
"Apa? pacar katamu? siapa dia? sekolah dimana? kelas berapa? siapa orangtuanya?" mama key kaget, namun seperti ibu lainnya dia sangat khawatir dengan anak gadis satu - satunya, yang baru masuk kelas 1 SMA. Selama ini dia selelalu mendukung keputusan Key namun dia ragu untuk mengizinkannya pacaran. Apalagi bagi mama key, key masi telalu kecil untuk percintaan. Maklum saja karena mama dan papa key mulai pacaran saat mama key baru saja lulus SMA dan langsung menikah setelahnya, karena mama key terlebih dahulu mengandung key. Jadi dia sangat khawatir dengan anaknya yang baru memulai hari pertama di SMA.
"Iya pacaran ma, pacaran sama rey anak bapak toko. Dia sekolah di harapan tapi satu angkatan sama key." key menjelaskan dengan polosnya sambil makan dimeja makan
"Kenapa kamu tiba - tiba bisa pacaran sama rey? mama gak tau kalau kamu dekat sama dia? bukankah selama ini kamu selalu bertanya sama mama papa sebelum mengambil keputusan?" Mama key masih khawatir dan ragu dengan keputusan key
"Dulu emang gak dekat, terjadi gitu aja ma. habisnya aku cinta rey dan rey juga cinta aku.
karena perasaan kita sama jadi aku terima aja rey yang mau jadi pacarku" key mulai kesal karena mamanya yang mulai cerewet.
Tiba - tiba hp mama key berbunyi. Melihat nomor yang baru, mama key dengan yakin mengangkat telpon dan mulai menjauh dari key (Kita memang gak bisa meragukan insting seorang ibu).
"halo?" mama key
"halo tante? ini rey. mau tanya key udah sampai rumah belum?" rey
"udah, dia lagi makan. kalo ada waktu kamu boleh datang kerumah tante. Ada yang pengen tante kasih tau." mama key berbicara dengan tegas.
"Baik tante. kapan saya bisa kesana? saya ada waktu kapan aja kok" rey menjawab dengan sopan
"sebaiknya besok setelah pulang sekolah!" saran mama key
"Baik tante. sampai ketemu besok" rey menjawab lagi
"Iya. Jangan kasih tau key kalau kamu akan kesini" mama key memperingatkan rey dan langsung mematikan teleponnya
key yang sudah selesai makan, kemudian mencuci piring dan bergegas kekamarnya. Dia masih menunggu rey menelpon tapi dia tertidur.
...
Saat key terbangun dia langsung mengingat rey yang mungkin mencarinya.
"Ah sial aku ketiduran" sekarang key menyadari jatuh cinta lebih merepotkan dari yang dia duga. namun anehnya dia menikmati perasaan merepotkan itu.
key pergi mencari mamanya dan bertanya apakah ada yang mencarinya. Dan mamanya pun membohonginya.
"ma apakah rey menelpon mama?" key
"iya tadi rey menelpon tapi karena kamu masih tidur jadi mama tidak membangunkamu" mama
"oh baiklah, apakah aku boleh pinjam hp mama? aku ingin menghubungi rey dan memberitahunya kalau aku sudah bangun." key membujuk mamanya dengan manja
"baiklah, tapi hanya sebentar dan harus didepan mama" mamanya tau anaknya tidak bisa dilarang, mamanya mengira jika semakin dilarang key malah akan pergi mencari rey
"apakah mama menyimpan nomor rey?" key
__ADS_1
mamanya sudah menekan panggilan dan langsung memberikan hp pada key "ini udah mama telepon, tinggal tunggu tersambung"
key tersenyum gembira dan mengambil hp mamanya..
"halo" suara rey
"apakah tadi kamu menelpon mamaku? tadi aku tertidur jadi tidak bisa menjawab panggilanmu" key berbicara sambil tersenyum di depan mamanya
"oh ia, tadi aku menelpon tapi mamamu berkata kamu sedang tidur" rey mengetahui mama key berbohong dan membantunya
"jadi, cepat sekali kamu bangun" kata rey lagi
"ia, biasanya saat siang atau sore aku hanya tertidur sebentar. baiklah, mamaku tidak mengijinkanku menelpon terlalu lama. sampai ketemu besok. bye" key mengakhiri teleponnya
"Apakah kamu sangat menyukainya? lihat wajahmu, kamu bahkan tidak bisa berhenti tersenyum" mama key senang melihat anaknya yang biasanya cuek mulai terlihat manja tapi tetap saja dia masih khawatir
"tentu saja, karena itulah aku menjadikannya pacarku. Tapi tidak sebesar rasa sukaku sama mama" key merayu mamanya agar mamanya tidak marah karena dia pacaran
"Lihat, kamu menjadi pandai merayu. Pacaran boleh saja, tapi jangan melupakan belajar dan sekolahmu, karena itulah yang terpenting. Dan ingat jangan kasih tau papa dulu kalau kamu punya pacar, mama tidak ingin papa memarahimu. Kita akan membujuk papa perlahan - lahan. oke?" dengan lembut mama menceramahi key
"Baiklah, tapi apakah papa akan menyuruhku putus bila dia tau? padahal, aku tidak ingin putus. rey sangat baik dan juga tampan, dia juga sopan. aku tidak akan putus darinya!" dengan khawatir key memberitahu mamanya, namun dia juga sangat percaya diri dengan keputusannya.
"Kita tidak tau apa yang akan papa pikirkan. jadi untuk sementara, jangan dikasih tahu dulu" tegas mama
...
...
Pagi itu matahari bersinar sangat cerah, seperti biasa key dan desti berangkat bersama dan bertemu dengan rey di halte.
"Jadi apa yang akan kita lakukan sepulang sekolah?" tanya key dengan penuh semangat
"Nanti aku ada urusan sepulang sekolah. Dan nanti sore aku akan pergi bermain basket besama teman sekolahku." jawab rey dengan khawatir. mengingat nanti dia akan bertemu mama key tapi dia tidak ingin key tau.
"oh oke" key kecewa tapi dia tidak ingin memaksa rey
"Gimana kalau bermain billiard lagi key? aku akan mengajarimu" Desti sangat menyukai bermain billiard
"padahal kamu juga masih belajar" jawab key
"bukankah roti bakar dan jus disana enak?" Desti paling pintar merayu key
"baiklah, aku akan memakan roti bakar itu setiap hari sampai aku bosan dan tidak ingin memakannya lagi" Key tersenyum dan melihat rey yang nampak khawatir
...
__ADS_1
saat pulang sekolah key dan desti mengajak ian pergi bermain billiard, dan ian sangat senang akhirnya key mau di ajak keluar setelah pulang sekolah. Ian belum tau kalau key sudah jadian dengan rey.
sementara itu rey ada di rumah key dan duduk di ruang tamu bersama mamanya key.
"Jadi, apakah kamu serius berpacaran dengan key? bila kamu hanya bermain - main, sebaiknya kamu segerah memutuskannya. karena key tidak mungkin memutuskanmu lebih dulu." mama key menegur rey dengan tegas. Wanita cantik dan bersuara lembut itu berusaha terlihat galak demi menjaga anaknya dari bahaya
"Tentu saja aku serius tante, apakah tante ingat saat aku memberitahu kebenaran tentang key waktu SD? pada saat itu aku sudah mulai menyukainya. Dan aku akan bertanggung jawab! aku tidak ingin putus dari key. Aku berjanji akan menjaga key dan tidak akan membuatnya sedih. Tolong beri aku kesempatan!" rey menunduk dan memohon kepada mama key
mama key tidak menyangkah bahwa perasaan rey sangat dalam untuk key, padahal dia masih sangat kecil tapi dia bertingkah seperti orang dewasa.
"Baiklah, karena key memilihmu maka aku akan memberikan kamu kesempata. Tapi kamu harus berjanji untuk menjaganya dan jangan melakukan hal yang aneh apalagi diluar batas. kalian dilarang berduaan saja, kalian bisa keluar bertiga dengan desti atau dengan lebih banyak orang juga lebih baik. bila aku melihatnya bersedih karenamu, kamu akan menghadapiku." mama key memperingati rey dengan keras. Mama key berpikir memaksa mereka hanya akan menjadi masalah, jadi sebaiknya menjaga mereka tetap saling jujur dan akan lebih aman bila rey yang menjaga key. Entah kenapa, dia merasa rey adalah anak yang bisa dipercaya.
...
sedangkan di tempat billiard key mulai belajar bermain billiard bersama ian dan desti. ian yang mengajari mereka, karena ternyata ian juga cukup mahir bermain. Dan Key dengan cepat mempelajarinya.
"key, sepertinya kamu berbakat, aku bermain sejak kemarin tapi sekarang kamu lebih hebat dariku" ejek desti
"aku memang serba bisa, hanya saja aku menjadi cepat bosan karena terlalu mudah" key dengan sombong mebalas ejekan desti
"bila kalian datang setiap hari maka kalian berdua akan lebih hebat darikku" ian juga ikut bercanda
"aku harap rey ada disini" key melamun dan tanpa sadar berbicara sendiri
"aaah.. aku sudah bosan. ayok kita pulang" ajak key
"Baiklah, tunggu sebentar aku akan membayar tagian" jawab ian
Namun karyawan tersebut mengatakan bahwa rey sudah membayar tagihan mereka, dan ian pun bingung. karena daritadi dia tidak melihat rey, jadi bagaimana rey bisa membayar tagihan?!. Ian kembali bertanya pada key dan desti. key pun sangat gembira dan segerah mencari karyawan itu, lalu bertanya tentang rey.
"Jadi dimana bossmu?" tanya key
"Tadi dia menelpon dan berkata bila pacarnya akan datang dan menyuruhku untuk memasukan tagihan kalian padanya, bila kalian memaksa untuk membayar dia akan memecatku" si karyawan meberikan penjelasan yang cukup jelas
"sekarang coba kamu telpon dia" sebenarnya key hanya ingin berbicara pada rey
"baiklah.. ini!" karyawan memberikan hp nya pada key
...
"halo?" suara rey
"jadi kamu dimana? kenapa kamu mengancam karyawanmu?" tanya key mencari alasan untuk berbiacara dengan rey
"apakah kamu ingin aku menjemputmu? urusanku sudah selesai aku akan segerah kesana. jangan kemana - mana dan tunggu aku di sana" rey langsung mematikan teleponnya
__ADS_1
Dan ian pun segerah pamit pulang karena dia mendengar pembicaraan key dengan karyawan itu, yang membuatnya sadar kalau key dan rey sedang berpacaran. Ian terlihat sangat sedih dan hampir menangis tapi hanya desti yang menyadari hal itu. Desti ingin menghibur ian, tapi dia tidak bisa meninggalkan key sendiri.
Bersambung...