Tentang Masa Mudah Dan Cinta Pertama

Tentang Masa Mudah Dan Cinta Pertama
Pengakuan


__ADS_3

Tiba - tiba terdengar suara teriakan dari belakang..


"key key, kamu kok gak nungguin aku?" teriak desti dibalik punggung key dan rey


"aku baru saja mengatakan kalo aku jatuh cinta pada rey seperti yang kamu bilang kemarin" ungkap key dengan wajah datar dan tanpa emosi


tapi jauh di dalam hatinya dia masih bingung dengan perasaannya yang tidak jelas, tadi dia begitu senang melihat rey, sekarang dia sangat gugup tidak bisa berkata - kata. karena perasaannya yang tidak nyaman key memutuskan untuk mengatakan perasaan yang sebenarnya pada rey..


namun setelah mendengar perkataan key pada desti barusan, dia merasa seolah - olah key sedang mengerjainya.


rey, yang tadinya merasa senang sekaligus bingung tiba - tiba menjadi kesal dan menjadi acuh dan diam saja menaiki angkot yang baru saja berhenti tepat didepan mereka.


key dan desti kemudian ikut naik dan duduk di samping rey, namun karena rey diam saja key juga ikut diam. Dan disaat yang sama desti pun bingung, dia ingin sekali menasehati key namun dia menunggu rey turun, dengan begitu lebih nyaman untuk membicarakan rey.


seketika suasana menjadi hening.


sebelum turun rey dengan wajah dingin menasehati key "jangan pernah mempermainkan perasaan orang"


key makin bingung "apakah jatuh cinta padanya hal yang salah? mungkinkah dia sudah punya orang lain? atau dia membenciku? tapi kenapa? apa salahnya jatuh cinta? ini kan perasaanku! kenapa? apa dia ingin mengatakan jangan jatuh cinta padanya? baiklah aku juga tidak ingin! hanya saja itu terjadi tanpa di rencanakan. des, sekarang apa yang harus aku lakukan? sepertinya aku merasa sedih, rasanya aku ingin menangis tapi aku tidak yakin kenapa aku harus menangis, aku bahkan tidak melakukan kesalahan. aku bahkan tidak memukulnya. kenapa dia berkata seperti itu?"key terus betanya pada desti dengan sedih


"jadi gini key.. kalau kamu ingin mengungkapkan perasaan, sebaiknya kamu harus tulus.." desti belum selesai berbicara


"padahal aku sangat tulus, aku bahkan bangun pagi sekali untuk memastikan perasaanku saat melihatnya. saat melihatnya aku sangat senang dan ingin meraih tangannya seperti dia memegang tanganku kemarin, tentu saja aku sangat senang memegang tanganmu namun sepertinya aku akan lebih senang bila tangan ini adalah tangan rey" key berkata sambil menatap dan memegang tangan desti


"dengar dulu, aku bahkan belum selesai berbicara! hanya saja, tadi saat kamu bilang kamu jatuh cinta pada rey, kenapa kamu bahkan tidak tersenyum. mungkin dia mengira kamu hanya bercanda dan tidak tulus" desti menjelaskan dengan sabar


"karena itulah aku tidak tersenyum, aku berusaha menahan senyum dan tawaku yang begitu senang melihatnya, karena dia mungkin berpikir aku akan menertawakannya dan hanya bercanda dengannya. jadi aku berusaha untuk terlihat lebih serius" key menjelaskan perasaannya yang sebenarnya

__ADS_1


"ahahahhaaa kamu betul - betul yah, aku bahkan tidak tau apa yang kamu pikirkan, saat kamu mengatakan perasaanmu, sebaiknya kamu mengatakannya dengan sepenuh hati dan jangan menahan apapun sehingga rey tidak salah paham dan berpikir kamu mempermainkannya" desti tertawa namun mengasihani keyta yang malang


"tapi bukankah itu keterlaluan, dia tidak menjawab apapun namun hanya memarahiku. dia adalah pemain yang sebenarnya" key sangat marah


"apakah kamu bertanya padanya?" desti bertanya dengan ekspresi wajah yang meremehkan key


"tidak! oh, mungkin karena aku tidak bertanya. baiklah kali ini aku yang salah. Jadi nanti akan ku pastikan bahwa aku bertanya padanya juga! key kembali bersemangat dan masih memikirkan rey


setibahnya disekolah mereka pergi ke kelas masing - masing dan membersihkan ruangan dan halaman di sekolah. key masih terus membayangkan wajah kesal rey, dan tanpa di sadari rasa percaya dirinya pun mulai runtuh perlahan.


key mulai mengantuk dan dia tertidur dikelas. tidak ada yang membangunkannya karena mereka sudah selesai melaksanakan kegiatan mereka. lalu hani menunggu desti menjemput key yang masih tertidur sambil memainkan hpnya. desti dan ian pun tiba untuk membangunkan key.


"key, ayolah sekarang waktunya pulang. aku sudah sangat lapar, kalau kamu tidak bangun aku akan meninggalkanmu sendiri disini" desak desti


"rey" key terbangun dan tanpa sadar menyebut nama rey


"kok kamu bisa ketiduran key" tanya ian yang ingin menanyakan mimpi key


"orang ngantuk, yah tidur" seperti biasa key kesal karena masih mengantuk


ian pun terdiam karena dia sudah mengenal key sejak SMP dan kurang lebih mengerti sifat key tanpa disadari oleh key namun desti selalu melihat ke arah ian.. berbeda dengan rey, walaupun lebih lama mengenal key, namun rey hanya selalu melihat sisi baik key, ian sudah melihat segala baik buruk key namun dia masih sangat menyukai key. ian berpikir key sangat jujur dengan perasaannya dan tidak perlu menyembunyikan apapun. sangat jauh berbeda dengan ian yang harus selalu terlihat baik.


"baiklah hari ini kamu ingin pergi kemana? karena kamu sudah tidur dan hari ini adalah hari terakhir MOS sebaiknya kita keluar untuk merayakannya" tanya ian sembari menghibur key


"bagaimana kalau ke kafe tepi pantai? key sangat suka suara ombak dan angin dipantai akan membuatnya jauh lebih nyaman. aku tau tempatnya dan sangat dekat dengan rumah kami, bahkan makanan disana enak. kebetulan aku sangat lapar dan ingin makan diluar" desti membujuk key dan memberikan saran yang menguntungkan untuk ian


"oke oke kafe biasa" jawab key

__ADS_1


saat tiba di kafe, ternyata rey juga ada disana bersama dua orang temannya. namun tanpa di duga key pun terdiam karna rasa percaya dirinya yang runtuh. dia tidak bisa mengatakan perasaanya lagi.


"hai rey, kamu juga suka main kesini?" tanya ian


"tidak, ini pertama kalinya aku kesini. aku bahkan tidak tau kalau tempat ini ada. aku hanya ingin menenangkan diri dan mereka mengajakku kesini" jawab rey sambil menatap key yang tertunduk


"ini tempat favorit key dan aku ingin menghibur key yang kelelahan karena pekerjaan disekolah. dia tadi bahkan ketiduran! oh ia, kenalin ini key dan desti adik kelasku sejak SMP" jawab ian seolah menandakan key adalah miliknya(jangan coba merebutnya) karena ian sadar rey terus menatap key


"kami sudah saling mengenal kak, dan aku gak tau kalo kak ian dan rey juga ternyata saling mengenal" jawab desti


"tentu saja kami sering olahraga bersama, tapi aku gak nyangka kalo ini tempat favorit key, aku pikir key hanya suka tidur" rey menjawab seolah dia sangat mengenal key


"aku memang suka tidur, tapi aku juga suka tempat ini karena menenangkan saat mendengar suara ombak dan tertiup angin, aku juga suka makan coklat yang terkadang terasa pahit dan manis sekaligus, aku juga suka melihat bintang tapi aku mengasihani mereka, aku suka hujan tapi aku merasa khawatir saat itu juga, dan aku juga suka perasaanku saat melihatmu tadi pagi namun aku benci padamu" key mengatakan seluruh isi hatinya seperti bom yang baru saja meledak. setelah mengatakan seluruh isi hatinya key pun berlari pulang. Dan desti bergegas mengejarnya.


seperti biasa key tidak bisa menahan perasaannya, karena dia tidak suka perasaan yang rumit. baginya itu sangat merepotkan. Dan pada akhirnya selalu membuat orang di sekitarnya terkejut. Berbeda dengan Desti yang walau terlihat ceria, dia selalu menahan perasaannya dan mementingkan perasaan orang lain. karena itulah mereka sangat cocok bersama. perbedaan mereka membuat persahabatan mereka bertahan.


kedua teman rey mengejeknya dan ian pun mengingat mimpi key saat disekolah. Tapi ian tidak ingin menyerah begitu saja, tidak mudah baginya untuk melepaskan key yang di sukainya sejak SMP.


"jangan ganggu key lagi. Dia berkata dia membencimu!" ian dengan kesal pun pergi


Tapi rey yang kaget dan terdiam, akhirnya menyadari kalo key tidak mempermainkannya dan tulus dengan perkataannya tadi pagi.


rey pun mulai tersenyum dan dia tidak bisa menyembunyikan perasaan gembira karena akhirnya setelah sekian lama key membalas perasaan yang selalu dia pendam.


rey pun mulai mengingat setiap kali dia melihat key membeli barang dari tokonya. terkadang key tidak melihat rey, terkadang dia terlihat lelah, terkadang dia besemangat dan bahkan dia terkadang tersenyum pada rey. namun mereka tidak saling berbicara selain key membayar dan rey hanya selalu bilang "Terimakasih"


to be continue...

__ADS_1


__ADS_2