
"key.. papa key.. papa.." mama key menangis sampai tidak bisa berbicara
"Papa kenapa mah? mama tenang dulu.. coba ceritakan pelan - pelan ma" key sangat bingung melihat mamanya
"Papa udah pergi, dia gak bisa pulang lagi" mama key terus menangis
"Papa gak mungkin tinggalin kita ma, memangnya papa pergi kemana?" key semakin khawatir
"Papa meninggal" mamanya menangis dengan keras
"Gak mungkin ma, mama pasti percanda kan ma?" key mulai menangis
"Papa serangan jantung ditempat kerja" mama mencoba menjelaskan tapi terlalu sulit untuk berbicara karena tidak bisa berhenti menangis
"Papa gak mungkin mah.. gak mungkin.." key pun tidak bisa menerima tekanan yang begitu besar, dan dia jatuh pingsan
Mama key pun terdiam melihat anaknya pingsan, Karena terlalu bingung dia sampai tidak bisa berpikir. Desti yang memeluk key mencoba menyadarkan key, tapi key tidak bisa sadar. Sedangkan rey yang masih bisa berpikir jernih, meminta bantuan papa desti karena dia merasa lebih dekat dan lebih mudah untuk meminta bantuan dari orangtua desti disebelah rumah key. Dan untung saja, hari itu papa desti ada dirumah karena libur akhir pekan. mereka pun membawa key dan mamanya kerumah sakit, rey dan desti juga ikut. Di antar oleh mobil orangtua desti. Dan Mereka pergi kerumah sakit, dimana papa key berada.
Sesampainya di rumah sakit, Mereka segerah membawa key ke Unit Gawat Darurat (UGD). Setelah diperiksa oleh dokter, key di pasangi infus tapi tidak lama setelah itu, key tersadar dengan rey dan desti disampingnya. Kemudian, dia segerah mencabut infus ditangannya, lalu berdiri dan berjalan tanpa arah, berusaha mencari kedua orangtuanya, karena masih lemas dia pun jatuh dan Rey menggendongnya kembali ke tempat tidur. Lalu Desti langsung memeluk key dan coba menghiburnya dengan tepukan dipundak key yang terus menangis, key terlalu sedih untuk berbicara, dia hanya menangis dan terus menangis tanpa sepatah kata pun. Sedangkan Mama key yang kebingungan pun sangat terbantu oleh orangtua desti untuk mengurus segala sesuatu diRS, termasuk pemakan papa key. Mama key tidak memiliki waktu untuk bersedih lagi, karena dia harus kuat untuk merawat key yang sedang di rawat.
Tidak lama setelah itu kakek dan nenek key (orangtua mama key) tibah dan langsung memeluk mama key tanpa mengatakan apapun. Setelah itu Nenek key pergi mencari key dan merawatnya. Menggantikan rey dan desti, yang akan pergi kerumah key untuk membantu menyiapkan pemakan papa key. Sedangkan mama key terus berusaha menguatkan dirinya yang sebenarnya tidak menyangka kalau papa key akan pergi secepat itu. Dia terus mengingat kenangan bersama suaminya.
Karena terus menangis, Key merasa kepalanya semakin sakit, muntah dan mual. Neneknya yang khawatir pun menyuruh dokter untuk melakukan medical check up. Dan dokter pun setuju, Dokter juga menyarankan untuk CT scan karena melihat kondisi key beserta riwayat kesehatannya yang setahun terkahir agak sering kerumah sakit.
Namun karena akan mengadakan pemakaman, key dan keluarganya langsung pulang setelah melakukan tes.
...
Pemakaman pun berlangsung begitu saja, Key yang masih sakit - sakitan tidak bisa dan tidak ingin keluar dari kamarnya. seorang anak yang baru berusia 16tahun baru saja kehilangan ayahnya dan seorang istri juga kehilangan suaminya. Kedua wanita itu tidak bisa memikirkan apapun selain mengingat kenangan saat mereka bersama. Mereka masih menutup diri dan dirawat oleh kakek dan nenek key. Terkadang Rey dan desti pergi mencari key, tapi key masih tidak ingin banyak bicara, terlebih lagi dia masih dalam keadaan sakit. karena ini pertamakalinya key merasa sedih dan tidak tau harus berbuat apa.
Setelah beberapa hari kemudian, mama key menerima telepon dari rumah sakit dan menyuruh key dan mamanya untuk secepatnya mencari dokter untuk mengambil hasil tes.
...
Dokter pun memberitahukan hasilnya.. Dan akhirnya mama key pun menangis lagi, Dia merasa dunianya akan runtuh. Dia baru saja kehilangan suaminya dan sekarang anak satu - satunya juga sakit. Key yang mengetahui penyakitnya mencoba untuk menyembunyikan kesedihan dan rasa takutnya. Untuk pertamakali dalam hidupnya dia bisa menyembunyikan perasaan sebesar itu.
"gak apa - apa ma, kata dokter setelah operasi pasti sembuh" key membujuk mamanya yang sedang menangis
Mamanya sangat sedih dan tidak bisa mengatakan sepatah katapun.
__ADS_1
Setelah pulang kerumah, mama key menceritakan pada orangtuanya tentang kondisi anaknya, Desti yang baru saja tiba, tidak sengaja mendengar perkataan mereka. Dan dia menangis memeluk key. Tangisannya melebihi kakek dan nenek key.
"key.. kamu sangat malang" desti menangis dipelukan key
"Berjanjilah untuk tidak mengatakannya pada siapapun, terutama rey. Jika dia tau, aku tidak akan bisa menjalani pengobatan. karena aku harus menjadikan dia dokter yang hebat" bahkan saat sakit key masih mengutamakan rey
"key, kamu tidak bisa melakukan ini kepadaku, aku hanya memilikimu. Kamu harus bertahan apapun yang terjadi" akhirnya mama key pun meluapkan kesedihannya
Karena Key tidak bisa membantah mamanya, diapun mengajak desti ke kamar dengan mengatakan kalau dia ingin istirahat karena lelah. kemudian melanjutkan pembicaraannya dengan desti.
"Kalianlah yang malang, Karena kalian akan sangat sedih jika aku mengikuti papaku" key berusaha mengejek desti
"Tapi cepat atau lambat rey pasti akan tahu, karena kamu harus tinggal di rumah sakit" desti masih menangis
"Tentu saja dia tidak akan tau, karena disini hanya kamu yang tau tentang kondisiku, Aku sudah berencana untuk menjalani pengobatan di tempat kakek dan nenek. katanya alatnya lebih lengkap dan ada dokter terbaik disana. Kamu tenang saja, setelah lulus aku akan datang mencarimu dan rey" key mencoba meyakinkan desti agar desti tidak sedih lagi
"Baik, aku janji tidak akan mengatakan pada siapapun. sebagai gantinya, kamu harus berjanji untuk cepat sembuh dan kembali pada kami. Tapu aku yakin Rey pasti akan mencarimu." desti mulai percaya dengan omongan key, karena selama ini key tidak pernah membohonginya
"Karena itu, aku harus memutuskannya untuk sementara" key terlihat santai dan tanpa perasaan mengatakannya
"Tidak mungkin rey akan menerimanya, Kamu tau dia sangat mencintaimu. Bahkan lebih dari dirinya sendiri. Dia pasti akan mempertahankanmu apapun caranya" Desti ragu dengan keputusan key
...
Key bangun pagi - pagi dan berdiskusi dengan mama, kakek dan neneknya. Pertama dia meminta untuk merahasiakannya dari orang lain, karena dia sangat percaya desti tidak akan mengatakannya juga. Kemudian dia meminta untuk segerah pindah ke tempat kakek dan neneknya untuk menjalani pengobatan disana. Dia juga ingin pindah sekolah. Dia yang baru berusia 16 tahun sudah bisa merencanakan banyak hal dan meyakinkan mamanya. Mamanya pun setujuh, karena dirumah itu dia juga akan merasa sedih mengingat papa key setiap hari. Jadi mereka setuju untuk pindah keesokan harinya. Dan terakhir key ingin menghabiskan hari itu bersama rey, mama key tentu saja mengijinkannya tapi dengan syarat, mereka hanya boleh keluar sampai depan rumah, kalau tidak hanya di dalam rumah saja. Karena mama key khawatir kondisinya akan memburuk bila keluar terlalu jauh. Lalu key pun meminjam hp mamanya dan menyuruh rey untuk datang disore hari, dan rey pun sangat senang akhirnya key sendri yang mengundangnya, karena terakhir kali key tidak berbicara banyak denganya.
...
Sore itu key menunggu rey di depan rumah, kemudian dia menggenggam tangan rey dengan erat, seolah tidak ingin melepaskannya.. key pun menarik rey masuk ke rumah, Dan mengajaknya bermain semua permainan yang dulu di bawah rey yang biasanya dimainkan mereka bertiga.
"Dimana desti? apakah tante akan baik - baik saja jika hanya kita berdua?" tanya rey agak sedikit khawatir
"Semalam desti menginap dan begadang semalaman, mungkin dia lagi tidur." key seolah besikap serius dengan permainannya
"Dan mama, Dia tidak akan marah asal kamu tidak membuatku lelah." sambung key.
"kalau begitu, sebaiknya kita tidak usah bermain lagi" rey ingin berhati - hati menjaga key
"kalau tidak main, kita ngapain? sekarang aku bingung karena baru kali ini kita berduaan" key mulai mencari alasan
__ADS_1
"Aku akan menyalahkan tv." karena baru kali ini berduaan rey juga menjadi salah tingkah
"Jangan, nanti mataku sakit. sepertinya aku harus memakai kacamat mulai sekarang" Key tidak bisa menonton tv karena kepalanya akan terasa sakit bila menonton
"Baiklah, aku akan menjadi dokter spesialis mata agar bisa menyembuhkanmu" rey mencoba mencari bahan pembicaraan
"Tidak, kamu harus menjadi dokter bedah saraf. karena itu sangat sulit dan kamu pasti bisa melakukannya. kamu sangat hebat menyelesaikan hal - hal yang sulit. Karena tidak banyak orang yang bisa melakukannya jadi menurutku itu pasti hebat. Aku kemarin melihat satu yang sangat tampan dan menjadi dokter bedah saraf adalah nilai tambah untuknya. Aku bahkan masih mengingatnya, aku pikir aku akan menikahinya setelah lulus sekolah. Tapi aku mungkin akan mempertimbangkanmu jika kamu menjadi dokter bedah saraf! dokter Andrey Sp.BS! woah membayangkannya saja sudah membuat hatiku bergetar" Key memberi rey motivasi untuk terakhir kalinya
"Baiklah, maka kamu harus menungguku dan jangan memikirkan dokter itu lagi" rey merasa kesal namun senang mendengar namanya disebut dengan bangga oleh key
"Berjanjilah kamu akan menjad dokter bedah saraf! Tapi aku harus memastikan sesuatu dulu.." key akhirnya memutuskan untuk mengahkirinya
"Baik, aku berjanji. Apalagi yang harus dipastikan?" rey kesal tapi terihat manis
"Ingat kamu tidak boleh lupa dengan janjimu!"
Key lalu mencium rey dengan begitu dalam, dan rey sangat terkejut hingga tidak bisa bergerak, dia pun menutup matanya dan tangan yang kaku hampir memeluk key, kemudian key berhenti dan terdiam.
"a.. apa yang.." rey berbicara dengan kaku
"aku harus memastikan perasaanku, dan ternyata benar. Aku sudah berhenti jatuh cinta padamu!" key terlihat berbicara dengan santai
"Tidak mungkin. kamu baru saja.." rey sedang sangat bingung melihat sikap key
"aku ingin putus, karen aku sudah tidak cinta kamu lagi, dan tidak mungkin untuk mencoba berpura - pura. Kamu tau aku tidak bisa berpura - pura" seru key dengan nada tinggi
"jadi kenapa kamu menciumuku jika tidak cinta lagi. Tidak aku tidak ingin putus, aku akan membuatmu jatuh cinta padaku lagi. kamu tau aku mampu melakukan itu" rey mulai marah
"tentu saja kamu mampu jika kita terus bertemu, sayang sekali aku akan segerah pindah dengan kakek dan nenekku, karena disini akan terlalu menyakitkan untukku dan mama, kami akan merasa sedih setiap hari karena terus mengingat papa. Jadi aku juga ingin melupakan semua kenangan kami disini termasuk kamu!" key sudah tidak bisa bepura - pura dan menahan emosinya
"Aku juga akan pindah ketempat kalian" rey masih memksa
"Apakah kamu masih tidak mengerti? melihatmu juga akan membuatku sedih, kita telah menghabiskan banyak waktu bersama papa. Apakah kamu ingin melihatku sedih setiap hari?" key mulai menangis
"Baiklah Jika itu yang kamu pikirkan" rey mulai menyerah
"Terimakasih rey, Ingat janjimu dan jangan pernah melupakannya. sebaiknya kamu pulang. karena aku ingin istirahat" Key memeluk rey sebentar dan melepaskannya Lalu bergegas ke kamar dan menangis dengan pelan agar tidak di dengar orang lain
Sebenarnya rey tidak berpikir untuk menyerah dengan mudah tapi karena melihat key manangis dia menjadi lemah, dan berpikir untuk mengalah dan kembali lagi saat key sudah merasa tenang. Dia tidak menyangka itu adalah hari terakhir dia melihat key.
__ADS_1
Bersambung