
Masa SMA akhirnya dimulai.
setelah selesai upacara seluruh murid baru berkumpul di ruangan A untuk masa orientasi siswa yang akan di adakan selama 3 hari dan akan dipandu oleh ibu Dita dan bapak adi beserta para kakak - kakak osis.
setelah parah guru memperkenalkan diri dan memberitahu peraturan sekolah, para guru kembali keruang guru dan para kakak kelas mengambil alih dan membagikan para murid baru sesuai kelas yang di tentukan. desti dan key akhirnya terpisahkan oleh ruang kelas dan key sangat tidak nyaman dengan hal itu, sedangkan desti khawatir dengan key yang susah untuk bergaul. desti berada di kelas 1a dan key ada di kelas 1c, para guru membagikan kelas dengan acak. karena masih kelas 1 para murid belum memilih jurusan, saat kelas dua baru akan memilih jurusan yang di inginkan. sedangkan desti dan key masih bingung ingin memilih kelas apa. wajar saja belum menentukan jurusan karena sebagian murid baru di SMA masih belum bisa menentukan pilihan, jadi selama kelas 1 adalah masa perkenalan agar para siswa bisa memilih masa depan mereka. walaupun terkadan para siswa tidak serius dalam memilih tapi key dan desti serius dengan pilihan yang akan mereka ambil.
akhirnya key sampai dikelas 1c yang di pandu oleh kak tessa, dia adalah bendahara osis dan juga ketua klub palang merah di sekolah, tidak hanya pintar dia juga terlihat cantik dan lemah lembut.
"hai namaku tessa, selama 3 hari kedepan aku akan membimbing kalian dan bila ada yang ingin di tanyakan, tanya aja. aku akan menjawab yang aku tahu" tessa menjelaskan sambil berdiri di depan meja guru
"aku mau nanya kak, kalo boleh tau nomor hp kakak berapa?" teriak seorang murid lelaki dengan usil
"huuuuuuuu" teriak para murid lainnya
"ooh kalo itu aku gak punya hp" tessa menjawab dengan tegas
"baiklah aku sudah selesai memperkenalkan diri jadi sekarang gantian kalian yang memperkenalkan diri, kalian cukup berdiri di tempat masing - masing, dimulai dari sebelah kanan " tessa menunjuk ke arah seorang murid perempuan
"hi namaku lia, namaku andi, namaku hani, namaku deren, namaku rio, namaku dini, namaku sindy" para siswa memperkenalkan diri begantian
dan key pun turut berdiri dan memperknalkan diri "namaku keyta"
"oh kamu yang namanya keyta?" tanya kak tesa
"iya kak, kenapa?" key bingung karena dia tidak pernah bertemu dengan tessa jadi dia ingin tau dari mana tessa tau tentang key
"enggak apa - apa, aku cuma ingin tau aja" tessa tersenyum
setelah para siswa yang ada 18 orang selesai memperkenalkan diri kak tessa pun mulai mengadakan pekenalan dengan mengadakan kegiatan seperti pertunjukan bakat.
dan ada beberapa murid yang menyanyi di depan kelas contohnya seperti hani siswi yang suaranya sangat merdu, dia menyanyi dengan penuh percaya diri didepan para murid dikelas. dan para murid kagum dengan suaranya yang merdu dan parasnya yang imut.
"besok kita akan berkumpul lagi dikelas ini, setelah bell sekolah berbunyi kalian baru boleh pulang, dan untuk sekarang kalian hanya boleh diam dikelas dan jangan main diluar kelas" jelas tessa, kemudian dia keluar dari kelas
"hei, namaku hani. namamu keyta yah? asal SMP mana? kalau aku dari SMP 2? semoga kita bisa akur yah" hani dengan ceria memperkenalkan diri
"iya aku keyta dari SMP 4 dan sepertinya tidak ada teman sekelas yg berasal dari SMP yang sama denganku" jawab key
"SMP 4 itu dimana? aku pernah mendengarnya tapi tidak tau itu ada dimana, katanya wakil ketua osis kita berasal dari SMP 4, apa kamu mengenalnya? dia sangat tampan dan pandai bermain sepak bola, kalau dipikir - pikir dia pasti pandai sampai bisa menjadi wakil ketua osis, biasanya anggota osis adalah anak - anak yang pintar dikelasnya" hani bercerita dengan penuh semangat dan key pun teringat dengan desti
"oh kak julian, dia dulu adalah kakak kelasku waktu SMP, tidak hanya pintar dia juga baik dan ramah, tentu saja aku mengenalnya, walaupun aku tidak dekat dan dia mungkin tidak terlalu mengingatku tapi aku mengingatnya karena kebaikannya" key menceritakan kekagumannya
sejak SMP kelas 1 key sering memperhatikan ian, karena setiap kali pulang sekolah, ian akan duduk di depan kelasnya dan key selalu melihatnya, desti dan key mengagumi ian karena ian juga sering membantu dalam banyak hal, contohnya saat di ganggu teman sekelas cowok yang usil atau di ganngu oleh para kakak kelas cowok, walaupun ian masih kelas 2 tapi dia berani melawa para kakak kelas 3 karena berusaha mengganggu desti dan key, karena saat SMP banyak kakak kelas yang sering menggu mereka berdua, bahkan ian juga pernah membela key waktu di panggil ke ruang guru karena berkelahi dengan rido teman sekelasnya, kebetulan waktu itu desti tidak masuk sekolah karena demam. dan ian pun menjadi saksi yang membela key karena kebetulan ian sedang lewat tepat saat rido mengganggu key. jadi tidak heran kalau key sangat kagum dengan ian. dan hampir setiap sore key dan desti akan menonton pertandingan sepak bola ian. namun key hanya merasa kagum dan tidak ingin menjadikan ian pacarnya karena key tidak suka dengan lelaki yang banyak di kagumi gadis lain, baginya itu akan sangat merepotkan.
setelah pulang sekolah key yang ditemani hani bertemu dengan desti yang sedang berbicara dengan kak ian di depan ruang kelas key.
"hai key gimana hari pertama? sepertinya sudah punya teman baru?" tanya ian
"kenalin kak ini hani teman baruku" jawab key pada ian
"cie key punya teman baru, aku kira kamu gak akan bisa punya teman selain aku" tawa desti mengejek key
"halo aku hani, aku teman semeja key" sapa hani
"aku desti, dan ini kak ian wakil ketua osis dan juga wali kelas sementara di kelasku untuk 3 hari dan mantan *terdiam sejenak* mantan kakak kelas kami waktu SMP, ganteng kan?" canda desti pada hani
"siapa sih yang gak tau kak ian, wakil ketos yang ganteng, pandai main bola lagi dan kata key orangnya baik suka menolong" jawab hani penuh semangat
"hah? masa key cerita tentang aku" ian tersipu malu
"emang key bisa banyak ngomong juga sama orang lain? jadi dia cerita apa lagi, apa lagi?" desti heran karena biasanya key tidak suka cerita tentang orang lain
"soalnya aku nanya key dari SMP mana dan siapa sih yang gak tau kalau kak ian alumni SMP 4? soalnya profil anggota osis ditempelin di mading jadi banyak yang tau, dan key cuma jawab pas aku nanya aja, dia emang gak banyak ngomong. sepertinya key tipe pendiam deh. betul gak sih?" hani menjelaskan dan sekaligus bertanya
"oh pantesan, dia gak pendiam kok cuma malas, malas bicara, tapi kalo dia udah mulai ngomong kadang bisa nyakitin jadi harus ekstra sabar. makanya dia gak suka banyak ngomong." desti menjelaskan sambil menata key dengan mengejek
"kok kamu malah curhat? baru juga di tinggal sebentar udah brani ngomongin aku didepan, gimana nanti setahun kedepan kamu pasti khianatin aku" membalas dengan wajah jutek
__ADS_1
"mulai deh, tadi desti sampai gak cari teman dan terlihat gak nyaman dikelas loh. mungkin sekarang desti yang gak bisa bergaul?" ian mulai mencairkan suasana
"habisnya udah 10 tahun dia gak punya teman selain aku, kalo kak ian jadi aku juga pasti khawatir setengah mati" desti menjawab dengan kesal
"bukannya gak mau, cuman malas aja des.. punya kamu 1 aja udah cukup kok" rayu key
"ih kamu mah, tapi untung ada hani, jadi besok - besok aku bisa lebih tenang.. ayok pulang, besok aku titip key lagi yah han" seru desti
"karena searah kita pulang bareng aja biar aku anterin, kebetulan aku bawa mobil! kamu tinggal daerah mana han?" tanya ian
"gak apa apa kak aku pulang sendiri aja, udah ada papa yang jemput kok" hani menjawab dengan senyum
saat dimobil, desti duduk disamping ian karena key langsung masuk dan duduk dibelakang dengan cueknya. lalu ian menyetir sambil mendengarkan musik dan terkadang melirik key yang menutup mata dari cermin, dan desti yang tersenyum gembira juga terkadang melirik ian disampingnya.
sebenarnya desti tau kalau ian menyukai key, hanya saja dia tidak tau kalau key juga tau perasaannya pada ian. karena itulah key tidak ingin memiliki perasaan yang lebih pada ian. walaupun desti sering ingin menjodohkan mereka, key selalu saja menghindar dan berpura - pura tidak tau apa - apa.
bagi key, persahabatan lebih penting dari apapun.
keesokan harinya key dan desti bertemu dengan rey yang menunggu angkot untuk berangkat sekolah
"eh tumben rey gak di anterin" tegur desti karena sejak dulu rey selalu di antar untuk pergi sekolah
"ah biasa aja kali" rey mengelak dengan sok keren gak ingin di anggap sebagai anak manja
"gimana SMA key?" tanya rey, ingin memulai pembicaraan dengan key
"kamu SMA gimanalah? yah sama aja sekolah" jawab key dengan wajah yang masih mengantuk sambil menggandeng tangan desti
"oh gitu" rey bingun cara melanjutkan pembicaraan karena key menjawab dengan judes
"pagi gini jangan ajak dia ngomong rey, dia jalan tapi sebenarnya masih tidur, kalo aku lepasin tangannya pasti dia ketinggalan disini. kamu mau lihat gak?" desti iseng lagi
kemudian desti melepas tangan key dan segerah naik di angkot, dan key pun hanya diam bingung dan menunggu rey naik duluan barulah dia akan naik. namun percaya dengan perkataan desti, rey tidak ingin key ditinggal, diapun menarik tangan key dan naik ke angkot lalu mereka duduk bedampingan. saat duduk di samping rey, key mulai bingung dengan detak jantungnya yang mulai berdebar lebih kencang dari biasanya dia tidak menyangka kalau rey akan menarik tangannya. desti pun ikut kaget dan menertawan tindakan rey.
"ahahaha gitu pun kamu percaya rey, cie perhatian banget rey sama key ehem ehem" ledekan desti membuat key dan rey malu lalu mereka pun hanya bisa terdiam
"aku duluan yah, bye bye" pamit rey sambil melambai dengan senyum
"kamu gila yah, aku sampe gak bisa ngomong tau gak, aku kaget kok dia tarik tangan aku, emang dia kira aku anak TK ? kamu sih becandanya kek gitu. emang dia bodoh yah, bisa aja ditipu" key tiba - tiba menjadi cerewet
"yah kan biasanya kamu juga gak ngomong, emang kenapa kamu malu yah rey pegang tanganmu?" desti masih bercanda
"aneh aja, rasanya aneh, gak biasanya. gak tau kenapa mungkin karena baru kali ini pegangan tangan sama orang lain selain kamu" jawab key dengan bingung
setelah sampainya di kelas key memegang tangan hani dengan wajah penasaran
"gak gini" ucap key
"key kamu kenapa pagi - pagi, ngapain pegang tangan aku? kamu kangen yah sama aku? maaf aku gak suka cewek!" hani ingin memulai percakapan dengan key
"gak kenapa kok" key menjawab sambil berpikir lalu menundukan kepalanya dimeja
hani gak bisa melanjutkan pembicaraan, dan nampak lebih bingung dari key.
lalu tessa masuk ke kelas, mengucapkan salam dan mereka memulai kegiatan perkenalan sampai selesai.
"baiklah teman - teman hari kedua selesai, dan besok hari terakhir kita hanya akan datang untuk bersih - besih saja" tessa menjelaskan kegiatan untuk hari terakhir dan bell pulang sekolah pun berbunyi
tessa menunggu hani dan key untuk keluar bersama dan seperti biasa desti menunggu key didepan kelas dan ian pun masih mengikuti desti
tiba - tiba
key memegang tanga ian "gak gini juga" dia masih berpikir tentang kejadian tadi pagi
desti, hani dan tessa kaget dengan kelakuan key
"ke.. kenapa key" tanya ian hampir tidak bisa bernafas
__ADS_1
"gak cuman bingung aja" jawab key masih berpikir dengan cuek
"key kamu ngapain pegang tangan kak ian, kamu sakit yah?" desti dengan suara keras bertanya sambil memegang dahi key
"tadi pagi juga dia tiba - tiba pegang tanganku, kenapa dia des? keknya lagi gak sehat" ungkap hani
sedangkan tessa masih bingung dan ian yang lebih bingung karena akhirnya dia berpikir key mulai membuka diri padanya.
"kok beda? aneh aja. kenapa gak sama yah?" key mulai menjelaskan
"itu tadi pagi pas dia pegang.." key belum selesai bicara, desti mulai menutup mulut key, dan berbisik "nanti kita lanjut di angkot"
"gak pulang bareng lagi kah?" tanya ian penuh harap
"gak kak, hari ini kita ada urusan" jawab desti sambil menjauh
saat diperjalanan pulang key mulai menceritakan semua perasaannya pada desti. tentang bagaimana saat dikelas, dia masih membayangkan punggung rey saat menariknya dan lambayan tangan rey, serta senyum rey saat turun dari angkot.
"akhirnya gunung es mulai mencair" desti legah mendengarkan penjelasan key
"apanya cair" key masih bingung, berharap bisa bertemu rey untuk memastikan perasaannya
"kamu akhirnya jatuh cinta key" jawab desti, meyakinkan key tentang perasaanya
"oh, gini yah rasanya kalau jatuh cinta?" tanya key
"ia, soalnya aku udah pernah" desti keceplosan
"hah? kamu? jatuh cinta sama siapa?" key bingung karena yang dia tau desti sangat menyukai ian dan tidak mungkin jatuh cinta
sebenarnya key belum bisa membedakan cinta dan suka karena dia belum berpengalaman sebelumnya. jadi dia tidak yakin apa itu cinta. yang dia tau dia hanya ingin berteman dengan orang yang dia sukai
"ada kamu gak kenal, jadi aku gak cerita" desti memberikan alasan agar menutup kenyataan kalau orang yang dicintai adalah ian. karena dia tau ian cinta key.
"oh, jadi kalau jatuh cinta harus gimana, biar bisa berhenti mikirinnya? aku gak bisa berhenti berpikir tentang rey. ini sangat merepotkan! tapi anehnya aku sangat suka perasaan merepotkan ini." key menyatakan perasaannya pada desti
"aku senang, akhirnya kamu jatuh cinta" senyum desti terasa lebih hangat
"eh, tapi kenapa harus rey, penggemarnya bahkan jauh lebih banyak dari pada kak ian, jadi artinya sainganmu jau lebih banyak dong. bukankah kamu gak suka hal yang merepotkan?" tegur desti dengan khawatir
"siapa suruh rasanya berbeda saat tanganku dipegang dia? dan mulai saat itu aku mulai memikirkannya, aku juga mengingat waktu pertama berkenalan. saat dia berkata untuk mengingat namanya! apa aku harus memegang tangan banyak orang agar bisa jatuh cinta sama orang yang gak merepotkan? ah, mungkin bisa dicoba!" key mencurahkan isi hatinya lagi
"jangan, nanti kenak virus" jawab desti
"baiklah besok kamu harus bertmu lagi dengan key untuk memastikan perasaanmu. kalau kamu merasa sangat senang melihatnya lagi, berarti kamu benar jatuh cinta padanya!" seru desti lagi dengan wajah yang serius
hari terakhir Masa orientasi siswa (MOS)
tidak seperti biasanya key bangun lebih pagi dan berangkat dengan penuh semangat. bahkan desti tidak menyadari kalau key sudah menunggunya di halte. desti mengira key masih menunggu dirumah jadi dia sarapan dengan perlahan seperti biasa, dan rey pun tiba - tiba muncul didepan key. Dan key sangat senang sampai tidak bisa mengatakan yang ingin dia katakan.
"selamat pagi key" sapa rey dengan tersenyum ragu, karena takut key menjawab dengan judes lagi
"pa.. pagi rey" jawab key gugup
"tumben gak bareng desti, biasanya kalian barengan terus" rey mencoba membuka percakapan agar bisa lebih banyak berbicara dengan key
key mulai menjawab malu, sambil menundukan kepala "aku pikir.. aku jatuh cinta padamu rey"
"eh? ehmmm... " rey terdiam wajahnya memerah dan tidak bisa berkata kata lagi
BERSAMBUNG...
kilas balik :
karena sebenarnya sejak hari pertamam mereka bertemu rey sudah menyukai key..
saat itu SD kelas 5, key pergi membeli barang di toko rey dan saat rey ingin mengambil barang dia tidak bisa menggapainya, namun key membantunya dan tersenyum manis didepan rey.. Dan rey pun mulai terpesonah (karena memang biasanya saat kecil, anak permpuan akan lebih tinggi daripada anak lelaki)
__ADS_1
rey lalu mengikuti key dari belakang tanpa disadari oleh key. saat berjalan rey melihat, key mengelus anak anjing dijalan, membantu seorang nenek membawa barang hingga tibah dirumah nenek yang letaknya berbeda dari rumah key , lalu kembali kerumah key dan dimarahi oleh mama key karena berpikir key bermain sampai lupa pulang, namun key hanya diam dan tidak menjelaskan apa - apa. rey ingin membantunya menjelaskan namun, key dan mamanya sudah masuk dan mengunci pintu terlebih dahulu. setiap hari rey selalu menunggu key datang, namun setelah sebulan akhirnya hanya mama key yang datang, dan rey pun menjelaskan kesalahpahaman mama key. dengan wajah menyesal mama key pulang kerumah, mulai saat itu rey melihat key belanja ditoko lagi. namun tidak pernah bicara dengannya.