Tentang Masa Mudah Dan Cinta Pertama

Tentang Masa Mudah Dan Cinta Pertama
Hari Cerah


__ADS_3

Matahari bersinar menembus jendela kamar rumah sakit, Rey terbangun dan tersenyum melihat key. Kemudian mama key masuk dan menyapanya "selamat pagi rey" tapi rey tidak terlihat kaku seperti biasanya, kali ini dia tersenyum dan kembali menyapa mama key. Namun karena harus bekerja, dia meninggalkan key berdua dengan mamanya. "Selamat pagi tante! Jika key bangun tolong katakan padanya kalau aku akan kembali nanti siang." Rey yang terlihat begitu bersemangat meninggalkan kamar, Dia bahkan menyapa semua orang yang bertemu dengannya. Sedangkan Mama key dan orang lain yang melihatnya, merasa heran dengan Rey yang begitu ceria.


Pagi berganti siang, Rey kembali kekamar key dan saat membuka pintu dia melihat dimas yang sedang duduk disamping key. Dia kembali sadar kalau dimas adalah pacar key, Tapi karena berpikir key merindukannya jadi dia memutuskan untuk tetap masuk dengan sedikit keraguan dibenaknya. Dirindukan key sudah lebih dari cukup untuknya, dan rey tidak menuntut lebih dari itu karena dia merasa untuk saat ini key membutuhkannya.


Dibutuhkan oleh orang yang dicintai adalah hal yang hebat, Rasanya seperti menjadi ironman.


Saat melihat rey yang membuka pintu, key sangat senang dan menyapanya dengan senyuman diwajahnya. "Hai rey, apakah kamu sudah makan siang?" Kali ini key sudah boleh duduk ditempat tidurnya, jadi dia merasa lebih nyaman untuk berbicara dengan orang lain.


"Tentu saja sudah, bagaimana perasaanmu? apakah ada yang sakit?" Rey seakan tidak menganggap kehadiran dimas. karena Dia berpikir dimas adalah saingannya, padahal dimas sudah banyak membantu pekerjaannya.


"Aku merasa sudah lebih baik! Lihat, aku bahkan sudah bisa duduk." Key sebenarnya senang karena bisa melihat rey lagi.


"Baguslah kalau begitu, apakah kamu ingin sesuatu? kamu bisa mengatakannya padaku jika kamu butuh". Rey mencoba membuat key ingat dengan kejadian kemarin malam.


"Key tidak membutuhkanmu, Dia sudah memilikku. dan jika butuh sesuatu, aku bisa memberikannya." Dimas hanya menjawab sebagai seorang kakak.


"Tidak, aku tidak butuh apa2. Aku akan mengatakan padamu jika aku butuh sesuatu" key menjawab sambil menatap Rey dengan senyum manisnya.


"Baiklah kalau begitu, aku hanya akan duduk dan membaca disini." Rey kemudian duduk di sofa dan mengambil buku yang ada dimeja.


"Hei.. apakah kalian tidak melihatku? apakah aku sudah memiliki kekuatan super hingga tidak terlihat? kalian bahkan tidak menjawabku!" Dimas merasa terabaikan karena tidak ada yang memperhatikan dan menjawabnya.


Key dan rey hanya tersenyum melihat dimas yang begitu cerewet. Kemudian hp dimas berbunyi dan ternyata bunyi alarm yang mengharuskan dia untuk kembali bekerja "Aku akan kembali bekerja, karena harus menggantikan tugas seseorang. Sebaiknya kamu menjaga key dengan baik, anggap saja itu balasanmu padaku." Dimas mencoba menyindir Rey "ingat.. telpon aku jika dia mengganggumu, aku kerja dulu" dimas lalu mengelus kepala key dan langsung pergi meninggalkan mereka berdua.

__ADS_1


Rey kemudian pindah dari sofa ketempat duduk disamping key, namun suasana menjadi canggung karena tinggal mereka berdua didalam kamar. Rey yang ingin mencari bahan pembicaraan melihat sekitar, dan akhirnya terpaku pada perban yang membalut tangan key. "Apakah sakit?" rey sedih melihat keadaan key yang tampak rapuh.


"Ah ini? tidak sakit sama sekali, hanya kelihatannya memang parah tapi sebenarnya bukan apa - apa" Key mencoba menenangkan rey yang terlihat khawatir.


"jika sakit kamu harus mengatakannya, agar mereka memberikanmu obat.." Rey khawatir dan tidak ingin key merasa kesakitan.


Kemudian key menganggukan kepalanya, lalu menyuru rey untuk menceritakan kisah tentangnya selama delapan tahun ini. Rey mulai menceritakan hal - hal lucu yang terjadi padanya dan itu membuat key tertawa, mereka bahkan tidak menyadari mama key yang membuka pintu. Melihat key dan rey yang asik bicara berdua, mama key tidak jadi masuk karena tidak ingin mengganggu mereka yang terlihat begitu bahagia.


...


Setiap hari mereka menghabiskan waktu lebih banyak berdua, key juga semakin pulih dan sudah bisa diajak keluar kamar untuk mencari udara segar. Key merasa sangat senang selalu ditemani oleh orang - orang yang disayanginya, apalagi rey yang tidak pernah membuatnya merasa bosan. Terkadang kecemburuan rey pada dimas juga bisa membuat key merasa lucu, Dia selalu ingin mendorong dimas pergi dan terus memberikan pekerjaan pada dimas, jadi waktu dimas bersama key menjadi sangat singkat. Terkadang dia hanya datang untuk menyapa key dan tidak ada waktu untuk duduk bersamanya walau sebentar saja, Dimas juga sengaja menanggung tugas rey karena melihat key yang selalu tersenyum bersama rey.


Dipagi yang cerah, rey membawa key untuk berjemur. Saat Rey sedang mendorong key dengan kursi roda, mereka bertemu dengan lisa yang juga sedang menikmati matahari pagi. "Bagaimana kabarmu?" Lisa hanya mendengar cerita dari para perawat tentang key, tapi tidak menyangka kalau keadaan key begitu parah. Lisa merasa kasihan melihat keadaan key yang duduk dikursi roda dengan tangan dan kaki kirinya dipasangi gips.


"Aku sudah baik - baik saja, benda ini sepertinya akan segerah dilepas" key menyadari lisa memperhatikan tangan dan kakinya.


"Apa maksudmu? aku bukan benda dan aku bukan milik siapapun" Rasanya rey ingin memarahi lisa yang iseng.


"Aku ingin kembali kekamar, bisakah kamu mengantarku kembali?" Key yang salah pahan diliputi oleh rasa cemburu.


"Tenanglah rey, Aku hanya bercanda. Lagi pula dimana pacarmu key?" Lisa yang ingin mengejek Rey, tidak menyadari kalau dia semakin menambah kesalah pahaman key.


"Dia sedang bekerja dan tidak bisa menemaniku, Rey aku lelah." Key sangat kesal melihat Lisa begitu akrab, bahkan bercanda dengan rey.

__ADS_1


"Baiklah key, aku akan membawamu kembali! Lisa sebaiknya kamu juga pergi beristirahat." Rey pun mendorong key kembali menuju kamarnya "Bisa dibilang kondisinya sedang tidak baik, tapi dia masih terlihat begitu ceria dan terus berkeliaran disana sini" Rey memikirkan kesehatan lisa dan tidak menyadari tentang key yang salah paham. Key hanya diam saja menahan rasa penasaran dan cemburunya, dia tidak berkata apapun. Setelah sampai dikamar, Rey menggendongnya keatas tempat tidur tapi key hanya mengatakan terimakasih dan menyuruh rey untuk meninggalkannya "Terimakasih rey, aku sangat lelah dan ingin sendiri. Bisakah kamu meninggalkanku?" sebenarnya key tidak ingin ditinggalkan sendiri, Tapi rey tidaklah pekah jadi dia langsung menyetujuinya "Baiklah.. aku akan kembali nanti, Kamu istirahatlah dulu" Rey langsung pergi begitu saja dan tidak memahami perasaan gadis itu.


Setelah itu.. Tidak seperti biasa, key menjadi diam sepanjang hari dan tidak banyak bicara selain menjawab yang ditanyakan oleh orang yang datang mengunjunginya. Dia terus memikirkan perkataan lisa tadi, dan sekarang dia malah merasa telah menyusahkan Rey.


Saat sudah malam dia menyuruh mamanya untuk menemaninya "Ma, sebaiknya mama tidur disini malam ini. Aku ingin tidur bersamamu, aku juga merindukanmu" sebenarnya dia hanya ingin menghindari rey.


"Baiklah, aku akan menyuruh rey untuk pulang saja." mama key sadar ada yang aneh, tapi karena dia sangat mengetahui sifat key, dia tidak bertanya apaun dan langsung menyetujuinya.


"Aku juga ingin bertemu papa.. papa jeff, ada yang ingin aku katakan padanya" Key nampak ingin berbicara serius kali ini.


Mama key kemudian menelpon suaminya dan menyuruhnya datang. Tidak lama kemudian dokter jeff membuka pintu dan masuk "Ada apa? apakah kamu merasa ada yang sakit?" dia berbicara dengan khawatir, karena tidak biasanya key menyuruhnya datang.


"Tidak aku baik-baik saja, aku juga rindu papa dan hanya ingin bicara berdua dengannya. Sebaiknya mama pergi mencari rey dan menyuruhnya pulang." Key yang hanya ingin bicara berdua deng jeff, membuat alasan agar mamanya keluar dari kamar.


Mama key yang sangat mengerti dengan maksud key hanya mengatakan "Baiklah aku akan mencarinya" Lalu keluar dari kamar.


"Ada apa? sungguh tidak ada yang sakit kan?" jeff masih saja sangat khawatir.


"Pa, bisakah kamu membuat rey kembali dengan pekerjaannya? Aku hanya bosan melihat dia setiap saat." key masih mencari alasan untuk menjaga jarak dengan rey.


"oh, Baiklah. mungkin sekarang dia sudah bisa lebih fokus, aku akan mengatur kembali jadwalnya. Ada apa lagi? apakah kamu mau aku temani malam ini? benar tidak ada yang sakitkan?" Dia masih saja tidak mengerti dan masih mengkhawatirkan keadaan anaknya.


"Tidak, aku ingin ditemani mama malam ini. Jadi papa harus tidur sendiri! Jika papa kesepian, aku akan menyuruh dimas untuk menemanimu" melihat dokter jeff yang begitu khawatir, key pun mencoba bercanda dengnannya.

__ADS_1


"Tidak, Jangan.. Dia hanya akan menendangku dari tempat tidur. Baiklah, jika kamu membutuhkan sesuatu kamu bisa mengatakannya" Kini dokter Jeff menjadi legah karena key mulai bercanda dengannya.


next...


__ADS_2