel.
Didalam mobil, Daniel hanya sibuk memainkan ponselnya. Suasananya begitu sangat hening sampai akhirnya keheningan itu pecah oleh suara Luis.
"mereka meminta untuk melepaskannya malam ini juga" Luis melirik Daniel dari spion depan.
Daniel meletakkan hp nya lalu melirik Luis yg melihatnya dari spion. "tidak sampai aku mendapatkan yg ku mau"
"baik" Luis mempercepat laju mobilnya menuju lokasi hadiah itu berada.
Akhirnya sampailah mereka di depan sebuah mansion, penjaga gerbang itu lalu membukanya. Daniel diantar oleh beberapa pelayan untuk menuju kamar dimana Keysa disekap. Setelah sampai di depan pintu sebuah kamar, seorang pelayan membukakan kuncinya. Daniel terlihat tak peduli, sampai akhirnya pintu itu terbuka dan tak memperlihatkan apapun di dalamnya.
"dimana hadiahku?" seru Daniel sambil berjalan memasuki kamar di ikuti Luis juga pelayan di belakangnya.
"ahhhkkhh" seseorang membekap leher Daniel dari balik pintu. Tangan kanannya menodongkan pecahan kaca dengan posisi Keysa seperti memeluk Daniel dari belakang.
__ADS_1
"diam atau kaca ini mengenai leher mu"
"Tuannn" teriak pelayan dan Luis kaget.
"kalian semua jangan mendekat atau dia akan terluka" suara Keysa terdengar gemetar karena sebenarnya dia juga takut.
"tenanglah aku tidak akan menggigitmu" jawab Daniel yg muka yg terkasan sangat santai untuk seseorang yg sedang di sandra.
"diam!" Keysa sedikit berteriak, dia bahkan semakin menekan pecahan kaca di leher Daniel hingga menggoreskan luka.
para pelayan kaget melihat keberanian gadis itu, Luis terlihat mencoba untuk mendekati Daniel tapi Daniel sudah mengisyaratkan untuk tetap diam.
"kau ingin membunuhku?" tanya Daniel sambil melirik kesamping, mencoba untuk melihat gadis yg berani menyandra nya.
"tidak! aku mau kau membawaku keluar dari sini! tapi kalau kau macam-macam terpaksa aku akan melukaimu"
terlihat Daniel hanya tersenyum mendengar pengakuan gadis itu. Orang orang disekitarnya menjadi bingung dengan tingkah Daniel, bisa bisanya dia tersenyum saat hidupnya sudah berada di ambang kematian.
"ohh jadi hanya itu yg kau mau? lalu kenapa harus repot-repot melakukan ini, aku kesini memang untuk membawamu keluar dari sini" Daniel masih saja tersenyum, mungkin menurutnya ini adalah adegan yg sangat lucu, mungkin saja.
"apa maksudmu?" Keysa sedikit melonggarkan tangannya.
mengetahui gadis itu mulai lengah, Daniel langsung saja meraup tangan gadis itu dan sekarang membalik posisinya menjadi dia yg menyandra Keysa. Keysa sontak kaget tapi dia sudah kalah telak dari Daniel dan sudah tak bisa berbuat apapun.
"lepaskan aku!!" Keysa berteriak sambil menggeliat mencoba meloloskan diri. Daniel merebut pecahan kaca yg sudah melukai lehernya juga melukai tangan orang yg menggenggamnya lalu melemparnya. Setelah itu Daniel melepaskan Keysa begitu saja.
"hehh bodoh" Keysa menyunggingkan senyum lalu berlari menerobos para pelayan yg berdiri di depan pintu dengan mudahnya.
"jangan di kejar" kata Daniel sambil merapikan kerah kemejanya.
"apa maksud tuan?" tanya Luis bingung.
"biarkan dia lari" dibalas dengan anggukan ragu dari Luis.
__ADS_1
"oh iya jangan lupa tutup gerbangnya" Daniel berjalan melewati Luis dengan senyuman dan dibalas senyuman pula oleh Luis. Luis sekarang tau maksud tindakan bos nya itu, dia hanya mau memberikan harapan palsu kepada gadis malang yg tidak beruntung itu.