TEKA TEKI ISTANA BERHANTU

TEKA TEKI ISTANA BERHANTU
BAB 19 : MR.Adelbert Mengadakan Kompromi


__ADS_3

Keesokan paginya, ketika mobil rolls-royce sedang meluncur membawa mereka ke Hollywood untuk mengunjungi Adelbert, Yanto kelihatannya tidak begitu bahagia. Alvin tahu kenapa kawannya itu begitu. Yanto masih jengkel terhadap dirinya sendiri, karena tidak bisa menarik kesimpulan bahwa pembisu dan Steven teril sebenarnya orangnya itu-itu juga.


Riza tidak ikut sekali itu, karena masih ada pekerjaan lain.


"Begitu Arul mengatakan bahwa dalam lorong rahasia dibawah istana banyak burung parkit berterbangan,"kata Yanto setelah agak lama diam saja,"aku langsung menyadari burung-burung itu pasti kepunyaan Mister Rex,dan terowongan bawah tanah itu tentu ujung-ujungnya dalam kandang di mana ia memelihara burung burung itu.Dan Mr.Rex lupa menutup pintunya.Tapi aku sama sekali belum menduga Mr.Rex itu sebenarnya adalah Mr.Terrill."


"Tapi yang lainnya kan berhasil kau ketahui semuanya,"kata Alvin."sampai dengan kenyataan bahwa Steven steril masih hidup dan walau selama beberapa waktu ke sempat terkecoh. Kau bisa terhadap dirimu."


Tapi Yanto hanya menggelengkan kepala.


...----------------...


Kali kini mereka tidak mengalami kesulitan untuk berjumpa dengan Mr Adelbert.penjaga di gerbang besar melampai sebagai tanda bahwa mereka boleh terus.beberapa saat kemudian kedua remaja itu sudah duduk dalam kantor sutradara kenamaan itu.


"Nah," Kata Mr.Adelbert dengan suara yang berat,"ada yang hendak kalian laporkan ?"


"Kami berhasil menemukan istana yang ada hantunya tuan,"kata Yanto.


"Ah kalau begitu ?"Alis sutradara itu naik ke atas akan akan heran."lalu hantu yang ada di situ seperti apa jenisnya."


"Itulah repotnya,"kata Yanto berterus terang.


"Hantunya seseorang yang masih hidup, bukan arwah orang mati."


"Hmmm sungguh menarik juga kedengaran,"Kata Mr.Adelbert.Ia menyandarkan diri kepunggung kursinya."Coba ceritakan."

__ADS_1


Mr.Adelbert mendengarkan dengan tekun sementara itu Yanto bercerita dengan asyik.ketika remaja itu selesai memaparkan pengalamannya bersama kedua temannya, sutradara itu mengatakan,"Aku senang mendengar bahwa Steven terril ternyata masih hidup.Ia pemain film yang ternama pada zamannya.Tapi terus terang saja,aku ingin tahu bagaimana caranya.menimbulkan suasana dalam istananya sehingga perasaan itu menghinggapi setiap orang yang masuk ke situ."


"Katanya,ia segan menceritakan pada kami ,sir." Jawab Yanto."Tapi saya rasa,saya tau bagaimana caranya.Saya memperlajari sebuah buku tentang orgel,karena ingin membantu paman saya yang sibuk memasang orgel tua yang dibeli olehnya.Saat itu saya menemukan keterangan bahwa getaran sub-sonik jadi getaran bunyi rendah tak tertangkap oleh telinga mausia dan menimbulkan pengaruh terhadap sistem syaraf kita."


"Menurut dugaan saya,Sir,diantara pipa-pipa suara orgel Mr.Terrill yang katanya rusak itu ada beberapa yng menimbulkan getaran tak terdengar,yang menimbulkan syarat manusia.Kalau orang yang merasakannya masih agak jauh, ia jadi gelisah ,dan akhirnya merasa ngeri yang semakin lama semakin memuncak."


Alvin melirik yanto.Jadi itu rupanya sebabnya,kenapa Yanto bersikeras menyuruh nya beserta Riza datang ke Istana itu pada hati itu juga ? Alvin hendak mengucapkan kata-kata pedas.Tapi tidak sempat,karena Mr.Adelbert sudah lebih dulu berbicara lagi.


"Anak muda," katanya pada Yanto,"kalian kelihatannya berhasil dengan baik, dalam menyebarkan rahasia teka-teki istana . Tapi kini bagaimana dengan Steven Terril ? Menurut pendapatku kalian tidak menolong dia dalam penyingkapan rahasianya itu."


Yanto nampak kagak enak mendengar kecaman itu.


"Mr.Terrill punya gagasan,yang nampaknya sangat digandrungi oleh nya,".Katanya berusaha menjelaskan."Ia bermaksud untuk menyerahkan uang yang selama ini ditabungnya dari hasil penjualan burung burung parkit ke bank.Ia mempunyai rencana tertentu dan saya yakin Bang pasti bersedia memberi kredit lagi padanya apabila mendengar penjelasannya mengenai rencananya itu."


"Begini, Sir mula-mula ia hendak muncul kembali sebagai Steven terril, bintang film yang lama dikira sudah mati dan bertempat tinggal lagi di istananya. Pasti akan banyak berita sensasi mengenai dirinya dalam koran koran."


"Ia bermaksud akan membuka istananya sebagai tempat tontonan. Tentu saja dengan menarik uang masuk, ia handak mempertunjukkan film-film seramnya dalam ruang proyeksi. Ia juga akan mengijinkan para pengunjung berkeliaran dalam istananya yang dibiarkan keadaannya seperti sekarang. Para turis akan datang berduyun-duyun untuk menonton filmnya,dan untuk menikmati rasa ngeri yang ditimbulkan oleh kabut kengerian serta perlengkapan lainnya yang ada dalam istana itu.


"Mr.Terrill juga akan mendemo serasikan peranannya sebagai berbagai tokoh seram yang pernah dimainkannya dalam berbagai film-film,dan untuk menikmati rasa ngeri yang ditimbulkan oleh kabut kengerian serta perlengkapan lainnya yang ada dalam istana itu."


"Mr.Terrilljuga akan mendemonstrasikan peranannya sebagai berbagai tokoh seram yang pernah dimainkannya dalam berbagai film, dengan memakai berbagai kostum yang masih disimpan oleh Nya. Saya merasa pasti rencananya itu akan sangat sukses."


"Hmmm."Mr.Adelert mengamati mengamati remaja bertubuh gempal yang duduk di depannya.


"Kurasa rencana yang baru saja kau paparkan itu berasal dari gagasan mu, Tapi biarlah Trio detektif telah menunaikan tugasnya dengan sangat baik, walau tidak berhasil menemukan istana yang sungguh-sungguh berhantu bagiku."

__ADS_1


"Terima kasih tuan,"kata Yanto."bagi kami itu besar sekali artinya.


"Mungkin ini bisa menghibur perasaan kalian,"kata Mr.Adelbert."ternyata menemukan istana yang benar-benar berhenti sulit sekali, sehingga akhirnya aku terpaksa melepaskan rencanaku itu. Sekarang Apa rencana kalian selanjutnya,?"


mulut Alvin sudah gatal saja ingin mengatakan bahwa rencana mereka sekarang hidup tenang dan santai, untuk melupakan berbagai pengalaman seram yang dialami ketika sedang mengusut misteri istana. Tapi lagi-lagi Yanto lebih dahulu membuka mulut.


"Kami ini tim penyelidik, Mr.adelbert.karenanya kami akan langsung mencari kasus lain yang perlu diusut rahasianya."


Mr.Adelbert tersenyum. Senyumnya agak aneh. Seakan-akan menyembunyikan sesuatu. Tapi mungkin juga itu cuma perasaan Alvin dan Yanto saja.


"Kalau begitu Aku mau memperkenalkan kisah kasus itu pula,"


"Terima kasih tuan,!"kata Alvin dan Yanto serempak.


"Tapi dengan satu syarat!"Kata Mr.Adelbert dengan tegas."kasus itu harus menarik untuk diceritakan Menurut pendapatku,kalau cuma menemukan burung nuri biarpun Nuri itu Gaga tidak cukup menarik untuk diceritakan.kalau kasus itu ternyata gampang dan biasa saja persoalannya dengan sendirinya aku akan lepas tangan,"


"Anda mengatakan tadi burung itu gagap tuan,"


Tanya Alvin. Matanya bersinar menandakan bahwa minatnya mulai timbul.


"Betul begitulah kataku,"jawab sutradara itu.


"Ya,tuan"jawab Yanto.


"Terimakasih,tuan"kata Yanto.

__ADS_1


Mr.Adelbert memperhatikan Mereka pergi. Ia tersenyum simpul


__ADS_2