
Rey yang mendengar perkataan perawat itu tidak berbicara dan langsung berlari menuju UGD, dia kemudian melihat dan menyadari ternyata wanita yang terlihat kacau itu adalah desti.
"Des, apa yang terjadi?" Rey masih tidak percaya kalau key mengalami kecelakaan.
"Seharusnya aku mengajaknya menginap, seharusnya aku tidak membiarkannya pulang. Ini salahku!" Desti mulai menyalahkan dirinya dan mulai menangis lagi.
Akhirnya Rey percaya, dan dia terduduk di kursi seolah didorong oleh kenyataan yang kejam "Tidak apa - apa, dia pasti akan baik - baik saja. Dimana tante des? apakah kamu sudah menghubunginya? Key pasti tahu kalau mamanya sedang menunggunya pulang, Jadi dia pasti akan baik - baik saja." Rey berusaha meyakinkan dirinya kalau key pasti akan baik - baik saja.
"iya, dia adalah key. dia pasti akan baik - baik saja! Dia pasti bisa melewati ini, Dia sudah berhasil melewati banyak hal. Kali ini juga pasti berhasil karena dia tidak akan meninggalkanku sendirian." Desti pun ikut meyakinkan dirinya.
Tidak lama kemudian, mama key yang ditemani oleh dokter jeff dan dimas tiba didepan UGD, mamanya bertanya tentang apa yang terjadi, dan desti menjelaskan seluruh kejadiannya. "Maafkan aku tante, seharusnya aku menyuruhnya menginap" Desti masih menyalakan dirinya.
"Ini bukan salahmu des, sebaiknya kamu membersihkan dirimu agar key tidak khawatir saat melihatmu nanti" Mama key yang khawatir mencoba bersikap tenang dan ingin percaya kalau anaknya akan baik - baik saja.
Dimas yang melihat desti begitu kacau langsung menggenggam tangannya dan mengajak desti untuk membersihkan diri lalu mencoba menengkannya. Mama key yang baru menunggu sebentar langsung menyuru dokter jeff untuk mengecek keadaan key.
"apakah kamu tidak bisa masuk dan melihatnya? mungkin dia membutuhkanmu saat ini" mama key sudah mulai tidak sabar menunggu anaknya.
__ADS_1
"sebagai keluarga aku tidak bisa, tapi sebagai dokter pribadinya mungkin aku boleh masuk kalau hanya untuk melihat saja" Dokter jeff yang hanya diam saja, ternyata lebih panik dari mama key. Dan menjadi bingung dengan yang harus dilakukannya. Dia yakin, kali ini tidak bisa professional karena dia yang sekarang sudah sangat menyayangi key jadi dia tidak akan tahan melihat anaknya yang sekarat.
"Jika kamu tidak yakin, kamu tidak usah memaksakan diri." Mama key mengerti dengan persaan dokter jeff, karena dia sudah sangat mengenalnya dan bisa memahami sifat suaminya itu.
"Tidak.. aku harus melihatnya karena aku adalah dokternya, Biarkan aku tenang sebentar. Aku harus ganti baju, Tunggulah disini." Dokter jeff akhirnya sadar kalau Key pasti sangat membutuhkannya diruangan dingin itu.
Lalu Jefferson pergi keruang ganti untuk mengganti pakaiannya dan bersiap masuk untuk melihat keadaan key. Saat masuk kedalam ruangan itu, masih ada satu pintu lagi sebelum memasuki ruang operasi namun dia hanya boleh sampai didepan pintu agar tidak mengganggu proses operasi. Kemudian seorang perawat keluar dari ruangan itu dan mulai menjelaskan situasi key, dia mengatakan kalau kemungkinan key hidup sangat tinggi. Hanya saja lengan dan kakinya terluka cukup parah jadi mereka harus mengoperasinya, mendengar hal itu dokter jeff bersyukur karena anaknya bisa selamat tapi juga sangat sedih karena key terluka parah. dia yang tidak tahu harus berbuat apa hanya bisa melihat key terbaring dari luar pintu.
Sedangakan Rey yang ketakutan hanya duduk diam dan tidak mengatakan apapun. Dia tidak bisa mendengarkan dan meperhatikan orang lain di sekitarnya. Dia bahkan seperti berada didimensi lain, sampai pada akhirnya mama key menyentuhnya. "Rey..rey..rey.. apakah kamu baik - baik saja? sepertinya kamu harus istirahat." mama key beberapa kali memanggil, tetapi rey seperti tidak mendengarnya. Sampai akhirnya mama key memegang pundaknya dan rey baru menyadarinya. "Tidak apa - apa tante, aku akan menunggunya disini." Rey tidak banyak bicara dan hanya memikirkan key.
Karena mendengarkan perkataan dokter jeff, keempat orang itu pun merasa sedikit legah.
"Tapi kenapa dia belum keluar, sudah lama dia bearada didalam sana?" walau legah desti masih khawatir.
"Karena kaki dan lengannya patah, jadi mereka harus melakukan operasi" dokter jeff yang tadinya tidak ingin memberitahukannya terpaksa mengatakan yang sebenarnya.
Mama key akhirnya pun menangis, hatinya hancur mendengar kondisi anaknya. Dokter jeff lalu memeluk istrinya untuk menenangkannya, Desti pun ikut menangis dan dimas hanaya bisa menepuk punggungnya. Sedangkan Rey masih tetap tidak mengatakan apapun setelah mendengar semua yang dikatakan dokter jeff, Dia hanya terus menunggu dalam diam.
__ADS_1
Lalu operasi key pun selesai dan dia dibawah keruang VIP dirumah sakit, Rey tidak mendengarkan nasehat semua orang yang menyuruhnya untuk beristirahat. Dia tetap mengikuti key, walau hanya menunggu di depan pintu kamarnya. Karena kasihan melihat Rey, dokter jeff pun membujuk mama key untuk mengalah dan membiarkan Rey yang berjaga untuk malam ini. Lagi pula key tidak akan segerah sadar karena pengaruh obat bius, dan saat melihat Rey yang keras kepala akhirnya dia mengalah dan mengizinkan Rey menjaga anaknya.
"Masuklah, dan temani dia didalam Dan hubungi aku jika dia sudah bangun" mama key merasa kalau Rey bisa dipercaya.
"Tapi dia lebih membutuhkan tante, sebaiknya aku menunggu di sini saja" Rey benar - benar tidak tahu apa yang harus dilakukan.
"Kali ini kamu harus menolongku untuk menjaganya, Besok aku akan datang pagi - pagi. Lagi pula kata dokter jeff, dia masih akan tidur karena obat bius" Mama key berusaha membujuk rey yang keras kepala.
"Baiklah, aku akan menghubungi tante kalau dia sadar nanti." Rey senang akhirnya dia bisa menemani key, dia tidak memikirkan hal lain selain key.
Saat masuk kedalam kamar, rey yang hanya berdua dengan key akhirnya menangis melihat keadaan key yang begitu menyedihkan, dia menangis sambil memegang tangan key. "Maaf aku tidak menjagamu dengan baik" Walaupun dia bukanlah pacar key, tapi dia masih merasa bertanggung jawab dengan key. "Apa yang harus aku lakukan tanpamu? aku harap kamu bisa hidup bahagia walaupun tidak bersamaku. Apapun itu, aku rela asalkan kamu bisa hidup dengan bahagia. Apa gunanya menjadi dokter? aku bahkan tidak bisa mengobatimu. Aku menjadi dokter karena berpikir aku bisa menyembuhkanmu, tapi sekarang aku tidak bisa melakukan apapun. Aku sungguh tidak berguna" Rey mengatakan seluruh isi hatinya pada key yang masih tidak sadar. Lalu jari key bergerak sendiri seolah bisa mendengarnya, Tapi dia masih tidak bangun karena obat bius.
Saat pagi Rey terbangun di sofa tapi key masih belum sadar dan mama key pun tiba - tiba masuk, Rey kemudian langsung pamit keluar. Melihat Rey yang sudah lebih tenang, mama key merasa legah. Karena mengingat kejadian semalam, rey yang bingung terlihat seperti orang yang berbeda dan membuat orang lain merasa takut.
Semntara itu Dimas Dan desti kaget karena mereka tidur bersama disatu kamar, seketika desti memarahi dimas dan lupa dengan yang terjadi tadi malam. Dimas yang dimarahi mencoba menjelaskan kejadiannya, Dan akhirnya desti mengingat lagi kalau Ternyata dimas khawatir melihat desti yang terus menangis, merasa tidak bisa membiarkannya sendiri jadi dia menemani dan ingin menghiburnya. Tapi dia malah tertidur karena kelelahan sedangkan desti masih menangis sampai tertidur karena terus menyalahkan dirinya.
next..
__ADS_1