
Pagi ini juga cerah seperti kemarin dan key masih dirawat dirumah sakit. Rey yang datang pagi - pagi dengan tas bekal ditangannya, tidak sabar ingin bertemu dengan key. Baru meninggalkannya semalam saja sudah terasa lama bagi rey, sesampainya dirumah sakit dia langsung masuk kekamar key. "selamat pagi" Rey menyapa dengan senyuman lebar diwajahnya, senang rasanya melihat key lagi. "Selamat pagi juga rey. Kamu datang pagi sekali, apakah sudah sarapan?" mama key kembali menyapa rey. Sedangkan key hanya memaksakan diri untuk tersenyum dan tidak menjawab sama sekali.
"Belum, aku berencana untuk sarapan bersama key." Rey yang tidak pekah itu sangat merindukan key, Jadi dia bahkan membuatkannya sarapan. Karena tidak bisa langsung menolaknya, key masih diam dan memaksakan senyumnya lagi.
Rey kemudian membuka tas bekalnya dan mengeluarkan kotak bekal yang beisi bubur untuk key "Wah, kelihatannya enak rey. kamu beli dmna?" Mama key mencoba membuka pembicaraan karena melihat key yang masih saja diam.
"Aku membuatnya sendiri, aku juga membuatkan sandwich untuk sarapan tante." Dia menunjuk tas bekal yang ada dimeja, Rey merasa bangga dan senang tentunya bisa membuatkan sarapan untuk key.
"Wah kamu pintar memasak yah.. apakah ibumu yang mengajarimu?" Dia mencoba sandwich buatan rey, mama key semakin kagum dengannya. Selain seorang dokter dia ternyata juga bisa memasak, Ibu mana yang tidak mau punya menantu seperti rey.
"Tidak tante, mamaku juga tidak bisa memasak. Aku belajar saat kuliah diluar negeri, karena akan lebih praktis bila memasak sendiri dibanding terus membeli makanan diluar" Rey menjelaskan alasannya memasak.
"Key bahkan tidak bisa menggoreng telur, Dia pernah mencoba menggorengnya dan hampir membakar seluruh rumah. hahaha" mamanya ingin mengajak mereka bercanda malah mengejek anaknya
"mam.. " key ingin menegur mamanya karena malu.
"Tapi aku pernah melihatnya membawa bekal untuk dimas?" Rey masih ingat dengan apa yang dilihatnya dan menjadi bertanya-tanya.
"Tentu saja aku menyuruh mama yang memasak" Key langsung menjelaskan dengan cepat.
Mendengar itu, Rey tersenyum dan merasa senang karena bukan key yang memasak. sedangkan mama key malah terdiam, Dia takut akan keceplosan dan mengatakan yang tidak seharusnya dikatakan jadi mama key pamit pulang.
Key yang ingin mencegahnya tidak bisa berbicara didepan rey, sebaliknya dia malah membiarkan mamanya pulang. Akhirnya mereka tinggal berdua lagi, Rey kemudian menyuapi key karena tangan key masih belum sembuh. Key terus membuka mulutnya saat disuapi Rey, tapi dia hanya terus makan dan masih tidak ingin bicara. Rey juga hanya menyuapi key dan tidak tahu harus berbicara apa, dia hanya terus tersenyum senang karena bisa menyuapi key. Setelah mereka selesai sarapan, Rey langsung membereskan semuanya hingga bersih. Key malah membaca buku agar tidak harus berbicara dengan rey, tapi tidak disangkah kalau rey malah mengambil buku dan membaca disamping key dan tidak mengatakan apapun. Dia hanya senang bisa menemani key walau tidak bicara sama sekali, sedangkan key terus memikirkan cara mengusirnya sambil berpura - pura membaca. Key terus membalikkan setiap lembar buku dan tidak membaca sama sekali, Rey yang melihat itu lalu bertanya "Ada apa? apa yang kamu pikirkan?" Rey mulai merasa ada yang aneh dengan key.
__ADS_1
"hah? kenapa? tidak ada apa - apa, aku hanya merindukan dimas yang selalu sibuk" Key akhirnya menemukan alasan yang bagus.
Mendengar hal itu, tentu saja membuat rey sedih dan hanya diam saja karena tidak bisa menjawab. Lalu ruangan menjadi sepih untuk waktu yang lumayan lama, karena tidak ada yang bicara.
Saatnya rey untuk pergi bekerja, dia terlihat sedih tapi masih tersenyum saat pamit pada key yang masih memegang buku ditangannya. Saat keluar dari kamar, Rey bisa melihat dengan jelas kalau ternyata sedang turun hujan dari langit yang begitu cerah. Dia jadi merasa bahkan langit pun turut bersedih dengannya, Saat - saat bahagianya bersama key akan segerah berakhir.
Rey pun pergi keruangan dokter jeff, dan meminta pekerjaannya dikembalikan seperti semula dan kalau bisa dia juga akan mengambil pekerjaan dimas, agar dimas bisa menjaga key. Jeff yang belum mengatakan sepatah - kata pun, baru sadar ada yang aneh dengan rey dan key. "Baiklah, aku juga sebenarnya juga sudah mengaturnya untukmu"
Karena semalam key baru memintanya untuk mengembalikan pekerjaan rey jadi jadwalnya pun sudah siap dan dokter jeff tidak mengatakan tentang key yang menyuruhnya.
Rey menjadi sibuk dengan pekerjaannya dan sudah tidak pernah berkunjung kekamar key. Walau sangat merindukan rey, ego key terlalu tinggi untuk mencarinya, jadi kini key lebih sering menghabiskan waktu bersama keluarganya.
Tapi key tidak menyadarinya kalau terkadang Rey memperhatikannya dari jauh saat dia keluar untuk berjemur dipagi hari dan mencari udara segar disore hari, yang terkadang ditemani mamanya atau pun dimas.
Dimas yang berjalan dilorong rumah sakit, melihat Rey yang sedang duduk sendirian. Dia pun mendekatinya karena Dimas yang mendorong key dengan kursi rodanya melihat rey yang selalu memperhatikan key, tapi tidak mengatakan apapun pada key. "Apakah kamu sangat mencintainya?" tanya dimas.
"Apakah kamu tidak?" Rey tidak ingin menjelaskan perasaannya pada dimas.
"Apa yang membuatmu begitu mencintainya?" dimas yang tidak bisa menjawab, masih ingin bertanya.
"Jadi apa alasanmu mencintainya?" Rey kembali bertanya karena masih tidak ingin menjawab.
"Itu pertanyaan yang mudah, Siapa yang tidak akan menyukainya? Dia cantik dan bahkan baik hati" Dimas menjawab dengan mudahnya.
__ADS_1
"Jadi kalau dia tidak cantik dan menjadi jahat, apakah kamu akan meninggalkannya?" Rey kesal mendengar jawaban dimas.
"Tentu saja aku akan mencintainya, aku akan bertanggung jawab apapun yang terjadi padanya" dimas yang hanya pacar bohongan tidak bisa memikirkan hal lain.
"ketahuilah, tanggung jawab dan cinta itu berbeda" Rey lalu berdiri dan pergi karena tidak ingin berbicara dengan dimas.
Jika kamu bertanggung jawab pada seseorang, suatu saat kamu akan kelelahan dan berhenti bertanggung jawab. Tapi jika kamu mencintai seseorang, kamu pasti akan bertanggung jawab padanya dan tidak akan pernah merasa lelah.
Mendengar perkataan dimas, rey sudah cukup yakin kalau dimas tidak mencintai key seperti dia. Akan tetapi, dia juga tidak bisa melakukan apapun. Karena dia berpikir key sangat mencintai dimas dan rela asalkan key merasa bahagia.
Key menceritakan tentang perasaanya pada desti yang akhirnya bisa datang lagi setelah beberapa hari, karena kesibukannya dikantor.
"Aku tidak ingin menyusahkannya tapi aku selalu ingin melihatnya dan sangat nyaman berada didekatnya. Tapi aku juga tidak ingin menjalin hubungan dengan siapapun, apa yang harus aku lakukan des?" Key tidak nyaman lagi menyimpan perasaannya sendiri jadi dia akhirnya meminta pendapat desti.
"Aku melihat dia sangat senang saat merawatmu, dia nampak menikmatinya. Jadi aku pikir dia tidak kesusahan karenamu, dan jika kamu merasa berada didekatnya sangat nyaman, itu sudah lebih dari cukup key. Tapi kenapa kamu tidak ingin menjalin hubungan dengannya?" Desti mencoba menasehati key.
"Kamu tahu? Aku sangat sedih saat ditinggalkan papa, dan rasanya aku akan mati kalau tidak mengingat mama. Tapi disaat aku akan mati, aku malah mengingat rey dan tidak ingin dia bersedih sepertiku. Aku sangat mengenalnya saat itu, kalau terjadi sesuatu padaku. Mungkin dia akan mengikutiku, jadi aku memutuskannya saat itu. Sampai sekarang aku masih tidak bisa menerima siapapun karena terus mengingatnya. Tapi saat bertemu lagi dengannya, aku masih tidak ingin kembali berasamanya atau orang lain lagi. Aku merasa takut, jika suatu saat nanti aku tiba - tiba mati dan meninggalkan orang yang mencintaiku. Aku tidak ingin dia merasa sedih seperti aku yang ditinggalkan papaku!" Kesedihan dan ketakutannya yang selama ini di simpan sendiri, akhirnya dikatakan pada desti sahabat baiknya.
"Mungkin karena aku selalu sehat jadi aku tidak mengerti, bukankah jika kalian saling mencintai kalian akan saling mendukung? bukannya lari dari satu sama lain? kamu mungkin terlalu menganggap remeh perasaannya dan tidak percaya padanya tapi cinta Rey tidaklah rapuh seperti yang kamu pikir. Lihat, sudah delapan tahun key! Dia tidak ingin membuka hatinya pada orang lain meski dia membencimu karena meninggalkannya begitu saja, dia tetap hidup dan Rey bahkan hidup lebih baik dari yang kamu kira." Desti hanya memberikan pendapatnya dan sedikit saran untuk key.
Key hanya terdiam dan merenungkan perkataan desti.
thankyou next..
__ADS_1