
Riza mendorong sepedanya menghampiri gerbang putih satu. Napasnya terengah-engah saat itu sudah agak sore.
Sialan,kenapa harus pada saat begitu bannya bocor umpat nya dalam hati
Riza mendorong sepedanya,masuk ke dalam pekarangan tempat penimbunan barang bekas itu,
Di situ iya menggeser sepotong kisi-kisi besi yang sudah tua yang kelihatannya seperti kebetulan saja disandarkan pada kaki semua meja yang sudah tua,di belakang kisi-kisi itu ada pipa seng yang besar dan, Riza menyusup masuk ke dalam pipa itu, lalu mengembalikan kisi-kisi,tadi ke tempat semula,setelah itu ia merangkak rangkap secepat mungkin kakinya yang cedera menyusuri dalam pipa, jalan di yang dilaluinya itu ada dua terowongan, salah satu jalan rahasia untuk masuk ke markas besar jalan itu berujung pada sebuah panel dari kayu. Riza mendorong panel itu ke atas Iya sudah sampai dalam markas besar yang disebut markas besar itu sebetulnya sebuah tripleks yang panjang sepuluh meter , Paman Adi membelinya tahun sebelumnya,sejak itu sudah banyak sekali berbagai jenis barang bekas,yang di perbaiki oleh dua remaja itu di luarnya dengan bantuan paman dan Paman aji,
Dan hanya Yanto dan Riza saja yang tahu bahwa ada tripleks yang tersembunyi dengan baik itu kini sudah menjadi kantor yang serba ada,serta kamar gelap
begitu pula berbagai jalan masuk yang tersembunyi.
Ketika Riza muncul dari pipa seng Yanto sedang duduk di sebuah kursi putar bekas yang sudah diperbaiki nya di belakang meja yang ujungnya hangus,karena terbakar semua peralatan yang ada di markas mereka merupakan barang bekas yang telah diperbaiki sehingga bisa dipakai kembali.
"Kamu sedikit terlambat datang"kata Yanto seolah-olah Riza sendiri tidak menyadarinya
__ADS_1
"Band ku tiba-tiba kempes". Nafas Riza masih terengah-engah"ya karena sesuatu hal yaitu tertusuk paku besar ketika baru saja keluar dari kantor ku"
"Ada yang berhasil kamu temukan"
"tentu saja aku bahkan terlalu banyak menemukan data tentang istana berhantu yang namanya peneroran istana,!"
"Peneroran istana apa yang kau bilang bukankah itu mustahil ada "seru Riza iya bergidik
"Tunggu dulu", potong Yanto "sama sekali belum mendengar tentang keluarga yang terdiri dari 10 orang yang pernah mencoba tidur di sana semalam sejak saat itu mereka lari tunggang langgang"
"Mulai dari awal"pinta Riza "sebutkan fakta faktanya secara berurutan"
Riza membuka sebuah sampul besar berwarna hitam,yang di bawa."tapi sebelumnya perlu kuceritakan"Brandon Morris sepanjang pagi tadi tidak bosan-bosannya mondar-mandir di belakangku berusaha mengintip Apa yang kulakukan waktu itu"
"mudah-mudahan kau tidak memberi kesempatan pada si konyol itu untuk mengetahui apapun juga"tukas yanto
__ADS_1
"sudah jelas aku tak mau mengatakan apa-apa padanya tapi anak itu ngototnya ampun-ampunan, ketika aku tiba di kantor ia mencegah aku karena ingin menanyakan tentang mobil yang di menangkan hak pemakainya selama 30 hari, oleh Yanto ia menanyakan pendapat ku Apa yang hendak kamu lakukan dengan Yanto."
"Ah Brandon kan cuma kesal karena ingin menjadi satu-satunya di sekolah yang punya mobil Roll Royce"kata Yanto."coba ayahnya tidak terdaftar sebagai penduduk negara bagian, yang sudah mau memberikan Surat izin mengemudi pada anak-anaknya yang masih ingusan, Brandon tak akan bisa menyupir mobilnya sendiri jadi sama saja kayak kita mulai sekarang ia tidak bisa sok aksi lagi terhadap kita."
"Apakah kau masih ingat kan kartu perusahaan kita yang kau tulisi perkataan peneroran istana,ketika kau menyuruhku menyelidiki segala-galanya yang bisa aku ketahui tentang tempat itu"
"Lalu kau meletakkan kartu itu di mana"
Mata Riza berkedip beberapa kali
"Dari mana kau tahu itu"tanyanya heran
"Pertama-tama peneroran istana,terletak dalam sebuah tempat kecil yang sempit di desa yang bernama Black krayon"katanya
"nama sebenarnya adalah istana teril, karena yang membangun seorang bintang film bernama Steve Jobs, semasa film bisu Ia bintang yang terkenal sekali ya bisa main dalam film-film seram, tentang hantu penghisap darah jadi-jadian dan sebangsanya"
__ADS_1
"Hm menarik"kata Yanto
^^^SITIHABIBAH89^^^