Tentang Masa Mudah Dan Cinta Pertama

Tentang Masa Mudah Dan Cinta Pertama
ketulusan


__ADS_3

Melihat Rey yang pergi begitu saja dan tidak mangatakan apa - apa, key malah merasa sedikit sedih tapi juga legah disaat bersamaan. Dimas pun akhirnya mencoba bertanya karena rasa penasarannya "Nampaknya sekarang dia percaya. Sebenarnya Rey bukanlah pilihan yang buruk, kenapa kamu tidak memberinya kesempatan?" dimas memberi key nasehat sebagai seorang kakak. "orang dewasa sepertimu tidak akan mengerti" Lalu key langsung pamit pulang, dan pergi begitu saja meninggalan dimas yang semakin bingung mendengar jawabannya.


Sedangkan Lisa yang masih duduk disamping Rey memutuskan untuk lebih dekat dengan rey "Aku pasti akan membuat kamu berubah pikiran dan menjadikanmu pacarku" Lisa terlihat percaya diri dan tidak ingin menyerah.


"Maaf, sebaiknya kamu jangan membuang waktumu untukku." Baru kali ini Rey mencoba menolak dengan lembut, karena terus berpikir tentang penyakit lisa.


"Setidaknya kamu harus memberikan aku kesempatan, Baiklah aku akan mulai menjadi temanmu dulu. Dokter andrey? mari kita berteman". Lisa yang terlihat ceria dan tidak mudah menyerah membaca tanda pengenal Rey yang ada di pakaiannya, Kemudian langsung berdiri dan meninggalkan Rey karena tidak ingin mendengar pendapatnya. Karena selagi masih di rumah sakit, masih banyak kesempatan untuk bertemu lagi.


Rey merasa aneh dengan Lisa yang berusaha walaupun sudah di tolak berkali - kali. Dan dia mulai berpikir tentang Key lagi, dia mulai mengira kalau key juga merasakan hal yang sama saat rey mencoba mendekatinya. Jadi dia semakin yakin untuk tidak merusak hubungan key dan dimas, menjaga jarak dengan key bukanlah hal yang buruk, Karena tidak mungkin untuk tetap berteman dengan key yang masih sangat dicintainya. Dia tahu dengan jelas kalau melihat key dan dimas terus bersama hanya akan menyakitinya, jadi apapun yang terjadi dia harus menghindari mereka.


Sedangkan setiap hari key masih membawa bekal untuk dimas, agar Rey percaya sepenuhnya. Beberapa kali mereka saling berpapasan dijalan, tapi Rey tidak menyapanya bahkan disaat key ingin menyapa Rey, terlihat dengan jelas kalau rey benar - benar menghindarinya. Sedangkan lisa yang ceria, akhirnya bisa berteman dengan rey karena dia tidak mudah menyerah dan terus mengganggu rey jadi mereka pun menjadi semakin dekat. Entah apa yang di pikirkan lisa, tapi rey sangat jelas hanya menganggapnya sebagai teman.


Disaat key akan pulang, dimas mengantar key sampai ke depan pintu rumah sakit. Karena menyadari kehadiran Rey, dimaspun mencium keningnya. Sedangkan rey yang sedang berjalan bersama Lisa hanya bisa diam dan terus menatap sedih tingkah dua orang itu.


"Apa yang kau lakukan?" Key kaget saat dimas menciumnya.


"jangan melihat kebelakang, nanti ketahuan. Bukankah seperti ini yang di ajarkan desti?" dimas berbisik agar tidak terdengar orang lain, dan jelas dia masih mengingat yang desti ajarkan.


Key langsung mengerti kalau dibelakang pasti ada rey, jadi dia berpura - pura tertawa seperti biasa dan tidak berlebihan "iya seperti ini juga kan? kita benar - benar harus berterimakasih padanya" key tertawa dan memuji desti, dia yakin walau Rey mendengarnya juga tidak apa karena dia tidak akan mengerti.

__ADS_1


kemudian key pun berpamitan dengan dimas. ketika dia menoleh kebelakang, benar saja ada Rey yang sedang melihat tapi tidak ingin menyapanya. Ketika Key ingin menyapa rey, dia malah dilewati begitu saja. Walaupun key merasa sedih melihat sikap cuek rey padanya, tapi dia tetap yakin dengan keputusannya dan tidak ingin perasaan mengalahkannya. Jadi dia juga langsung pergi tanpa sempat mengatakan apapun.


Dimas yang masih tersenyum melihat key juga ikut di abaikan oleh Rey, "terlihat biasa saja, apa yang kamu sukai darinya?" Melihat rey yang terus menatap mereka dengan sedih, Lisa menjadi sadar kalau gadis itu adalah orang yang dicintai rey. "Jadi apa yang kamu sukai dariku?" Rey tidak ingin menjawab jadi dia balik bertanya dan terus berjalan.


"Tentu saja karena kamu sangat tampan, dan juga seorang dokter. siapa yang tidak suka dokter tampan? bahkan pacarnya juga dokter. Tapi tenang saja, menurutku kamu jauh lebih tampan darinya. Gadis itu bodoh karena tidak memilihmu" Lisa hanya berniat menghibur Rey tapi tidak sadar kalau perkataannya malah membuat rey semakin kesal.


"Sekali lagi kamu mengatakan hal buruk tentangnya, jangan pernah mencariku lagi" Akhirnya Rey melampiaskan amarahnya pada lisa.


Ketika mendengar perkataan Rey yang begitu kejam, lisa pun berhenti mengikutinya dan berjalan kekamarnya. Sedangkan Rey tidak peduli sama sekali, karena sekecil apapun tidak ada yang berhak mengatakan hal buruk tentang key. Karena dia sangat mengenal key, dan baginya key sangat berharga. Rey tidak merasa menyesal sama sekali karena telah memarahi lisa, dia hanya merasa lisa tidak mengenal key dan tidak berhak mengatakannya bodoh.


...


"Tidak, keluargaku bekerja disini" key menjawab dengan sopan dan senyuman diwajahnya.


"Namaku lisa, siapa namamu? aku ingin memiliki lebih banyak teman sebelum aku mati. Karena keluargamu bekerja disini kita pasti akan sering bertemu". Lisa merasa bahwa key adalah orang yang sombong karena baru berpacaran saja sudah mengaku sebagai keluarga dokter. Tapi dia tetap berusaha semampunya untuk menarik perhatian key, karena ingin mengetahui lebih banyak tentangnya.


"Apakah kamu sedang sakit keras? ah, namaku Keyta. kamu cukup memanggilku Key." benar saja, perkataan lisa membuat key tertarik dan ingin bertanya.


"Aku membutuhkan jantung secepat mungkin. Jika kamu memiliki lebih, kamu bisa membaginya untukku." lisa melampiaskan kekesalannya, dia merasa karena Key membuat Rey marah dan malah menjauh darinya.

__ADS_1


"Seandainya aku bisa, tapi aku hanya punya satu dan masih banyak yang harus kulakukan dengan jantung ini. Aku harap kamu segerah menemukannya, karena kamu juga pasti masih harus melakukan banyak hal." Key merasa mengerti perasaan lisa karena apa yang di alaminya dulu.


"ah, sepertinya aku mengerti." mendengar jawaban key yang sedikit tapi penuh pengertian, membuat lisa mulai memahami perasaan rey.


Sebagian orang hanya terdengar banyak bicara tanpa memahami perasaan orang lain.


"Mengerti apa? untuk saat ini, kamu sebaiknya melakukan hal yang bisa dilakukan. Jangan telalu memaksakan diri, terkadang kamu juga boleh menangis sendirian. Aku akan menunjukan sesuatu untukmu." key tidak mengerti perkataan lisa tapi malah membawanya keruangan penyimpanan barang.


"kenapa kamu membawaku kesini?" Lisa juga tidak mengerti dengan maksud Key


"kalau kamu merasa lelah, kamu bisa datang kesini untuk beristirahat. Kamu tidak akan ketahuan karena jarang ada yang kemari. Dulu saat kecil, aku juga sering kemari untuk menangis agar tidak ketahuan ibuku dan aku juga malu jika harus dilihat orang lain jadi aku sering bersembunyi disini." key sangat mengerti perasaan lisa, karena dia juga pernah merasa akan meninggal. Bahkan sampai sekarang dia masih selalu merasa kalau setiap hari seperti hari terakhir dalam hidupnya.


"Apa maksudmu? itu kan saat kamu kecil, lagi pula untuk apa aku menangis?" Akhirnya Lisa tahu dengan jelas maksud key, tapi dia malu mengakui kalau dia akan menangis


"Bukan hanya anak kecil, Bahkan orang dewasa juga memiliki perasaan. Tapi tidak apa - apa jika kamu tidak ingin kemari, anggap saja aku hanya menunjukan satu rahasia kecilku untuk mendapatkan kepercayaanmu. Dengan begitu, kita baru bisa berteman." Key menyadari lisa yang menjaga gengsinya dan mencoba untuk menjaga perasaannya.


Lalu key mengatakan pada lisa kalau dia sudah harus pergi, masih ada yang harus dilakukannya dan lisa menyadari kalau key adalah orang yang tulus. Dia pun berniat mengantar key sampai di depan pintu rumah sakit, dengan alasan dia masih ingin berjalan - jalan karena bosan berbaring ditempat tidur.


Saat berjalan keluar, mereka berdua bertemu Rey ditengah jalan dan Rey pun kaget melihat kedekatan Key dan lisa.

__ADS_1


Bersambung...


__ADS_2