Tentang Masa Mudah Dan Cinta Pertama

Tentang Masa Mudah Dan Cinta Pertama
Persahabatan


__ADS_3

Setelah ian pergi, Desti turut merasa sedih melihat ian yang pergi begitu saja.


"Tidak bisakah kamu memberikannya sedikit kesempatan?" Desti melampiaskan kemarahannya pada key


"Hah? apa maksudmu des?" key sangat bingung melihat desti yang bertingkah aneh


"Bukankah kamu tau ian sangat menyukaimu, tapi kamu bahkan tidak pernah memberinya kesempatan sedikitpu!" desti membentak key tanpa di sadarinya


"Ta.. tapi aku tidak memiliki perasaan seperti itu kepadanya. Kamu tau aku sangat mengaguminya tapi kamu tidak bisa memaksa perasaan seseorang" key hampir menangis menjelaskan perasaannya pada Desti


Desti tidak bisa mebalas perkataan key karena dia merasa key benar. Dia hanya bisa diam, dan mulai menyesali perbuatannya.


kemudian, rey pun tibah..


Dia sadar ada yang aneh di antara key dan desti.


Sebelum rey bertanya, desti langsung menyela..


"Pacarmu sudah datang, sebaiknya aku pulang duluan" Desti ingin meninggalkan key karena merasa tidak enak telah memarahi key tanpa alasan


"Eh jangan des, kita harus pulang bareng. Aku bahkan baru sampai." rey masih ingat dengan pesan mama key


"Sepertinya dia juga ingin mamaku memarahiku" key mencoba menahan desti dengan ancaman tidak langsung. Key tidak pintar berkata manis, karena itulah dia sulit untuk bergaul.


Rey pun mengira kalau mama key juga memperingatkan key.


Sebenarnya sejak kecil desti dan key selalu berangkat dan pulang bersama. kecuali, salah satu dari mereka tidak masuk sekolah. Bila key pulang tanpa desti ataupun sebaliknya, orangtua mereka akan sadar kalau ada yang tidak beres.


"Baiklah, sebaiknya kita pulang bersama. ladies first!" rey ingin mendamaikan kedua gadis keras kepala itu


Saat di perjalanan pulang keduanya tetap tidak berbicara sedikitpun. Key juga tidak berbicara dengan rey dan rey hanya diam mencoba memahami mereka berdua.


Saat tibah dirumah, key dengan cepat menghabiskan makan siangnya. kemudian dia pergi kerumah Desti.


"Apakah kamu akan tetap diam?" key berusaha membujuk Desti tanpa menyinggung masalah ian


"kamu sudah selesai makan siang? aku bahkan tidak punya selera dan kamu pasti sudah makan sampai kenyang" desti menjawab dengan sedikit gengsinya


"menurut kamu, apa aku bisa bicara dengan tenang jika aku belum makan? Sebaiknya kamu makan sana, karena aku akan tidur siang di kamarmu" key mulai bercanda agar desti tidak marah lagi


"Dasar tukang tidur"desti mulai berbicara dengan santai. Desti juga adalah tipe yang jarang bisa tidur saat siang.


"Baiklah, nanti jangan lupa bangunin aku. Soalnya aku masih harus mengerjakan PR nanti" key legah akhirnya Desti tidak marah lagi padanya


Dan Desti sejak awal sudah sadar, kalau key tidak melakukan kesalahan. Desti merasa bersalah karena melampiaskan emosinya pada key. Namun, dia bahkan tidak bisa minta maaf. Tapi dia bersyukur karena key Selalu memahaminya. Sebaliknya key juga terlalu memahami desti, Dia tidak ingin membuang waktu dengan bertengkar terlalu lama hanya karena masalah sepeleh.

__ADS_1


Terkadang mengalah bukan berarti kamu kalah, tapi bisa jadi itulah cara terbaik untuk menang.


Karena tidak ada yang lebih baik, selain merasa nyaman berada didekat orang tersayang.


Tidak biasanya mama key mencarinya, padahal key sudah memberitahu kalau dia akan tidur siang dirumah key.


"Des apakah key ada di situ?" tanya mama key didepan pintu rumah Desti dengan khawatir.


"iya tante, key sedang tidur di kamarku. Setelah dia bangun, aku akan langsung menyuruhnya pulang. Tante tenang saja, aku tidak akan mengizinkan dia keluyuran" Desti berusaha meyakinkan mama key.


"Baiklah kalau begitu. Apakah kalian ada masalah? tumben dia mau tidur siang ditempatmu. Rasanya sudah sangat lama sejak terakhir dia tidur di rumahmu." mama key masih merasa khawatir karena key tidak seperti biasanya, ditambah lagi key baru mulai berpacaran.


"ah, kamu tenang aja, masalah anak - anak hanya bisa diselesaikan oleh mereka" sambung mama desti yang tiba - tiba keluar dari kamarnya


setelah melihat mama desti, rasa khawatir mama key pun sirnah.


"aku pikir kamu tidak ada dirumah?" tanya mama key


"aku tadi tertidur, dan baru saja terbangun saat mendengar suaramu yang merdu. Jadi gimana besok? kita jadi kepasarkan?" tanya mama desti mengalihkan pembicaraan


"Tentu saja, bahan - bahan di dapurku sudah mulai habis." jawab mama key yang sudah tenang


Seperti key dan Desti, kedua ibu itu cukup akrab karena sifat mereka yang sangat cocok dan umur mereka juga tidak jauh berbeda. Walau mama key lebih mudah lima tahun tapi mama desti lebih suka bercanda dibanding mama key yang agak pendiam.


Saat key pulang kerumah dia tidak pernah menceritakan pada mamanya kalau dia habis berantem dengan key sedangkan desti cukup terbuka dengan mamanya, Dia selalu menceritakan kesehariannya pada mamanya.


...


Hari baru yang cerah dimulai. Karena masalahnya dengan desti, key sempat mengabaikan rey. Tapi untung saja rey adalah pacar yang sangat pengertian, dan karena hal itu key semakin merasa nyaman berpacaran dengan rey yang tidak banyak bertanya ataupun ikut campur.


"Selamat pagi rey" Desti yang menggandeng tangan key, menyapa rey yang sedang menunggu di halte


"wah akhirnya matahari bersinar lagi" rey menyindir desti dan key yang akhirnya kembali ceria


"ini hadiah untukmu" Desti mendorong key dengan kuat ke arah rey, dan rey menangkapnya dengan pelukan yang erat dan mereka hampir terjatuh..


Rey sangat senang namun dia sangat malu, dan dia menjadi salah tingkah. Sedangkan key yang tidak pekah, sangat kaget karena merasa dia hampir jatuh. Key segera berbalik ke arah Desti dan berteriak.


"Des, kamu pasti masih menyimpan dendam. ngaku aja!" begitula cara key bercanda


Tapi rey segerah menggenggam tangan key tidak membiarkannya menjauh, dan key pun terdiam karena malu.


"kamu pasti sangat senang dipeluk rey. ngaku aja!" Desti tersenyum nakal meledek key


Key tidak bisa membantah desti karena dia sangat malu. Tapi, dia juga merasa senang bisa memegang tangan rey lagi.

__ADS_1


Akhirnya rey melepas tangan key, karena dia sudah sampai di sekolahnya. Dan seperti biasa, rey tersenyum sambil melambaikan tangan pada key. Sedangkan key sangat senang melihat rey melakukan hal sederhana itu.


"Rasanya menyenangkan melihat senyum rey setiap hari. Dia membuatku bersemangat, aku jadi tidak sabar menunggunya pulang sekolah" key berbicara dengan senyuman yang lebar dari wajahnya


"rasanya aku mau munta, terlalu manis" Desti meledek key


"Makanya kamu juga harus ngaku sama orang yang katanya kamu cintai, kamu harus memperkenalkannya padaku. Padahal kamu yang duluan jatuh cinta tapi aku yang mendapat pacar ahahahaa" key menggoda desti, karena dia tidak tau kalau orang yg dimaksud desti itu adalah ian.


"Aku? seorang desti ngaku? tentu saja tidak, aku harus menjaga gengsiku dong." karena desti sangat tau dengan perasaan ian jadi dia tidak ingin ditolak dan takut ian akan menghindarinya


"Wah Kamu sangat hebat des, kamu bisa menahannya. Aku bahkan tidak bisa menahan perasaan itu, kalau dipikir - pikir aku mungkin tidak tau malu" key merasa suram membayangkan hari dimana dia menyatakan perasaannya dan malah dimarahi


"tidak apa - apa, itulah pesonamu" dalam hati desti sangat mengagumi key. karena seperti itulah keyta sahabatnya.


...


Saat jam istirahat hani, key dan desti pergi ke kantin sekolah. Disana ada beberapa kakak kelas yang lumayan tampan dan agak tengil menggoda mereka. Biasanya mereka pergi bersama ian, tapi kali ini ian tidak ikut, dan itu menjadi kesempatan bagi siswa lain untuk menggoda mereka. Namun karena key yang judes, maka tidak ada kesempatan bagi para kakak kelas untuk menggoda mereka.


"Tolong jangan merusak nafsu makan kami!" satu kalimat pedas dari key langsung menjauhkan mereka


krik.krik.krik.. (suara jangkrik)


Sudah saatnya pulang sekolah dan seperti biasa key dan kedua temannya menunggu di depan gerbang sekolah, key bingung mencari cara menghubungi rey. karena kejadian tadi pagi mereka sampai lupa membuat janji. Lalu seorang lelaki tampan lainnya mendekat dan menyapa desti namun terus menatap key.


"hai des, siapa nih?" tanya lelaki tersebut


"ini key dan ini hani dari 1c" desti meperkenalkan sambil menunjuk


"oh kenalin aku glend, teman sekelas desti" sambil menjabat tangan hani lalu kemudian tangan key


Kebetulan rey melihat lelaki tersebut menatap dan memegang tangan key, dan dia segerah berlari ke arah key lalu menarik tangan glend.


"kenalin aku pacarnya key" rey menggenggam tangan glend dengan keras sambil tersenyum kesal.


"Gak nyangka kalau pacarmu sekolah disini. Emang di harapan gak ada lagi yang mau sama kamu rey? gimana kabar nia? padahal aku sengaja pindah kesini agar gak punya saingan, tapi setidaknya aku masih punya kesempatan karena kami satu sekolah" Glend merayu rey, dan mencoba memprovokasi key. Kemudian melepaskan genggaman rey. Ternyata, glend alumni SMP harapan.


"Nia? siapa nia rey?" untuk menenangkan key, desti membiarkan rey menjelaskan. sebelum key berpikir yang tidak - tidak


"Mana aku tau, kenapa kamu gak tanya langsung sama orangnya. oh, kalau gak salah ingat dulu kamu pernah bilang kalau kamu suka sama dia kan? jadi nia itu adalah teman sekelasku sejak SMP sampai sekarang di harapan, tapi aku tidak terlalu dekat dengannya" Rey menyembunyikan fakta bahwa nia pernah mengaku cinta padanya.


"Baiklah tidak usah memikirkan orang itu, jadi aku ingin makan roti bakar dan aku sedang tidak ingin minum avocado, Jadi selain avocado apalagi yang bisa diminum?" key meraih tangan rey dan mulai memikirkan makanan.


Sifat Key yang tidak suka memikirkan hal yang merepotkan, membuat rey dan sahabat key juga merasa nyaman berada didekatnya. Dan mereka bertiga pergi tanpa hani dan glend. karena hani akan di jemput oleh papanya dan key tidak suka dekat dengan orang yang tidak dia kenal.


"Jangankan satu sekolah, walau satu kelas sekalipun, kamu tidak memiliki kesempatan" hani menggeleng kepala melihat glend dan meninggalkannya

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2