TEKA TEKI ISTANA BERHANTU

TEKA TEKI ISTANA BERHANTU
BAB 5 : GEMA GAIB


__ADS_3

"kau dengar itu" kata Riza sambil meremas lengan Yanto,'kita disuruh pergi Aku tidak mau menunggu sampai disuruh untuk kedua kalinya." Ia sudah mulai melangkah hendak lari


"Tunggu!'kata Yanto sambil menahan nya


"Tunggu!"kata suara gaib itu kini terdengar agak nyaring


"Ya Dan seperti sudah ku kira itu cuma hanya gema kita"kata Yanto "tadi kenapa kau lihat sendiri langit-langit ruang ini, tinggi dan bentuknya melingkar dinding melingkar memantulkan gema dengan sangat baik"kata Yanto .


benar juga kata kata Yanto langsung terpantul dengan cara yang menyeramkan di situ tapi untuk apa takut pada gema?


"Hahaha, aku tadi kan cuma main-main saja", kata Riza pura-pura tak acuh,"dari semula aku sudah tahu itu cuma gema"yang di atas ,ia lantas tertawa keras untuk membuktikan bahwa ia tidak takut seketika itu juga suaranya tertawanya terpantul seakan-akan dinding tinggi itu sendiri yang tertawa geli, makin lama makin pelan diakhiri kekehan seperti berbisik, Riza menelan ludah beberapa kali.


"Itu tertawa ku "kata Riza bisiknya seram


"Ya, itu suaramu". Balas yanto dengan berbisik pula.


"jangan pernah kau ulangi lagi"! Kata Riza


"Jangan khawatir biar diubah beberapa pun tak akan kulakukan"bisik Riza

__ADS_1


"Coba ke sini sebentar saja,"kata Yanto sambil menarik tangan Riza agak ke samping.


"sekarang kita bisa bicara dengan aman gema hanya terjadi apabila kita berada di tengah ruangan,aku tadi hendak menguji barangkali itu salah satu sumber penjelmaan seram yang diceritakan beberapa orang di masa silam."


"perhatianku lebih terarah kepada cerita tentang keluarga yang datang dari timur dan menginap di sini semalaman Lalu setelah itu tidak pernah lagi terdengar kabar beritanya,"kata Riza


"Bisa saja mereka kembali lagi ke timur", kata Yanto,"tapi memang benar nampaknya selama paling sedikit 20 tahun,belakangan ini tak ada seorang pun Yang sanggup, bertahan menginap di sini sepanjang malam.tugas kita sekarang menyelidiki Apa yang menyebabkan orang-orang itu takut kalau ternyata memang benar-benar hantu arwah Steven ,pemiliknya yang dulu dan itu berarti kita berhasil membuat penemuan ilmiah yang sangat penting."


"Kalau bukan hantu apa lagi?"tukas Riza,


Ia menyorotkan senternya berkeliling menerangi dinding ruangan yang melingkar sekeliling mereka,di situ ada tangga putar menuju ke tingkat atas tapi Riza sama sekali tidak bermaksud menginjakkan kaki,di tangga itu di dinding permadani hiasan dinding yang sudah rapuh, dengan bangku bangku kayu yang berukir di bawahnya di beberapa relung yang tidak begitu dalam di pajang pakaian zirah.


Dinding tergantung pula sejumlah lukisan berukuran besar.Riza memainkan cahaya senter nya berpindah-pindah dari lukisan yang satu ke satu lukisan yang berikutnya,semua lukisan itu menggambarkan orang yang sama tapi mengenakan pakaian yang berlainan pada saat lukisan ia tampil sebagai bangsawan Inggris, pada lukisan lain menjelma sebagai laki-laki ber punggung bungkuk,Ada pula yang menggambarkannya sebagai manusia aneh dari sirkus, begitu pula bajak laut bermata satu.


"Aku baru saja menilik perasaanku saat ini", kata Yanto memotong kesibukan Riza memperhatikan ruangan itu,"ternyata aku tidak merasakan takut cuma agak Tegang"


"Aku pun begitu juga"kata Riza


perkataannya hanya setengah-setengah saja didengar oleh Riza karena saat itu ia sudah kembali mengarahkan sorotan senternya ke lukisan-lukisan, yang terpajang di dinding.

__ADS_1


Tiba-tiba kedua remaja itu melihat sesuatu yang menggelisahkan langsung disusul rasa gugup yang luar biasa, mata bajak laut yang cuma satu nampak menatap langsung pada dirinya.


"Kurasa kau salah lihat"kata Yanto."sudah jelas itu lukisan tapi kita periksa saja lebih dekat"


Yanto menghampiri lukisan itu setelah ragu sejenak,Riza membuntuti kini keduanya menyorotkan senter mereka ke lukisan itu.


"Kurasa aku tadi salah lihat", katanya."tapi aku benar-benar merasa seperti melihat mata itu berkedip.... He..."nafasnya tersentak "kau juga merasakannya?"


"Aku tiba-tiba merasa dingin", kata Yanto heran "kita memasuki daerah berhawa dingin dalam rumah yang ada hantunya begini sering terdapat tempat-tempat begini"


Ia masih tegak di situ sesaat sambil berusaha menahan agar giginya berhenti gemeletuk entah dari mana ada hembusan angin dingin ke arahnya, kemudian dilihatnya kabutipis mulai bergerak-gerak di udara seolah-olah ada hantu yang akan menjelma di depannya saat itu juga perasaan mereka tidak enak berubah menjadi kegugupan yang luar biasa, dan berlarut menjadi rasa ngeri, yang tidak bisa ditahan lagi.


Riza berpaling ia sama sekali tidak bermaksud lari tapi kakinya sudah melakukannya tanpa menunggu diperintahkan lagi kedua kakinya, membawa dirinya keluar lewat gerbang besar istana menuruni jalan masuk Riza lari segesit kijang,


dan Yanto ikut lari di sampingnya baru sekali itu Riza melihat temannya itu begitu cepat melarikan diri.


"Kusangka kakimu hanya menuruti perintah otakmu"seru Riza


"Memang begitu!"jawab Yanto."dan otaku memerintahkan untuk melarikan diri!"

__ADS_1


keduanya terus lari dengan langkah panjang panjang,cahaya senter mereka terayun-ayun menerangi jalan di depan sementara kedua nya meninggalkan istana berhantu yang sunyi dan seram, meninggalkan rasa ngeri dan serasa melumpuhkan saraf.


^^^SITIHABIBAH89^^^


__ADS_2