
"ada suatu problem yang kita hadapi saat ini"kata Yanto keesokan harinya. Iya sedang duduk di markas besar, saat itu Riza masih sibuk di kantor, Yanto menghadapi kertas dengan kening berkerut
Kening Yanto berkerut air mukanya menunjukkan keheranan
"Memang betul"katanya,"problem ini menjadi semakin rumit karena disamping kita sendiri serta Arul tidak ada lagi yang tahu bahwa kita sebelumnya mendatangi peneroran istana".
"Kalau manusia memang tidak berada atau bagaimana dengan makhluk halus? Tanya Yanto kepada dirinya sendiri
Tidak begitu lama Riza datang dan meminta maaf kepada Yanto
"Maaf aku terlambat karena di kantor banyak tugas"
"Iya masuk"seru Yanto,"Aku ingin menceritakan tentang istana berhantu itu aku ingin memecahkan misterinya dan teka-teki nya " kata Yanto berterus terang,"jika istana berhantu itu benar-benar ada hantunya kita harus berusaha membuktikannya", kata Yanto,"kalau kita berhasil,kan nama kita akan menjadi tenar ! Kita perlu lebih banyak melakukan penyelidikan tentang diri Raja John,jika ia yang mengutuk istana itu,
maka kemungkinan arwah dirinya yang menghantui tempat tersebut sekarang" "Yah...itu memang masuk akal "kata Riza.
Yanto menyodorkan fotocopy berita koran yang ada fotonya, Riza yang membuat fotocopy itu, di perpustakaan,pada foto yang di fotocopy nampak seorang laki-laki yang lumayan tingginya dengan kepala botak serta bekas luka yang menyeramkan di lehernya.
__ADS_1
orang itu bersalaman dengan seorang laki-laki yang sedikit lebih pendek bertampang ramah,berambut coklat serta dengan senyuman yang agak murung kelihatannya sedangkan laki-laki yang lebih tinggi matanya terpicing potongannya galak!
Keesokan harinya yanto menyimpankan makanan malam untuk mereka tapi kemudian ia menggeleng geleng ketika melihat mobil Roll Royce yang berkilat-kilat memasuki pintu gerbang.
"Astaga!."aku bingung bagaimana seterusnya dengan dirimu Yanto mentang mentang naik mobil bekas raja, lama-lama kalau bisa menjadi manja karena nya percayalah kataku"
tapi Yanto tidak mengatakan apa yang menurut kegunaannya menyebabkan Riza bisa menjadi manja dan keponakannya itu sendiri kelihatannya tidak khawatir membayangkan kemungkinan itu. Dengan santai ia menyandarkan punggungnya ke jok belakang.
dalam waktu singkat mereka sudah sampai di mulut ngarai sempit yang mereka datangi malam sebelumnya, dan yang kemudian mereka tinggalkan lagi dengan tergesa-gesa.siang hari keadaan di situ kelihatan nya agak lumayan sedikit. Tapi cuma sedikit!, Ketika mobil sudah sampai di mana jalan tertutup palangnya rusak tertimpa batu longsor, tiba-tiba Arul berseru kaget
"Lihatlah!"katanya,"ada jejak roda mobil lain memotong bekas kita!,saat itu saya agak ragu untuk mengatakannya Tuan Yanto kalau kemarin saya mendapat kesan bahwa ada yang membuntuti kita tapi waktu itu saya tidak yakin betul"
karena tempat itu terang mereka bisa maju dengan cukup lancar mendaki jalan sempit yang penuh dengan batu bertaburan akhirnya istana berhantu nampak menjulang tinggi di depan
Yanto mendahului berjalan mengelilingi bangunan tua itu semua tempat diteliti olehnya termasuk bagian belakang serta lereng terjal di atasnya,
tapi mereka tidak menemukan apa-apa kalau sudah mencari dengan sangat teliti akhirnya kedua remaja itu beristirahat sebentar di sisi istana.
__ADS_1
saat itu mereka dikagetkan suara orang berteriak, itu jelas suara manusia biasa! Keduanya berpaling Dengan memandang ke arah gerbang depan istana. Mereka melihat dua orang lari keluar sambil menjerit-jerit ketakutan,
kedua orang itu lari pontang-panting menuju ke arah mulut ngarai,tapi tiba-tiba seorang dari mereka tersandung lalu tersungkur sesuatu benda berkilat terlepas dari pegangannya jatuh ke tepi jalan
ada dua orang yang lari itu sudah tidak kelihatan lagi Yanto sampai di tempat salah satu seorang dari keduanya tersungkur tadi, dipungutnya senter dari tepi jalan, itulah benda yang tadi terjatuh barang itu nampak mahal dan ada plat nama pada tabungnya pada pelat itu terukir 3 huruf E.S.N
"E.S.N"kata Jupiter sambil membaca"kau lantas ingat pada siapa?
"E.. Skinnt Norris!"tukas Riza"Skinny Norris si cengking itu. Tapi mana mungkin? Bagaimana Iya tahu tahu ada disini?
"Kau ingat cerita bahwa Skinny bolak-balik terus di dekatnya seseorang saat sedang sibuk mengumpulkan informasi lalu Riza kehilangan kartu nama kita yang ada tulisannya peneroran istana?dan bagaimana dengan kata Arul.ltadi bahwa kemarin malam ia merasa ada orang membuntuti kita? Cocok kalau anak Skinny mau setengah mati berusaha menyelidiki Apa yang sedang kita lakukan!"
kedua remaja itu bergegas mendaki lereng berbatu-batu gerak mereka dipersulitkan batu-batu itu longgar serta semak belukar,sedangkan orang yang ada di atas mereka dengan cepat menjauhkan diri kita dan Yanto berhenti sebentar untuk mengatur nafas, sesudah melewati batu besar yang menonjol
Di depan mereka nampak suatu celah sempit berdinding batu serba runcing.
Celah itu menjorok masuk ke dalam Bukit rupanya dulu pernah terjadi gempa di situ dan membelah Bukit Batu itu sementara mereka sedang, memperhatikan celah yang dalam itu tiba-tiba mereka dikejutkan bunyi menggeresek-keras,di atas kepala keduanya cepat-cepat mendongak dari tempat yang lebih tinggi di atas lereng, batu-batu bergulingan jatuh meluncur tepat ke arah mereka.
__ADS_1
Kini Yanto dan Reza terperangkap dalam celah yang menyelamatkan jiwa mereka.
^^^SITIHABIBAH89^^^