
Setelah selesai mandi, key yang masih terbungkus handuk langsung berdandan dengan tampilan yang natural diwajahnya lalu membuka lemari dan tanpa berpikir panjang langsung mengambil satu set pakaian berwarna merah maroon yang sudah terlipat rapih dirak lemarinya. Dia kemudian memakai baju itu lalu untuk sentuhan terakhir dia menyemprotkan pewangi ketubuhnya dan tidak lupa memilih accessories dari meja riasnya, saat melihat sekeliling kamarnya dia sadar dengan keadaan kamarnya yang seperti kapal pecah. Dia sengaja membiarkannya begitu saja, agar mamanya bisa merapihkan kamar untuknya. Key suka mendengar suara omelan mamanya karena dengan begitu dia tidak merasa kesepian saat berada dirumah.
Key lalu ke meja makan mengambil bekal yang sudah disiapkan oleh mamanya untuk dokter jeff dan dimas. Lalu pamit dengan mencium kening mamanya yang sedang tertidur di sofa, ketika merasakan ciuman dikeningnya, mamanya terbangun dan menyuruh key agar berhati - hati saat mengemudi. Mamanya selalu senang saat key berada dirumah, karena pekerjaan key yang selalu bepergian membuat mamanya terkadang merasa kesepian. Dia hanya berharap anaknya berhenti bekerja dan tinggal dirumah saja, tapi dia juga tahu harus membiarkan anak itu lebih mandiri karena dia tidak bisa menjaga key selamanya. Jadi key yang awalnya hanya boleh terbang didalam negeri, kini telah mendapat persetujuan mamanya untuk bekerja keluar negeri dan mengikuti kata hatinya. Walau butuh waktu yang lama bagi key untuk meyakinkan mamanya, Tapi pada akhirnya key selalu berhasil membujuk mamanya.
...
Key pun tibah dirumah sakit dan berjalan dengan membawa tas bekal ditangannya, saat berjalan menuju ruangan dokter jeff dia bertemu dengan Rey yang sedang sibuk berbicara dengan seorang pasien. Melihat Key yang membawa bekal, rey juga tidak menyapanya dan hanya membiarkannya lewat begitu saja. Key yang masih berjalan, merasa rencananya mulai berhasil dan setibahnya di ruangan dokter jeff tidak ada orang karena dokter jeff ternyata sedang melihat pasiennya. Dia kemudian hanya menunggu dokter jeff dan mengirimi pesan untuk dimas dan menyuruhnya datang mengabil bekal diruangan dokter jeff. Dimas yang sudah tidak sibuk lagi segerah bergegas untuk mengambil bekalnya, padahal dia hanya berencana untuk mengabil bekal tapi key malah menyuruhnya untuk makan diruangan itu agar rey yakin dengan hubungan mereka. Lalu munyuruhnya untuk pamer pada rey dan memuji masakannya. "sepertinya kamu lebih cocok menjadi pengarang cerita, Kamu harus berhenti menjadi pramugari dan fokus dengan menulis cerita diblogmu" dimas mengejeknya karena yang memasak adalah mamanya tapi dia malah menyuruh dimas memujinya. "Dasar bodoh! jadi, kamu mau aku menyuapimu didepan umum? aku hanya mencari cara agar kita tidak harus melakukan hal yang aneh" Karena bagi key itu akan sangat menggelikan dan dia tidak yakin kalau bisa melakukannya, Dia sangat yakin akan tertawa saat menyuapi dimas.
Lalu dokter jeff yang sudah selesai bekerja masuk dan ingin tahu apa yang terjadi dengan kedua anaknya, apalagi dimas yang sangat jarang makan diruangannya. Karena biasanya dimas akan makan bersama karyawan lainnya sambil mengobrol agar lebih akrab
"akhirnya masakan istriku datang, aku sudah sangat lapar. tapi apa yang terjadi? kenapa kamu makan disini?" Dokter jeff membuka kotak makan siangnya dengan senang hati.
"Dasar anak durhaka, sering - seringlah menemani papa makan dan jangan membuang waktumu untuk orang lain!"key mengomeli dimas.
"Memiliki anak perempuan memang berbeda, lihat dia begitu perhatian tidak sepertimu!" dokter jeff mencoba bercanda dengan kedua anaknya.
"Anak kecil sepertimu tidak akan mengerti, itu namanya pendekatan agar mereka bisa membantuku dengan santai diruang operasi." Karena menurut dimas akan lebih mudah bekerjasama bersama dengan orang yang dikenalnya.
"Baiklah, orang dewasa memang rumit. Aku hanya akan tetap menjadi anak manja mama dan papa. Jadi kamu bekerjalah lebih keras untuk menghidupi kami bertiga dan jangan berpikir untuk menikah." Key sangat senang bercanda bersama keluarganya, dan merasa sangat puas saat melihat kakaknya kesal.
__ADS_1
Setelah dimas selesai makan, key mengajaknya mencari Rey untuk menunjukan kebohongan mereka. Dokter jeff sudah terbiasa dengan tingkah mereka yang sering berpura - pura pacaran dirumah sakit pun tidak heran lagi, kedua anak itu kemudian berdiri dan berjalan keluar menuju pintu, dan dimaslah yang membukakan pintu untuk key tapi ternyata tidak perlu mencari lagi, Rey sudah berada tepat didepan ruangan dokter jeff dan melihat key keluar sambil tersenyum bahagia dari ruangan itu. Saat melihat key dan dimas begitu bahagia, Rey malah salah paham dan percaya kalau hubungan dua orang itu nyata dan mereka benar - benar saling jatuh cinta.
"Hai Rey, apakah kamu sudah makan siang? hari ini pacarku mengantarkan bekal dan rasanya sangat enak." Sesuai dengan perkataan key, dimas mengatakannya dengan baik.
"Sebaiknya kamu lebih sering menemaninya saat makan dan jangan biarkan dia makan malam diluar sendirian." Rey yang kesal pun malah mencoba untuk menceramahi dimas, sebagai pelampiasan karena rasa cemburunya.
"Apa maksudmu?" Dimas tidak mengerti dengan perkataan Rey dan menjadi bingung.
"Ah, tidak apa - apa. Dia sangat sibuk, jadi aku mengerti. cukup aku saja yang menemaninya makan" Key langsung memotong pembicaraan mereka berdua karena dia tau dengan jelas apa yang dimaksud Rey, sedangkan dimas hanyalah korban yang tidak tahu apapun.
Mendengar perkataan key, dia pun berpikir kalau key benar - benar mencintai dimas dan bahagia dengan pilihannya saat ini. Jadi dengan berat hati Rey berjalan menjahui kedua orang itu, dia akhirnya tidak ingin memaksa key lagi, dan ingin merelakannya. Karena jika Key bahagia itu sudah lebih dari cukup untuknya, walaupun bukan dia yang membuat key bahagia.
Rey merasa tidak ingin di ganggu, jadi dia hanya diam saja. Tapi gadis itu langsung duduk tanpa mendengar jawaban dari rey.
"Sepertinya aku akan segerah mati!" kata gadis mudah itu.
Mendengar perkataannya, Rey merasa ibah dan akhirnya mencoba untuk menghibur gadis itu "a..apa maksudmu?" rey berusaha tapi bingung harus berkata apa.
"kata dokter kalau tidak menemukan donor jantung, aku akan mati. Namun sebelum itu terjadi, aku harus menemukan pacar terlebih dahulu" kata gadis mudah itu.
__ADS_1
"Kamu pasti akan menemukannya." sebagai seorang dokter rey berusaha meyakinkan pasien itu
"menemukan apa? pacar? apakah kamu sudah memiliki pacar? oh ia, namaku lisa umurku 21 tahun dan aku anak kedua dari dua bersaudara, aku memiliki seorang kakak laki - laki. berapa umurmu? kamu terlihat begitu mudah tapi sudah menjadi dokter, kalau kakakku berumur 25tahun mungkin kalian seumuran dan bisa menjadi teman baik." lisa mencoba akrab dengan rey yang telihat sedih.
"Bisa jadi kamu menemukan keduanya. Aku bingung harus menjawab yang mana dulu, pertanyaanmu terlalu banyak". Rey mencoba menghormati lisa karena keadaannya.
"Pacar, apakah kamu memilikinya? jika tidak aku bisa menjadi pacarmu!" Lisa yang terlihat ceria menggoda rey yang terlihat tidak bersemangat.
"Tidak, tapi maaf aku sudah mencintai seseorang. Dan jika bukan orang itu aku tidak berpikir untuk mencintai orang lain." Rey langsung menolak dengan serius. Dia tidak ingin memberikan harapan palsu pada siapapun. Sejak sekolah dan kuliah pun dia tidak pernah menerima gadis manapun, padahal bisa dibilang banyak gadis yang mengaku cinta padanya.
"Tidak bisakah kamu memberikan aku kesempatan? Setidaknya aku akan segerah mati, Jadi kamu tidak perlu mencintaiku." Lisa mencoba merayunya
"Aku tidak bisa berpacaran hanya karena kasihan. Dan selagi masih ada harapan kamu jangan mudah menyerah, kamu pasti menemukan donor". Rey mulai marah karena perkataan lisa dan tidak berpikir panjang dengan perkataannya sendiri
"kamu terlihat manis saat sedang kesal" Lisa menyadari kalau rey sudah mulai marah jadi dia mencoba untuk meredam amarahnya.
Namun perkataanya mirip dengan Key jadi Rey kembali mengingat key dan merasa sedih lagi, sudah 8 tahun tapi dia masih mengingat dengan jelas kata-kata itu.
Bersambung...
__ADS_1