TEKA TEKI ISTANA BERHANTU

TEKA TEKI ISTANA BERHANTU
BAB 9 : CERITA MR.JOHAN


__ADS_3

Laki-laki jangkung botak itu datang bergegas.


"Kalian jangan bergerak!"bisiknya."jangan bergerak, jika masih ingin hidup"


Riza tidak perlu diperingatkan lagi. Dia memang sudah tidak mampu berkutik.parang berkelebat mengiris udara antara dia dan Yanto. Laki-laki yang melontarkan berseru kecewa.


"Akh...meleset!"


Setelah itu dia melepaskan kacamata hitamnya. Dia berkedip-kedip sesaat. Ternyata matanya bersinar ramah, karenanya tampangnya juga tidak begitu menyeramkan, seperti semula.


"Tadi ada ular dalam rumput, di belakang kalian,"katanya ."Disini kadang kadang berkeliaran ular berbisa.Aku harus mencoba mengenainya dengan lemparan parang tadi "


Laki laki tersebut mengambil selembar sapu tangan berwarna biru hitam,lalu menyeka kening.


"Aku tadi sedang membersihkan semak diatas bukit," kata nya lagi."Semak yang kering cepat sekali terbakar,jadi perlu disingkirkan,Tapi pekerjaan begitu sangat memeras keringat.Bagimana kalau kalian minum air dingin bersama ku ?"


Sementara itu Riza dan Yanto sudah mulai terbiasa mendengar suaranya yang berbisik bisik, Menurut dugaan mereka, penyebabnya pasti luka di leher.


Johan  berjalan mendahului mereka ke rumah gubuk nya.Dalam sebuah ruangan yang satu terdapat berdinding kawat nyamuk,nampak kursi kursi santai serta sebuah meja.Diatas meja terletak Kendi gelas berisi minuman dengan bongkahan es diatas nya.


"Aku hidup dari usaha Mengembiakkan burung kenari",kata Mr.Ek, sementara ia menuangkan air dingin ke dalam gelas.setelah menyuguhkan pada Yanto dan Riza,ia pergi sebentar ke kamar sebelah


Yanto meneguk minumannya sambil termenung.


"Bagaimana pendapatmu sekarang tentang Mr.Ek?


Tanyanya setelah beberapa saat pada Riza


"Kelihatannya ia ramah,"jawab Riza.


"Maksudku, apabila sudah terbiasa mendengar suaranya."


   "Ya,ia memang sangat ramah.cuma aku agak heran,apa sebabnya ia mengatakan saja menebas dengan parang? Padahal kelihatan jelas,tangan dan lengannya bersih,kalau ia tadi benar benar habis memotong semak kering, tentunya ada ranting-ranting kecil tersangkut ke tangannya".

__ADS_1


    "Tapi untuk apa ia repot repot tidak mengatakan yang sebenarnya pada dua remaja yang baru dilihatnya untuk pertama kali dilihat? Untuk apa ia bohong pada kita?


Yanto menggeleng


"Aku juga tidak mengerti sebabnya,Tapi jika ia tadi cukup lama sibuk menebas belukar, bagaimana, mungkin disini sudah tersedia kendi yang berisi minuman dingin,dan es di dalamnya boleh dibilang masih utuh?"


"Aduh,kau ini!" Tukas Riza , "mungkin jawabannya gampang saja.mungkin ia memang senang air dingin lemon."


"Jawaban selalu gampang, apabila sudah diketahui.Hanya apabila belum diketahui,itu yang sulit nya minta ampun!".


   Yanto langsung terdiam,karena pada saat itu Mr.Ek datang lagi.ia sudah berganti baju.kini memakai baju sport berkerah, sementara lehernya terdapat sebuah syal merah.


"Ada orang yang merasa tidak enak dengan,bekas luka dileher." Bisiknya. "Karenanya aku biasa menutupinya dengan syal,kalau ada tamu.Luka ini tanda mata perlawanan ku ke Jepang,Ketika aku masih muda.Aku terlibat dalam perkelahian di sana.Tapi omong omong,ada perlu apa sebetulnya kalian kemari?"


Yanto menyerahkan kartu nama Biro Duo detektif.Johan menerima kartu itu dan mengamati-amatinya sesaat.


"Biro Duo detektif,hm"," katanya,"Lalu kalian sedang menyelediki apa sekarang?"


Yanto lantas menjelaskan bahwa kedatangan mereka untuk meminta keterangan tentang Steven Job. Sementara itu Mr.Ek memakai kacamata hitamnya.


"Kami ingin tahu,"kata Yanto,"apakah Mr.job,mungkin menjelma menjadi hantu jahat yang mengusir setiap orang yang berani memasuki rumah tempat ia tinggal semasa hidupnya".


Dibalik kacamata hitam,mata laki-laki jangkung itu seakan-akan sedang meneliti kedua remaja itu dengan waspada.


"Pertanyaanmu itu bagus sekali". Katanya kemudian."sebaiknya aku jawab begini saja. Temanku Steven,sebetulnya sangat pemalu dan berhati lembut kalau dia dalam film selalu memainkan peran hantu dan monster, karena waktu tak nya yang pemalu itulah aku di kontraknya menjadi pengelola bisnisnya. Dia sendiri tidak sanggup menghadapi orang lain dalam hubungan dengan bisnis. Coba lihat saja foto ini,"


Mr.Ek meraih ke belakang,mengambil sebuah photo besar yang dipajang di atas meja.foto itu menampakan dua orang laki-laki yang sedang berdiri di ambang pintu sambil bersalaman. Yang satu jelas pembisu. Sedang yang, dan kelihatannya lebih muda.Rupanya itulah foto asli dari foto dalam koran yang disertakan dalam berkas laporan Riza.


Foto itu dibubuhi tulisan :. Untuk sahabat karibku j.n dari Steve.


"Dari sini bisa kalian lihat, akulah yang menangani segala urusan bisnisnya."kata Mr.Ek


"Aku bisa menghadapi orang-orang yang! Mereka segan berbantah dengan aku.dengan begitu step bisa mencurahkan seluruh tenaga dan bakatnya untuk bermain film. Steve sangat serius mengenainya.dia senang bisa mengaktifkan penonton dan menakuti mereka,tapi ketika dalam filmnya yang terakhir para penonton terpingkal-pingkal mendengar suaranya yang melengking, dia patah semangat. Satu-satunya yang paling tidak disukainya ialah ditertawakan orang. Kurasa kalian tentu bisa memahami hal itu."

__ADS_1


"Ya,tuan."kata Yanto."saya bisa membayangkan perasaan nya. Saya juga tidak senang ditertawakan."


"Ya begitulah,"kata Mr.Ek dengan suaranya yang berbisik-bisik,"berminggu-minggu lamanya setelah film itu beredar, TV tidak mau keluar dari istana, semua pelayannya diberhentikan oleh Nya. Aku yang selalu berbelanja untuknya. Laporan tidak henti-hentinya mengalir masuk. Memberitakan bahwa penonton selalu terpingkal-pingkal, di mana saja filmnya, aku mendesaknya agar merupakan saja kejadian yang telah lalu, tapi ia tetap saja murung,"


"Akhirnya aku disuruh menarik sebuah copy film-film lamanya yang masih ada.Steve bertekad film-film itu tidak boleh dilihat siapapun lagi. Aku berhasil mengumpulkan film-film itu, dengan biaya tidak sedikit, saat itu hanya kami berdua saja yang ada di ruang utama istana, aku di tatapnya dengan mata mereka tak akan bisa mengusir aku dari sini'Tak peduli apa yang apa yang terjadi dengan jasad ku, tapi arwah ku tetap akan ada di sini untuk selama-lamanya",


Suara berbisik-bisik itu terdiam. Kacamata gelap menghadap ke arah Yanto dan Riza, seperti tatapan mata makhluk asing, Riza bergidik


"Hii,"katanya seram."dari cerita anda, kedengarannya seperti dia sudah berniat hendak menjadi hantu",


"Ya betul,"sambut Yanto."tapi Mr.Ek kalau anda tadi mengatakan Mr Steven lemah lembut wataknya. Orang seperti itu sulit bisa dibayangkan akan menjelma menjadi roh jahat,yang menimbulkan kengerian luar biasa dalam hati setiap orang yang memasuki istana itu."


"Kau bener, nak"kata laki-laki botak itu."tapi makhluk-makhluk gaib yang menimbulkan kengerian orang-orang itu, mungkin bukan arwah kawanku. Barangkali saja yang menakut-nakuti itu hantu lain yang lebih menyeramkan. Keras sekali dugaanku,"


"Hantu-hantu lain yang lebih jahat"Riza meneguk ludah beberapa kali


Yanto dan Riza mengangguk


"dan kalian juga mendengar tentang pesan tertulis yang ditinggal dalam istana,dalam pesan di mana dikatakan bahwa tempat itu terkutuk untuk selama-lamanya".


kedua remaja itu sekali lagi menggangguk sementara mata mereka tetap terus ke wajah MR. Ek.


"Polisi merasa pasti, kawanku itu membunuh diri dengan jalan menjatuhkan mobilnya ke kaki tebing"kata Johan."dan kurasa dugaan mereka tepat. Tapi aku sendiri tidak pernah lagi melihat staf sejak pembicaraan terakhir kami yang sudah aku ceritakan tadi. Aku disuruhnya pergi setelah diminta berjanji tidak menginjak tempat itu lagi."


"Aku ingin tahu, apa yang dipikirkannya pada saat ia menulis surat itu. Ingat semasa hidupnya Iya kerjanya membuat orang takut. Lalu kemudian orang-orang menertawakan dirinya. Mungkin saja kan. Dia bertekad setelah mati melanjutkan kerjanya menakut-nakuti. Untuk menunjukkan bahwa dirinya tidak bisa seenaknya saja dijadikan bahan tertawaan,"


"Dia juga memberi bahan bangunan dari puing-puing gedung tua di Inggris,dimana seorang gadis cantik mati tergantung diri karena tidak mau dinikahi dengan orang laki-laki pilihan orang tuanya.dia mengimpor batu yang berasal dari sebuah istana di tepi sungai rhein di Jerman,yang kabarnya berpenghuni hantu seorang pemain musik yang mati di situ setelah dikurung selama bertahun-tahun dalam sel bawah tanah di situ."


"Aduh!"seru Riza."apabila segala arwah itu kini gentayangan dalam istana,tidak mengherankan jika tempat itu tidak bisa ditinggali lagi dengan."


"Itu mungkin benar tapi mungkin juga tidak."kata Johan dengan suaranya yang nyaris berbisik."yang kutahui dengan pasti cuma bahwa bahkan kaum gelandangan dan pencuri pun tidak ada yang berani mendekati istana itu. Sekali sebulan aku datang ke sana Lalu berdiri di depannya, untuk melihat keadaan satu-satunya peninggalan sahabat karibku".


Reza meneguk ludah karena merasa ngeri

__ADS_1


Mr.Ek melepaskan kacamata hitamnya, sementara matanya berkedip kedip.


__ADS_2