TEKA TEKI ISTANA BERHANTU

TEKA TEKI ISTANA BERHANTU
BAB 1 : DUO DETEKTIF


__ADS_3

Riza masuk ke rumah setelah menyandarkan sepedanya,di luar begitu ia menutup pintu terdengar suara ibunya memanggil dari dapur


"Apakah kau itu Riza"


"Ya, Bu"Riza pergi ke pintu dapur ibunya seorang wanita bertubuh langsing dan berambut coklat sedang membuat makanan malam


"Bagaimana di tempat kerjamu tadi"kata ibu Riza yang bernama Sinta


"Baik-baik saja"jawab Riza.jawabannya selalu begitu karena suasana di kantornya tidak pernah berubah selalu terdengar mesin ketikan dan selalu terdengar bunyi printer.


"Tadi temanmu yanto menelpon"kata ibunya lagi sambil terus memasak untuk makan malam


"Iya meninggalkan pesan untukmu"


"Apa katanya"seru Riza bersemangat


"aku tadi mencatatnya ada dalam kantong ku nanti sebentar aku selesaikan dulu masakan ini"


"Hahaha, masa tidak ingat apa yang dikatakannya! Mungkin ia memerlukan aku dengan segera"


"Kalau pesan biasa bisa aku ingat hahaha"ibunya terkekeh pelan


"Tapi Yanto tadi tidak meninggalkan pesan yang biasa membingungkan!"


"Yah Yanto memang suka pada kata-kata aneh"kata Riza Iya berusaha menekan rasa tidak sebenarnya"Iya banyak sekali membaca dan kadang-kadang pembicaraan kita dimengerti"

__ADS_1


"Huh! Bukan cuma kadang-kadang saja"tukas ibunya "temanmu itu sangat luar biasa sampai sekarang aku masih belum bisa mengerti bagaimana ia bisa menemukan cincin kawin ku"


ibunya Riza menyinggung kejadian musim gugur sebelum itu yaitu ketika cincin kawinnya hilang kebetulan Yanto datang pada ibunya Riza dimintanya agar menceritakan segala hal yang diperbuat pada hari cincin itu hilang setelah ibunya Riza selesai bercerita Yanto langsung pergi ke sepen, yaitu bilik tempat menyimpan bahan makanan, Iya meraih tangannya ke atas rak meraba-raba di belakang sederet botol berisi acara tomat, dan seketika tangannya itu ditarik kembali ia sudah memegang cincin kawin yang hilang ternyata Ibu Riza melepaskan dan menaruh di situ ketika mencuci botol botol itu sebelum dipakai,


"aku tidak bisa membayangkan bagaimana ia bisa menebak cincin ku ada di tempat itu"


Kata ibu Riza


"Kurasa ia tidak bisa menebak tapi menarik kesimpulan"kata Riza menjelaskan "begitulah cara otaknya bekerja... Bu tidak bisa sekarang juga Ibu mengambil pesannya?"


"Sebentar lagi"jawab ibunya sambil mengaduk sop yang ada di dalam panci


"oh ya bagaimana persisnya kabar yang dimuat pada halaman depan koran kemarin mengenai Yanto memenangkan hak pemakaian sedan rolls-royce selama 30 hari"


"Baiklah"kata ibunya membersihkan tangan


"tapi sekarang mau apa Yanto dengan sedan Roll Royce yang lengkap dengan sopirnya biarpun cuma untuk 30 hari?"


"Begini Bu kami berniat"


Riza sebenarnya hendak menjelaskan tapi ibunya sama sekali tidak memperhatikan ia menyorocos sendiri


"Sekarang ini segala macam barang bisa dimenangkan"katanya "Aku bahkan membaca berita tentang seorang wanita yang memenangkan hadiah dalam suatu acara televisi .hadiahnya rumah perahu padahal ia tinggal di Gunung jelas aja wanita itu bingung tidak tahu mau diapakan hadiah itu"sambil bicara Ibu Riza mengeluarkan secarik kertas dari celemek nya


"Ini dia pesannya", katanya"disini ku tulis gerbang putih satu mesin cetak sudah mulai bekerja".

__ADS_1


"Wah terima kasih Bu"seru Riza sambil bergegas pergi di ambang pintu ia tertegun sesaat karena dipanggil ibunya.


"Riza apalagi arti pesan itu Yanto memakai bahasa sandi lagi ya"


"Ah tidak itu bahasa jawa yang biasa Bu aku harus cepat-cepat pergi Bu"


Riza bergegas keluar menyambar sepedanya lalu cepat-cepat pergi ke Salva yard


kalau sedang naik sepeda penopang kakinya nyaris tak terasa mengganggu sama sekali alat itu dipasang ke kakinya oleh dokter Brandon sebagai akibat kecelakaan yang dialami olehnya ketika sedang mencoba seorang diri sendiri mendaki salah satu Bukit


Riza sampai di Salva yard,yang letaknya sedikit di luar pusat kota tempat itu dulunya bernama Jangyard,sampai akhirnya Yanto berhasil membujuk pamannya agar menukar nama itu lebih gengsi katanya kalau Jangyard berarti tempat nongkrong, kalau Salva yard artinya lebih mentereng bisa ditafsirkan sebagai tempat penyimpanan barang bekas,dan kini yang diperjualbelikan di situ bermacam-macam barang unik di samping barang bekas yang biasanya orang biasa berdatangan ke situ kalau memerlukan sesuatu yang tidak bisa diperoleh di tempat jauh kadang-kadang bahkan ada yang sengaja datang dari jauh untuk pergi ke situ tempat ini menghasilkan bagi setiap anak laki-laki dan mungkin juga anak perempuan coraknya yang luar biasa sudah kelihatan dari jauh yaitu dengan melihat pagar papan yang mengelilingi untuk memecatnya paman Adi memakai cat dengan bermacam-macam warna yang diborong nya sebagai barang bekas yang tidak terpakai lagi.beberapa seniman setempat membantu Paman Andi mengecat pagar itu karena Paman Adi itu selalu menghadiahkan barang-barang bekas yang mereka perlukan tanpa meminta bayaran.


Riza melewati gerbang depan yang dilengkapi dengan sepasang pintu besar dari besi yang didapat dari pekarangan gedung yang terbakar habis.Riza bersepeda hampir 100 m lebih jauh lalu berhenti dekat pojok pekarangan pagar di situ dihiasi dengan gambar laut berombak biru serta kapal layar bertiang 2 yang berkembang ambing dilanda badai. Tempat itulah yang dijadikan pintu masuk pribadi oleh Yanto dengan penamaan gerbang putih satu.Riza menekan mata seekor ikan yang muncul dari air memandang perahu layar yang nyaris tenggelam kedua papan putih langsung terangkat ke atas


Riza mendorong sepedanya melewati celah sempit di pagar setelah itu kedua papan diturunkannya kembali ia sudah berada dalam pekarangan tempat penjualan barang bekas di sudut yang oleh Yanto dijadikan bengkel tempat itu terbuka kecuali atap selebar kira-kira 2 meter yang terpasang sepanjang sisi dalam pagar Paman Adi menaruh barang-barang yang masih baik di bawah atap itu


ketika Riza masuk ke bengkel Yanto sedang duduk di sebuah kursi putar yang sudah tua


Cara menggigit gigit bibir tandanya otaknya sedang bekerja kerasPaman Adi sibuk dengan sebuah mesin cetak kecil alat itu dulunya dibeli yanto dalam keadaan rusak.


Dan Yanto mengutak-atik sampai akhirnya bisa dipakai


Mesin cetak itu bergerak mundur maju berdentang.


^^^SITIHABIBAH89^^^

__ADS_1


__ADS_2