TEKA TEKI ISTANA BERHANTU

TEKA TEKI ISTANA BERHANTU
BAB 11 : PERINGATAN


__ADS_3

Dua hari berlalu sejak Yanto mengalami kecelakaan, waktu itu ia cepat-cepat diantar Paman Adi ke rumah sakit, di mana seharian penuh Yanto sibuk diperiksa pergelangan kakinya. Setelah diperiksa ternyata tidak patah, kakinya lantas direndam dalam semacam larutan. Dia diperbolehkan pulang. Menurut dokter yang memeriksa, sebentar lagi Yanto sudah boleh pulang dan berjalan lagi, walau untuk sementara masih pincang.Dokter itu malah menyarankan agar ia dengan segera mencoba berjalan.


tapi untuk sementara Yanto masih terkapar di tempat tidur dengan kaki yang berbalut perban.


sementara itu ada kemungkinan membisu sudah berhasil menemukan rumah berhantu yang diperlukan untuk lokasi pembuatan filmnya. Kelihatannya Duo detektif akan terhenti usahanya. Sebelum sempat benar-benar memulainya.


Riza duduk di sisi tempat tidur Yanto. ketiganya merasa agak lesu.


"Sakit ya"tanya Riza ketika dilihatnya muka Yanto mengernyit sewaktu bergeser sedikit di tempat tidur.


"ini salah aku sendiri, kenapa tidak hati-hati,"katanya."tapi kita lanjutkan saja rapat yang tidak jadi waktu itu, pembahasan pertama mengenai suara misterius yang menelepon, segera setelah kita pergi ke istana, kata Arul,dia merasa malam itu ada yang membuntuti kita. Besar kemungkinannya orang itu adalah Skinny Norris."


"Memang,"kata Riza,"dia tahu kita tertarik pada tempat itu,"


"Tapi skinny Mana mungkin bisa mengubah suaranya, sehingga kedengarannya kayak begitu,"bentah Riza,"berat seperti suara dari dalam kubur! Padahal Skinny suaranya kan lebih mirip suara kuda meringkik".


"Memang bener tapi cuma itu satu-satunya kemungkinan yang bisa kubayangkan,". Kata Yanto.ia mengernyit kesakitan, sementara memindahkan letak kakinya."sampai ada bukti bukti nyata, Aku tidak mau percaya bahwa makhluk halus bisa menelpon".


"Ya baiklah,"kata yanto."lalu seterusnya bagaimana? Siapa orang misterius yang menyebabkan batu-batu longsor?"

__ADS_1


"Ya siapa?"tukas Riza,"Aku kepengen sekali bisa membekuk leher orang itu,!"


"Untuk sementara kau anggap saja persoalan itu tidak ada"kata Yanto."kita sekarang tahu pasti dia bukan Skinny Norris,mungkin saja orang itu sama sekali tidak ada sangkut-pautnya dengan urusan kita.mungkin cuma seseorang yang sedang berjalan-jalan di tepi ngarai, dunia menyebabkan batu longsor itu secara tidak sengaja.


kedua pertanyaan itu menyibukkan mereka tanpa ditemukan jawabannya nya, Yanto menggaruk-garuk kepalanya.


Saat itu Bibi Jessie masuk bergegas-gegas


"Hampir saja aku lupa memberi tahu kalian,"katanya,"kemarin pagi ada kejadian aneh sebelum kau kembali dari rumah sakit, Yanto!Tapi saat itu begitu repot".


"Kejadian aneh apa bibi,?"tanya Yanto


"ada seorang wanita tua kelihatannya dia dari kaum pengembara. Tapi aku tak tahu perlu atau tidak ku katakan pada kalian".


"Aku ingin sekali tahu, Bibi Jessie".


"Ah sebetulnya apa yang dikatakan toh omong kosong belaka. Pokoknya saat itu datang seorang wanita tua berpakaian seperti kaum pengembara. Ia mengetuk pintu lalu dalam logat mereka yang aneh mengatakan bahwa Ia mendapat firasat bahwa kamu mengalami kecelakaan, Yanto. Karena itu Ia datang untuk menyampaikan peringatan."


Peringatan dari seorang wanita pengembara !

__ADS_1


Kedua remaja itu saling melirik,


"Pokoknya,"sambung Bibi Jessie,"akhirnya aku mengerti bahwa ketika ia sedang membaca nasib lewat kartu, tiga kali berturut-turut datang pesan untuk memperingatkan dirimu. Datang pesan untuk kau disuruhnya menghindarkan diri dari huruf-huruf T.S,atau orang-orang yang singkatan namanya begitu. Kata wanita itu kecelakaan yang kau alami disebabkan T.S dan T.S akan terus membawa bencana bagi dirimu jika kau tidak menghindarinya. Aku cuma tertawa saja kukatakan pada wanita tua itu ia benar ku katakan T.S terlalu Senang. Setelah itu ia pergi lagi.kasihan kalau orangnya sudah tua sekali dan serampangan sampai timbul dugaanku ia tidak begitu beres otaknya".


Setelah itu Bibi Jessie pergi lagi meninggalkan kedua remaja itu saling berpandangan.


"T.C "kata Riza dengan suara serak,"singkatan dari teror istana,"


"Mungkin wanita itu sengaja di sewa Skinny noris untuk menakut-nakuti kita"kata Yanto dengan muka agak pucat."cuma kurasa akal sijengking itu tidak begitu panjang.membawa tikus kemari ke sana Itu sudah merupakan kesenangan yang paling hebat."


Yanto menatap Riza


"Jadi mau saja ditertawakan Skinny Norris,?"katanya."sekarang pun ia sudah menganggap kita gagal menjadi detektif. Dan ia sudah menunggu-nunggu kesempatan untuk menyebarluaskan kegagalan kita. Karena itu kita terus bertindak cepat mendahuluinya, kecuali itu".


Tambahnya


"Apa maksudmu"tanya Riza


"Orang-orang lain yang juga mengusut rahasia peneroran istana, tidak seorang pun mendapat peringatan. Baru kita yang diperingatkan agar menghindari tempat itu. Ini menyebabkan timbul dugaanku bahwa tanpa kita sadari,kita saat ini sudah hampir berhasil menyibakkan misteri kengerian aneh yang menyelubungi istana berhantu itu".

__ADS_1


"Katakanlah kau benar-benar Apa gunanya bagi kita,"kata Riza,"kau terkapar di tempat tidur! Sedangkan aku tidak bisa berbuat apa-apa selama kakimu masih sakit."


"Itu tidak seluruhnya benar,"bantah Yanto."kemarin malam karena tidak bisa tidur menahan sakit, aku lantas mengatur rencana lain. Kamu harus meneruskan kegiatan kita memeriksa peneroran istana, sementara aku disini memikirkan teka-teki selebihnya?"


__ADS_2