TEKA TEKI ISTANA BERHANTU

TEKA TEKI ISTANA BERHANTU
BAB 13 : Tanda Sandi


__ADS_3

"lalu apa yang terjadi setelah hantu biru menyentuh,Riza?"


pertanyaan itu diajukan oleh Yanto.saat Duo detektif sedang mengadakan rapat mereka yang pertama sejak tiga hari, dalam markas besar. selama itu Alvin berpergian ikut orang tuanya, mengunjungi keluarga di San Francisco. sedangkan Riza sibuk sekali di kantor, jadi Reza terpaksa bekerja terus sampai malam.Yanto berbaring di tempat tidur memberi kesempatan agar pergelangan kakinya betul-betul sembuh. untuk melewatkan waktu, dia membaca buku. dan setelah tiga hari. barulah mereka sempat berkumpul kembali dan berunding dengan tenang.


"nah?"tanya Yanto lagi."setelah itu apa yang terjadi?"


"maksudmu, setelah aku menjerit?"Riza kelihatannya akan segera membicarakan hal itu.


"Yes tepat.... sesudah kau berteriak"


"kenapa tidak tanyakan saja pada Alvin?"kata Yanto menggerakkan pemberian jawaban,"Ia kan juga mengalaminya"


"baiklah! kau saja yang menceritakan apa yang terjadi Alvin"


Alvin gak kelihatan malu-malu. tapi ia menjawab juga


"aku jatuh"katanya"Riza menjerit begitu keras ketika aku menjamah bahunya, sampai Aku kaget dan menimpanya ia meronta-ronta sambil menjerit-jerit. ia berteriak'lepaskan aku hantu! Ayo, kembali ke tempatmu di dalam kalau tidak ingin menyesal nanti."lenganku sampai sakit rasanya karena berusaha menahan nya!akhirnya aku berhasil juga menyadarkan bahwa akulah yang datang kembali untuk melihat apa yang terjadi dengan dirinya"


"Riza, biar anaknya kecil, tapi berhati singa"kata Yanto ia berkata lagi pada Alvin,"jadi setelah kau sadar bahwa ia tidak ada lagi di sampingmu kau lantas kembali untuk. sedang dia mendengar nafas yang tersengal-sengal. mengira kau hantu biru ketika akan membungkuk menjamahnya betul begitu?"


Riza mengangguk tanpa mengatakan apa-apa ia merasa agak konyol ketika, setelah akhirnya menyadari bahwa yang datang itu adalah Alvin. selama beberapa saat Riza benar-benar menyangka sedang bergulat melawan hantu biru.


Yanto menekankan bibir bawahnya. Ia kelihatannya puas


"Lalu setelah kalian tidak bergulat lagi kalian akan menyadari bahwa rasa nyeri yang luar biasa itu tahu-tahu sudah lenyap?"


Alvin dan Riza saling berpandang-pandangan. dari mana lagi Yanto mengetahuinya?padahal mereka sendiri tadi sudah berniat untuk menyimpan informasi itu sampai saat terakhir.


"Betul,"kata Alvin,"perasaan itu tahu-tahu sudah lenyap"

__ADS_1


"jadi hanya terasa dalam batas-batas dinding istana,"kata Yanto."itu penemuan penting.


"penting?"tanya Riza tidak mengerti.


" aku yakin"kata Yanto."kurasa foto-foto sudah siap untuk diteliti sekarang. Tolong ambilkan dari kamar gelap, Alvin sedangkan sementara lubang Hawa kututup. Paman Yadi berisik sekali di luar!"


paman Yadi memang berisik sekali. akhirnya ia berhasil memasang bagian-bagian orgel yang dibelinya. ketika Yanto masih terbaring di tempat tidur, ia menyibukkan diri dengan membaca buku tentang orgel, yang dipinjam dari perpustakaan. dan kini pamannya itu sedang menguji coba orgel yang telah dipasang nya.


...****************...


sementara Yanto menutup lubang Hawa, Alvin sudah kembali dari kamar gelap,Iya membawa foto-foto yang dibuat oleh Riza di istana. foto-foto itu masih belum kering bener, tapi sudah bisa dilihat.


Yanto meneliti foto-foto itu dengan bantuan kaca pembesar. setelah itu diteruskannya pada Reza dan Alvin.Iya paling lama meneliti foto-foto yang diambil dalam ruang perpustakaan Mr teril, begitu pula baju zirah yang mengubur Riza.


"bagus sekali Riza,"katanya kemudian.


"dengan satu kecualian.kau tidak membuat foto hantu biru yang sedang memainkan orgel kuno itu"


"siapa pun juga tak akan sempat berhenti sebentar untuk memotret,"Sela Alvin."saat itu suasana di situ penuh kengerian kurasa kau pun tak akan mampu Yanto"


"yah kurasa betul juga kata mu,"kata Yanto


"memang sulit bertindak tenang jika hati tercengkram rasa takut,Tapi walau begitu jika kita punya fotonya akan jauh lebih gampang bagi kita untuk memecahkan misteri itu."


Riza dan Alvin diam saja.mereka menunggu Yanto selama tiga hari itu banyak waktunya untuk berpikir-pikir.dan kelihatannya banyak hal yang dipikirkannya yang belum diceritakan.


"Begini,"kata Yanto menjelaskan,"pengalaman kalian di sana itu dalam satu hal lain dari biasanya. hantu biru di istana itu muncul ketika hari masih siang"


"Tapi di dalam sudah gelap,"kata Yanto,"liang tambang batubara pun masih kalah gelap"

__ADS_1


"kalau begitu di luar matahari masih bersinar. selama ini belum pernah ada laporan tentang hantu itu muncul sebelum malam. Yah, kita periksa saja apa yang bisa disimpulkan dari foto-foto lainnya"


dipungutnya foto salah satu baju zirah


"pakaian perang kuno ini kelihatannya masih baik,"katanya."belum begitu berkarat"


"Ya, dan karetnya cuma di sana sini saja"Kata Riza.


"lalu buku-buku di perpustakaan ini, juga tidak terlalu berdebu"


"ada juga ada debu di situ tapi tidak terlalu tebal"kata Yanto


......................


saat ini seluruh caravan terasa bergetar keras. sepotong besi yang tersandar di dinding luar bergeser dan memukul-mukul sisinya. ketiga remaja itu merasa seolah-olah terangkat ke atas dengan tiba-tiba. penyebabnya?


Yanto mengambil dua batang kapur panjang, lalu menyerahkannya masing-masing satu pada Riza dan Alvin. kapur itu sama seperti yang biasa dipakai di sekolah. hanya warna yang diserahkan pada Alvin berwarna biru, sedangkan yang diterima Riza berwarna hijau.


"Ini untuk apa?"tanya Alvin


"untuk menandai jejak dengan lambang Trio detektif"kata Yanto mengambil sepotong kapur putih lalu membuat tanda tanya yang besar di dinding caravan.


"tanda ini berarti salah seorang anggota Trio detektif pernah lewat di sini"katanya."dari warnanya yang putih bisa diketahui bahwa yang membuatnya penyelidik pertama. tanda tanya berwarna biru berarti yang membuatnya kau, Alvin jadi penyelidik kedua, sedang hijau berarti kau Riza. coba Ide ini sudah kuperoleh lebih dahulu kalian tak akan tersesat dalam istana ini,soalnya dengan tanda ini kalian bisa menandai jalan yang dilewati sehingga sewaktu kembali tinggal menyusul saja ke tempat awal."


Alvin dan Riza berjanji tidak akan pernah melupakannya. setelah itu Yanto mengemukakan pokok persoalan utama.


"aku sudah menelpon kantor Mister Poppy"katanya."kata Henry, besok pagi Mr Poppy akan mengadakan rapat dengan stafnya guna memutuskan Apakah mereka akan ke Inggris atau tidak, untuk membuat filmnya di lokasi rumah berhantu di sana itu berarti besok, pagi laporan kita sudah harus masuk dan Saat itu pula bahwa kita akan ke sana"


"tidak! Aku tidak mau!"teriak Alvin."bagiku istana ini sudah pasti ada hantunya tidak perlu dibuktikan lagi!"

__ADS_1


"ketika aku masih terbaring di tempat tidur aku menarik beberapa kesimpulan, yang masih perlu diuji kebenarannya,"kata Yanto, tanpa mengajukan protes temannya."dan kita harus bertindak cepat supaya tidak terlambat menyampaikan laporan kepada Mister Poppy,karena itu kalian harus minta izin pada orangtua masing-masing agar diperbolehkan keluar sampai larut malam ini. Malam ini kita melakukan gebrakan terakhir untuk menyebarkan rahasia istana ini!"


__ADS_2