
Walau kakinya lebih panjang tapi Riza merasa sulit mengikuti kecepatan temannya berlari jantungnya yang sudah bekerja keras tiba-tiba,seperti berhenti berdetak ia mendengar langkah orang lain di belakang mereka.
"Ada orang..."katanya tersengal-sengal","ada orang... Mengejar... Kita!
Sambil lari Yanto masih sempat menggeleng
"Itu cuma gema langkah kita pada tembok"katanya terputus-putus.
tapi menurut Yanto bunyi langkah itu tidak kedengaran seperti gema atau bahkan sama sekali tidak seperti langkah manusia!tapi begitu mereka sudah melewati tembok langkah itu juga lainnya ternyata sekali lagi Yanto benar.
Tadi itu cuma bunyi gema
tapi sama sekali bukan gema yang menyebabkan Riza tercekam rasa nyeri yang luar biasa, ketika masih berada dalam serambi bundar di istana tersebut, itu diketahuinya dengan pasti!
Langkah lari mereka mulai diperlambat,untuk melewati batu-batu besar yang menyebabkan jalan yang dilalui menyempit,tapi mereka tetap lari karena tidak ada alasan untuk berhenti di tempat itu
Kini mereka melewati tikungan jalan.
__ADS_1
Bangunan seram yang besar sudah tidak kelihatan lagi di belakang mereka, jauh di depan dalam lembah nampak kelap-kelip cahaya lampu lampu kota, dan tak sampai 100 m, di depan mereka masih menunggu mobil Roll Royce dengan tuan Arul yang di dalamnya
Riza dan Yanto berlari kecil menghampiri mobil, tahu-tahu terdengar jeritan melengking jauh di belakang mereka.bunyinya aneh diakhiri dengan suara tercekik seakan-akan menjerit itu dan Riza tidak mau membayangkan apa yang terjadi pada yang berteriak itu sehingga akhirnya kedengeran begitu aneh baginya,
mereka sampai di samping Roll Royce yang lapisan emasnya berkilauan kena sinar bintang pintu dibukakan dari dalam dan Riza menjatuhkan diri ke jok belakang, sementara Yanto bergegas ikut masuk
"Arul!"seru Yanto."kita pulang secepatnya!"
"Baiklah tuan Yanto"kata sopir jangkung yang selalu sopan itu lalu menghidupkan mesin mobil sesaat kemudian mobil itu sudah meluncur makin lama makin cepat menyusul tikungan demi tikungan menuju lembah yang di bawah.
Yanto mendahului masuk lewat"dua gampang"
Nama sandi untuk jalan termudah memasuk markas besar,wujudnya pintu besar terbuat dari kayu kokka yang kokoh pintu itu masih terbingkai dan nampaknya seperti tersadar begitu saja pada setumpuk batu granit yang berasal dari sebuah bangunan yang dirobohkan
Yanto lalu mengambil sebuah anak kunci yang besar dan sudah berkarat dari peti yang penuh berisi barang tua. Peti itu sama sekali peti itu sama sekali tidak menarik perhatian, dengan anak kunci itu dibukakannya pintu dan sambil merunduk mereka masuk ke dalam
kini mereka sampai dalam sebuah ketel tua yang berasal dari mesin uap yang sangat besar sambil membungkuk sedikit mereka menuju sisi belakang ketel .di situ mereka menyusup ke dalam sebuah lubang dan langsung masuk ke markas kedua remaja itu menatap, benda tersebut tanpakedua remaja itu menatap benda tersebut tanpa berkutik selama itu pesawat telepon itu belum sekalipun pernah berdering, baru sekitar 1 minggu yang lalu Yanto memasangnya ketika mereka mengambil keputusan untuk membuat usaha berupa duo detektif.menurut rencana mereka semuanya akan dibayar dengan uang pembayaran yang diterima dari Paman Titus upah pekerjaannya membetulkan barang-barang bekas yang rusak. Kenyataannya kini pesawat itu berdering dering
__ADS_1
Riza meneguk ludah untuk melenyapkan rasa kagetnya
"Jawab dong"katanya serak
"Memang begitu maksudku"jawab Yanto,lalu meraih gagang telepon
"Halo...HALLO"?
di dekatnya pesawat itu ke loudspeaker yang dibuatnya dari barang bekas bekas sebuah radio yang tua tidak terpakai lagi dengan begitu semua bisa mengikuti pembicaraan tapi yang terdengar hanya bunyi mendengung pelan
terdengar lagi dengan yang tadi kedengarannya seperti jauh sekali di tempat yang sunyi kemudian menyusul suara seperti tergagap-gagap seolah-olah yang sedang bicara itu sudah lama tidak bisa bicara lagi tapi ingin sekali mengatakan sesuatu.
"Janganlah"kata suara itu lalu setelah terdiam sebentar dan disambung sepatah kata
"Jangan"kata suara itu "jangan...Datang!"
^^^SITIHABIBAH89^^^
__ADS_1